contoh dummy buku

Download Contoh Dummy Buku

Post on 31-Oct-2015

409 views

Category:

Documents

119 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • iSanjungan untuk Sekuel Gerimis Hati

    Membaca buku ini sangat menyenangkan karena tiap cerita dibabarkan dengan cara mudah, tetapi sangat mendalam, halus, dan indah untuk mencapai pencerahan.

    Jiwo Reaper, Mahasiswa

    Ceritanya sangat mengena dan dapat terjadi pada siapa saja :)

    Milla Anggraeni, Murid SMA

    Buku ini indah karena lembut berhias estetika kehidupan yang halus dan tulus.

    Kasminah Nuryati, Ibu Rumah Tangga

    Melalui cerita yang sederhana terdapat makna yang mendalam.

    Revialiando, Murid SMA

    Ceritanya biasa namun ditulis dengan cara yang luar biasa.

    Rosiyana Lendra, Mahasiswii

    Ceritanya mengharukan.Siti Nurjanah, Karyawan Swasta

  • ii

    Banyak hal yang dapat dipetik dari ceritanya, agar kita tidak membuat kesalahan yang sama.

    Lupita Teta Ningsih, Mahasiswi

    Ceritanya segar dan menghibur.Mei Eva Oktaviani, Mahasiswi

    Ceritanya bagus aku suka :)Diah Novika Sari, Mahasiswi

    Melalui cerita yang sederhana terdapat makna yang mendalam.

    Dhetiana, Calon Bidan

  • iii

  • iv

    Senyumanmu, Ku Rindu !!!Penulis: Andita Wahyuningtyas,dkk

    Cetakan pertama, November 2012Diterbitkan oleh: Pub! PublishingJl. Kumbang No.14, Bogor 16151Telp: 08 89 22 71 00, Fax: 0251-8329101email: Pub!@gmail.com

    EditorGuruh RamdhaniIis Purningsih

    Lay Out dan Desain CoverAprilia Iryanti

    ISBN J3C-210-194

    Dilarang keras memfotokopi atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku tanpa izin tertulis dari penerbit.

    PubV

    Copyright Pub! Publishing,2012

  • vBuku ini di persembahkan untuk seluruh mahasiswa/i Manajemen Informatika

    angkatan 47 Diploma Institut Pertanian Bogor

  • vi

    Undang-undang Republik IndonesiaNomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta

    Ketentuan Pidana :Pasal 72

    1. Barang siapa dengan sengaja melanggar dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 Ayat (1) atau pasal 49 Ayat (1) dan Ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 ( lima miliar rupiah).

    2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan , memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait sebagai dimaksud pada Ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).

  • vii

    kata Pengantar Sequel ketiga Gerimis hati ini di luncurkan untuk memenuhi permintaan atau lebih tepatnya tuntutan dari pembaca yang tidak terbendung. Seperti yang dijelaskan pada sequel sebelumnya Gerimis hati merupakan ungkapan simbolis. Setiap tulisan dalam buku ini merupakan kisah nyata yang dialami penulis dengan berbagai macam permasalahan yang ada,namun disikapi dengan cara pandang positif yang kemudian diceritakan kembali sehingga memberikan daya magnet positif untuk pembacanya.

    Sampul buku ini di ilustrasikan berdasarkan cerita ketiga: Senyumanmu, kurindu!! . Kebanyakan dari kita sudah pernah mengalami kehilangan, entah itu kehilangan dalam bentuk materi, bagian tubuh, atau jiwa . Kita sering kali melupakan apa yang sudah ada untuk mengejar hal yang belum pasti di dapat, sehingga acap kali Tuhan mengambil sesuatu yang paling berharga dari hidup kita agar kita belajar untuk mensyukuri setiap tetes nikmatNya.Hidup bukan hanya bercerita tentang kehilangan, ada banyak tawa , kebahagiaan dan cinta. Itulah hidup, lupakan sakitnya , maafkan dan lupakan. Hidup akan menjadi terlalu singkat untuk hidup dalam penyesalan.Come on , laugh your heart out :)

    Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang ikut membantu, terutama kami ucapkan terimakasih

  • viii

    kepada bapak Guruh Ramdani yang dengan sabar membimbing dan mendidik kami untuk tidak hanya belajar meningkatkan skill dan knowledge kami, tapi juga mendidik kami agar memiliki attitude yang baik. Terimakasih pak :) Selanjutnya kami berterimaksih kepada keluarga besar Program Diploma, Institut Pertanian Bogor, atas perhatian dan kesabarannya mengawasi dan mengawasi proses pembuatan buku ini dari awal hingga terbit. Terimakasih juga kepada teman-teman Manajemen Informatika angkatan 47 , kalian yang terbaik.

    Bogor, November 2012

  • ix

    Daftar IsiKata Pengantar viiDaftar Isi ix

    Bagian1Video Emalia Efendi 3Keinginan Yang Kuat Bunga Ayu Lestari Nasution 11Senyumanmu, Ku Rindu !! Andita Wahyuningtyas 15Semua Ada Waktunya Bagus Rinaldhi 25Untuk Kalian, Anak-anakku Corry Bani Putri Tarigan 30

    Bagian2Cerita Tentang Ayam Gresie Eflin Siahaan 39 Pencuri Susu Coklat Nathalia Agnesta Putri 45Hikmah Dibalik Kursi Roda Nona Dinar 51Ajari Aku Tuk Bisa Sri Rahayu Utami 63Sakit! Aprilia Iryanti 69Biografi Singkat Penulis 76

  • Bagian 1

  • 1Video

    Emalia Efendic

    Tahukah kalian, bahwa menyayangi seseorang itu adalah hal yang mudah dan indah? Bisa merasakan sesuatu yang membuat jantung berdegup kencang itu rasanya luar biasa, apalagi jika orang yang kita sayangi ternyata juga menyayangi kita. Buatku hal itu seperti keajaiban.

