cara pembayaran ekspor impor

Download Cara Pembayaran Ekspor Impor

Post on 06-Dec-2015

22 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Tata cara pembayaran perdagangan internasional

TRANSCRIPT

MAKALAH

CARA PEMBAYARAN EKSPOR-IMPORDisusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kepabeanan Ekspor Impor

Disusun oleh :

Rinaldy Achmad

Naufan Faris Hidayat 125030300111021

Kemal Andita125030307

Rirqi Sanny

Abri Wiratama

PRODI BISNIS INTERNATIONAL

JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Maret 2014

BAB I

PENDAHULUAN

LATARA BELAKANG

Pada dewasa ini, perkembangan perdagangan internasional semakin kita rasakah. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya dan mudahnya kita menemukan barang yang berasal dari luar negri yang berada di sekitar kita. Contohnya, TV yang diproduksi di Jepang bisa kita dapatkan dengan mudah, maupun baju yang berasal dari Amerika bisa kita beli dengan mudah.

Kemudahan ini dikarenakan efek globalisasi. Batas-batas negara seakan-akan tidak ada lagi. Dengan begitu, negara-negara dengan mudah menyebarluaskan produknya. Hal ini juga didukung oleh pesatnya perkembangan teknologi. Teknologi membuat semuanya lebih mudah, seperti mencari informasi.

Pelaku perdagangan internasional juga semakin beragam. Kini, dengan kemajuan teknologi, semua memiliki kapasitas untuk melakukan proses perdagangan yang melintasi batas-batas negara.

Semakin berkembangnya perdagangan internasional, menuntut kita untuk mengetahui lebih dalam mengenai hal ini. Ini ditujukan agar daya saing kita tidak kalah oleh negara lain. Dan hal yang penting mengenai perdagangan internasional adalah metode pembayarannya. Dalam perdagangan internasional terdapat berbagai metode pembayaran seperti tunai, konsiyasi, wesel, open account, ataupun L/C. Setiap metode pembayaran memiliki karakteristik dan kelebihan sendiri-sendiri.RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang penulisan masalah ini, poin-oin yang bisa ambil untuk menjadi pokok bahasan adalah :

1. Bagaimana metode pembayaran dengan Letter of Credit ?

2. Bagaimana metode pembayaran dengan Tunai ?

3. Bagaimana metode pembayaran dengan Konsinyasi ?

4. Bagaimana metode pembayaran dengan Open Account ?5. Bagaimana metode pembayaran dengan Wesel Inkaso ?

TUJUAN PEMBAHASAN

Berdasarkan butir-butir masalah yang menjadi pokok bahasan pada makalah ini, adapun tujuan dari pembahasan materi ini adalah untuk :

1. Mengetahui bagaimana metode pembayaran dengan Letter of Credit2. Mengetahui bagaimana metode pembayaran dengan Tunai

3. Mengetahui bagaimana metode pembayaran dengan Konsinyasi

4. Mengetahui bagaimana metode pembayaran dengan Open Account5. Bagaimana metode pembayaran dengan Wesel InkasoBAB II

ISI

MACAM PEMBAYARAN INTERNASIONAL

1. LETTER of CREDITBanyak istilah yang dipakai untuk menyebutkan Letter of Credit dalam perdagangan internasional. Hal tersebut bergantung kepada kebijaksanaan dan kebiasaaan suatu negara atau bank dalam penggunaan pemilihan bahasa. Nama-nama tersebut antara lain :

a. L/C, karena L/C berwujud Letter atau surat

b. Comercial Letter of Credit, karena dapat diperdagangkan atau dijual belikan

c. Documentary Credit, karena pencairan L/C didasarkan pada dokumen-dokumen dan bukan atas dasar barang.

d. Credit, karena sifat L/C berupa kredit.

Definisi Letter of CreditLetter of Credit adalah sebuah alat bayar perdagangan internasional yang dibuat untuk melindungi kepentingan eksportir maupun importir. Harapannya, dengan adanya L/C, kedua belah pihak yang melakukan perdagangan akan merasa aman. Berikut definisi L/C dari beberapa ahli :a. Menurut Amir (2001)

Letter of Credit itu adalah suatu surat yang dikeluarkan oleh bank devisa atas permintaan importir nasabah bank devisa bersangkutan dan ditujukan kepada eksportir diluar negri yang menjadi relasi dari importir tersebut. Isi surat itu menyatakan bahwa eksportir penerima L/C diberi hak oleh importir untuk menarik wesel (surat perintah untuk melunasi hutang) atas importir yang bersangkutan untuk sejumlah yang disebut dalam surat itu.

b. Menurut Ginting (2002)

Letter of Credit adalah janji membayar dari bank penerbit kepada penerima yang membayarnya hanya dapat dilakukan oleh bank penerbit jika penerima menyerahkan kepada bank penerbit dokumen-dokumen yang sesuai dengan persyaratan L/C.c. Menurut Adisasmita (2007)Letter of Credit adalah setiap perjanjian apapun nama dan bentuknya yang tidak dapat dibatalkan pihak dan merupakan jaminan dari issuing bank untuk membayar atas penyerahan dokumen yang sisyaratkan dalam L/C.

Letter of Credit adalah setiap perjanjian, yang dibuat suatu bank (Issuing Bank) untuk memenuhi permintaan dan instruksi seorang nasabah (Applicant) atau bertindak atas namanya sendiri.

i. Melakukan pembayaran kepada pihak ketiga (Beneficiary) atau orang yang ditunjuk oleh pihak ketiga atau meng-accept atau membayar wesel-wesel yang ditarik oleh Beneficiary, atau

ii. Memberi kuasa bank lain untuk meng-accept dan membayar wesel-wesel tersebut, atau

iii. Memberi kuasa bank lain untuk menegosiasi, pembayaran dokumen-dokumen ditetapkan, asalkan persyaratan dan kondisi dari kredit yang bersangkutan telah dipenuhi.

