chf bab ii - jessica

Download Chf Bab II - Jessica

Post on 11-Mar-2016

8 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

CHF

TRANSCRIPT

BAB IKASUS1.1 Identitas PasienNama: Tn. JJenis kelamin: laki-lakiUmur: 51 tahunMasuk RS: 23-06-15

1.2 AnamnesisKeluhan Utama: Pucat dan badan terasa lemas sudah seminggu sejak sebelum masuk RSRiwayat Penyakit Sekarang: Pasien juga mengalami nyeri dada dan sesak nafas bila berjalan dan beraktivitas. Akhir-akhir ini sesak dirasakan juga ketika pasien berbaring dan beristirahat sehingga pasien tidak bekerja lagi. Pasien tidak demam tetapi merasa batuk dengan dahak yang susah dikeluarkan. Mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+). Punggung dan tengkuk pasien juga terasa tegang dan kaku. BAB (+) normal, BAK (+) normal.Riwayat Penyakit Dahulu: Riwayat hipertensi sudah sejak 10 tahun yang lalu. Pasien tidak teratur menkonsumsi obat anti hipertensinya sampai akhirnya mengalami nyeri dada dan dirawat di RS pada bulan November 2014 dengan tekanan darah 180/100 mmHg, sejak saat itu pasien jadi rutin kontrol ke poliklinik dan teratur mengkonsumsi obat anti hipertensinya.Riwayat asam urat sejak 5 tahun yang lalu, bila mengalami nyeri sendi pasien menkonsumsi obat dexamethason 0.75 mg dan phenylbutasone 200 mg yang dibelinya di apotik. Riwayat bronchitis (+) pada bulan November 2014. Riwayat DM (-). Riwayat Asma (-). Riwayat kelainan jantung (-). Riwayat alergi obat (-)Riwayat Penyakit Keluarga: ayah dan ibu pasien memiliki riwayat hipertensi (+) , ayah pasien juga memiliki riwayat penyakit jantung (+).

Riwayat kebiasaan dan Gaya hidup: Merokok 3-4 bungkus per hari, pasien suka makan jeroan dan bersantan serta minum kopi hitam.1.3 Pemeriksaan FisikKepala: rambut putih , tidak mudah dicabutMata: Konjunctiva anemis (+/+), Sclera ikterik (-/-), Pupil isokor (-/-)Hidung: epitaksis (-/-), secret (-/-), hipertrofi konka(-/-), hiperemis (-/-)Mulut : mukosa bibir pucat(+), kering (+), lidah tidak mengalami deviasi, lidah kotor (-)Karies gigi (+)Faring: hiperemis (+), tonsil T1 / T1Leher : JVP 5cm + 10, pembesaran KGB (-), pembesaran kelenjar tiroid (-)Thorax:Pulmo : Inspeksi: pergerakan dinding dada simetris dextra= sinistra, retraksi iga (-)Palpasi: taktil fremitus dextra = sinistraPerkusi: sonor di kedua lapang paruAuskultasi: vesikuler (+/+), rhonkii (+/+), wheezing (+/+)Cor : inspeksi: ictus cordis tidak terlihat Palpasi: ictus cordis teraba di SIC VII linea midclavicularis sinistraPerkusi: batas jantung kanan atas: SIC IV Linea Para Sternalis Dextra Batas jantung kanan bawah: SIC VI linea Paras sternalis DextraBatas jantung kiri atas : SIC IV linea Para Sternalis SinistraBatas jantung kiri bawah: SIC VII linea Medio Clavicularis SinistraAuskultasi : BJ I, BJ II reguler, murmur (-), bising (-)

AbdomenInspeksi: cembung , striae (-), caput medusa (-), scar (-)Palpasi: soepel (+), nyeri tekan epigastrium (+) , hepar tidak teraba, lien tidak terabaPerkusi: timpani di seluruh kuadran abdomenAuskultasi: bising usus (+) normalEkstremitasOedem pretibia dan dorsum pedis (+/+), akral hangat (+/+), sianosis (-/-), CRT < 2 detik.STATUS LOKALISGambar: tophus pada metacarpal phalangeal dextra dan proksimal digiti v dextra

Gambar: tophus pada bursa olekranon dextra dan bursa olekranon sinistra

Gambar: tophus pada distal metatarsal phalangeal digiti 1 sinistra

Hasil Pemeriksaan laboratorium (23/06/15) PK. 17.00 WIBHematologiHemoglobin (HB)6.514-17 gr/dl (anemia)Leukosit70004000-11000 mm3Trombosit277.000150.000-450.000HJL : Eosinofil410-5%HJL: Basofil00-2%HJL: Netrofil batang (stab)02-6%HJL: Neutrofil segmen 3050-70 %HJL: Limfosit2120-40 %HJL:Monosit82-8%Jumlah eritrosit2.710.0004.200.000-6.100.000MCV 6680-100 flMCH2427-32 PGMCHC3632-36%LED480-10 mm/jam (meningkat)Hematokrit1836%-52% (menurun)Faal GinjalUreum3020-40 mg/dlKreatinin1.70.5-1.2 mg/dl (meningkat)Uric acid10.63-7 mg/dl (meningkat)

