contractor safety management system (csms) ?· kontraktor konstruksi kontraktor jasa ... csms...

Download CONTRACTOR SAFETY MANAGEMENT SYSTEM (CSMS) ?· Kontraktor Konstruksi Kontraktor Jasa ... CSMS menjembatani…

Post on 14-Jul-2019

243 views

Category:

Documents

9 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Program Studi Diploma IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Balikpapan

    CONTRACTOR SAFETY

    MANAGEMENT SYSTEM

    (CSMS)

    Ir. Erwin Ananta, Cert. IV, MM

    Page 1 of 14

  • Program Studi Diplome IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Balikpapan Page 2 of 14

    Kontraktor merupakan unsur penting dalam

    perusahaan sebagai mitra yang membantu

    kegiatan operasi perusahaan. Kontraktor Konstruksi

    Kontraktor Jasa

    Kontraktor Operasi

  • Program Studi Diplome IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Balikpapan Page 3 of 14

    Kontraktor rawan terhadap kecelakaan dalam

    menjalankan kegiatannya, karena:

    Tenaga kerja bersifat sementara.

    Pekerja kasar dan pendidikan lebih rendah.

    Tingkat disiplin dalam bekerja kurang.

    Pemahaman K3 rendah.

    Terlibat langsung dalam pelaksanaan pekerjaan.

    Sehingga lebih banyak terpapar bahaya.

  • Program Studi Diplome IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Balikpapan Page 4 of 14

    Kecelakaan yang menimpa kontraktor tinggi.

    Kelalaian yang dilakukan kontraktor dapat

    menimbulkan bahaya bagi operasi perusahaan

    dan menimbulkan kecelakaan yang

    mempengaruhi kinerja K3 perusahaan.

    Kegiatan Kontraktor harus dikelola dengan baik

    untuk menjamin keselamatan dalam setiap

    kegiatan kerja kontraktor.

    Pengelolaan Kontraktor melalui Contractor Safety

    Management System (CSMS)

  • Program Studi Diplome IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Balikpapan Page 5 of 14

    CSMS adalah suatu sistem manajemen untuk

    mengelola kontraktor yang bekerja di

    lingkungan perusahaan.

    CSMS merupakan sistem komprehensif dalam

    pengelolaan kontraktor sejak tahap

    perencanaan sampai pelaksanaan

    pekerjaan.

  • Program Studi Diplome IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Balikpapan Page 6 of 14

  • Program Studi Diplome IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Balikpapan Page 7 of 14

    Project Owner

    Contractor

    Sub- Contractor

    Risk and Hazards

    Management in the

    Construction Activities

    Accident Free

    as an Output

    Management

    Commitment to

    Safety

    Work Activities

    Risk Assessment (WARA)

    Safe Activities

    Practice

    Equipment and

    Protection

    Device

    Contractor Safety Management System

    Posisi CSMS dalam hubungannya dengan

    aktivitas proyek konstruksi

  • Program Studi Diplome IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Balikpapan Page 8 of 14

    CSMS merupakan jembatan untuk menghubungkan sistem manajemen

    K3 Perusahaan (Company OHSMS) dengan sistem manajemen K3

    Kontraktor (Contractor OHSMS)

  • Program Studi Diplome IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Balikpapan Page 9 of 14

    CSMS menjembatani SMK3 Perusahaan dengan SMK3

    Kontraktor Perusahaan memberikan persyaratan yang harus

    dipenuhi oleh SMK3 Kontraktor.

    Perusahaan harus memiliki SMK3 yang baik, sehingga dapat

    memberikan kerangka dasar bagi pengembangan SMK3

    Kontraktor.

    Pendekatan melalui OHSAS 18001 dan ISO 45000 dimana

    CSMS adalah bagian dari elemen 4.4.6. Operational Control.

    Operational Control memiliki korelasi dengan keseluruhan

    elemen dalam OHSAS 18001, tidak berdiri sendiri.

  • Program Studi Diplome IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Balikpapan Page 10 of 14

    Untuk meyakinkan bahwa kontraktor yang bekerja

    di lingkungan perusahaan telah memenuhi standar

    dan kriteria K3 yang ditetapkan perusahaan.

    Sebagai alat untuk menjaga dan meningkatkan

    kinerja Keselamatan di lingkungan kontraktor

    Untuk mencegah dan menghindarkan kerugian

    yang timbul akibat aktivitas kerja kontraktor

  • Program Studi Diplome IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Balikpapan Page 11 of 14

  • Program Studi Diplome IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Balikpapan Page 12 of 14

    Tahapan CSMS terbagi atas 2 bagian utama:

    Tahap Administrasi (Administration Stage)

    Tahap Pelaksanaan (Implementation Stage)

  • Program Studi Diplome IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Balikpapan Page 13 of 14

    Tahapan Penilaian Risiko (Risk Assessment) Mengetahui tingkat resiko suatu pekerjaan yang akan diserahkan kepada kontraktor.

    Untuk menyesuaikan potensi bahaya dengan kemampuan kontraktor menjalankan

    pekerjaan dengan aman

    Prakualifikasi (Pre-Qualification) Melakukan seleksi awal kontraktor yang memenuhi persyaratan K3 untuk

    melakukan pekerjaan. Mengevaluasi atas dasar daftar isian yang diserahkan

    kontraktor tentang persyaratan administratif, pengalaman K3, organisasi K3,

    personnel K3 yang dimiliki, record K3 di proyek sebelumnya, Manual K3 yang

    dimiliki, serta referensi yang pernah diperoleh.

    Pemilihan Kontraktor (Selection) Menentukan kontraktor yang akan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan

    proses penunjukan atau pelelangan yang berlaku. Prakualifikasi aspek K3

    sebagai salah satu unsur menentukan pemenang.

  • Program Studi Diplome IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Balikpapan Page 14 of 14

    Permulaan Pekerjaan (Preliminery Activities) Dilaksanakan setelah pemenang/pelaksana pekerjaan ditetapkan. Memberikan

    kesempatan kepada kontraktor untuk mengenal dan familiar dengan lokasi dan

    aktivitas yang akan dikerjakan serta kondisi setempat serta interaksi selama pekerjaan

    berlangsung.

    Pelaksanaan Proyek (On-going Project) Program K3 diimplementasikan pada saat kegiatan kerja berlangsung. Kontraktor

    melakukan upaya pencegahan kecelakaan dalam setiap langkah kegiatannya sesuai

    dengan sifat dan jenis bahaya yang ada. Program K3 yang dijalankan disesuaikan

    dengan skala pekerjaan, tingkat resiko dan jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan.

    Evaluasi Menyeluruh (Over all Evaluation) Hasil CSMS harus dievaluasi secara berkala, khususnya setelah suatu

    pekerjaan kontrak selesai. Hasil evaluasi digunakan untuk menilai kinerja

    kontraktor. Sebagai masukan untuk peningkatkan program CSMS dalam

    perusahaan. Dibentuk tim evaluasi yang melibatkan semua unsur terkait

    dalam perusahaan.