coconut birthday special

Click here to load reader

Post on 23-Jul-2016

224 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Majalah Komisi Pembinaan GKI Kelapa Cengkir

TRANSCRIPT

  • COCONUTGKI KELAPA CENGKIR 15TH ANNIVERSARY EDITIONS

    KOMPILASI LIMA BELAS TULISAN WARTA JEMAAT DALAM RANGKA ULANG TAHUN KE-15 GKI KELAPA CENGKIR

  • EDISI SPESIAL HUT/20152 CoConut

    Behind COCONUTSelamat datang! Coconut adalah terbitan berkala GKI Kelapa Cengkir yang sebelumnya dikenal dengan nama Bina Krista. Masih mengangkat spirit yang sama, Coconut menghadirkan konsep Christian lifestyle yang disesuaikan untuk kebutuhan informasi jemaat GKI Kelapa Cengkir.

    Coconut alias kelapa adalah tanaman yang dari ujung ke ujung, semuanya memiliki kegunaan; buahnya bisa menetralisir racun, lidinya diolah menjadi sapu, batangnya menjadi perahudan banyak lagi. Coconut melambangkan spirit jemaat Kristen modern yang selalu berguna bagi lingkungannya dan tulus menyerahkan dirinya menjadi berkat untuk sesama.

    L a n g g a n a n C o C o n u t ?Kirim email ke perpustakaancengkir@yahoo.co.id dengan subject LANGGANAN COCONUTMajalah Coconut akan dikirim secara teratur ke inbox email Anda

    B a C a o n L i n e ?

    Cari Majalah Coconut di www.issuu.com

    Coconut, majalah dwi-bulanan GKI Kelapa Cengkir, bisa terus hadir berkat dukungan jemaat dan simpatisan di Networking Page. Ingin turut memperkenalkan

    jasa/produk?

    COCONUT C r e wRedaksi: Komisi Pembinaan GKI Kelapa Cengkir

    UKURAN1/6 halaman

    halaman halaman1 halaman2 halaman

    (double page spread)

    HARGArp 200.000rp 300.000rp 600.000rp 1.200.000rp 2.400.000

    Kontributor: Pdt. Em. Agustinus KermitePnt. Daniel Suryana

    Printed by Borobudur 2 (0811 8306 040)Layout Designed by

    (0838 9982 2274)

  • Beberapa waktu lalu, sebelum menyiapkan edisi ini, Tim Majalah Coconut bertemu dengan Pnt. Winner Pananjaya dalam sebuah persekutuan wilayah. Kami pun mendiskusikan GKI Kelapa Cengkir yang sebentar lagi akan berulang tahun ke-15.

    Lima belas itu usia yang penting loh di GKI, ujar Pnt. Winner. Karena di usia itu adalah saatnya warga GKI mulai mengikuti katekisasi.

    Menghayati momen 15 tahun

    sebagai usia ketika kita mulai memasuki kedewasaan spiritual melalui pembelajaran akan Firman Tuhan, bergulirlah ide untuk menyajikan buku ini. Di dalamnya, jemaat akan mendapati 15 tulisan dari gembala kita, Pdt. Em. Agustinus Kermite yang selama ini memberikan mutiara-mutiara pengajaran yang berharga melalui artikel beliau di Warta Jemaat. Selamat membaca, selamat belajar, dan selamat menjadi makin dewasa untuk kita semua

    1EDISI SPESIAL HUT/2015 1CoConut

    SAMBUTAN

  • EDISI SPESIAL HUT/20152 CoConut

    "Manusia adalah ciptaan Allah. Karena itu kalau dia menjadi kaya, pandai atau berstatus

    sosial yang tinggi, ia tidak boleh menjadi tinggi hati terhadap sesamanya apalagi bersikap menjadi sama dengan Sang

    Pencipta itu."-Pdt. Em. Agustinus Kermite-

  • 3EDISI SPESIAL HUT/2015 3CoConut

    PART 1 : KEHIDUPAN KRISTIANI

  • ASAL USUL KATA GEREJADalam Perjanjian Baru ada kata

    Yunani eklesia yang biasanya diterjemahkan dengan gereja. Kata ini berasal dari dua kata Yunani, yaitu ek yang artinya keluar, sedangkan kata yang kedua adalah kaleo artinya adalah memanggil. Jadi eklesia adalah dipanggil keluar. Tentu yang masih menjadi pertanyaan adalah siapa yang memanggil dan siapa yang dipanggil? Dipanggil keluar dari mana?. Yang memanggil adalah Allah dan yang dipanggil adalah setiap orang percaya, sedang yang dimaksud keluar adalah keluar dari dalam dunia.

