Clinic Report Session

Download Clinic Report Session

Post on 22-Jun-2015

20 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Clinic Report Session

TRANSCRIPT

<p>1 BAB I PENDAHULUANTelinga merupakan salah satu organ penting bagi manusia. Secara anatomis, telingadibagimenjaditelingaluar,telingatengah,dantelingadalam.Telinga luarmenangkapbunyi,menghantarkannya,danmemperkuatsertamenentukan arahdatangnyabunyi.Telingatengahmengubahgetaransuaramenjadi gelombangcairan.Kemudiantelingadalammengubahgetarancairanmenjadi rangsangan saraf.1 Gangguanpadatelingadapatmenyebabkanberkurangatauhilangnya pendengaranseseorang.Salahsatupenyakitpadatelingayangdapat menyebabkangangguantersebutialahotitismedia.Otitismediasendiri merupakanperadangansebagianatauseluruhmukosatelingatengah,tuba eustachius,antrummastoid,dansel-selmastoid. Selainitu,otitismediajuga merupakanpenyakitinfeksiterseringpadaanak.Beberapapenelitian menyebutkanbahwainfeksiinidiperkirakanterjadipada25%anak.Infeksi umumnyaterjadipadaduatahunpertamakehidupan,sedangkaninsidenpuncak kedua terjadi pada tahun pertama masa sekolah.2,3 Secaramudah,otitismediaterbagiatasotitismediasupuratifdanotitis medianonsupuratif(=otitismediaserosa,otitismediasekretoria,otitismedia musinosa, dan OME). Masing-masing golongan terbagi lagi atas akut dan kronis, yaituotitismediasupuratifakut(otitismediaakut=OMA)danotitismedia supuratifkronis(OMSK).Bagitujugadenganotitismediaserosayangterbagi atas otitis media serosa akut dan otitis media serosa kronis.1,2,3 PadatahapOMA,biasanyasebagiankecilmasyarakatmenganggapnya sebagai hal biasa. Mereka baru akan mencari pengobatan ketika penyakitnya telah menjadi OMSK. Perjalanan penyakit dari otitis media akut (OMA) menjadi otitis mediasupuratifkronis(OMSK)apabilaprosesnyasudahlebihdari2bulan.Bila prosesnyamasihkurangdari2bulanmakadisebutdenganotitismediasupuratif subakut.2 Olehkarenaitu,penulisdalamkepanitareanklinisdibagianTHTingin mendalamitentangOMAagardapatmemahamiilmutentangOMAdenganbaik sehingga dapat memberikan tatalaksana dan edukasi yang baik terhadap penderita OMA. 2 BAB II LAPORAN KASUS 2.1IDENTITAS PASIEN Nama: Nn. R Umur: 20 tahun Jenis kelamin: PerempuanAlamat: Nusa IndahAgama: Islam Pekerjaan: MahasiswaPekerjaan Orang Tua: SwastaPendidikan Pasien: SMAPendidikan Orang Tua: SMA 2.2ANAMNESISAnamnesis dan pemeriksaan fisik dilakukan pada tanggal 20 Mei 2014 Keluhan Utama Nyeri telinga kanan sejak tadi malam pukul 01.00. Riwayat Perjalanan Penyakit Osmerasaadabinatangyangmasukkedalamtelinganyaketikaia tidursehinggaOsterbangundaritidurnyasekitarpukul01.00.Setelah kejadianitu,Osmerasanyeripadatelingakanannyasampaisaat pemeriksaan. Selain itu, Os juga merasabengap pada telinga kanannya, namunpendengarannyatidakmenurun.Osmengatakantidakadacairan yang keluar dari telinganya dan tidak ada riwayat trauma sebelumnya.Os juga mengeluh pilek sudah 4 hari yang lalu, pileknya encer dan berwarna bening disertai dengan bersin-bersin. Sebelumnya, 1 bulan ini Osmemangseringpileknamunbiasanyahanyasebentartidaklamadan tidak