Hasil EKG : V1, V2, V3, V4, aVR, aVL : Gelombang QS (anteroseptal miocard infark)

Diagnosis kerja: Congestive Heart Failure NYHA IV et causa Coronary Artery Disease + Gout Artritis

Penatalaksanaan23/06/15Terapi: Posisi setengah duduk O2 2 liter/ menit IVFD NaCL mikro asnet Furosemide 1 amp/ IV/ 24 jam KSR 600 mg 1x1 Anjuran Transfusi (PRC) Packed Red Cell : 3 kolf => 1 kolf / hari , sebelum transfusi injeksikan furosemide 1 amp/IV Maltofer 1x1 Mebendazole 500 mg 1x1( single dose)

Follow up 24-06-15Sesak nafas dirasakan meskipun berbaring sehingga pasien tidak bisa tidur , pusing (+) , nyeri dada (-), batuk (+), mual muntah (-).HR : 110/70 mmHgPulse: 72 x/ menit RR: 24 x/ menitT: 37 o CParu: rhonkii (+/+)Extremitas : Oedem pretibia dan dorsum pedis (+/+)

Hasil rontgen thoraks PA

Cor membesar , CTR 59.5% ( > 50%) Sinus costrofrenicus dextra dan sinistra normalDiafragma dalam batas normalPulmo tidak tampak infiltrat, cavitas dan perselubungan kesan : cardiomegali, pulmo dalam batas normal

Hasil laboratorium : GDP : 131 mg/dl ( 70-110 mg/dl)Albumin: 3.8 mg/dl ( 3.5-5.3 mg/dl)

Terapi : Posisi setengah duduk MBRG (makanan biasa rendah garam) O2 2 liter / menit Furosemide 1 amp/ 8 jam/ IV Digoxin 0.25 mg - 0 - (PK 05.00 -PK.12.00-PK. 19.00) ISDN 5mg 3 x 1 Tanapress 5 mg 1x1

25/06/15Sesak nafas berkurang bila tidak beraktivitas dan kambuh bila pasien berjalan ke kamar mandi, mual muntah (-), pusing (+), kurang nafsu makan. HR : 110/70 mmHgPulse: 68 x/ menit RR: 20 x/menitT: 36,5 o C Paru: rhonkii (+/+)Extremitas : Oedem pretibia (+/+)

Terapi: Posisi setengah duduk MBRG (makanan biasa rendah garam) O2 2 liter / menit Furosemide 1 amp/ 8 jam Digoxin 0.25 mg - 0 - ISDN 5 mg 3 x 1 Tanapress 5 mg 1x1 Maintate 5 mg - 0 - 0 Aff infus Venflon (kanula intravena)

26/06/15Sesak nafas di malam hari, batuk (+) , pusing (+), nyeri dada (-), mual muntah (-), tidak nafsu makan , BAB 1x , BAK normalHR : 110/70 mmHgPulse: 72 x/menit RR: 20 x/menitT: 36.5 o CTerapi : Allopurinol 100 mg 2 x 1 ISDN 5 mg 3 x 1 Furosemide 40mg 1 - 0 - 1 Tanapres 5 mg 1 x 1 KSR 600mg 1 x 1 Maltofer 1 x 1 Digoxin 0.25 mg - 0 -

27/06/15Sesak nafas tadi malam sehingga tidurnya tidak nyenyak , nyeri dada (-),pusing (-), punggung terasa pegal, mual muntah (-)HR : 100/70 mmHgPulse : 67 x/menitRR:18 x/menitT : 36,2 o C Paru: rhonkii (+/+)Extremitas : Oedem pretibia (+/+)

Hasil Pemeriksaan laboratorium (27/06/15) PK 19.00 WIBHematologiHemoglobin (HB)7.214-17 gr/dlLeukosit78004000-11000 mm3Trombosit311.000150.000-450.000HJL : Eosinofil20-5%HJL: Basofil00-2%HJL: Netrofil batang (stab)02-6%HJL: Neutrofil segmen 7750-70 %HJL: Limfosit1520-40 %HJL:Monosit62-8%LED50-10 mm/jamHematokrit21%36%-52%

