bupati sukabumi provinsi jawa barat -...

102
BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI SUKABUMI NOMOR 72 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PEMBAGIAN DAN PENETAPAN RINCIAN DANA DESA SETIAP DESA KABUPATEN SUKABUMI TAHUN ANGGARAN 2018 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKABUMI, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Pasal 12 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa Yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagaimana telah diubah terakhir kali dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa Yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tentang Dana Desa Yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Bupati Menetapkan Rincian Dana Desa Untuk Setiap Desa; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu ditetapkan Peraturan Bupati Sukabumi tentang Tata Cara Pembagian dan Penetapan Rincian Dana Desa Setiap Desa Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2018. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950, tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Provinsi Djawa Barat (Berita Negara Republik Indonesia tanggal 8 Agustus 1950) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1968 tentang Pembentukan

Upload: dothuy

Post on 05-Aug-2019

294 views

Category:

Documents


2 download

TRANSCRIPT

Page 1: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

BUPATI SUKABUMI

PROVINSI JAWA BARAT

PERATURAN BUPATI SUKABUMI NOMOR 72 TAHUN 2017

TENTANG

TATA CARA PEMBAGIAN DAN PENETAPAN RINCIAN DANA DESA SETIAP DESA

KABUPATEN SUKABUMI TAHUN ANGGARAN 2018

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI SUKABUMI,

Menimbang : a. bahwa berdasarkan Pasal 12 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa Yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagaimana telah diubah terakhir kali dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa Yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tentang Dana Desa Yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Bupati Menetapkan Rincian Dana Desa Untuk Setiap Desa;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu ditetapkan Peraturan Bupati Sukabumi tentang Tata Cara Pembagian dan Penetapan Rincian Dana Desa Setiap Desa Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2018.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950, tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Provinsi Djawa Barat (Berita Negara Republik Indonesia tanggal 8 Agustus 1950) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1968 tentang Pembentukan

Page 2: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 2 -

Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang dengan mengubah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Provinsi Djawa Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1968 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2851);

2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5539), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5717);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa Yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5558) sebagaimana telah beberapakali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa Yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5864);

5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 2093);

6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 2094);

7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50/PMK.07/2017 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa

Page 3: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 3 -

(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 537) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.07/2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50/PMK.07/2017 Tentang Pengelolaan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1081);

8. Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2018 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1359);

9. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 199/PMK.07/2017 tentang Tata Cara Pengalokasian Dana Desa Setiap Kabupaten/Kota dan Perhitungan Rincian Dana Desa Setiap Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1884);

10. Peraturan Daerah Kabupaten Sukabumi Nomor 9 Tahun 2015 tentang Desa (Lembaran Daerah Kabupaten Sukabumi Tahun 2015 Nomor 9) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Sukabumi Nomor 6 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Desa (Lembaran Daerah Kabupaten Sukabumi Tahun 2017 Nomor 6);

11. Peraturan Daerah Kabupaten Sukabumi Nomor 14 Tahun 2017 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018 (Lembaran Daerah Kabupaten Sukabumi Tahun 2017 Nomor 14);

12. Peraturan Bupati Sukabumi Nomor 98 Tahun 2016 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa (Berita Daerah Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 Nomor 98);

13. Peraturan Bupati Sukabumi Nomor 100 Tahun 2016 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Desa (Berita Daerah Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 Nomor 100);

14. Peraturan Bupati Sukabumi Nomor 70 Tahun 2017 Tentang Daftar Kewenangan Berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa (Berita Daerah Kabupaten Sukabumi Tahun 2017 Nomor 70).

Page 4: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 4 -

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : TATA CARA PEMBAGIAN DAN PENETAPAN RINCIAN DANA DESA SETIAP DESA KABUPATEN SUKABUMI TAHUN ANGGARAN 2018.

