cover hanafi

Download Cover Hanafi

Post on 05-Dec-2014

58 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

snmdryyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy3ej64j3

TRANSCRIPT

3/14/2013

FIBER REINFORCED POLYMER

STRUKTUR BETON BERTULANG - IIM. AGUS HANAFI S 11 0404 033

2013

TUGAS ANALISA STRUKTUR - IIDikerjakan Oleh:M. Agus Hanafi S (110404033)

DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2013

KATA PENGANTARPuji dan syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa, saya dapat menyelesaikan tugas saya berupa artikel tentang Struktur Beton Bertulang. Penyelesaian artikel ini adalah untuk melengkapi tugas saya. Artikel ini berisi tentang materi Fiber Reinforced Polymer, dimana didalamnya terdapat pengertian, proses pembuatan beton Fiber Reinforced Polymer (FRP) dan aplikasinya. Saya sadar sepenuhnya bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna. Demikian juga artikel ini. Saran, kritik dan segala bentuk masukan yang membangun sangat diharapkan untuk penyempurnaan selanjutnya.

Medan, Maret 2013 Penyusun

M. Agus Hanafi .S

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................. i DAFTAR ISI...........................................................................................................ii I. II. III. IV. PENDAHULUAN .............................................................................. 1 PENGERTIAN FIBER REINFORCED POLYMER ........................ 2 FRP SEBAGAI BAHAN KONSTRUKSI.......................................... 5 APLIKASI MATERIAL FRP............................................................. 6

KESIMPULAN. ................................................................................................... 16 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 17

ii

PENGERTIAN BETONBeton merupakan salah satu bahan konstruksi yang telah umum digunakan untuk bangunan gedung, jembatan, jalan, dan lain lain. Beton merupakan satu kesatuan yang homogen. Beton ini didapatkan dengan cara mencampur agregat halus (pasir), agregat kasar (kerikil), atau jenis agregat lain dan air, dengan semen portland atau semen hidrolik yang lain, kadang-kadang dengan bahan tambahan (additif) yang bersifat kimiawi ataupun fisikal pada perbandingan tertentu, sampai menjadi satu kesatuan yang homogen. Campuran tersebut akan mengeras seperti batuan. Pengerasan terjadi karena peristiwa reaksi kimia antara semen dengan air. Beton yang sudah mengeras dapat juga dikatakan sebagai batuan tiruan, dengan rongga-rongga antara butiran yang besar (agregat kasar atau batu pecah), dan diisi oleh batuan kecil (agregat halus atau pasir), dan pori-pori antara agregat halus diisi oleh semen dan air (pasta semen). Pasta semen juga berfungsi sebagai perekat atau pengikat dalam proses pengerasan, sehingga butiran-butiran agregat saling terekat dengan kuat sehingga terbentuklah suatu kesatuan yang padat dan tahan lama.

Beton

1 Kelebihan Beton : 1. Beton mampu menahan gaya tekan dengan baik, serta mempunyai sifat tahan terhadap korosi dan pembusukan oleh kondisi lingkungan. 2. Beton segar dapat dengan mudah dicetak sesuai dengan keinginan. Cetakan dapat pula dipakai berulang kali sehingga lebih ekonomis. 3. Beton segar dapat disemprotkan pada permukaan beton lama yang retak maupun dapat diisikan kedalam retakan beton dalam proses perbaikan. 4. Beton segar dapat dipompakan sehingga memungkinkan untuk dituang pada tempattempat yang posisinya sulit. 5. Beton tahan aus dan tahan bakar, sehingga perawatannya lebih murah.

Kekurangan Beton : 1. Beton dianggap tidak mampu menahan gaya tarik, sehingga mudah retak. Oleh karena itu perlu di beri baja tulangan sebagai penahan gaya tarik. 2. Beton keras menyusut dan mengembang bila terjadi perubahan suhu,sehingga perlu dibuat dilatasi (expansion joint) untuk mencegah terjadinya retakan-retakan akibat terjadinya perubahan suhu. 3. Untuk mendapatkan beton kedap air secara sempurna, harus dilakukan dengan pengerjaan yang teliti. 4. Beton bersifat getas (tidak daktail) sehingga harus dihitung dan diteliti secara seksama agar setelah dikompositkan dengan baja tulangan menjadi bersifat daktail, terutama pada struktur tahan gempa.

2

METODE PEKERJAAN PENULANGAN BETONSebelum melakukan pekerjaan perlu diyakinkan bahwa besi yang anda gunakan sudah sesuai dengan yang direncanakan dan telah memenuhi syarat.

Catatan : 1. Pembengkokan yang dilakukan setelah tulangan dirakit adalah keliru , akan tetapi di dalam pekerjaan pelaksanaan penulangan atau pembesian beton terkadang diperlukan pembengkokan ketika sebagian baja tulangan beton sudah terakit. Inti dari pebengkokan tulangan beton yang dibolehkan adalah selama tidak merubah susunan tulangan yang telah dikerjakan dan tidak merubah jarak antara tulangan beton dengan begisting sehingga pekerjaan penulangan besi beton sesuai yang direncanakan . Jarak yang terjadi antara tulangan dan begisting nantinya akan menjadi selimut beton setelah pekerjaan pengecoran beton selesai dilakukan. 2. Semakin panjang alat pembengkok maka tenaga yang dikeluarkan ketika proses pembengkokan kecil, hanya saja konsekwensinya bahwa maneuver ketika pembengkokan jadi agak sulit dikarenakan panjangnya alat. Intinya semakin besar diameter besi tulangan beton, maka alat pembengkok yang digunakan harus semakin panjang.