Terapi : Maltofer 1 x 1 KSR 600 mg 1 x 1 Digoxin 0.25 mg - 0 - ISDN 5 mg 3 x 1 Tanapres 5 mg 1 x 1 Maintate 5 mg - 0 - 0 Allopurinol 100 mg 2 x 1 Furosemide 40 mg 1- 0 - 1

28/06/15HR : 120/80 mmHgPulse : 82 x/menitRR: 18 x/menitT: 36oCTerapi : Transfusi PRC (Pack Red Cell) 1 kantong , PK. 20.00 WIB Maltofer 1 x 1 KSR 600 mg 1 x 1 Digoxin 0.25 mg - 0 - ISDN 5 mg 3 x 1 Tanapres 5 mg 1 x 1 maintate 5 mg -0-0 Allopurinol 100 mg 2 x 1 Furosemide 40 mg 1- 0 -1

Tgl 29/06/15sesak nafas masih sedikit, tidur sudak nyenyak. Pusing (-), mual muntah (-), batuk pilek (-), demam (-), BAB (+) normal, BAK (+) normal.HR : 120/80 mmHgPulse : 72 x/menitRR: 16 x/menitT: 36.5oCParu: rhonkii (-/-)Extremitas : Oedem (-/-)Terapi : Transfusi PRC (Pack Red Cell) 1 kantong , PK. 09.00 WIB Maltofer 1 x 1 KSR 600 mg 1 x 1 Digoxin 0.25 mg - 0 - ISDN 5 mg 3 x 1 Tanapres 5 mg 1 x 1 Maintate 5 mg - 0-0 Allopurinol 100 mg 2 x 1 Furosemide 40 mg 1- 0 -1

30-06-2015Demam dan menggigil sejak PK. 06.00 pagi, mual muntah (-), sesak (-),batuk (-), nyeri dada (-), pusing (-), BAK (+) normal, BAB (+) normalHR : 100/80 mmHgPulse : 74 x/menitRR: 16 x/menitT: 37.8 oCParu: rhonkii (-/-)Extremitas : Oedem (-/-)Terapi dalam 6 hari ( bila obat telah habis kontrol ke poliklinik penyakit dalam) Maltofer 1 x 1 KSR 600 mg 1 x 1 Digoxin 0.25 mg - 0 - ISDN 5 mg 3 x 1 Tanapres 5 mg 1 x 1 Maintate 5 mg - 0-0 Allopurinol 100 mg 2 x 1 Furosemide 40 mg 1- 0 -1

BAB IITINJAUAN PUSTAKAGAGAL JANTUNG KONGESTIF2.1. DEFENISI Gagal jantung kongestif adalah kumpulan gejala klinis akibat kelainan struktural dan fungsional jantung sehingga mengganggu kemampuan pengisian ventrikel dan pompa darah ke seluruh tubuh. Tanda-tanda kardinal dari gagal jantung ialah dispnea, fatigue yang menyebabkan pembatasan toleransi aktivitas dan retensi cairan yang berujung pada kongesti paru dan edema perifer. Gejala ini mempengaruhi kapasitas dan kualitas dari pasien gagal jantung. 1,2

2.2 ETIOLOGIBeberapa etiologi dari penyakit gagal jantung kongestif ialah :

Tabel 2.1. Penyebab Gagal Jantung KongestifMain

CauseIschemic Heart Disease (35-40%)Cardiomiopathy expecially dilated (30-34%)Hypertension (15-20%)

Other CauseCardiomyopathy undilated : Hyperttrophy/obstructive, restrictive(amyloidosis, sarcoidosis)Valvular heart disease (mitral, aortic, tricuspid)Congenital heart disease (ASD,VSD)Alcohol and drugs (chemotherapy-trastuzamab, imatinib)Hyperdinamic circulation (anemia, thyrotoxicosis, haemochromatosis)Right Heart failure (RV infarct, pulmonary hypertension, pulmonaryembolism, COPDTricuspid incompetenceArrhythmia (AF, Bradycardia (complete heart block, the sick sinussyndrome))Pericardial disease (constrictive pericarditis, pericardial effusion)Infection (Chagas disease)

6 Kumar, P., Clark, M., 2009. Cardiovascular disease. In : Clinical Medicine

Penyakit jantung koroner, dimana arteri pemasok darah ke jantung menyempit/ tersumbat. Seseorang mengalami serangan jantung ketika aliran darah jantung tersumbat seluruhnya. Otot jantung mengalami kerusakan karena asupan darah yang berkurang. Jika kerusakan mempengaruhi kemampuan jantung untuk memompa darah, gagal jantung terjadi. Kerusakan otot jantung, sehingga mempengaruhi kemampuan jantung untuk berkon