BAB I KETENTUAN UMUM

Pasal 1 Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah Kabupaten adalah Daerah Kabupaten

Sukabumi. 2. Pemerintah Daerah Kabupaten adalah Bupati sebagai

unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan Daerah Otonom.

3. Bupati adalah Bupati Sukabumi. 4. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah yang

selanjutnya disingkat BPKAD, adalah Perangkat Daerah yang membidangi Pengelolaan Keuangan Daerah.

5. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang selanjutnya disingkat DPMD, adalah Perangkat Daerah yang membidangi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

6. Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

7. Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.

8. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Page 5: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 5 -

9. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa atau yang disebut dengan nama lain dibantu perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa;

10. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, yang selanjutnya disingkat APBDesa, adalah rencana keuangan tahunan Pemerintahan Desa.

11. Alokasi Dasar adalah alokasi minimal Dana Desa yang akan diterima oleh setiap desa secara merata yang besarnya dihitung berdasarkan persentase tertentu dari anggaran Dana Desa yang dibagi dengan jumlah Desa secara nasional;

12. Alokasi Afirmasi adalah alokasi yang dihitung dengan memperhatikan status Desa tertinggal dan Desa sangat tertinggal, yang memiliki jumlah penduduk miskin tinggi.

13. Alokasi Formula adalah alokasi yang dihitung dengan memperhatikan jumlah penduduk Desa, angka kemiskinan Desa, luas wilayah Desa, dan tingkat kesulitan geografis Desa setiap Kabupaten/Kota.

14. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa, selanjutnya disingkat RPJM Desa, adalah Rencana Kegiatan Pembangunan Desa untuk jangka waktu 6 (enam) tahun.

15. Rencana Kerja Pemerintah Desa, selanjutnya disingkat RKP Desa, adalah penjabaran dari RPJM Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.

16. Keuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban Desa yang dapat dinilai dengan uang serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban Desa.

17. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, yang selanjutnya disingkat APBDesa, adalah rencana keuangan tahunan Pemerintahan Desa.

18. Rekening Kas Umum Daerah, yang selanjutnya disingkat RKUD, adalah rekening tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh Bupati untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan membayar seluruh pengeluaran daerah pada bank yang ditetapkan.

19. Rekening Kas Desa, yang selanjutnya disingkat RKD, adalah rekening tempat penyimpanan uang pemerintah desa yang menampung seluruh penerimaan desa ddan

Page 6: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 6 -

digunakan untuk membayar seluruh pengeluaran desa pada bang yang ditetapkan.

20. Sisa Dana Desa adalah Dana Desa yang disalurkan oleh Kabupaten kepada Desa yang tidak habis digunakan oleh Desa sampai akhir tahun anggaran dan menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran APBDesa.

21. Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa.

22. Indeks Kesulitan Geografis Desa, yang selanjutnya disebut IKG Desa, adalah angka yang mencerminkan tingkat kesulitan geografis suatu Desa berdasarkan variabel ketersediaan pelayanan dasar, kondisi infrastruktur, transportasi, dan komunikasi.

BAB II

PEMBAGIAN DAN PENETAPAN RINCIAN DANA DESA Bagian Kesatu

Pasal 2 Pembagian Dana Desa pada setiap Desa di Kabupaten

Sukabumi Tahun Anggaran 2018, dialokasikan secara merata dan berkeadilan berdasarkan : a. alokasi dasar; b. alokasi afirmasi; dan c. alokasi formula.

Pasal 3 Alokasi dasar setiap Desa sebagaimana dimaksud dalam

Pasal 2 huruf a, dihitung dengan cara membagi Alokasi Dasar Kabupaten dengan jumlah Desa.

Pasal 4 (1) Alokasi Afirmasi setiap Desa sebagaimana dimaksud

dalam Pasal 2 huruf b diberikan kepada Desa tertinggal dan Desa sangat tertinggal yang memiliki jumlah penduduk miskin tinggi.

