Case Report Katarak

Download Case Report Katarak

Post on 16-Nov-2015

18 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

katarak senil mature

TRANSCRIPT

<p>STATUS PASIEN</p> <p>PAGE </p> <p>BAB I</p> <p>STATUS PASIENIDENTITAS PASIENNama</p> <p>: Tn. UUmur</p> <p>: 50 tahunJenis Kelamin</p> <p>: Laki-lakiPekerjaan</p> <p>: WiraswastaAlamat</p> <p>: Bandar AgungTanggal Pemeriksaan: 16 Desember 2014ANAMNESA</p> <p>Keluhan utama: Penglihatan mata kiri berangsur kabur</p> <p>Anamnesa khusus:</p> <p>Pasien seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik mata RSUD Lahat dengan keluhan mata sebelah kiri buram kurang lebih sejak 6 bulan yang lalu. Keluhan tersebut dirasakan seperti melihat asap atau kabut pada mata kiri yang semakin lama semakin berat disertai dengan silau. Pasien mengaku selama ini belum pernah memakai kacamata dan belum pernah mengalami penurunan penglihatan. Keluhan mata merah, gatal pernah dirasakan oleh pasien sejak lama, namun keadaan tersebut dihiraukan oleh pasien karena menganggap sakit mata biasa. Riwayat trauma pada mata yang menyebabkan penglihatan menjadi kabur atau buram disangkal. Riwayat kencing manis disangkal, riwayat hipertensi diakui dengan range tekanan darah (140/), riwayat melihat seperti pelangi disangkal.Anamnesa keluarga : tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama dengan pasien.Riwayat penyakit dahulu: OS belum pernah merasakan keluhan penyakit yang sama sebelumnya.</p> <p>Riwayat Sos Ek </p> <p>: Cukup</p> <p>Riwayat gizi</p> <p>: CukupPEMERIKSAAN</p> <p>1. Keadaan Umum </p> <p>Kesan sakit</p> <p>: Tampak sakit sedang</p> <p>Kesadaran </p> <p>: Compos MentisTanda Vital </p> <p>: Tensi : 140/90mmHg</p> <p> Nadi : 80x/m</p> <p> Respirasi : 22x/m</p> <p> Suhu : 36,50C2. Status Oftalmologi</p> <p>Pemeriksaan SubjektifVisusODOS</p> <p>SC4 / 601 / 60</p> <p>Adde--</p> <p>Gerakan bola mataBaik ke segala arahBaik ke segala arah</p> <p> Pemeriksaan EksternalODOS</p> <p>Palpebra superiorT.a.kT.a.k</p> <p>Palpebra inferiorT.a.kT.a.k</p> <p>Silia Tumbuh teraturTumbuh teratur</p> <p>Ap. LakrimalisT.a.kT.a.k</p> <p>Konjungtiva tarsalis</p> <p>SuperiorTenangTenang</p> <p>Konjungtiva tarsalis</p> <p>InferiorTenangTenang</p> <p>Konjungtiva bulbiInjeksi konjungtiva (-)Injeksi konjungtiva (-)</p> <p>KorneaJernih Jernih </p> <p>Bilik mata depanSedang Sedang </p> <p>Pupil Bulat, letak tengahBulat, letak tengah </p> <p>Diameter pupilBulat, sentralBulat, sentral</p> <p>Reflek cahaya</p> <p> Direct++</p> <p> Indirect++</p> <p>Iris Coklat, sinekia (-)Coklat, sinekia (-)</p> <p>Shadow test+-</p> <p>Lensa Jernih Keruh </p> <p>PEMERIKSAAN BIOMIKROSKOP (SLIT LAMP)ODOS</p> <p>Silia T.a.kT.a.k</p> <p>Konjungtiva superiorT.a.kT.a.k</p> <p>Konjungtiva inferiorT.a.kT.a.k</p> <p>Kornea Jernih Jernih </p> <p>Kamar depanSedang Sel dan Flare (+)</p> <p>Pupil BulatBulat</p> <p>Iris T.a.kT.a.k</p> <p>Lensa Jernih Keruh </p> <p>FUNDUSKOPIFunduskopiODOS</p> <p>LensaJernihKeruh seluruhnya</p> <p>VitreusJernihSulit dinilai</p> <p>FundusReflek fundus (+)Reflek Fundus (-)</p> <p>PapilBulat berbatas tegas</p> <p>CDR0,3</p> <p>A/V