BY ZOO.docx

Download BY ZOO.docx

Post on 28-Sep-2015

213 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>I.PENDAHULUAN</p> <p>1.1 Latar BelakangDalam perairan laut ditemukan berbagai macam spesies kehidupan bawah laut yang menakjubkan. Lautan dan samudera memiliki luas mencapai 70 % dari permukaan bumi. Wilayah yang sedemikian luasnya merupakan komponen penyumbang terhadap keberadaan dan keanekaragaman sumberdaya. Untuk itu plankton sebagai komponen dasar dalam suatu lingkungan laut dapat dijadikan parameter dalam pemantauan kualitas lingkungan perairan. Plankton adalah suatu organisme pokok yang penting yang terdapat di dalam ekologi lautan (Hutabarat, 1986). Plankton adalah organisme yang berkuran kecil yang hidupnya terombang-ambing oleh arus. Mereka terdiri dari makhluk yang hidupnya sebagai hewan (zooplankton) dan sebagai tumbuhan (fitoplankton). Zooplankton ialah hewan-hewan laut yang planktonik sedangkan fitoplankton terdiri dari tumbuhan laut yang bebas melayang dan hanyut dalam laut serta mampu berfotosintesis (Nybakken, 1992). Produktivitas perairan merupakan satu kesatuan dari produktifitas primer yang dalam artian umum adalah laju produksi bahan organik (dinyatakan dalam C=karbon) melalui reaksi fotosintesis per satuan volume atau luas suatu perairan tertentu, yang dapat dinyatakan dalam satuan seperti mg C/m3/hari atau mg C/m2/tahun. Besarnya produksi itu sendiri dikenal sebagai produksi primer, yang dapat dinyatakan dengan satuan seperti g C/m3. Tetapi dalam praktiknya, kedua istilah itu sering digunakan dengan saling tukar. Dalam hal ini yang mengambil peran penting dalam produktifitas laut adalah plankton. Berubahnya fungsi perairan sering disebabkan oleh perubahan struktur dan nilai kuantitatif plankton. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak negatif berupa kematian massal organisme perairan akibat persaingan penggunaan oksigen terlarut seperti yang terjadi pada periairan dunia dan beberapa perairan Indonesia.</p> <p>1.2 Tujuan- Mengamati dan mengidentifikasi Zooplankton- Mengetahui Jenis-jenis hingga genus dari Zooplankton</p> <p>1.3 Manfaat- Mahasiswa mampu mengamati dan mengidentifikasi zooplankton dengan baik - Mahasiswa dapat mengetahui jenis-jenis zooplankton </p> <p>II.TINJAUAN PUSTAKA</p> <p>2.1 PlanktonPlankton adalah organisme perairan yang hidup melayang dengan pergerakan pasif dan tidak dapat melawan arus. Plankton terdiri atas fitoplankton dan zooplankton. Fitoplankton bersifat autotrof dan menjadi produsen primer perairan, sedangkan zooplankton merupakan konsumen tingkat pertama yang langsung memangsa fitoplankton. Dalam rantai makanan selanjutnya zooplankton menjadi sumber makanan organism yang lebih tinggi tingkatannya. Komposisi plankton di dalam masa air membuktikan bahwa organisasi fotosintesis yang paling penting secara relative bukanlah makroplankton, tetapi mikroplankton, terutama alga hijau kecil yang berukuran antara 2-25 m (Thoha, 2013).Sebagai komponen struktur kehidupan laut, plankton dapat dijaidkan parameter kualitas perairan. Aspek kualitatif yang dapat diamati berupa komposisi plankton yang berkaitan dengan keberadaan jenis-jenis plankton yang dpat menimbulkan bencana terhadap perairan ataupun manusia, sebagai pengguna lingkungan atau konsumen langsung organism laut, sedangkan aspek kuantitatif berupa fungsi dan tingkat kemampuan perairan sebagai pendukung kehidupan (Thoha, 2013). Pada umumnya sebaran konsentrasi plankton di periran pantai tinggi karena tingginya kadar nutrient yang berasal dari daratan melalui limpasan air sungai. Namun sebaliknya, konsentrasi nutrient diperairan laut terbuka sangat terbatas. Pengayaan nutrient yang dijumpai di laut terbuka kemungkinan berasal dari penaikan massa air laut dalam yang lebih dingin dan kaya nutrient (upwelling). Kesamaan pola sebaran plankton pada skala yang besar ditentukan oleh beberapa faktor yaitu mass air permukaan, sirkulasi, dan region upwelling.