(2) Alokasi Afirmasi setiap Desa dihitung dengan rumus sebagai berikut :

AA Desa = (0,03*DD) / {(2 * DST) + (1 * DT)} Keterangan : AA Desa = Alokasi Afirmasi setiap Desa DD = pagu Dana Desa nasional DST = Jumlah Desa Sangat Tertinggal yang

memiliki jumlah penduduk miskin

Page 7: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 7 - tinggi

DT = Jumlah Desa Tertinggal yang memiliki jumlah penduduk miskin tinggi

(3) Besaran Alokasi Afirmasi untuk Desa Tertinggal yang memiliki jumlah penduduk miskin tinggi dihitung sebesar 1 (satu) kali Alokasi Afirmasi setiap Desa.

(4) Besaran Alokasi Afirmasi untuk Desa Sangat Tertinggal yang memiliki jumlah penduduk miskin tinggi dihitung sebesar 2 (dua) kali Alokasi Afirmasi setiap Desa.

(5) Desa Tertinggal dan Desa Sangat Tertinggal dengan Jumlah Penduduk Miskin Tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan (4) merupakan Desa tertinggal dan Desa sangat tertinggal yang memiliki jumlah penduduk miskin terbanyak yang berada pada kelompok desa pada desil ke 8 (delapan), 9 (Sembilan) dan 10 (sepuluh) berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan.

Pasal 5 Alokasi Formula setiap desa sebagaimana dimaksud dalam

Pasal 2 huruf c, dihitung dengan bobot sebagai berikut : a. 10% (sepuluh persen) untuk jumlah penduduk; b. 50% (lima puluh persen) untuk angka kemiskinan; c. 15% (lima belas persen) untuk luas wilayah; dan d. 25% (dua puluh lima persen) untuk tingkat kesulitan

geografis. Pasal 6 Penghitungan Alokasi Formula setiap Desa sebagaimana

dimaksud pada Pasal 5 dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut : AF Desa = {(0,10 * Z1) + (0,50 * Z2) + (0,15 * Z3) + (0,25 * Z4)} * AF

Kab/Kota Keterangan: AF Desa = Alokasi Formula setiap Desa Z1 = rasio jumlah penduduk setiap Desa

terhadap total penduduk Desa kabupaten. Z2 = rasio jumlah penduduk miskin setiap Desa

terhadap total penduduk miskin Desa kabupaten.

Z3 = rasio luas wilayah setiap Desa terhadap total luas wilayah Desa kabupaten.

Page 8: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 8 -

Z4 = rasio IKG setiap Desa terhadap IKG Desa kabupaten.

AF Kab/Kota = Alokasi Formula kabupaten. Pasal 7 (1) Angka kemiskinan Desa dan tingkat kesulitan geografis

Desa sebagaimana dimaksud pada pasal 5 huruf b dan huruf d, masing-masing ditunjukan oleh jumlah penduduk miskin desa dan IKG Desa.

(2) IKG Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dan ditetapkan oleh Bupati berdasarkan data dari Kementerian yang berwenang dan/atau lembaga yang menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang statistik

Pasal 8 Penetapan Rincian Dana Desa untuk setiap Desa di

Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2018 sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati Sukabumi ini.

BAB III

PENYALURAN DANA DESA Pasal 9 (1) Penyaluran Dana Desa dilakukan melalui

pemindahbukuan dari RKUD ke RKD. (2) Pemindahbukuan dari RKUD ke RKD dilakukan paling

lambat 7 (tujuh) hari kerja setelah Dana Desa diterima di RKUD dengan ketentuan persyaratan penyaluran telah dipenuhi.

(3) Penyaluran Dana Desa dari RKUD ke RKD tahap I dilaksanakan setelah Bupati menerima : a. Peraturan Desa mengenai APBDesa; dan b. Laporan realisasi penyerapan dan capaian output

Dana Desa tahun anggaran sebelumnya, dari Kepala Desa.