    Usiaku 18 tahun saat ini, hidupku biasa saja seperti murid SMA normal lainnya. Tetap belajar dan sekolah dengan baik, tapi juga tidak lupa bermain untuk menghibur diri. Banyak yang mengatakan bahwa aku adalah gadis tomboy, cuek, dan keras. Aku sejujurnya setuju dengan pernyataan itu, sampai dia

  • 4Gerimis Hatihadir dan terus berputar di pikiranku, dan mulai saat itulah aku tahu, bahwa gadis cuek dan keras ini juga bisa lemah dan rapuh.

    Aku mulai sadar bahwa aku mengaggumi seseorang. Bukan seseorang yang menjadi pusat perhatian, tapi dia seorang yang pendiam, cuek, dan tidak terlalu banyak bergaul dengan teman-teman perempuan. Aku mengaguminya dengan cara yang sederhana, cukup duduk dengan manis di belakangnya, kemudian mengamati. Semua hal kecil yang dia lakukan, setiap pakaian yang ia kenakan, setiap senyuman, setiap gerakan, semuanya terlihat begitu indah dan selaras. Teman-temanku bilang tingkahku sungguh menggelikan. Tapi biarlah

    Suatu hari, kelas kami mengadakan acara kumpul bersama di rumah salah satu teman. Aku dan dia pun turut hadir, tapi pada waktu itu, kuperhatikan ada yang aneh dengannya, dia terlihat gelisah dan tidak setenang biasanya. Tapi perhatianku terhenti saat sahabatku Rama menyerahkan sebuah handycam padaku.

    Apaan nih ma? Tanyaku pada Rama saat itu.Tolong rekam dong Mal, dari tempat duduk lo

    posisinya pas banget nih, katanya penuh semangat.Mau ada apaan emangnya? Tanyaku

    penasaran.Udah, kalau si Rheda mulai ngomong, lo

    juga mulai rekam ya, bakalan ada adegan yang seru soalnya, ujar Rama masih bersikap misterius. Aku menurut saja, toh aku juga tidak ada kerjaan selain memperhatikan laki-laki yang yang terlihat gelisah itu.

  • 5VideoJika terus kuperhatikan, nanti dibuat gelisahnya juga diriku.

    Ehem..., semuanya tenang sebentar, tiba-tiba saja Redha, sang penghibur dan penghidup suasana di kelas kami berdiri dan mulai belagak bicara layaknya orang penting. Aku mulai merekam, sepertinya adegan yang Rama maksud adalah atraksi dari si Redha, kira-kira apa ya? Sulap? Debus? Salto? Entahlah, yang jelas saat itu aku pun bertanya-tanya.

    Malam ini akan menjadi malam yang bersejarah buat salah satu, atau mungkin bisa dua orang teman kita, tergantung pihak keduanya juga sih.

    Lo mau ngapain si, mot? Gak usah pake prolog deh, langsung straight to point aja, temanku yang lain menyauti basa basi Redha yang basi itu.

    Santai dong Kas, jomblo menahun bikin lo sensi banget kayaknya, balas Rheda tidak mau kalah. Satu ruangan pun sekejap dipenuhi tawa, bahkan Ikas sendiri ikut tertawa.

    Oke... oke, kita lupain jomblo kesiangan ini, langsung aja ya. Sebenernya malem ini gue cuma bertugas sebagai moderator buat temen baik gue, tapi sebelumnya, saudari Ade... Rheda tiba-tiba menatap Ade, teman kelasku yang lain. Aku pun mengalihkan fokus video ke arah Ade, Gadis itu hanya sedikit kaget saat namanya disebut.

    Bisa lo maju ke depan sini? Pinta Rheda lagi. Meski sedikit bingung Ade tetap melangkahkan kakinya ke depan ruangan dan berdiri di sebelah Rheda.

    Oke Yan, sekarang giliran lo, tugas gue cuma

  • 6Gerimis Hatisampe sini aja, Rheda bicara pada laki-laki yang sedari tadi aku perhatikan secara diam-diam itu. Masih dengan posisi duduk, dia hanya membalas Rheda dengan anggukan kecil sambil menggumamkan kata terima kasih.

    Wajahnya masih tegang, fokus videoku pun beralih padanya yang bertukar posisi dengan Rheda, dan terus mengikuti setiap senti gerakannya, Rama sedari tadi sudah berbisik halus dari jauh padaku untuk merekam adegan ini. Perasaanku tidak enak, dan semakin tidak enak saat ia menghampiri Ade. Semua orang di sana seakan menahan napas saat ia - laki-laki itu - sekarang tepat di hadapan Ade. Jantungku berdegup kencang, berharap..., dan terus berharap..., semoga saja apa yang aku pikirkan tidak menjadi kenyataan. Beberapa sahabatku, yang tahu bagaimana perasaanku, menatapku mawas, siaga satu.

    De.., laki-laki itu mulai mengeluarkan suaranya. Ade menaggapi dengan wajah penasaran, dan kemudian, tiba-tiba saja ia berlutut di hadapan Ade. Suasana jadi semakin panas, beberapa teman perempuanku bersedekap, bahkan ada yang pelan-pelan mengatakan So Sweet, sisanya hanya memandang dengan serius