ca nasofaring

Download ca nasofaring

Post on 07-Nov-2015

5 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

laporan kasus

TRANSCRIPT

STATUS PASIENI. KETERANGAN UMUM Nama : Tn. E Jenis Kelamin: laki-laki Usia: 57 Tahun Alamat: Cibunjang Gunung Tanjung Agama: Islam Status: Menikah Pekerjaan: Tidak Bekerja Tanggal Pemeriksaan: Rabu, 27 Mei 2015

II. ANAMNESIS Keluhan UtamaHidung kanan mampet

Riwayat Penyakit SekarangPasien datang ke Poli THT-KL dengan keluhan hidung kanan terasa mampet sejak 4 hari yang lalu. Keluhan dirasakan terus menerus saat cuaca dingin maupun panas, namun keluhan dirasakan memberat saat tidur terlentang, sehingga pasien terkadang harus tidur dalam posisi duduk atau menggunakan bantal tinggi. Hidung juga mengeluarkan cairan bening kadang bercampur darah yang terus menerus dari hidung kiri dan kanan. Pasien mengeluh sering bersin-bersin, sakit kepala, demam, lemas terkadang mata kanan berair, tidak gatal dan nyeri. Rasa gatal di hidung tidak ada, batuk tidak ada, rasa sakit di pipi dan dahi tidak ada.Pasien juga mengeluh sulit menelan saat makan, dan dapat di bantu dengan minum air. Terkadang pasien juga merasa mual. Nyeri saat menelan tidak ada. 3 bulan yang lalu pasien mengeluh timbul benjolan di leher kanannya. Benjolan gatal, nyeri dan panas disangkal. Benjolan timbul langsung memebesar.15 hari yang lalu pasien sempat berobat ke poli THT-KL dengan keluhan keluar darah dari kedua hidung dengan jumlah yang banyak. Dan dilakukan biopsi dan penyumbatan di hidung menggunakan kasa.Telinga tidak ada keluhan.

Riwayat Penyakit DahuluPasien tidak pernah mengalami hal yang sama sebelumnya. Riwayat keluar cairan atau darah dan nyeri telinga tidak ada.

Riwayat Penyakit KeluargaKelurga pasien tidak ada yang mengalami keluhan serupa dengan pasien. Riwayat kanker atau tumor pada keluargapun disangkal.

Riwayat PengobatanPasien belum pernah berobat sebelumnya.

Riwayat HabituasiPasien mengkonsumrokok 1 bungkus/hari.

III. PEMERIKSAAN FISIK Status generalis Keadaan Umum: tampak sakit sedang Kesadaran: compos mentis

Vital Sign: TD: 100/70 mmHg- Respirasi : 23x/ menit Nadi: 71x/menit- Suhu : 36.40C

Kepala : Normochepal Leher : - Masa bulat 5cmx3,5cmx2cm, 1 jari dibawah regio submandibularis dektra. Konsistensi kenyal Batas tegas Mobile Tidak nyeri Warna sama dengan kulit Thorax : Tidak dilakukan pemeriksaan Abdomen : Tidak dilakukan pemeriksaan Ekstremitas : Tremor (-) Neurologi : Tidak dilakukan pemeriksaan

Status lokalis TelingaBagianKelainanAuris

DekstraSinistra

PreauriculaKelainanRadang dan tumorTrauma------

AuriculaKelainanRadang dan tumorTrauma------

RetroauriculaEdemaHiperemisNyeri tekanSikatriksFistulaFluktuasi------------

Canalis Acusticus EksternusKelainan kongenitalKulitSekretSerumenEdemaJaringan granulasiMassaKolesteatoma-DBN-(+) banyak-----DBN-(+) sedikit----

Membran TimpaniWarna

Intak

CahayaSulit dinilai

Sulit dinilai

Sulit dinilaiPutih mutiara

(+) normal

(+) Jam 4

Tes PendengaranPemeriksaanAuris

DekstraSinistra

Tes Rinne(-)(+)