(4) Penyaluran Dana Desa dari RKUD ke RKD tahap II dilaksanakan setelah Bupati menerima laporan realisasi penyerapan dan capaian output Dana Desa tahap I dari Kepala Desa.

(5) Laporan realisasi penyerapan dan capaian output Dana Desa tahap I sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b, menunjukkan rata-rata realisasi penyerapan paling kurang sebesar 75% (tujuh puluh lima persen) dan rata-rata capaian output menunjukkan paling

Page 9: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 9 -

kurang sebesar 50% (lima puluh persen). (6) Capaian output sebagaimana dimaksud pada ayat (3)

huruf b dihitung berdasarkan rata-rata persentase capaian output dari seluruh kegiatan.

(7) Penyusunan laporan realisasi penyerapan dan capaian output sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b dilakukan sesuai dengan tabel referensi data bidang, kegiatan, sifat kegiatan, uraian output, volume output, cara pengadaan, dan capaian output.

(8) Dalam hal tabel referensi data sebagaimana dimaksud pada ayat (7) belum memenuhi kebutuhan input data, kepala desa dapat memutakhirkan tabel referensi data dengan mengacu pada peraturan yang diterbitkan oleh kementerian/lembaga terkait.

BAB IV

PENGGUNAAN DANA DESA Pasal 10 (1) Dana Desa digunakan untuk membiayai bidang

pelaksanaan pembangunan dan bidang pemberdayaan masyarakat yang ditetapkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia.

(2) Dana Desa dapat digunakan untuk membiayai kegiatan yang tidak termasuk dalam prioritas penggunaan Dana Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) setelah mendapat persetujuan Camat.

(3) Persetujuan Camat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberikan pada saat evaluasi Rancangan Peraturan Desa mengenai APBDesa.

(4) Dalam memberikan persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), Camat memastikan pengalokasian Dana Desa untuk kegiatan yang menjadi prioritas telah terpenuhi dan/atau kegiatan pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat telah terpenuhi.

(5) Kegiatan yang tidak termasuk dalam prioritas penggunaan Dana Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus berpedoman kepada Peraturan Bupati tentang Daftar Kewenangan Desa Berdasarkan Hak Asal Usul Dan Kewenangan Lokal Berskala Desa.

Page 10: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 10 -

Pasal 11

(1) Pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dari Dana Desa berpedoman pada pedoman teknis yang ditetapkan oleh Bupati mengenai kegiatan yang dibiayai dari Dana Desa.

(2) Kegiatan yang dibiayai dari Dana Desa dilaksanakan secara swakelola dengan menggunakan sumber daya/bahan baku lokal, dan mengutamakan tenaga kerja dari masyarakat Desa setempat

(3) Pedoman Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dengan Peraturan Bupati ini.

Pasal 12

(1) Kepala Desa bertanggung jawab atas penggunaan Dana Desa.

(2) Pemerintah Daerah dapat melakukan pendampingan atas penggunaan Dana Desa.

(3) Biaya Pendampingan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Provinsi, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa dan sumber dana lain yang tidak mengikat.

BAB V

PELAPORAN DANA DESA Pasal 13 (1) Kepala Desa menyampaikan laporan realisasi

penyerapan dan capaian output Dana Desa setiap tahap penyaluran kepada Bupati melalui DPMD Kabupaten Sukabumi.

(2) Laporan realisasi penyerapan dan capaian output Dana Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: a. laporan realisasi penyerapan dan capaian output

Dana Desa tahun anggaran sebelumnya; dan b. laporan realisasi penyerapan dan capaian output

Dana Desa tahap I. (3) Laporan realisasi penyerapan dan capaian output Dana

Desa Tahun Anggaran sebelumnya sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a disampaikan paling lambat tanggal 7 Januari Tahun Anggaran berjalan.

(4) Laporan realisasi penyerapan dan capaian output Dana Desa tahap I sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf

Page 11: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 11 -

b disampaikan paling lambat tanggal 7 Juli Tahun Anggaran berjalan.