</p> <p>2.2 ZooplanktonZooplankton merupakan anggota plankton yang bersifat hewani, sangat beraneka ragam dan terdiri dari bermacam larva dan bentuk dewasa yang mewakili hampir seluruh filum hewan (Susilowati, 2001). Zooplankton disebut juga plankton hewan yang hidupnya mengapung atau melayang di dalam laut. Zooplankton bersifat heterotrofik, yaitu tidak dapat memproduksi bahan makanannya. Jadi zooplankton lebih berfungsi sebagi konsumen bahan organik Zooplankton atau plankton fauna merupakan biota laut dan samudera yang dikenal sebagai produser sekunder maupun konsumer primer. Hal ini dikarenakan zooplankton merupakan pemangsa pertama terhadap phytoplankton dalam sistem jaring jaring makanan. Kemampuan renangnya sangat terbatas sehingga keberadaannya sangat ditentukan kemana arus membawanya. Selanjutnya zooplankton merupakan mangsa bagi biota biota laut lain di tropik level diatasnya. Berkaitan dengan fungsi tersebut, zooplankton merupakan komponen penghubung yang penting diantara tropik level diatasnya dengan tropik level dibawahya dalam rantai dan jaring jaring makanan di laut dan samudera (Augusta, 2013).Zooplankton memegang peranan penting dalam jaring jaring makanan di perairan yaitu dengan memanfaatkan nutrient melalui proses fotosintesis (Augusta, 2013). Dalam hubungannya dengan rantai makanan, terbukti zooplankton merupakan sumber pangan bagi semua ikan pelagis , oleh karena itu kelimpahan zooplankton sering dikaitkan dengan kesuburan perairan (Widyorini, 2009). Keberadaan zooplankton sebagai produser sekunder dan konsumer primer mempunyai ciri anatomi, morfologi dan fisiologi yang sangat spesifik. Dengan fungsi tersebut, setiap jenis zooplankton mempunyai spesifikasi dan sumbangan yang berbeda. Hal ini terutama karena sebagian dari fase larva biota laut masuk kexdalam tahapan zooplankton. Oleh karenanya pengenalan terhadap ciri dan karakterisitik anatomi, morfologi dan fisiologi sangatlah diperlukan. Hal ini juga terkait dengan proses interaksi diantara zooplankton dengan habitatnya sebagai bagian dari strategi untuk mempertahankan kehidupan (Augusta, 2013).Peranan zooplankton sebagai produsen sekunder ataupun sebagai konsumen primer sangat besar. Zooplankton sering melakukan gerakan naik turun pada perairan yang disebut sebagai migrasi vertical. Gerakan tersebut dimaksudkan untuk mencari makanan yaitu phytoplankton gerakan naik ke permukaan biasanya dilakukan pada malam hari, sedang gerakan ke dasar perairan dilakukan pada siang hari. Gerakan pada malam hari lebih banyak dilakukan karena adanya variasi makanan yaitu phytoplankton lebih banyak, selain itu dimungkinkan karena zooplankton menghindari sinar matahari langsung (Rugas Lisa, 2014).Berdasarkan daur hidupnya zooplankton dibagi menjadi 3 kelompok yaitu: a. HoloplanktonPlankton yang seluruh daur hidupnya dijalani sebagai plankton, mulai dari telur, larva, hingga dewasa. Contohnya Kopepoda, Amfipoda, dll.b. MeroplanktonPlankton dari golongan ini menjalani kehidupannya sebagai plankton hanya pada tahap awal dari daur hidup biota tersebut, yakni pada tahap sebagai telur dan larva saja, beranjak dewasa ia akan berubah menjadi nekton. Contohnya kerang dan karang.c. TikoplanktonTikoplankton sebenarnya bukanlah plankton yang sejati karena biota ini dalam keadaan normalnya hidup di dasar laut sebagai bentos. Namun karena gerakan air ia bisa terangkat lepas dari dasar dan terbawa arus mengembara sementara sebagai plankton. Contohnya kumasea (Augusta, 2013).Secara umum di laut banyak dijumpai zooplankton kelas Crustacea, adapun kelas Crustacea terbagi menjadi 8 ordo, yaitu :a.Cladocerab.Ostracodac.Copepodad.Cumaceae.Sergestidaef.Mysidaceag.Amphipodah.Euphausida(Widyorini, 