Tes WebberLateralisasi ke arah auris dektra

Kesan:Tuli konduktif auris dektra HidungPemeriksaanNares

DekstraSinistra

Keadaan luarBentuk dan ukuranSimetris Simetris

Rhinoskopi AnteriorMukosaSekret

KrustaConcha InferiorSeptumPolip/TumorPasase udaraMerah muda(+) cairan bening bercampur darah-DBNDBN(+)(+)Merah muda(+) cairan bening bercampur darah-DBNDBN--

Rhinoskopi PosteriorMukosa

Tidak dapat diidentifikasiTidak dapat diidentifikasi

KhoanaTidak dapat diidentifikasi

SekretTidak dapat diidentifikasiTidak dapat diidentifikasi

Torus tubariusFossa rosenmullerAdenoidTidak dapat diidentifikasiTidak dapat diidentifikasiTidak dapat diidentifikasi

TenggorokBagianKelainanKeterangan

MulutMukosa mulutLidahPalatum molleBibir KeringDBNDBN

Gigi Geligi8 7 6 5 4 3 2 11 2 3 4 5 6 7 8

KariesKaries

UvulaHalitosisDBN-

TonsilMukosaBesarKriptaDentritusPerlengketanDBNT1Tidak melebar--DBNT1Tidak melebar--

FaringMukosaGranulasiPost nasal dripDBN--DBN--

LaringEpiglotis Kartilago AntenoidPlika AriepiglotikaPlika VokalisRima GlotisTrakea

Tidak dapat diidentifikasi

Tidak dapat diidentifikasi

IV. RESUMEa. Anamnesis RPSRPD

Hidung, Mulut Epistaksis (+) Kongesti (+) dekstra Rhonorea (+) DS Bersin (-) Nyeri daerah muka dan dahi (-) Halitosis (-)

(-)

Tenggorok, Leher Disfagia (+) Odinofagia (-) Sesak napas (-) Afoni/disfoni (-) Mual (+) Tumor (+) leher kanan

(-)

Chepalgia (+) Mata berair (+) kanan Malaise (+)

b. Pemeriksaan Fisik Status generalis : KU: Tampak Sakit Sedang

Status lokalis: ADS: serumen AD CN: mukus campur darah (+) NDS Masa (+) ND Pasase udara (+) ND NPOP: Mukosa mulut kering MF: Mata berair (+) kanan, rambut rontok (-) Leher: Tumor (+) leher kanan Ukuran : 5cmx3,5cmx2cm, 1 jari dibawah regio submandibularis dektra. Konsistensi kenyal Batas tegas Mobile Tidak nyeri Warna sama dengan kulitV. DIAGNOSIS BANDING Karsinoma Nasofaring + Serumen ADS Limfoma

VI. DIAGNOSIS KERJA Karsinoma Nasofaring + Serumen ADS

VII. USULAN PEMERIKSAAN1. CT-Scan1. Biopsi nasofaring1. Metastasis jauh:0. Tes fungsi hepar dan ginjal0. Foto thoraks0. USG heparHasil biopsi yang dilakukan pada tanggal 20-05-2015Makroskopis : 2 buah jaringan biopsy masing-masing sebesar biji beras warna putih kecoklatan konsistensi kenyal.Mikroskopis : Sediaan massa tumor dilapisi epitel gepeng berlapis, yang tumbuh hiperplastis, inti sel polimorfi, hiperkromatis, mitosis ditemukan.Sel sel tumor telah menginvasi jaringan ikat dibawahnya dan tampak sebukan sel radang limfosit.Kesimpulan: Non kreatinizing squamous cell carsinoma poorly differentiated a/r nasofaring.

Hasil CT-SCAN kepala yang dilakukan pada tanggal 15-05-2015: Tampak masaa nasofaring kanan Cavum nasi posterior kanan tebal Sinus maxilla kanan agak tebal Os maxilla, cavum nasi utuh tak destruksi Laring tak tampak kelainan, tak tampak kelainan pita suara Kesan Ca Nasofaring kanan dengan KGB membesar (N1) Belum tampak destruksi tulang tulang

VIII. PENATALAKSANAANa. Umum: Istirahat yang cukup Berhenti merokok Berikan makanan dalam bentuk lunak atau cair

b. Medikamentosa : Cefadroxil 2x500mg Paracetamol 3x500mg Kemoradiasi Radiasi dosis 6600 7000 rad Ciplatin 5-TFU Methotrexate