(5) Dalam hal terdapat pemutakhiran capaian output setelah batas waktu penyampaian laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4), Kepala Desa dapat menyampaikannya pemutakhiran capaian output kepada Bupati melalui DPMD.

BAB VI SANKSI ADMINISTRATIF

Pasal 14 (1) Bupati menunda penyaluran Dana Desa, dalam hal:

a. belum menerima dokumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2);

b. terdapat Sisa Dana Desa di RKD tahun anggaran sebelumnya lebih dari 30% (tiga puluh per seratus); dan/atau

c. terdapat rekomendasi yang disampaikan oleh aparat pengawas fungsional.

(2) Penundaan penyaluran Dana Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilakukan terhadap penyaluran Dana Desa tahap I tahun anggaran berjalan sebesar Sisa Dana Desa di RKD tahun anggaran sebelumnya.

(3) Dalam hal Sisa Dana Desa di RKD tahun anggaran sebelumnya lebih besar dari jumlah Dana Desa yang akan disalurkan pada tahap I, penyaluran Dana Desa tahap I tidak dilakukan.

(4) Dalam hal sampai dengan minggu pertama bulan Juli tahun anggaran berjalan sisa Dana Desa di RKD tahun anggaran sebelumnya masih lebih besar dari 30% (tiga puluh persen), penyaluran Dana Desa yang ditunda sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak dapat disalurkan dan menjadi sisa Dana Desa di RKUD.

(5) Bupati melaporkan Dana Desa yang tidak disalurkan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) kepada Kepala KPPN selaku KPA Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa.

(6) Dana Desa yang tidak disalurkan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) tidak dapat disalurkan kembali pada tahun anggaran berikutnya.

(7) Rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c disampaikan oleh aparat pengawas fungsional di

Page 12: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 12 -

daerah dalam hal terdapat potensi atau telah terjadi penyimpangan penyaluran dan/atau penggunaan Dana Desa.

(8) Rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (7) disampaikan kepada Bupati dengan tembusan kepada Kepala KPPN selaku KPA Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa sebelum batas waktu tahapan penyaluran.

Pasal 15 (1) Bupati menyalurkan kembali Dana Desa yang ditunda

dalam hal: a. dokumen persyaratan penyaluran sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) huruf a telah diterima;

b. sisa Dana Desa di RKD tahun anggaran sebelumnya kurang dari atau sama dengan 30%; dan

c. terdapat usulan dari aparat pengawas fungsional daerah.

(2) Dalam hal penundaan penyaluran Dana Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) huruf a dan huruf c berlangsung sampai dengan berakhirnya tahun anggaran, Dana Desa tidak dapat disalurkan lagi ke RKD dan menjadi sisa Dana Desa di RKUD.

(3) Bupati melaporkan sisa Dana Desa di RKUD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Kepala KPPN selaku KPA Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa.

(4) Bupati memberitahukan kepada Kepala Desa yang bersangkutan mengenai Dana Desa yang ditunda penyalurannya sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling lambat akhir bulan November tahun anggaran berjalan dan agar dianggarkan kembali dalam rancangan APBDesa tahun anggaran berikutnya.

(5) Bupati menganggarkan kembali sisa Dana Desa di RKUD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dalam rancangan APBD Tahun Anggaran berikutnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(6) Dalam hal Desa telah memenuhi persyaratan penyaluran sebelum minggu pertama bulan Juli tahun anggaran berjalan, Bupati menyampaikan permintaan penyaluran sisa Dana Desa tahap I yang belum disalurkan dari RKUN ke RKUD kepada Kepala KPPN selaku KPA Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa paling lambat minggu kedua bulan Juli tahun anggaran berjalan.