retina sentralis2:3</p> <p>RetinaEksudat (-), Pendarahan (-)</p> <p>MakulaReflek fovea (+)</p> <p>USG : GambarFoto pra bedahDIAGNOSIS KLINISKatarak Senil Matur OS + Uveitis OS + Hipertensi gr IDIAGNOSIS BANDINGKatarak traumatik </p> <p>TERAPI Operasi Katarak dengan Teknik ECCE OS + Intraokuler LensPROGNOSISQuo ad vitam</p> <p>: ad bonam</p> <p>Quo ad functionam</p> <p>: dubia ad bonamFoto Post ECCE</p> <p>Hasil Laboratorium </p> <p>HEMATOLOGINILAI NORMAL</p> <p>Hemoglobin13,6 g/dL 13,0 18,0</p> <p>Hematokrit30,4 % 31 - 55 </p> <p>Leukosit11.300 / mm3 3.800 10.600</p> <p>Trombosit210.000 / mm3 150.000 440.000</p> <p>Eritrosit4,79 juta/ mm3 4.76 6.95 juta/ mm3</p> <p>Bleeding Time2</p> <p>Clotting time4</p> <p>Laporan operasi Operator </p> <p>: dr. Nuzulul A, SpM</p> <p>Asisten </p> <p>: Br. TiniJenis anastesi </p> <p>: Lokal anastesi</p> <p>Macam operasi</p> <p>: ECCE OS + IOLTanggal operasi </p> <p>: 16 Desember 2014Mata </p> <p>: Kiri aseptic dan antiseptikAnastesi </p> <p>: Subkonjungtiva, lidocain 2%Flep konjungtiva</p> <p>: Basis forniks</p> <p>Insisi </p> <p>: 6 mm, limbus 2 mm</p> <p>Alat diseksi lameler</p> <p>: Disc blade, Side port</p> <p>Kapsulotomi anterior</p> <p>: C.C.C</p> <p>EKEK espresi nukleus: Vitrektomi anterior</p> <p>Cairan irigasi </p> <p>: RL</p> <p>Cairan viskoelastik</p> <p>: Healon</p> <p>Komplikasi </p> <p>: Prolaps vitrous</p> <p>Diagnosis pra bedah</p> <p>: KSM OS + Uveitis sinistraDiganosis post bedah </p> <p>: Post Op Katarak OS + VP</p> <p>BAB IITINJAUAN PUSTAKA</p> <p>KATARAK</p> <p>PengertianKatarak adalah perubahan lensa mata yang sebelumnya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh. Katarak menyebabkan penderita tidak bisa melihat dengan jelas karenadengan lensa yang keruh cahaya sulit mencapai retina dan akan menghasilkan bayanganyang kabur pada retina. </p> <p>Katarak adalah keadaan dimana terjadi kekeruhan pada serabut atau bahan lensa didalam kapsul lensa atau juga suatu keadaan patologik lensa di mana lensa menjadi keruh akibat hidrasi cairan lensa atau denaturasi protein lensa.Epidemiologi </p> <p>Tingkat kebutaan di Indonesia sendiri merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara yaitu sebesar 1,5%. Sedang dalam catatan WHO, tingkat kebutaan di Indonesia berada dalam urutan ketiga dunia sebesar 1,47%. Dari catatan WHO 75% kebutaan di dunia sebenarnya dapat di cegah dan di obati, sebab sebagian besar kebutaan itu disebabkan oleh katarak.Sebagian besar katarak terjadi karena proses degeneratif atau bertambahnya usia seseorang. Katarak kebanyakan muncul pada usia lanjut. Data statistik menunjukkanbahwa lebih dari 90% orang berusia di atas 65 tahun menderita katarak. Sekitar 55% orangberusia 75- 85 tahun daya penglihatannya berkurang akibat katarak. Walaupun sebenarnya dapat diobati, katarak merupakan penyebab utama kebutaan di dunia.Etiologi </p> <p>Etiologi katarak antara lain :a. degeneratif (usia)b. kongenitalc. penyakit sistemik (misal DM, hipertensi, hipoparatiroidisme)d. penyakit lokal pada mata (misal uveitis, glaukoma dll)e. traumaf. bahan toksik (kimia &amp; fisik)g. keracunan obat-obat tertentu (kortikosteroid, ergot, dll)Klasifikasi </p> <p>Katarak dapat diklasifikasikan dalam golongan berikut : Katarak perkembangan (developmental) dan degeneratif</p> <p> Katarak kongenital, juvenvil, dan senil.