parah seperti keluhan saat ini. Os mengatakan pileknya tidak disertai batuk.Selainitu,Osjugatidakdemam,oshanyamerasabadannya hangat-hangat kuku. 3 Riwayat Pengobatan Osbelumpernahberobat,inipertamakalinyapasienmengobati keluhannya di THT. Riwayat Penyakit Dahulu Riwayatsakitsepertiinisebelumnya(-),hipertensi(-),riwayatDM(-), riwayat alergi obat (-), Riwayat asma (-). Riwayat Penyakit Keluarga Tidakadaanggotakeluargalainyangmenderitapenyakityangsama dengan OS. Keluarga pasien tidak pernah mengalami keluhan pada telinga, hidung,dantenggorokan.RiwayathipertensidanDMdalamkeluarga tidak ada.AutoanamnesisTELINGA Ka / Ki HIDUNG Ka/ki TENGGOROKLARING Gatal :-/-Rinore : +/+Sukar Menelan : -Suara parau : - Dikorek : +/-Buntu: +/-Sakit Menelan: -Afonia : - Nyeri : +/-BersinTrismus: -Sesak napas : - Bengkak: -/-* Dingin/Lembab : -Ptyalismus : -Rasa sakit: - Otore : -/-* Debu Rumah : +Rasa Ngganjal : -Rasa ngganjal : - Tuli: bengap /-Berbau: -/-Rasa Berlendir : - Tinitus: -/-Mimisan : -/-Rasa Kering : - Vertigo : -Nyeri Hidung: -/- Mual : -Suara sengau : - Muntah : - 4 2.3PEMERIKSAAN FISIK Kesadaran: compos mentis Pernapasan: 20 x/menitSuhu: 38 C Nadi : 84 x/menitTD : 120/80 mmHg Anemia: -/- Sianosis: -/- Stridor inspirasi: -/- Retraksi suprasternal: - Retraksi interkostal: -/- Retraksi epigastrial: -/- a)Telinga Daun TelingaKananKiri Anotia/mikrotia/makrotia-- Keloid -- Perikondritis-- Kista-- Fistel-- Ott hematoma-- Nyeri tekan tragus-- Nyeri tarik daun telinga-- Liang TelingaKananKiri Atresia-- Serumen -- Epidermis prop-- Korpus alineum-- Jaringan granulasi-- 5 b) Hidung Rinoskopi AnteriorKananKiri Vestibulum nasiHiperemis (-), livide (-)Hiperemis (-), livide (-) Kavum nasi Sekret (-), hiperemis (-), Edema mukosa (-) Sekret (-), hiperemis (-), Edema mukosa (-) Selaput lendirDBNDBN Septum nasiDeviasi (-)Deviasi (-), luka (-) Exositosis -- Osteoma-- Furunkel-- Membrana TimpaniKananKiri Hiperemis+- Edema+- Retraksi-- Bulging-- Atropi-- Perforasi-- Bula-- Sekret +, bening namun tidak terlalu terlihat - Refleks Cahaya-Arah jam 7Intak ++ Retro-aurikularKananKiri Fistel -- Kista-- Abses-- Pre-aurikularKananKiri Fistel-- Kista-- Abses-- 6 Lantai+dasar hidung DBNDBN Konka inferiorEdema (+), pucat (+) Hipertrofi (-), hiperemis(-), pucat (-), livide (-) Meatus nasi inferiorTertutup konka yang edema DBN Konka mediaTertutup konka yang edemaDBN Meatus nasi mediaTertutup konka yang edemaDBN Polip-- Korpus alineum-- Massa tumor-- Rinoskopi Posterior KananKiri Kavum nasi Sekret (-), hiperemis (-), Edema mukosa (-) Sekret (-), hiperemis (-), Edema mukosa (-) Selaput lendirDBNDBN KoanaDBNDBN Septum nasiDeviasi (-)Deviasi (-) Konka superior Hiperemis (-), livide (-), hipertrofi (-) Hiperemis (-), livide (-), hipertrofi (-) Konka superior Hiperemis (-), livide (-), hipertrofi (-) Hiperemis (-), livide (-), hipertrofi (-) Meatus nasi mediaDBNDBN Muara tubaDBNDBN AdenoidDBNDBN Massa tumor-- Fossa rossenmuller-- Transiluminasi Sinus KananKiri Tidak dilakukan c)Mulut Hasil Selaput lendir mulutDBN Bibir Sianosis (-) raghade (-) LidahAtropi papil (-), tumor (-) GigiKalkulus (-), Caries (-) Kelenjar ludahDBN 7 d) Faring Hasil UvulaBentuk normal, terletak ditengah Palatum mole hiperemis (-), benjolan (-) Palatum durumHiperemis (-), benjolan (-) Plika anteriorHiperemis (-) Tonsil Dekstra:tonsilT1,hiperemis(-), permukaanrata,kriptatidakmelebar detritus (-), mobilitas (+) Sinistra:tonsilT1,hiperemis(-), permukaanrata,kriptatidakmelebar detritus (-), mobilitas (+) Plika posteriorHiperemis (-) Mukosa orofaringHiperemis (-), granula (-) e)Laringoskopi indirect Hasil Pangkal lidah Sulit dinilai Epiglotis Sinus piriformis Aritenoid Sulcus aritenoid Corda vocalis Massa f)Kelenjar Getah Bening Leher KananKiri Regio IDBNDBN Regio IIDBNDBN Regio IIIDBNDBN Regio IVDBNDBN 8 Regio VDBNDBN Regio VIDBNDBN area ParotisDBNDBN Area postauriculaDBNDBN Area occipitalDBNDBN Area supraclaviculaDBNDBN g) Pemeriksaan Nervi Craniales KananKiri Nervus III, IV, VIDBNDBN Nervus VIIDBNDBN Nervus IXDBN Nervus XIIDBN 2.4PEMERIKSAAN AUDIOLOGI Tes PendengaranKananKiri Tes rinne++ Tes weberTidak ada lateralisasiTes schwabachSama dg pemeriksa/N Sama dg pemeriksa/N Tes berbisik 6/6 Kesimpulan : Fungsi Pendengaran telinga kanan dan kiri normal 2.5DIAGNOSISOtitis Media Supuratif Akut (OMA) telinga dekstra stadium hiperemis + rhinitis akut. 2.6DIAGNOSIS BANDING Telinga : Otitis Media Efusi, Otosklerosis Hidung : rhinitis alergi. 9 2.7PENATALAKSANAAN 1.Analgetik:kalium diklofenak 50 mg No. X, 2x12.Antibiotik :Amoksisisilin klavulanat 1 tablet 375 mg (250 mg amoksisilin dan 125 mgasam klavulanat), No XXX, 3x1 3.Obat tetes hidung : HCl Efedrin 1% dalam larutan fisiologis.Rencana terapi: miringotomi MonitoringMintapasienuntukkontrolulang3harikemudian,atausetelahobatyang diberikan habis. Lihat apakah ada perbaikan dari keluhan yang dialami pasien.KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) 1.Menjelaskanmengenaipenyakitpasien,termasukfaktoryang memperberat penyakit tersebut. 2.Menjelaskankepadapasienmengenaitujuandanmanfaatdari pengobatan yang diberikan kepada pasien.3.Memberitahukepadapasienakanpentingnyakontrolulangdanterapi yang adekuat untuk penyakitnya. 4.Memberitahukankepadapasienuntukmenutuptelingaketikamandi untukmencegahtelingamenjadilembabdantidaklagimengorek telinga. 5.Mengingatkanpasienuntukdatangtigaharilagidenganmembawa orangtua untuk dilakukan miringotomi. 6.Menyarankanpasienuntuktetapmenjagahigienitasdanmemakan makanan yang bergizi. 2.8PROGNOSIS Quo ad vitam : dubia ad bonamQuo ad fungsionam : dubia ad bonam 10 BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 Anatomi TelingaSecara anatomi telinga terbagi atas telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. </p> <p> Gambar 3.1 Anatomi Telinga 11 a.Telinga Luar Telinga luar terdiri dari daun telinga sampai membran timpani. Daun telinga terdiri dari tulang rawan elastin dan kulit. Liang telinga berbentuk huruf S, dengan rangkatulangrawanpadasepertigaluardanterdiriatastulangpadaduapertiga dalam. Panjangnya kira-kira 2,5 3 