    Kata kedua adalah kata kahal, kata ini berasal dari Perjanjian Lama karena itu dari kata Ibrani. Pada saat itu memang belum ada istilah gereja. Tapi kata ini sangat penting berkaitan dengan kata gereja. Kata ini menunjuk pada umat Allah dalam Perjanjian Lama. Kata ini nampaknya

    dekat dengan kata Portugis igreja yang artinya adalah orang-orang yang menjadi milik Allah. Nampaknya dari kata Portugis inilah muncul kata gereja atau greja.

    GEREJA ADALAH ORANGNYAKata eklesia, kahal atau igreja

    menunjukkan bahwa gereja bukanlah organisasinya atau gedungnya tetapi orangnya. Kesadaran ini sangat penting karena pembangunan sering dipusatkan kepada gedung dan bukan kepada orang. Jadilah kemudian gedung gerejanya mewah dan megah tapi kosong, karena anggota jemaatnya tidak bertambah bahkan berkurang.

    Jadi kalau kita sering mendengar istilah pembangunan jemaat, pertama-tama bukan pembangunan gedung atau fasilitasnya, tetapi lebih kepada orang-orangnya. Pembangunan gedung gereja dan fasilitasnya memang sangat penting tetapi bukan yang terpenting. Sedangkan Pembangunan

    Memang kata ini sudah sangat familiar bagi kita. Bahkan mungkin bagi kita sudah tidak ada pertanyaan di sekitar kata ini. Tapi tetap saja penting bagi kita membahas gereja, karena sangat mungkin masih banyak di antara kita yang belum memahaminya dengan baik dan benar.

    GEREJA

    EDISI SPESIAL HUT/20154 CoConut

    GEREJA

  • Jemaat, yaitu lebih menekankan pembangun orang-orangnya, harus dilaksanakan.

    Pembangunan jemaat dilakukan melalui pembinaan-pembinaan. Pembinaan itu dilakukan bukan hanya kepada pejabat gerejawi (penatua), aktivis, tetapi juga seluruh anggota jemaat. Dengan pembinaan itu jemaat itu dimungkinkan untuk terus berkembang dan bertumbuh dan seluruh anggota jemaat sesuai dengan talenta yang mereka terima dari Allah, mewujudkan visi gereja dan ikut ambil bagian dalam misi Allah, yaitu melaksanakan tugas kesaksian dan melaksanakan pelayanan sehingga gereja menuju keadaan yang ideal dari keadaan yang semula. Itulah yang dimaksud dengan Pembangunan Jemaat.

    PERSEKUTUAN & PELAYANANKita tahu bahwa gereja harus

    melakukan kesaksian dan pelayanan, tapi harus dikatakan juga bahwa gereja adalah sebuah persekutuan, yaitu persekutuan orang percaya atau dalam bahasa aslinya disebut koinonia. Gereja sebagai sebuah koinonia inilah yang sering dikenal sebagai gereja atau sering juga disebut sebagai tubuh Kristus baik anggota maupun para pejabat gerejawinya dan biasanya ia sudah memiliki tempat yang permanen yang sering kita sebut dengan gedung gereja.

    Tapi ada satu hal yang memprihatinkan yaitu anggota lebih suka berpangku atau menjadi penonton. Padahal setiap anggota harus menyediakan diri

    menjadi batu-batu hidup yang siap untuk dipakai oleh Si Ahli Bangunan yang tidak lain adalah Tuhan Yesus. Sering kita mendengar alasan bahwa anggota lebih suka menjadi penonton ketimbang menjadi pemain atau ambil bagian dalam pelayanan, karena tidak tahu apa yang harus dilakukan. Bahkan ada yang beralasan bahwa semua pelayanan diborong oleh orang-orang tertentu sehingga tidak ada pelayan lagi. Sedangkan para pejabat gerejawi dan para aktivis mengatakan bahwa memang sulit mengajak orang ambil bagian dalam pelayanan gerejawi.