</p> <p> Katarak komplikata</p> <p> Katarak traumatik.Berdasarkan usia pasien, katarak dapat di bagi dalam : Katarak kongenital, katarak yang terlihat pada usia di bawah 1 tahun</p> <p> Katarak juvenil, katarak yang terlihat pada usia di atas 1 tahun dan di bawah 40 tahun</p> <p> Katarak presenil, katarak sesudah usia30 - 40 tahun</p> <p> Katarak senil, katarak yang mulai terjadi pada usia lebih dari 40 tahunKATARAK SENILKatarak senil adalah semua kekeruhan lensa yang terdapat pada usia lanjut, yaitu usia diatas 50 tahun. Penyebabnya sampai sekarang tidak diketahui secara pasti. Katarak senil secara klinik dikenal dalam 5 stadium yaitu insipien, imatur, intumesen, matur, hipermatur (Morgagni). Katarak insipienPada stadium ini akan terlihat hal-hal berikut : Kekeruhan mulai dari tepi ekuator berbentuk jeriji menuju korteks anterior dan posterior(katarak kortikal). Vakuol mulai terlihat di dalam korteks. Katarak subkapsular posterior,kekeruhan mulai terlihat anterior subkapsular posterior, celah terbentuk antara serat lensadan korteks berisi jaringan degeneratif (benda Morgagni) pada katarak insipien. Kekeruhan ini dapat menimbulkan poliopia oleh karena indeks refaksi yang tidak sama pada semuabagian lensa. Bentuk ini kadang-kadang menetap untuk waktu yang lama.</p> <p> Katarak intumesenKekeruhan lensa disertai pembengkakan lensa akibat lensa yang degeneratif menyerap air. Masuknya air ke dalam celah lensa mengakibatkan lensa menjadibengkak dan besar yang akan mendorong iris sehingga bilik mata menjadi dangkal dibanding dengan keadaan normal. Pencembungan lensa ini akan dapat memberikanpenyulit glaukoma. Katarak intumesen biasanya terjadi pada katarak yang berjalan cepat dan mengakibatkan miopia lentikular. Pada keadaan ini dapat terjadi hidrasi korteks hingga lensa akan mencembung dan daya biasnya akan bertambah, yang memberikan miopisasi. Pada pemeriksaan slit lamp terlihat vakuol pada lensa disertai peregangan jarak lamel serat lensa. Katarak imaturSebagian lensa keruh atau katarak. Katarak yang belum mengenai seluruh lapis lensa. Pada katarak imatur akan dapat bertambah volume lensa akibat meningkatnya tekanan osmotik bahan lensa yang degeneratif. Pada keadaan lensa mencembung akan dapat menimbulkan hambatan pupil, sehingga terjadi glaucoma sekunder. Katarak maturPada katarak matur kekeruhan telah mengenai seluruh masa lensa. Kekeruhan ini bisa terjadi akibat deposisi ion Ca yang menyeluruh. Bila katarak imaturatau intumesen tidak dikeluarkan maka cairan lensa akan keluar, sehingga lensa kembalipada ukuran yang normal. Akan terjadi kekeruhan seluruh lensa yang bila lama akan mengakibatkan kalsifikasi lensa. Bilik mata depan akan berukuran kedalaman normal kembali, tidak terdapat bayangan iris pada lensa yang keruh, sehingga uji bayangan iris negatif.Katarak matur bila dibiarkan saja akan menjadi katarak intumesen (katarak dengan kandungan air