conto inspeksi

Download Conto Inspeksi

Post on 23-Dec-2015

83 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

conto KAK pengawasan bendungan

TRANSCRIPT

BAB III

PAGE KERANGKA ACUAN KERJASUPERVISI PEMBANGUNAN BENDUNGAN TITAB DI KABUPATEN BULELENG

KERANGKA ACUAN KERJASUPERVISI PEMBANGUNAN BENDUNGAN TITABDI KABUPATEN BULELENG

1. LATAR BELAKANG

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang dianugrahkan sebagai kebutuhan vital kehidupan mahluk tanpa kecuali. Sangatlah bijak potensi sumber air yang ada dimanfaatkan dan dilestarikan keberadaanya untuk kesejahteraan dan kemakmuran bagi kelangsungan hidup masyarakat sekitarnya.

Pemanfaatan sungai sebagai sumber air untuk memenuhi berbagai keperluan dan kebutuhan akan air semakin meningkat sejalan dengan laju pembangunan sarana dan prasarana, kegiatan sektor industri serta sektor - sektor lainnya. Pembangunan sub sektor sumber daya air adalah meningkatkan produktifitas dalam pemanfaatan sumber air melalui pendayagunaan sumber air dengan sarana dan prasarana pengairan secara efektip dan efisien, yang muaranya bermanfaat bagi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

Memperhatikan hal tersebut dan melihat keterbatasan wilayah Bali Utara dari faktor klimatologi dan hidrologi, dimana pada musim kemarau banyak sungai yang kering, maka salah satu pilihan untuk memanfaatkan potensi sumber air yang ada adalah dengan membuat penampungan dan pengendalian aliran di musim penghujan agar dapat dimanfaatkan hingga musim kemarau.

Tukad Saba merupakan salah satu sungai besar di wilayah Bali Utara yang termasuk di wilayah Sub SWS 03.01.09, selain mempunyai potensi untuk dikembangkan manfaatnya, Tukad Saba berpotensi menimbulkan bencana banjir pada musim penghujan. Dalam beberapa dekade, akibat banjir Tukad Saba tercatat telah menimbulkan kerusakan dan genangan sampai dengan ratusan Ha di bagian hilir sungai yang berkarakteristik meander dan melintasi kawasan pemukiman serta kawasan kegiatan ekonomi di Kec. Seririt. Keadaan tersebut apabila tidak ditangani segera akan mengakibatkan kerugian yang lebih besar lagi.

Aliran sungai Tukad Saba dengan debit aliran yang bersifat permanen dan cukup besar sepanjang tahun, saat ini menjadi tumpuan harapan utama bagi pemenuhan kebutuhan air irigasi dan air baku di wilayah timur Kabupaten Buleleng. Dengan adanya Bendungan Titab ini diharapkan dapat memenuhi kontinuitas suplai air irigasi terutama pada musim kemarau yang selalu kekeringan dan penyediaan kebutuhan air baku bagi masyarakat sekitar waduk sehingga akan menjadi faktor pendukung kesejahteraan masyarakat yang sangat nyata dalam proses pembangunan di masa depan. 2. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dari pekerjaan ini adalah tersusunnya suatu organisasi pengawasan pekerjaan dengan beban tugas pengawasan pelaksanaan pekerjaan yang bersifat Task Concept dan memberikan masukan secara periodik kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), baik yang bersifat rutin dan teknis maupun usulan-usulan yang sifatnya menunjang pelaksanaan fisik dan dituangkan dalam Disain Note.

.Tujuan pelaksanaan pekerjaan adalah untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan sehingga dicapai hasil kerja yang sesuai dengan Dokumen Kontrak baik dari segi kualitas, kuantitas serta dapat diselesaikan dalam waktu dan dengan biaya yang telah ditentukan.

3. SASARANSasaran yang ingin dicapai dari pelaksanaan kegiatan supervisi ini adalah:

Upaya pengendalian pelaksanaan pembangunan Bendungan Titab Tahap I di Kabupaten Buleleng agar tepat waktu, mutu, dan biaya yang sesuai dengan Dokumen Kontrak.