    Karenanya, masih orang-orang itu juga yang ambil bagian dalam pelayanan gerejawi sebagai Majelis Jemaat, Komisi atau aktivis yang lain. Tanpa membela atau menyalahkan salah satu pihak, yang jelas dalam gereja tidak ada yang Allah tidak percayai dengan talenta tertentu. Semua pasti dipercayai oleh Allah dengan talenta tertentu, minimal satu talenta. Walau hanya dikaruniai satu talenta, seseorang dapat ambil bagian dalam pelayanan gerejawi, karena sesungguhnya satu talenta adalah jumlah cukup untuk melakukan sesuatu. Satu hal yang selalu kita harus ingat adalah bahwa semua sangat dihargai oleh Allah (walaupun menurut kata orang apa yang kita lakukan itu hal yang sangat kecil dan sederhana). Tuhan memberkati kita semua.

    *dimuat dalam Warta Jemaat 5 Juli 2015

    5EDISI SPESIAL HUT/2015 5CoConut

    GEREJA

  • IBADAH KITA DAN APAKAH ITU LITURGI

    Ibadah adalah suatu kesempatan dimana umat dimungkinkan untuk mengalami perjumpaan dengan Allah. Dengan demikian liturgi bukanlah sekedar urut-urutan acara dalam sebuah ibadah, tetapi agar melalui liturgi umat yang datang dalam ibadah itu ditolong untuk mengalami perjumpamaan dengan Allah. Karena itulah kalau kita perhatikan dalam liturgi selalu kita lihat dialog antara Allah dan umat.

    Yang perlu untuk kita sadari adalah bahwa dalam ibadah umat (anggota jemaat) bukanlah penonton yang dengan pasif melihat apa yang dilakukan oleh pendeta dan para akitivis. Ibadah yang menjadikan umat (anggota jemaat) penonton yang pasif adalah keliru. Umatlah (anggota jemaat) pemegang peran utama, sedangkan pendeta dan para aktivis adalah sutradaranya, sementara Allah adalah penonton, dalam ibadah-ibadah Kristen. Hanya saja agar tidak kacau, setiap anggota diatur kapan memainkan perannya

    dan apa perannya. Dalam arti sempit inilah yang kita sebut dengan liturgi. Itu berarti pujian baik melalui nyanyian solo, vocal group maupun oleh paduan suara bukanlah suatu tontonan yang pada saat itu perlu diberi apresiasi.

    NYANYIAN DAN PUJIAN MEMEGANG PERAN PENTING DALAM IBADAH KRISTEN

    Harus diakui bahwa nyanyian dan pujian memainkan peran yang sangat penting dalam setiap ibadah Kristen. Tidak mungkin ada ibadah Kristen tanpa nyanyian dan pujian, bahkan kebaktian penghiburan pun ada nyanyian dan pujian. Karena melalui nyanyian dan pujian umat dapat mengucap syukur, berserah dan memuji Allah, berdoa bahkan menyatakan imannya. Dengan demikian nyanyian dan pujian bukanlah sekedar untuk diperdengarkan kepada umat, apalagi untuk memuliakan diri sendiri. Kalau demikian baik itu dilakukan oleh seorang solis, vocal group maupun oleh suatu paduan suara bukanlah sebuah tontonan.

    Di satu pihak kita ingin memberikan apresiasi pada seorang solis, sebuah vocal group, atau sebuah paduan suara yang baru saja membawa suatu pujian - tetapi di lain pihak kita sadar bahwa pujian mereka bukanlah suatu tontonan dimana apresiasi kita yang biasanya dalam bentuk tepukan tangan di tengah-tengah ibadah adalah suatu tindakkan yang kurang tepat atau setidak-tidaknya akan memutus liturgi kebaktian itu. Karena itu yang menjadi pertanyaan adalah, kapan tepatnya apr