cm.2</p> <p>Padasepertigaluarkulitliangtelingaterdapatbanyakkelenjarserumen (modifikasikelenjarkeringat=kelenjarserumen)danrambut.Kelenjarkeringat terdapatpadaseluruhliangtelinga.Sedangkanpadaduapertigadalamhanya dijumpai sedikit kelenjar serumen.1,2 b.Telinga Tengah Telinga tengah berbentuk kubus dengan batas-batas sebagai berikut : Batas Luar: membran timpani Batas depan : tuba eustachius Batas bawah : vena jugularisBatas belakang: aditus ad antrum, kanalis fasialis pars vertikalis Batas atas: tegmen timpani (meningen/otak) Batas dalam: berturut-turut dari atas ke bawah kanalis semi sirkularis horizontal, kanalis fasialis, oval window, round window. Gambar3.2Anatomi Membran Timpani12 Membrantimpaniberbentukbundardancekungbiladilihatdariarahliang telinga dan terlihat oblik terhadap sumbu liang telinga. Membran timpani ini juga terbagi atas dua pars, yaitu : -Pars flaksida (membran sharpnell), terletak di bagian atas. Terdiri atas dua lapisan,yaitubagianluaryangmerupakanlanjutanepitelkulitliang telingadanbagiandalamyangdilapisiselkubusbersilia.Padaparsini terdapat daerah yang disebut atik. Di tempat ini terdapat aditus ad antrum, yaitulubangyangmenghubungkantelingatengahdenganantrum mastoid. -Pars Tensa (Membran propria), terletak di bagian bawah. Terdiri dari tiga lapisan,padabagiantengahnyaterdapatlapisanyangterdiridariserat kolagendanseratelastinyangberjalansecararadierdibagianluardan sirkuler pada bagian dalam.1,2,3 Padamembrantimpaniinilahakantampakreflekscahaya(coneoflight), yaitu pada pukul 7 untuk telinga kiri dan pada pukul 5 untuk telinga kanan. Pada telinga tengah juga terdapat tulang-tulang pendengaranyang saling berhubungan, yaitumaleus,inkus,stapes.Prosesuslongusmaleusmelekatpadamembran timpani,maleusmelekatpadainkus,daninkusmelekatpadastapes.Stapes terletak pada tingkap longjong yang berhubungan dengan koklea.2 c.Telinga Dalam Telingadalamterdiridarikoklea(rumahsiput)berupaduasetengah lingkarandan3buahkanalissemisirkularis.Ujungataupuncakkokleadisebut helikotrema, menghubungkan perilimfe skala timpani dengan skala vestibuli.2 Kanalissemisirkularissalingberhubungansecaratidaklengkapdan membentuk lingkaran yang tidak lengkap. Skala vestibuli dan skala timpani berisi perlimfe,sedangkanskalmediaberisiendolimfe.Dasarskalavestibulidisebut membranvestibuli(reissnermembrane),sedangkandasarskalamediaadalah membran basalis. Pada membran ini terletak organ corti.2 13 3.2 Fisiologi PendengaranGambar 3.3 Fisiologi Pendengaran Prosesmendengardiawalidenganditangkapnyaenergibunyiolehdaun telingadalambentukgelombangataugetaran.Getarankemudiandialirkanke liangtelingadanmengenaimembrantimpani,sehinggaakanmenggetarkan membrantimpanimelaluirangkaiantulangpendengaran(maleus,inkus,stapes) yangakanmengamplifikasigetaranmelaluidayaungkittulangpendengarandan perkalianperbandinganluasmembrantimpanidanovalwindow.Energigetar yangtelahdiamplifikasiiniakanditeruskankestapesyangakanmenggetarkan ovalwindow,sehinggaperilimfepadaskalavestibuliakanbergerak.Getaran diteruskanmelaluimembranreissneryangmendorongendolimfe,sehinggaakan