maksimal), yang dapat memblok pupil dan menyebabkan tekanan bola mata meningkat (glaucoma). Atau lama kelamaan bahan lensa akan keluar dari lensa yang katarak ke bilik mata depan dan menyebabkan reaksi radang. Sel-sel radang ini akan menumpuk di trabekulum dan akhirnya juga dapat meningkatkan tekanan bola mata (glaucoma). Bila tekan bola mata yang tinggi ini tidak segera diturunkan, maka sel-sel syaraf mata yang terdapat pada dinding belakang bola mata akan tertekan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian sel-sel syaraf tersebut, yang mengakibatkan kebutaan.</p> <p> Katarak hipermaturKatarak hipermatur, katarak yang mengalami proses degenerasi lanjut, dapat menjadi keras atau lembek dan mencair. Masa lensa yang berdegenerasi keluar dari kapsul lensa sehingga lensa menjadi mengecil, berwarna kuning dan kering. Pada pemeriksaan terlihat bilik mata dalam dan lipatan kapsul lensa. Kadang-kadangpengkerutan berjalan terus sehingga hubungan dengan zonula Zinn menjadi kendor. Bilaproses katarak berjalan lanjut disertai dengan kapsul yang tebal maka korteks yangberdegenerasi dan cair tidak dapat keluar, maka korteks akan memperlihatkan bentuksebagai sekantong susu disertai dengan nukleus yang terbenam di dalam korteks lensa karena lebih berat. Keadaan ini disebut sebagaikatarak Morgagni.Patofisiologi </p> <p>Patofisiologi katarak senilis sangat kompleks dan belum sepenuhnya diketahui. Diduga adanya interaksi antara berbagai proses fisiologis berperan dalam terjadinya katarak senilis dan belum sepenuhnya diketahui. Komponen terbanyak dalam lensa adalah air dan protein. Dengan menjadi tuanya seseorang maka lensa mata akan kekurangan air dan menjadi lebih padat. Lensa akan menjadi padat di bagian tengahnya, sehingga kemampuan fokus untukmelihat benda dekat berkurang. Pada usia tua akan terjadi pembentukan lapisan kortikal yang baru pada lensa yang mengakibatkan nukleus lensa terdesak dan mengeras (sklerosis nuklear). Pada saat ini terjadi perubahan protein lensa yaitu terbentukanya protein dengan berat molekul yang tinggi dan mengakibatkanperubahan indeks refraksi lensa sehingga memantulkan sinar masuk dan mengurangi transparansi lensa. Perubahan kimia ini juga diikuti denganpembentukan pigmen pada nuklear lensa.Pada keadaan normal lensa mata bersifat bening. Seiring denganpertambahan usia lensa mata dapat mengalami perubahan warna menjadi kuning keruh atau coklat keruh. Proses ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan (pandangan kabur/buram) pada seseorang. Kekeruhan lensa mengakibatkan lensa tidak transparan sehingga pupilberwarna putih dan abu-abu. Kekeruhan ini juga dapat ditemukan pada berbagai lokalisasi di lensa seperti korteks dan nukleus. Fundus okuli menjadi semakin sulit dilihat seiring dengan semakin padatnya kekeruhan lensa bahkan reaksi fundusbisa hilang sama sekali.Miopia tinggi, merokok, konsumsi alkohol dan paparan sinar UV yang tinggi menjadi faktor risiko perembangan katarak sinilis.Gejala KlinisGejala umum gangguan katarak meliputi : Penglihatan tidak jelas, seperti terdapat kabut menghalangi objek Peka terhadap sinar