Dari definisi-definisi L/C diatas dapat diketahui bahwa L/C dapat menjamin lancarnya pembayaran yang dilakukan importir kepada eksportir dan memberikan keyakinan kepada pihak eksportir bahwa pihak importir akan melunasi pembayaran terhadap barang yang telah diekspornya. Adanya syarat dan perjanjian yang tercantum dalam L/C menjadikan L/C sebagai surat jaminan dalam pembayaran perdagangan internasional.Tujuan dan Fungsi L/C

L/C umumnya melindungi kepentingan eksportir dan akibatnya, eksportir mendesak importir agar menerbitkan L/C untuk kepentingannya sebelum mengapalkan barang. L/C dapat dikeluarkan oleh importir sendiri (merchants L/C), tetapi besar resikonya, maka dikehendaki L/C dikeluarkan bank ( bankers L/C ).

Berdasarkan L/C, maka bank yang terlibat setuju mengadakan pembayaran atas dokumen-dokumen yang diserahkan, bila menurut pengamatannya telah memenuhi persyaratan L/C. Bank sama sekali tidak terikat dan tidak punya kepentingan atas kontrak-kontrak barang yang dikapalkan. Bila barang yang dikaplkan tersebut ternyata salah atau rendah mutunya, tetapi dokumen yang bersangkutan memenuhi syarat, maka importir lah yang bertanggung jawab atas pembayarannya, kendatipun dokumen-dokumen tersebut telah dipalsukan.Tujuan penggunaan L/C adalah untuk memberikan jaminan pembayaran kepada eksportir atas barang yang dijualnya, sedangkan bagi importir memberikan jaminan bahwa banknya (Issuing Bank) tidak akan melakukan pembayaran, sebelum persyaratan yang ditentukan dalam L/C telah dipenuhi. Dengan demikian fungsi dari penggunaan L/C adalag sebagai berikut :

1. Merupakan suatu perjanjian yang dibuat oleh bank untuk menyelesaikan transaksi perdagangan internasional.

2. Memberikan pengamanan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi yang diadakannya.

3. Menjamin pembayaran, asalkan persyaratan L/C telah dipenuhi.

4. Merupakan instrumen pembayaran yang didasarkan atas dokumen-dokumen dan bukan atas barang dagangan atau jasa.

5. Membantu Issuing Bank memberikan fasilitas pembayaran kepada importir dan memonitor penggunaannya.

Pihak-pihak yang terlibat dalam L/CDalam pembuatan atau pembukaan Letter of Credit (L/C) terdapat pihak-pihak yang terkait didalamnya yaitu :a. ImportirPihak ini mengadakan transaksi pembelian/impor dengan pihak eksportir, dan mengajukan permohonan pembukaan L/C untuk melaksanakan pembayarannya kepada pihak bank devisa atas nama eksportir dengan memenuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk impor, seperti surat izin impor dan sebagainya.b. Ekportir

Pihak ini mengadakan transaksi ekspor dan merupakan pihak yang menerima L/C. Pihak eksportir juga merupakan pihak yang bertanggung jawab atas keabsahan barang yang akan diekspor dengan bertanggung jawab untuk memenuhi syarat dan ketentuan ekspor.c. Bank Pembuka L/C

Bank pembuka L/C ini dikenal dengan opening bank atau issuing bank. Bank ini melakukan pembukuan kredit setelah adanya permohonan pengajuan pembukaan L/C dari pemohon kredit yaitu importir.

d. Bank Penerus L/C

Bank penerus L/C ini sering disebut dengan advising bank atau negotiating bank. Bank penerus merupakan bank yang akan meneruskan hasil pembukuan L/C kepada kantor cabang atau salah satu koresponden Banknya di negara eksportir.

e. Bank Pembayar L/C

Bank pembayar L/C disebut juga paying bank yaitu Bank yang tercantum dalam L/C dimana diterbitkannya wesel. Bank pembayar bertugas melakukan pembayaran kepada pihak eksportir apabila dokumen-dokumen yang disyaratkan telah dipenuhi.

f. Bank Pengkonfirmasi

Bank pengkonfirmasi disebut juga confirming bank yaitu Bank yang menjamin pembayaran L/C dan menjamin adanya pembayaran wesel yang diterbitkan atas L/C yang bersangkutan.

g. Remminting BankAdalah pihak Bank yang meneruskan dokumen-dokumen dari eksportir kepada opening bank. Pihak remmiting bank dapat dilakukan oleh advising bank atau paying bank.

h. Reimbursing BankAdalah bank yang melakukan penggantian atas pembayaran (reimbursement) terhadapa bank yang melakukan pembayaran atau membayar, meng-accept atau menegosiasi wesel atas L/C.i. Surveyor Adalah suatu badan peneliti yang bergerak dibidang penelitian mutu/kualitas, jenis, jumlah, harga barang dan sebagainya atas permintaan pihak yang berkepentingan.

j. Maskapai pelayaran dan Maskapai Penerbangan

Adalah perusahaan yang memberikan jasa pengangkutan dengan menerima uang jasa angkut. Perusahaan ini menerima barang dari eksportir dan mengangkutnya ketempat importir. Perusahaan ini juga dapat menerbitkan tanda bukri muat barang berupa Bill of Lading bagi maskapai pelayaran dan Air Bill bagi maska