cover dalam depan belakang - .perguruan tinggi serta pendidikan nonformal yang dikelola oleh...

Download Cover dalam depan belakang - .Perguruan Tinggi serta pendidikan nonformal yang dikelola oleh masyarakat

Post on 02-Mar-2019

266 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Diterbitkan oleh:

BADAN PENDIDIKAN KRISTEN PENABUR (BPK PENABUR)

I S S N : 1412-2588

Jurnal Pendidikan Penabur (JPP) dapat dipakaisebagai medium tukar pikiran, informasi dan

penelitian ilmiah antar para pemerhati masalah pendidikan.

Penanggung JawabDra. Kristinawati Susatio, M.M.

Pemimpin RedaksiDr. BP. Sitepu, M.A.

Sekretaris RedaksiRosmawati Situmorang

Dewan EditorDr. BP. Sitepu, M.A.

Ir. Budyanto Lestyana, M.Si.Dra. Mulyani

Dr. Theresia K. BrahimDra. Vitriyani P., M.Pd.

Alamat Redaksi :Jln. Tanjung Duren Raya No. 4 Blok E Lt. 5, Jakarta Barat 11470

Telepon (021) 5606773-76, Faks. (021) 5666968http://www.bpkpenabur.or.idE-mail : bp3@bpkpenabur.or.id

Pedoman Penulisan Naskah untuk Jurnal Pendidikan Penabur

Naskah ditulis dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut:1. Naskah merupakan laporan penelitian, opini, info, dan resensi buku yang

berhubungan dengan bidang pendidikan serta disajikan dalam bentukbahasa ilmiah populer.

2. Naskah merupakan karya asli dari penulis dan belum pernahdipublikasikan atau sedang dikirimkan ke media lain.

3. Naskah diketik pada kertas A4 dengan margin/batas atas, kanan, danbawah masing-masing 3 cm dan batas kiri 4 cm dari tepi kertas.Menggunakan program MS Word dengan jenis huruf Book Antiqua 10point/spasi ganda.

4. Panjang naskah hasil penelitian + 4500 kata, sedangkan untuk opini,info, serta resensi buku + 2000 kata.

5. Judul harus singkat, jelas dan tidak lebih dari 10 kata.

6. Format penulisan adalah : Judul, nama penulis, abstrak, isi artikel, daftarpustaka, dan keterangan mengenai penulis.

7. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris maksimum 150 kata.

9. Ilustrasi (grafik, tabel dan foto) harus disajikan dengan jelas. Tulisan padailustrasi menggunakan huruf yang sama pada isi naskah dengan besarhuruf tidak lebih kecil dari 6 point.

10. Naskah dikirim dalam bentuk disket dan hasil print out ke Redaksi JurnalPendidikan Penabur, Jalan Tanjung Duren Raya No. 4 Blok E Lantai 5.Jakarta Barat - 11470 atau melalui e-mail: bp3@bpkpenabur.or.id

11. Naskah disertai dengan daftar riwayat hidup yang memuat latar belakangpendidikan, pekerjaan dan karya ilmiah lain yang pernah ditulis.

12. Tulisan yang dimuat akan mendapat imbalan. Naskah yang tidak dimuattidak dikembalikan.

13. Redaksi berhak mengedit naskah yang dimuat tanpa mengubah isinaskah.

14. Isi Jurnal Pendidikan Penabur tidak mencerminkan pendapat ataukebijakan BPK PENABUR.

iJurnal Pendidikan Penabur - No.08 /Th.VI/Juni 2007

Jurnal Pendidikan PenaburNomor 08/VI/Juni 2007

ISSN: 1412-2588

Daftar Isi i

Pengantar Redaksi ii-iv

Sekolah Unggulan: Antara Kenyataan dan Impian, Petrus Trimantara, 1-11

The Analysis of Senior High School State Final Examination 2005-2006, Kaprista Sutikno, 12-20

Upaya Mengembangkan Sikap Siswa Melalui Nilai dan Moral dalam Bacaan dan Dongeng,Keke T. Aritonang, 21-28MBrilliant Class dalam Perspektif Vygotsky, Yuli Kwartolo, 29 - 38

