cover - copy

Download Cover - Copy

Post on 13-Jul-2015

476 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

`PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK DAN PUPUK NPK TERHADAP P-POTENSIAL, N-TOTAL, SERAPAN-N SERTA HASIL TANAMAN PAKCHOY (Brassica chinensis, L.) PADA INCEPTISOLS ASAL JATINANGOR

USULAN PENELITIAN

Oleh Frida Eka Permata 150210070054

JURUSAN ILMU TANAH DAN SUMBERDAYA LAHAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 2011

KATA PENGANTAR

Alhamdulillaahirabbilaalamin, segala puji serta syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat, karunia dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan usulan penelitian dengan judul Pengaruh Kombinasi Pupuk Organik Dan Pupuk NPK Terhadap P-Potensial, N-Total, Serapan-N Serta Hasil Tanaman Pakchoy (Brassica chinensis, L.) Pada Inceptisols Asal Jatinangor. Usulan penelitian ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat melaksanakan penelitian guna penyusunan skripsi di Jurusan Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Prof. Dr. H. E. Hidayat Salim, Ir., M.S. sebagai Ketua Komisi Pembimbing. 2. Daud Siliwangi Saribun, Ir., M.S. sebagai Anggota Komisi Pembimbing. 3. Dr. Hj. Siti Mariam, Ir., M.S. sebagai Ketua Komisi Penelaah. 4. Ade Setiawan, S.P. sebagai Anggota Komisi Penelaah. 5. Dr. Rachmat Haryanto, Ir., M.S. sebagai Ketua Jurusan Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan. 6. Keluarga yang selalu memberi doa, dorongan serta semangat. Juga temanteman Jurusan Ilmu Tanah serta semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan Usulan Penelitian ini. Penulis sadar dalam penyusunan Usulan Penelitian ini masih banyak kekurangan, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritiknya demi perbaikan usulan penelitian ini.

i

Akhir kata, semoga usulan penelitian ini dapat disetujui dan bermanfaat bagi semua rekan-rekan mahasiswa pada umumnya dan bagi penulis pada khususnya.

Jatinangor, Mei 2011

Penulis

ii

DAFTAR ISI

Bab

Halaman

Halaman KATA PENGANTAR DAFTAR ISI Bab Halaman Halaman DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN I.PENDAHULUAN Latar Belakang Identifikasi Masalah Tujuan Penelitian Kegunaan Penelitian Kerangka Pemikiran Hipotesis I.BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian Bahan dan Alat Penelitian Rancangan Penelitian Rancangan Percobaan Rancangan Perlakuan Rancangan Respon Rancangan Analisis Pelaksanaan Penelitian Persiapan Media Tanam Pesemaian Penanaman Pemupukan Pemeliharaan Pemanenan dan Pascapanen Pengambilan Contoh Tanah DAFTAR LAMPIRAN i iii iii iv v 1 1 5 5 5 6 10 11 11 11 12 12 12 13 14 15 15 15 16 16 17 17 17 22

iii

DAFTAR TABEL

Nomor

Judul

Halaman

Tabel 1. Susunan Perlakuan 12 Tabel 2.Analisis Sidik Ragam Rancangan Acak Kelompok Faktor Tunggal14

iv

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor 1.

Judul

Halaman

Lampiran 2. Deskripsi Profil Tanah Inceptisols Jatinangor 23 Lampiran 3. Klasifikasi Pakchoy (Brassica chinensis, L.) atau Sawi Hijau 25 Lampiran 4. Deskripsi Pakchoi (Brassica chinensis, L. ) 26 Lampiran 5. Jenis dan Komposisi Kandungan Unsur BOCA-Plus 26 Lampiran 6. Persyaratan Teknis Minimal Pupuk Organik 28 Lampiran 7. Tata Letak Pengujian Efektivitas Pupuk Organik Padat Curah BOCA-PLUS Terhadap Pakchoy (Brassica chinensis, L.) 30 Lampiran 8. Dosis Pupuk Masing-Masing Pada Tiap Petak Perlakuan. 31 Lampiran 9. Perhitungan Kebutuhan Tanah Tiap petak 32 Lampiran 10. Prosedur Analisis Penetapan P Potensial metode ekstrak HCl 25% 32 Lampiran 11. Prosedur Penetapan N-Total dengan Metode Kjedahl 34 Lampiran 12. Prosedur Pengukuran Serapan N dengan Metode Kjedahl 35