atau cahaya</p> <p> Dapat melihat dobel pada satu mata</p> <p> Memerlukan pencahayaan yang terang untuk dapat membaca</p> <p> Lensa mata berubah menjadi buram seperti kaca susu</p> <p>Penyebab terjadinya kekeruhan lensa ini dapat : Primer, berdasarkan gangguan perkembangan dan metabolisme dasar lensa</p> <p> Sekunder, akibat tindakan pembedahan lensa Komplikasi penyakit lokal ataupun umumTerapiIndikasi pembedahan pada katarak:</p> <p>Pengobatan terhadap katarak terutama adalah pembedahan. Adapun indikasi pembedahan pada katarak:</p> <p>1. Indikasi optik</p> <p>Pembedahan dilakukan apabila tajam penglihatan telah menurun sedemikian rupa sehingga mengganggu pekerjaan sehari-hari atau bila katarak ini menimbulkan penyulit seperti glaukoma dan uveitis. 2. Indikasi medik</p> <p>a. Katarak hipermatur</p> <p>b. Lens-Induced Glaucoma</p> <p>c. Lens-Induced Uveitis</p> <p>d. Dislokasi atau subluksasi lensa</p> <p>e. Benda asing intra-lentikuler</p> <p>f. Diabetik retinopati untuk dilakukannya fotokoagulasi laser</p> <p>g. Ablasio retina</p> <p>3. Indikasi kosmetik</p> <p>Persiapan Pre Operasi</p> <p>Pada penderita yang akan dilakukan pembedahan lensa maka dilakukan pemeriksaan persepsi sinar, tes Anel, tonometri, dan ada atau tidaknya infeksi di sekitar mata. Pemeriksaan keadaan umum penderita sebaiknya sudah terkontrol darah gulanya, tekanan darahnya selain penderita sudah diperiksa parunya. Pasien sebaiknya masuk rumah sakit semalam sebelum dilakukannya operasi dan diminta informed consent. Bulu mata digunting, diberikan antibiotik tetes setiap 6 jam, pupil didilatasi, dan berikan pula obat-obat lainnya.</p> <p>Ekstraksi Katarak</p> <p>Ekstraksi katarak adalah cara pembedahan dengan mengangkat lensa yang katarak. Dapat dilakukan dengan berbagai cara:</p> <p>1. Extra-Capsular Cataract Extraction (ECCE) atau Ekstraksi Katarak Ekstra-Kapsular (EKEK) dengan implantasi Posterior Chamber Lens (PCL)</p> <p>Dilakukan dengan pengeluaran isi lensa dengan memecah atau merobek kapsul lensa anterior sehingga masa lensa dan korteks lensa dapat keluar melalui robekan tersebut. Termasuk ke dalam golongan ini ekstraksi linear, aspirasi, dan irigasi. Dilakukan pada: Pasien katarak muda</p> <p> Pasien dengan kelainan endotel</p> <p> Bersamaan dengan keratoplasti</p> <p> Implantasi lensa intra okular posterior</p> <p> Perencanaan implantasi sekunder lensa intra okular</p> <p> Kemungkinan akan dilakukan bedah glaukoma</p> <p> Mata dengan predisposisi untuk terjadinya prolaps badan kaca</p> <p> Sebelumnya mengalami ablasi retina</p> <p> Mata dengan sitoid makular edema</p> <p> Pasca bedah ablasi</p> <p> Mencegah penyulit saat pembedahan katarak seperti prolaps badan kaca</p> <p>Kontraindikasi: Lensa dislokasi</p> <p> Subluksasi lensa</p> <p>Penyulit yang dapat timbul pada pembedahan ini yaitu dapat terjadinya katarak sekunder. 2. Intra-Capsular Cataract Extraction (ICCE) atau Ekstraksi Katarak Intra-Kapsular (EKIK)</p> <p>Pembedahan dengan mengeluarkan seluruh lensa bersama kapsul. Dapat dilakukan pada zonula Zinn yang telah rapuh atau berdegenerasi dan mudah diputus. Tidak akan...</p>