Waralaba TKK BPK PENABUR, Chris Maryadi SB, 39 - 49

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran, Muksin Wijaya,50 - 59

Scaffolding pada Program Pendidikan Anak Usia Dini, Upi Isabella, 60 - 65

Pembentukan Konsep Diri Siswa Melalui Pembelajaran Partisipatif(Sebuah Alternatif Pendekatan Pembelajaran di Sekolah Dasar), Melanie D. Murmanto, 66 -74

Telaah Kritis Terhadap Tugas dan Tanggung Jawab Jabatan Pendeta Sekolah di LingkunganBPK PENABUR, Djudjun Djaenuddin Supriadi, 75 - 81

Analisis Kebijakan tentang Penutupan Sekolah Menengah Kejuruan Kristen BPK PENABUR Jakarta,Elika Dwi Murwani, 82 - 93

Isu Mutakhir, Mulyani dan Rosmawati Situmorang, 94 - 96

Resensi Buku: Jangan Pukul Aku!, Nur Hari Cahyanti, 97 - 101

Profil BPK PENABUR Rengasdengklok, Sarindi, 102 - 106

Keterangan Mengenai Penulis, 107 -108

iJurnal Pendidikan Penabur - No.08 /Th.VI/Juni 2007

Pengantar Redaksi

i Indonesia pendidikan mulai dari pendidikan dasar sampaipendidikan tinggi diselenggarakan oleh dan merupakantanggung jawab bersama Pemerintah dan masyarakat.Pentingnya peranan pendidikan dalam meningkatkan

kecerdasan dan kesejahteraan individu dan masyarakat mendorongPemerintah dan masyarakat memberikan perhatian besar padapendidikan. Ditetapkannya anggaran untuk penyelenggaraanpendidikan sebesar 20% dari APBN dan APBD dalam AmandemenUndang-Undang Dasar 1945 menunjukkan kesungguhan bangsaIndonesia dalam pembangunan pendidikan. Sedangkan besarnyajumlah lembaga- lembaga pendidikan mulai dari TK sampaiPerguruan Tinggi serta pendidikan nonformal yang dikelola olehmasyarakat (swasta), menunjukkan pula besarnya perhatian danperan serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan.

Selama ini dikenal ada empat masalah pokok pendidikannasional yaitu: (1) pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan,(2) peningkatan mutu pendidikan, (3) peningkatan relevansipendidikan, dan (4) peningkatan efisiensi dan akuntabilitaspengelolaan pendidikan. Untuk mengatasi keempat masalah tersebutberbagai upaya telah dilaksanakan oleh Pemerintah, antara lainpendirian dan rehabilitasi gedung sekolah, pengangkatan danpenataran guru, pengadaan buku pelajaran dan laboratorium,penyempurnaan kurikulum, serta menerapkan sistem pengelolaandan pengawasan penyelenggaraan pendidikan. Akan tetapi dalampendirian sekolah baru, tidak jarang terjadi perencanaan danpelaksanaannya kurang memperhatikan kondisi yang ada. Misalnya,di beberapa tempat Pemerintah mendirikan sekolah baru berdekatandengan sekolah swasta yang sudah lama berdiri, sehingga secaraperlahan-lahan sekolah swasta kekurangan peserta didik karenatidak dapat bersaing dengan sekolah negeri yang memiliki berbagaikelebihan dan kemudahan. Di samping itu Pemerintah jugamengutamakan sekolah negeri dari pada sekolah swasta dalampengangkatan dan penataran guru serta pengadaan buku danlaboratorium. Keadaan yang demikian memberikan kesanmasyarakat bukan menjadi mitra tetapi saingan Pemerintah dalampenyelenggaraan pendidikan.