Agar Bendungan Titab nantinya dapat berfungsi secara optimal untuk memenuhi kebutuhan air irigasi, air baku, kelistrikan, pengendalian banjir serta fungsi dan manfaat lainnya. 4. PENGGUNA JASA

Pengguna jasa untuk pekerjaan Supervisi Pembangunan Bendungan Titab Tahap I di Kabupaten Buleleng ini adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengembangan dan Konservasi Sumber Air Bali, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Departemen Pekerjaan Umum, yang beralamat Jalan Tjok Agung Tresna No. 9 Renon Denpasar.

5. SUMBER DANA

Sumber biaya pekerjaan ini berasal dari DIPA. Satuan Kerja Pelaksana Pengelolaan Sumber Daya Air Bali Penida Tahun Anggaran 2010 dengan pagu sebesar Rp. 13.176.570.000 (Tiga belas milyar seratus tujuh puluh enam juta lima ratus tujuh puluh ribu rupiah).6. GAMBARAN UMUM DAERAH STUDI

6.1 Lokasi PekerjaanSecara administratif, Bendungan Titab termasuk daerah genangannya berada pada wilayah sebagai berikut :

Desa:Ularan dan Ringdikit (Kecamatan Seririt) Desa :Busungbiu, Telaga dan Titab (Kecamatan Busungbiu) Kabupaten:Buleleng Propinsi:Bali

6.2 KlimatologiDaerah disekitar bendungan Titab dipengaruhi oleh iklim tropis dengan dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Musim penghujan yang biasanya dimulai pada bulan Oktober atau Nopember dan berakhir pada bulan April atau Mei ditahun normal.

Data klimatologi rata-rata tahunan sebagai berikut :

Curah hujan sebesar 1.799 mm

Suhu sebesar 25,300 C

Kelembaban udara adalah 75,02 %.

Rata - rata penyinaran matahari harian sebesar 6,30 jam.

Rata-rata kecepatan angin harian sebesar 0,23 m/detik.6.3 Kondisi Geologi

Secara umum daerah rencana Bendungan Titab dan sekitarnya dibedakan menjadi 2 (dua) satuan geomorfologi, yaitu satuan dataran dan satuan perbukitan.

Satuan dataran merupakan dataran sungai Tukad Saba, dengan elevasi sekitar 105 meter diatas muka laut. Kondisi sungai ini termasuk braided river atau banyak dijumpai gosong pasir di tengah sungai, dengan lebar sungai termasuk bantarannya sekitar 50 sampai 75 meter. Di beberapa tempat daerah dataran sungai dipakai penduduk untuk daerah persawahan padi.

Satuan perbukitan terletak di kanan maupun kiri sungai, merupakan perbukitan bergelombang dengan kelerengan kedua tebing sungai sekitar 60 derajat. Secara umum daerah ini relatip terjal dan tinggi, mulai ketinggian 96 meter di dasar tebing sungai Tukad Saba sampai sekitar 300 meter di sebelah kanan maupun kiri sungai. Daerah ini beberapa lokasi secara tersebar dihuni oleh penduduk, tetapi umumnya ditumbuhi hutan semak dan perkebunan rakyat.6.4 Data Teknis Bendungan TitabSecara umum data teknis rencana pembangunan Bendungan Titab di Kabupaten Buleleng berdasarkan hasil pelaksanaan Detail Desain meliputi :

Waduk

1.Luas Genangan:68,83 ha

2.Volume Tampungan Total:12,80 x 106 m33.Volume Tampungan Efektif:10,08 x 106 m34.Volume Tampungan Minimum Operasi : 2,72 x 106 m35.Volume Tampungan Mati: 2,19 x 106 m3Bendungan Utama

1.Tipe Bendungan:Urugan batu random dengan inti tegak2.Debit Banjir Rencana :

(Q1000th):676,31 m3/det.

(QPMF):1.174,30 m3/det.

3.Debit rata-rata tahunan:3,058 m3/det.