2009)Berdasarkan ukurannya, plankton dapat dibagi ke dalam beberapa kelompok yaitu :KelompokUkuranBiota utama</p> <p>Plankton non-netUltrananoplanktonNanoplanktonMikroplanton</p> <p>Plankton netMesoplankton</p> <p>Makroplankton</p> <p>Mikronekton</p> <p>Megaloplankton2 m2 20 m20 200 m</p> <p>200 m 2 mm</p> <p>2 20 mm</p> <p>20 200 mm</p> <p>20 mmBakteriaFungi, Flagellata, dan Diatom kecilSebagian besar fitoplankton, Foraminifera, Ciliata, Rotifera , dan Nauplius Copepoda</p> <p>Cladocera, Copepoda, dan LarvaceaePteropoda, Copepoda, Euphausiid, Chaetognatha.Chepalopoda,Euphausiid,Sargestid, Myetopid.Scyphozoa, Thaliaceae.</p> <p>Plankton non-net adalah Plankton yang diambil dengan botol air (Nansen atau Niskin botol), sedang plankton net adalah plankton yang tertangkap olah jaring.Kelompok ultraplankton hampir seluruhnya terdiri dari bakteri, sedangkan pada kelompok nanoplankton seluruhnya terdiri dari fitoplankton. Zooplankton termasuk dalam kelompok makroplankton dan megaplankton, hanya di dalam kelompok mikroplankton kita dapat menjumpai fito dan zooplankton secara bersama-sama (Susilowati, 2001). Dilihat dari siklus hidupnya plankton dibedakan menjadi golongan holoplankton yang terdiri atas bakteri, tumbuh-tumbuhan, hewan yang selama daur hidupnya tetap bersifat sebagai plankton, contohnya bakteri, fitoplankton dan beberapa jenis zooplankton (Copepoda, Rotatoria dan Pteropoda). Sedangkan golongan meroplanton terdiri dari organisme yang bersifat sebagai plankton hanya untuk sebagian daur hidupnya, contohnya larva , udang dan kepiting (Susilowati, 2001).Berdasarkan kedalamannya plankton dapat dibagi menjadi :1. Pleuston,Adalah biota plankton yang menempati bagian permukaan air laut, dimana selalu berhubungan dengan udara. Kelompok plankton ini seringkali diklasifikasikan kedalam kategori tersendiri dari plankton dikarenakan pergerakannya lebih banyak dipengaruhi oleh angin dibandingkan dengan arus. Contohnya : Physalia dan Velella (Hydrozoa).2. Neuston, Adalah biota plankton yang tinggal pada lapisan permukaan dari kedalaman beberapa sampai dengan 10 millimeter.3. Epipelagic Plankton,Adalah biota plankton yang menempati lapisan perairan sampai dengan kedalaman 300 m pada siang hari.4. Mesopelagic Plankton,Adalah biota plankton yang menempati lapisan perairan diantara 300 sampai dengan 1000 meter pada siang hari.5. Bathypelagic Plankton, Adalah biota plankton yang menempati lapisan perairan diantara 1000 sampai dengan 3000 - 4000 meter pada siang hari.6. Abyssopelagic Plankton, Adalah biota plankton yang menempati lapisan perairan lebih dari 3000 - 4000 meter.7. Epibenthic Plankton ( Demersal atau Bottom Living Plankton ), Adalah biota plankton yang menempati lapisan perairan mendekati dasar atau secara temporer berkaitan dengan lapisan permukaan dasar. </p> <p>2.3 Reproduksi dan Siklus Hidup ZooplanktonAugusta (2013) menyatakan pada estuaria, sekitar 50-60 % persen produksi bersih fitoplankton dimakan oleh zooplankton. Pada dasarnya hampir semua fauna akuatik muda yang terdapat pada ekosistem mangrove, dikategorikan sebagai zooplankton. Usia muda dari fauna akuatik (larva) sebagian besar berada di ekosistem mangrove. Dan larva dikategorikan sebagai zooplankton, karena termasuk fauna yang pergerakannya masih dipengaruhi oleh pergerakan air, sebagaimana pengertian dari plankton itu sendiri. Oleh karena itu juga Ruga (2014) mengkategorikan Gastropoda, Bivalva, telur ikan, dan larva ikan kedalam zooplankton.Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa zooplankton dari Filum Protozoa, memakan bakteri dan fungi yang terdapat pada ekosistem mangrove. Selain itu taksa zooplankton yang sering dan banyak terdapat pada ekosistem mangrove adalah Copepoda. Ikan-ikan pelagis seperti teri, kembung, lemuru, tembang dan bahkan cakalang berprefensi sebagai pemangsa Copepoda dan larva Decapoda. Oleh karena itu, terdapat ikan penetap sementara pada ekosistem mangrove, yang cenderung hidup bergerombol dikarenakan kaitannya yang erat dengan adanya mangsa pangan pada ekosistem itu sendiri.Reproduksi antara zooplankton crustacea pada umumnya unisexual melibatkan baik hewan jantan maupun betina, meskipun terjadi parthenogenesis diantara Cladocera dan Ostracoda. Siklus hidup copepoda Calanus dari telur hingga dewasa melewati 6 fase naupli dan 6 fase copepodit. Perubahan bentuk pada beberapa fase naupli pertama terjadi kira-kira beberapa hari dan mungkin tidak makan. Enam pase kopepodit dapat diselesaikan kurang dari 30 hari (bergantung suplai makan dan temperatur) dan beberapa generasi dari spesies yang sma mungkin terjadi dalam tahun yang sama (yang disebut siklus hidup ephemeral) (Arinardi, 1997).</p> <p>2.4 Klasifikasi ZooplanktonBeberapa filum hewan terwakili di dalam kelompok zooplankton mulai dari filum protozoa (hewan bersel tunggal) sampai filum Chordata (hewan bertulang belakang) (Arinardi, et al, 1997).2.4.1. ProtozoaKingdom Protista terdiri dari protozoa, berukuran kecil, dari fauna bersel tunggal sampai dengan beberapa filum, beberapa jenis terkenal sebagai bentuk yang dijumpai di lautan adalah foraminifera, radiolaria, zooflagellata dan ciliata. Protozoa dibagi dalam empat kelas yaitu: rhizopoda, ciliata, flagelata, dan sporozoa.2.4.2. MolluscaDalam dunia hewan, filum moluska adalah nomor dua terbesar. Moluska bertubuh lunak, tidak beruas-ruas dan tubuhnya ditutupi oleh cangkang yang terbuat dari kalsium karbonat. Cangkang tersebut berguna untuk melindungi organ dalam dan isi rongga perut, tetapi ada pula moluska yang tidak bercangkang. Antara tubuh dan cangkang terdapat bungkus yang disebut mantel. Reproduksi terjadi secara seksual dengan fertilisasi internal (Arinardi, 1997).2.4.3. ArthropodaFilum arthropoda adalah bagian terbesar zooplankton dan hampir semuanya termasuk kelas Crustacea. Crustacea berarti hewan-hewan yang mempunyai shell terdiri dari chitine atau kapur, yang sukar dicernakan. Salah satu subklasnya yang penting bagi perairan adalah Copepoda yang merupakan Crustacea holoplanktonik berukuran kecil yang mendominasi zooplankton di semua laut dan samudera.2.4.4. CoelenterataCoelenterata atau Cnidaria adalah invertebrata laut yang pada taraf dewasa sering dijumpai. Biota-biota dalam filum ini meliputi hydra, ubur-ubur, anemon laut dan koral. Coelenterata mempunai siklus hidup yang menarik. Proses reproduksi aseksual maupun seksual menunjukkan suatu siklus hidup yang terkait dengan periode planktonik.</p> <p>2.4.5. ChordataAnggota filum Chordata yang planktonik termasuk dalam kelas Thaliacea dan Larvacea, memiliki tubuh agar-agar dan makan dengan cara menaring makanan dari air laut. Larvaceae membangun cangkang di sekelilingnya dan memompa air agar melalui suatu alat penyaring di dalam cangkang ini terus menerus dibangun dan ditanggalkan (Widianingsih, 2007).2.4.6. ChaetognathaChaetognatha adalah invertebrata laut dengan jumlah spesies relatif sedikit tetapi sangat berperan terhadap jaring-jaring makanan di laut. Biota ini memiliki ciri-ciri antara lain bentuk tubuh memanjang seperti torpedo, transparan, organ berpasangan pada masing-masing sisi, memiliki bagian caudal yang memanjang sirip dan kepala dengan sepasang mata dan sejumlah duri melengkung di sekeliling mulut.2.5. Peranan Zooplankton dalam Jaring-Jaring Makanan di LautZooplankton berperan sebagai produsen sekunder ataupun konsumen primer. Zooplankton sering melakukan gerakan naik turun pada perairan yang disebut migrasi vertikal. Gerakan tersebut dimaksudkan untuk mencari makanan yaitu fitoplankton yang bergerak naik ke permukaan dan biasanya dilakukan pada...</p>