IX. PROGNOSISa. Quo ad vitam: bubia ad bonamb. Quo ad functional: dubia ad bonam

BAB IPENDAHULUANKarsinoma nasofaring merupakan tumor ganas yang paling banyak dijumpai di antara tumor ganas THT di Indonesia. Karsinoma nasofaring termasuk dalam 5 besar tumor ganas dengan frekuensi tertinggi bersama dengan tumor ganas serviks, tumor payudara, tumor getah bening, dan tumor kulit. Di daerah kepala leher karsinoma nasofaring merupakan keganasan paling sering ditemukan (60%) diikuti tumor ganas hidung dan sinus paranasal, laring, dan tumor ganas rongga mulut, tonsil, dan hipofaring (Adham, 2007)Secara global, pada tahun 2000 diperkirakan terdapat 65.000 kasus baru dan 38.000 kematian yang diakibatkan oleh kanker nasofaring (WHO, 2005). Sedangkan di Indonesia, frekusensi pasien hampir merata di setiap daerah. Di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta saja ditemukan lebih dari 100 kasus setahun, RS Hasan Sadikin Bandung rata-rata 60 kasus, Ujung Pandang 25 kasus, Palembang 25 kasus, dan 11 kasus di Padang dan Bukit Tinggi (Adham, 2007)Penanggulangan karsinoma nasofaring sampai saat ini masih merupakan suatu problem, hal ini karena etiologi yang masih belum pasti, gejala dini yang tidak khas serta letak nasofaring yang tersembunyi,dan tidak mudah diperiksa oleh mereka yg bukan ahli sehingga diagnosis sering terlambat, dengan ditemukannya metastasis pada leher sebagai gejala pertama. Dengan makin terlambatnya diagnosis maka prognosis ( angka bertahan hidup 5 tahun) semakin buruk.Dalam makalah ini akan dijabarkan kasus karsinoma nasofaring yang ditemukan di RSU Provinsi NTB.

BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. Anatomi 1. Faring Faring adalah suatu kantong fibromuskuler yang bentuknya seperti corong, yang besar di bagian atas dan sempit bagian bawah. Kantong ini mulai dari dasar tengkorak kemudian menyambung ke esophagus setinggi vertebra servikal 6.a. Ke atas faring berhubungan dengan rongga hidung melalui koana, b. Ke depan berhubungan dengan rongga mulut melalui ismus orofaring, sedangkan dengan laring di bawah berhubungan dengan rongga mulut melalui ismus aditus laring. c. Ke bawah berhubungan dengan esophagus. Dinidng faring dibentuk oleh (dari dalam keluar) selaput lendir, fasia faringobasiler, pembungkus otot dan sebagian fasia bukofaringeal. (Adams , 1997)Untuk keperluan klinis faring dibagi manjadi 3 bagian utama, yaitu nasofaring, orofaring, dan laringofaring atau hipofaring. Nasofaring merupakan sepertiga bagian atas faring, yang tidak dapat bergerak kecuali palatum mole di bagian bawah. Orofaring terdapat pada bagian tengan faring, dari batas bawah palatum mole sampai permukaan lingual epiglotis. Pada orofaring terdapat tonsila palatina dengan arkusnya, dan tonsila lingualis pada dasar lidah. Hipofaring merupakan bagian bawah faring yang menunjukkan daerah saluran napas atas yang terpisah dari saluran pencernaan bagian atas (Adams, 1997).

1.a. Anatomi NasofaringNasofaring merupakan rongga dengan dinding kaku di atas, belakang, dan lateral. Di sebelah atas nasofaring dibentuk oleh korpus sfenoid dan prosesus basilar os. Oksipital, sebelah anterior oleh koana dan palatum mole, sebelah posterior oleh vertebra servikalis, dan di sebelah inferior nasofaring berlanjut menjadi orofaring. Orifisium tuba Eustachius terletak pada dinding lateral nasofaring, di belakang ujung posterior konka inferior. Di sebelah atas belakang orifisium tuba Eustachius terdapat satu penonjolan yang dibentuk oleh kartilago Eustachius ( Ballenger, 19