4.Elevasi Puncak:EL. 162,40

5.Lebar Puncak:12.00

6.Kemiringan Hulu:1 : 2,25

7.Kemiringan Hilir:1 : 2,00

8.Panjang Timbunan:210,00 m

9.Dasar Sungai :EL. 102,50

10.Muka Air Banjir : EL. 160,00

11.Muka Air PMF:EL. 161,65

12.Muka Air Tinggi:EL. 156,00

13.Muka Air Rendah:EL. 131,20

Bendungan Pengelak (Coffer Dam)

1.Tipe Bendungan:Urugan batu random dengan inti miring2.Debit Banjir Rencana

(Q25th) :411,29 m3/dt

(Q50th) :459,22 m3/dt

3.Elevasi Puncak:EL. 122,00

4.Lebar Puncak:8.00

5.Kemiringan Hulu:1 : 2,25

6.Kemiringan Hilir:1 : 2,00

7.Panjang Timbunan:135,10 m

8.Dasar Sungai :EL. 103,50

9.Muka Air Banjir :EL. 121,71

10.Tinggi dari dasar sungai: 18,50 m

Saluran Pengelak

1. Tipe: Konduit

2. Dimensi: 3,20 m lebar x 5,50 m tinggi

3,00 m lebar x 5,50 m tinggi

3.Debit Rencana:

Q50th inflow : 459,22 m3/dt

Q50 outflow :385,09 m3/dt

4.Elevasi Inlet Konduit: El. 103,00 m

5.Elevasi Outlet Konduit: El. 96,00 m

6.Panjang Konduit: 391,08 m

Bangunan Pelimpah

1. Tipe:Pelimpah samping tanpa pintu

2. Elevasi Ambang:El. 156,00 m

3. Lebar Ambang:30,00 m

4. Elevasi Sal. Pengarah:El. 152,00 m

5. Lebar Sal Transisi:20,00 m

6. Panjang Saluran Transisi:110,00 m

7. Lebar Sal Peluncur:20,00 m

8. Panjang Saluran Peluncur :117,00 m

9. Lebar Peredam Energi:20,00 m

10. Panjang Peredam Energi:34,00 m

11. Elevasi Peredam Energi:El. 90,50m

Bangunan Pengambilan (Intake)

1. Inlet

Tipe: Tower Tenggelam (Submergible Tower)

Dimensi: 3,00 x 3,00 m

Trashrack: Lebar 3.00 m tinggi 1.50 m pada 4 sisi

2. Shaft intake irigasi

Bentuk: Bujursangkar

Dimensi dalam:1.20 m x 1.20 m

Panjang: 23,18 m

3. Bangunan Pengeluaran :

Outlet PLTA

Tipe: Butterfly Valve

Diameter: 0.80 m

Elevasi: 93,00

Outlet Air baku / Irigasi

Tipe : Hollow Jet Valve dengan guard gate

Diameter: 0,80 m

Elevasi: 97.75 (center line)

Debit rencana : 3.35 m3/dt

4. Fasilitas IrigasiPintu pengeluaran terdiri dari 2 komponen utama, yaitu pintu kontrol/ guard gate, hollow jet valve untuk pintu pengatur irigasi dan butterfly valve untuk pengatur PLTA, dengan perincian sebagai berikut:

Bonnet Gate

Jumlah: satu (1) set

Head operasi: 75,76 m

Diameter: 1,2 dan 0,80 m

Hoist: spindle, electric + manually

Kecepatan: 0,15 cm/minute 10%

Power: 380 v, 50 Hz, 3p, 4W

Hollow jet valve

Tipe: jet valve Jumlah pintu: 1 set

Diameter valve: 0,80 m

Elevasi dasar dan HWL: EL.96,50 m dan El. 98,10 m

Operasi: menggunakan listrik

5. Pintu Penutup Plugging (Closing Gate)

Pintu penutup (closing gate) digunakan untuk penutupan aliran air pada waktu pelaksanaan plugging conduit dimana yang sat