3

4

5 Catatan: 1. Penggunaan besi tulangan polos atau tidak bersirip (BJTP), ujung dari baja tulangan beton wajib dibuat penjangkaran dengan panjang 6 dikalikan dengan diameter tulangan yang digunakan (panjang penjangkaran 6D). Pada notasi gambar di atas adalah C=6D (artinya panjang C adalah 6 dikalikan diameter tulangan yang digunakan). Sekali lagi ingat bahwa tip ujung BJTP harus dilakukan penjangkaran/dibuat kait. Akan tetapi ada pengecualian pada pembuatan begel dimana ujungnya tidak perlu dibuat penjangkaran atau kait. 2. Panjang besi standar di pasaran adalah 12 meter (lihat syarat SNI tentang baja tulangan beton). Maka pertimbangkanlah sisa-sisa hasil potongan, untuk kemudian di agar dapat digunakan untuk membuat penulangan yang lainya. Secara teknis penyambungan baja tulangan beton dibolehkan, hanya saja cara penyambungan, jumlah sambungan maksimal tiap bentang dan letak sambungan diatur agar sesuai dengan kaidah teknis. Detail sambungan dan detail pertemuan masing-masing penulangan akan dibahas ditemat yang lain.

6

CARA MEMBUAT BESTAT TULANGANDalam membuat struktur beton bertulang sebelumnya dihitung terlebih dahulu bahan bangunan yang dibutuhkan yaitu besi dan beton. Dalam menghitung dilakukan pembuatan bestat sehingga dapat diketahui jumlah yang perlu didatangkan dalam satuan meter panjang atau kilo gram (kg), berikut ini contoh cara mambuet bestat besi tulangan. Misalnya kita akan membangun rumah satulantai dengan kolom prakris ukuran 15 cm x 20 cm setinggi 3 m, besi tulangan yang digunakan adalah 4D10 dan tulangan sengkang D8-200 mm, tebal selimut beton adalah 2 cm jarak antara besi tulangan dengan sisi beton luar, beginilah gambar penampakan potongan kolom praktisnya.

Dari gambar di atas dapat dilihat bentuk besi sengkang diameter 8 panjang total perbuah adalah jumlah dari semua sisi besi termasuk dua buah tekukan didalamnya sebesar 6D atau 6x8 mm = 4,8 cm dibulatkan 5 cm. Panjang besi sengkang perbuah 15cm + 15cm + 10cm + 10cm + 5cm + 5cm = 60cm, atau jika dikonversikan kedalam satuan meter adalah 0,6m. Jumlah panjang keseluruhan 10 kolom praktis dengan tinggi perbuah 3m adalah 10 x 3m = 30m. Karena besi sengkang dipasang setiap jarak 20cm atau 0,2m maka dapt dicari jumlah terpasang untuk panjang 30m yaitu 30 : 0,2 = 150 buah. Jika kita membeli di toko bangunan dalam bentuk jadi maka bisa langsung emesan 150 besi sengkang dengan menambahkan faktor keamanan 10 buah menjadi 160 buah. Jika kita ingin membuat sendiri besi sengkang tersebut sehingga hanya membeli besi batangan diameter 8 mm maka kita hitung terlebih dahulu panjang keselurhan besi sengkang yang dibutuhkan. Cara menghitung total panjang besi sengkang yaitu mengalikan jumlah dengan panjang perbuah atau 150 bh x 0,6 m = 90 m.

Karena panjang satu besi dipasarn adlah 12 m maka dapat kita ketahui jumlah besi yang dibutuhkan dalam satuan batang yaitu 90 m : 12 = 7,5 dibulatkan menjadi 8 batang diameter 8 mm. 7

Dari perhitungan di atas dapat kita ketahui kebutuhsn besi sengkang yaitu 150 bh atau 8 batang besi, sedangkan untuk tulangan pokok perhitungannya lebih mudah karena hanya mengalikan panjang keseluruhan kolom dikalikan 4 bh yaitu 4 x30 m = 120 m dan untuk mengetahui jumlah batang maka tinggal membaginya dengan panjang besi perbatang 12 m yaitu 120 : 12 = 10 batang besi, hasil perhitungan : 1. Besi D 8 mm = 8 batang. 2. Besi D 10 mm = 10 batang. Untuk mengetahui dalam satuan kg bisa dilakukan dengan jumlah batang dikalikan berat per meter yang dapat dilihat pada artikel tabel berat besi.

8

CARA MEMBUAT PLAT DAK BETON. Sudah diketahui bahwa salah satu cara untuk meningkatkan rumah anda adalah dengan menggunakan beton bertulang, metode ini banyak digunakan oleh sebagian besar rumah bertingkat di Indonesia khususnya di Jawa. Pada kesempatan kali ini akan dibahas metode alternatif dalam membuat lantai dak beton. Metode alternatif tersebut adalah menggunakan COR DEK atau disebut STEEL FLOOR DECK. Contoh gambar palt sor dek seperti di bawah ini.

Gambar 4.1 Plat Cor Dek Bentuk gambar cor dek seperti gambar di atas hanya salah satu bentuk, dipasaran banyak ragam bentuk dan merk. Kalau sudah dikombinasi dengan beton kadang disebut dengan sebutan COMPOSITE STEEL FLOOR DECK dan kira kira bentuknya jadi seperti dibawah ini.

Gambar 4.2 Potongan Plat Lantai Beton Menggunakan Plat Cor Deck 9 Keterangan gambar : 4.2.1. Jika sebuah komposit cor dek dipotong kira-kira hasilnya seperti gambar 52.2. Pada lingkaran berwarna merah dan tulisan Plat Cor Deck merupakan