menimbulkangerakanrelatifantaramembranbasilarisdanmembrantektoria. Prosesinimerupakanrangsangmekanikyangmenyebabkanterjadinyadefleksi stereosilia sel-sel rambut, sehingga kanal ion terbuka dan terjadilah pelepasan ion bermuatanlistrikdaribadansel.Keadaaninimenimbulkandepolarisasisel rambut,sehinggamelepaskanneurotransmitterkedalamsinapsyangakan menimbulkanpotensialaksipadasarafauditorius,laludilanjutkankenukleus auditorius sampai ke korteks pendengaran (area 39-40) di lobus temporalis.2</p> <p> 14 3.3 Otitis Media Supuratif Akut (OMSA) / Otitis Media Akut (OMA)3.3.1 DefinisiOtitis Media adalah peradangan pada sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah,tubaEustachius,antrummastoid,dansel-selmastoid.2Otitismedia berdasarkandurasiterdiriatasakut(12minggu),terlihatpadaGambar3.4.4Otitismediaberdasarkan gejalanya dibagi atas otitis media supuratif dan otitis media non supuratif, dimana masing-masingmemilikibentukyangakutdankronis.Selainitu,jugaterdapat jenisotitismediaspesifik,sepertiotitismediatuberkulosa,otitismediasifilitika. Otitis media yang lain adalah otitis media adhesiva, terlihat pada Gambar 3.5.2 Gambar 3.4 Skema Pembagian Otitis Media Berdasarkan Durasi Gambar 3.5 Skema Pembagian Otitis Media Berdasarkan Gejala15 Otitismediasupuratifakut(OMSA)adalahinfeksiakuttelingatengah dengan gejala dan tanda yang bersifat cepat dan singkat yang berlangsung selama 3mingguataukurang.Gejaladantandakliniklokalatausistemikdapatterjadi secara lengkap atau sebagian, baik berupa otalgia, demam, gelisah, mual, muntah, diare,sertaotoreapabilatelahterjadiperforasimembrantimpani.Pada pemeriksaan otoskopik juga bisa dijumpai efusi telinga tengah.5 BakteripiogeniksebagaipenyebabnyayangterseringyaituStreptokokus hemolitikus,Stafilokokusaureus,danPneumokokus.Kadang-kadangbakteri penyebabnyayaituHemofilusinfluenza,Escheriacolli,Streptokokus anhemolitikus,Proteusvulgaris,Pseudomonasaerugenosa.Hemofilusinfluenza merupakan bakteriyangpaling sering kita temukan pada pasien anak berumur di bawah5tahun.2 Streptokokuspneumoni,HemofilusinfluenzadanMoraksela kataralis merupakan mikroorganisme utama.6 3.3.2 Etiologi dan Faktor Risiko 1.BakteriBakteripiogenikmerupakanpenyebabOMAyangtersering.Menurut penelitian,65-75%kasusOMAdapatditentukanjenisbakteripiogeniknya melalui isolasi bakteri terhadap kultur cairan atau efusi telinga tengah. Kasus lain tergolongsebagainon-patogenikkarenatidakditemukanmikroorganisme penyebabnya.Tigajenisbakteripenyebabotitismediaterseringadalah Streptococcus pneumoniae (40%), diikuti oleh Haemophilus influenzae(25-30%) danMoraxellacatarhalis(10-15%).Kira-kira5%kasusdijumpaipatogen-patogenyanglainsepertiStreptococcuspyogenes(groupAbeta-hemolytic), Staphylococcusaureus,danorganismegramnegatif.Staphylococcusaureusdan organismegramnegatifbanyakditemukanpadaanakdanneonatusyang menjalanirawatinapdirumahsakit.7Haemophilusinfluenzaeseringdijumpai padaanakbalita.2Jenismikroorganismeyangdijumpaipadaorangdewasajuga sama dengan yang dijumpai pada anak-anak (Kerschner, 2007). 2.VirusV...</p>