v

I. PENDAHULUAN

Latar Belakang Salah satu ordo (jenis) tanah yang tersebar secara luas di Indonesia adalah Inceptisols. Jenis tanah ini diperkirakan memiliki luasan sebesar 70,52 juta ha atau menempati 40% dari luas total daratan di Indonesia (Puslitbangtanak dalam Sudirja dkk, 2007). Tersebar merata secara luas, di seluruh kepulauan Indonesia, antara lain yaitu di Irian Jaya, Maluku, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan terutama Pulau Jawa.

Mengingat penyebaran Fluventic Eutrudepts yang luas itu, maka tanah ini berpotensi untuk dikembangkan (Sofyan, dkk). Inceptisols Jatinangor merupakan tanah yang belum berkembang lanjut dengan ciri-ciri bereaksi masam dengan pH 5,35, P potensial yang sangat tinggi, N-Total sedang, dan kejenuhan basa rendah. Secara umum, kesuburan dan sifat kimia Inceptisols relatif rendah, akan tetapi masih dapat diupayakan untuk ditingkatkan dengan penanganan dan teknologi yang tepat (Lampiran 1). Produksi sayuran Indonesia sampai tahun 2005 mencapai 9.101.987 ton/tahun dan tingkat konsumsi total pada tahun 2005 sebesar 7.732.634.386 ton/tahun (Direktorat Jendral Hortikultura, 2008). Karena itu untuk memenuhi semua permintaan konsumsi akan sayur-sayuran petani hendaknya menanam sayuran tidak hanya cepat panen tetapi juga bebas dari penggunaan bahan-bahan sintetik membahayakan tubuh manusia, menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan.

1

2

Salah satu jenis-jenis sayuran yang mudah dikembangkan adalah pakchoy. Pakchoy (Brassica sinensis L.) termasuk dalam family Brassicaceae, berumur pendek 45 HST. Sayuran ini umumnya digunakan untuk bahan sup, untuk hiasan (garnish),tapi jarang dimakan mentah. Di Indonesia hasil pakchoy masih sangat rendah padahal hasil pakchoy bisa mencapai 30 ton ha-1 (Suryadi dalam Junita dkk,1993). Rendahnya hasil pakchoy disebabkan oleh pemeliharaan yang kurang baik. Usaha untuk meningkatkan produksi pakchoy agar dapat memenuhi permintaan konsumen yang cukup tinggi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara-cara yang diterapkan adalah intensifikasi melalui pemupukan yang optimal. Penggunaan pupuk anorganik adalah jalan yang dilakukan para petani untuk menanggulangi masalah kesuburan tanah dimana interaksi dari ketiga pupuk yaitu unsur N diperoleh dari pupuk Urea, unsur P dari SP-36 sedangkan unsur K dari KCL akan menunjang pertumbuhan tanaman. Untuk itu peranan pupuk sangat penting bagi tanaman, karena pupuk merupakan kunci kesuburan tanah karena berisi satu atau lebih unsur hara untuk menggantikan unsur hara yang habis terserap tanaman (Suyono dkk, 2006). Penambahan bahan organik sangat membantu dalam memperbaiki tanah yang terdegradasi, karena pemakaian pupuk organik dapat mengikat unsur hara yang mudah hilang serta membantu dalam penyediaan unsur hara tanah sehingga efisiensi pemupukan menjadi lebih tinggi. Hal ini didukung oleh pendapat Rukmana (1995), bahwa untuk mencapai hasil yang maksimal, pemakaian pupuk organik hendaknya diimbangi dengan pupuk buatan supaya keduanya saling melengkapi.