Dewasa ini masyarakat semakin menyadari fungsi lembagapendidikan sebagai penghasil sumber daya manusia yang bermutudan dapat diandalkan. Oleh karena itu dalam memilih sekolah untukanak-anaknya, kriteria bermutu itu menjadi perioritas dengancatatan bahwa bermutu itu diartikan secara luas. Bermutu dilihatdari ranah kognitif yang berarti lulusannya memiliki pengetahuanyang unggul, dari ranah psikomotorik yang berarti memilikiketerampilan yang dapat bersaing, dan dari ranah afektif berartimemiliki sikap dan moral yang tangguh. Mutu sumber daya manusiayang demikian dihasilkan melalui proses pembelajaran yangmenggunakan pendidik dan tenaga kependidikan yang ahli dibidangnya, peralatan dan fasilitas belajar-membelajarkan yangmodern dan sangat mendukung, kurikulum yang mengikutiperkembangan mutakhir ilmu pengetahuan dan teknologi serta

D

ii Jurnal Pendidikan Penabur - No.08 /Th.VI/Juni 2007

kebutuhan lapangan kerja, kegiatan belajar-membelajarkan yangberorientasi pada teknologi pembelajaran yang efektif dan efisien,serta pengelolaan sekolah yang profesional.

Era globalisasi dan era teknologi informasi dan komunikasidalam abad ke-21 ini membuat masyarakat semakin peka terhadappendidikan yang bermutu agar dapat bersaing dan berkolaborasidengan sumber daya manusia dari negara lain. Kebutuhan dantuntutan tidak lagi berorientasi semata-mata pada kondisi lokal ataunasional, tetapi mulai berorientasi pada kondisi regional daninternasional. Dengan demikian, ukuran mutu dan relevansipendidikan pun mulai bergeser ke standar regional daninternasional. Akibatnya, banyak orang tua dan siswa yang tidak lagimempersoalkan hasil Ujian Negara (UN). Bagi mereka hasil UN tidakmempunyai pengaruh yang berarti, sejauh anaknya dapat diterima dilembaga pendidikan di luar negeri. Sebaliknya, mereka akan risauwalaupun memperoleh nilai tinggi dalam UN tetapi anaknya tidakditerima di lembaga pendidikan di luar negeri yang diinginkannya.

Perubahan paradigma masyarakat terhadap pendidikandewasa ini juga dibaca oleh penyelenggara pendidikan baikPemerintah maupun swasta. Belakangan ini kita melihat Pemerintahsendiri menyelenggarakan pendidikan di sekolah-sekolah tertentudengan predikat seperti Sekolah Nasional BerwawasanInternasional, Sekolah Unggulan, Sekolah Koalisi atauSekolah Percontohan. Sedangkan pihak swasta sendirimenggunakan predikat seperti Sekolah Internasional, SekolahAffiliasi dari Lembaga Pendidikan Luar Negeri, atau SekolahMultinasional. Semua predikat itu menunjukkan identitas mutupendidikan di sekolah dipakai antara lain untuk menarik perhatiancalon siswa untuk memasukinya. Keadaan yang demikian timbul,oleh karena dewasa ini terjadi persaingan antar lembaga pendidikansemakin ketat dalam memperoleh peserta didik.

Lulusan yang bermutu dihasilkan melalui proses belajar-membelajarkan dengan persyaratan tertentu mulai dari peserta didik,pendidik dan tenaga kependidikan, kurikulum, sumber-sumberbelajar, strategi dan metodologi pembelajaran, serta lingkunganbelajar-membelajarkan. Oleh karena itu dalam Jurnal PendidikanPenabur edisi ini, berbagai tulisan memuat beberapa hasil penelitiandan gagasan yang dianggap memberikan kontribusi pada mutupendidikan di sekolah. Berkaitan dengan pendidikan bermutu,Petrus Trimantara memaparkan hasil penelitiannya tentang sekolahunggulan serta hal-hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua dalammemilih sekolah. Berbicara mengenai mutu tidak dapat dipisahkandengan instrumen untuk mengukur mutu itu sendiri. Di sampingkebermanfaatan hasil Ujian Negara, yang dianggap sebagai salahsatu indikator mutu pendidikan, masih menjadi polemik sampaisekarang ini, instrumen yang dipaka

Recommended

View more >