3

Jenis pupuk organik yang digunakan adalah pupuk organik padat curah BOCA PLUS jika diberikan kedalam tanah dapat memperbaiki sifat fisika, biologi, dan khususnya kimia tanah, juga menyediakan unsur hara bagi tanaman. Pupuk organik padat curah ini salah satu pupuk organik padat yang berbentuk serbuk/remah merupakan hasil fermentasi dari pupuk kandang sapi. Hara N merupakan hara makro utama bagi tanaman selain P dan K, dan seringkali menjadi faktor pembatas dalam produksi tanaman. Pemberian pupuk organik ke dalam tanah dapat memperbaiki sifatsifat fisik tanah (memperbaiki struktur tanah, porositas, permeabilitas,

meningkatkan kemampuan menahan air), terutama sifat kimia (menaikkan pH tanah, meningkatkan kemampuan menyerap kation, sebagai sumber hara makro dan mikro, dan menekan kelarutan Al dengan membentuk kompleks Alorganik), dan sifat biologi tanah (meningkatkan aktivitas mikroba tanah, sebagai sumber energi bagi bakteri penambat N dan pelarut fosfat) (Kariada dkk, 2003). Pemberian pupuk NPK unsur haranya lebih cepat tersedia dalam meningkatkan kadar N, P dan K dan biasanya hasil meningkat pada awal panen. Kombinasi penggunaan pupuk organik padat curah dan pupuk anorganik menghasilkan ketersediaan N yang tinggi dan pelepasan NO3- yang konstan selama masa pertanaman, yang menunjukkan terjadinya keselarasan antara ketersediaan dan serapan N oleh tanaman (Nyinareza dan Snapp, 2007). Beberapa menunjukkan bahwa pemberian bahan organik dan pemberian pupuk anorganik dapat meningkatkan pH tanah, N-total, P-tersedia dan K-tersedia di dalam tanah, kadar dan serapan hara N, P, dan K tanaman, dan meningkatkan produksi tanaman (Djuniwati dkk, 2003).

4

Kombinasi pupuk organik dan NPK ini dimaksudkan mengurangi penggunaan dosis pupuk NPK tanpa menurunkan pertumbuhan dan hasil pakchoy di Inceptisols. Penambahan bahan organik ke dalam tanah dapat dilakukan dengan pemberian sisa atau limbah tanaman dan kotoran hewan. Pemanfaatan limbah tersebut dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan dan menekan biaya produksi. Nitrogen merupakan bahan penyusun klorofil, bahan penyusun asam amino sebagai pembentuk protein, esensial dalam penggunaan karbohidrat, komponen enzim, menstimulasi perkembangan dan aktivitas akar, meningkatkan penyerapan unsur-unsur hara yang lain (Olson dan Kurtz, 1982 dalam Maryati dan Soni, 2007). Fosfor sering menjadi faktor pembatas setelah nitrogen. Unsur fosfor sangat penting karena terlibat langsung hampir pada seluruh proses kehidupan. Pupuk anorganik yang digunakan adalah sebagai pupuk utama yang digunakan sedangkan pupuk yang akan diuji disini adalah pupuk organik. Dosis anjuran yang digunakan pada pupuk organik padat curah yaitu 500 kg ha-1 dan C/N ratio pada pupuk organik ini sekitar 17,92 karena itu sesuai standar kandungan pupuk organik yaitu kurang dari 20%. Dosis pupuk anorganik (N, P, K) yang direkomendasikan untuk tanaman pakchoy, yaitu 100 kg ha-1 (Urea 46% N) , 150 kg ha-1 (SP-36 36% P2O5), 75

kg ha-1(KCl 60% K2O), dan pupuk kandang 15 t ha-1 (Wahyudi, 2010). Belum diketahui secara pasti apakah kombinasi jenis dan dosis pupuk organik padat curah yang terbaik terhadap P-Potensial, N-total, dan sera