Page 13: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 13 -

Pasal 16 (1) Bupati melakukan pemotongan penyaluran Dana Desa

dalam hal setelah dikenakan sanksi penundaan penyaluran Dana Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) huruf b, masih terdapat sisa Dana Desa di RKD lebih dari 30% (tiga puluh persen).

(2) Pemotongan penyaluran Dana Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan pada penyaluran Dana Desa tahun anggaran berikutnya.

(3) Bupati melaporkan pemotongan penyaluran Dana Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Kepala KPPN selaku KPA Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa.

BAB VII

KETENTUAN PENUTUP Pasal 17

Pada saat Peraturan Bupati ini mulai berlaku, Peraturan Bupati Sukabumi Nomor 10 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pembagian dan Penetapan Rincian Dana Desa Tahun Anggaran 2017 (Berita Daerah Kabupaten Sukabumi Tahun 2017 Nomor 10) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 18 Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal

diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan

pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Sukabumi.

Ditetapkan di Palabuhanratu pada tanggal 28 Desember 2017 BUPATI SUKABUMI,

TTD

MARWAN HAMAMI

Diundangkan di Palabuhanratu pada tanggal 28 Desember 2017 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN SUKABUMI TTD IYOS SOMANTRI BERITA DAERAH KABUPATEN SUKABUMI TAHUN 2017 N0M0R 72

Page 14: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor
Page 15: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

LAMPIRAN I : PERATURAN BUPATI SUKABUMI

NOMOR : 72 TAHUN 2017

TANGGAL : 28 DESEMBER 2017

TENTANG : TATA CARA PEMBAGIAN DAN PENETAPAN RINCIAN DANA DESA

SETIAP DESA KABUPATEN SUKABUMI TAHUN ANGGARAN 2018

(1) (2) (3) (4) (5)1 PELABUHANRATU TONJONG 1.045.329.000 2 PELABUHANRATU CITEPUS 944.540.000 3 PELABUHANRATU BUNIWANGI 891.307.000 4 PELABUHANRATU CIBODAS 773.564.000 5 PELABUHANRATU PASIRSUREN 846.635.000 6 PELABUHANRATU CIKADU 798.220.000 7 PELABUHANRATU CITARIK 771.894.000 8 PELABUHANRATU CIMANGGU 793.737.000 9 PELABUHANRATU JAYANTI 779.770.000

10 SIMPENAN CIDADAP 745.131.000 11 SIMPENAN LOJI 877.773.000 12 SIMPENAN KERTAJAYA 845.376.000 13 SIMPENAN CIHAUR 901.275.000 14 SIMPENAN CIBUNTU 910.278.000 15 SIMPENAN MEKARASIH 971.499.000 16 SIMPENAN SANGRAWAYANG 777.633.000 17 CIKAKAK CIKAKAK 696.312.000 18 CIKAKAK CIMAJA 779.819.000 19 CIKAKAK RIDOGALIH 764.118.000 20 CIKAKAK SUKAMAJU 759.930.000 21 CIKAKAK CILEUNGSING 707.525.000 22 CIKAKAK MARGALAKSANA 1.095.510.000 23 CIKAKAK SIRNARASA 1.095.863.000 24 CIKAKAK GANDASOLI 959.370.000 25 CIKAKAK CIRENDANG 1.112.033.000 26 BANTARGADUNG BANTARGADUNG 873.449.000 27 BANTARGADUNG MANGUNJAYA 793.589.000 28 BANTARGADUNG BOJONGGALING 1.012.824.000 29 BANTARGADUNG LIMUSNUNGGAL 799.628.000 30 BANTARGADUNG BANTARGEBANG 939.161.000 31 BANTARGADUNG BUANAJAYA 1.049.233.000 32 BANTARGADUNG BOYONG SARI 791.673.000 33 CISOLOK CISOLOK 806.563.000 34 CISOLOK PASIR BARU 1.134.785.000 35 CISOLOK CIKAHURIPAN 779.304.000 36 CISOLOK CIKELAT 914.728.000 37 CISOLOK CARINGIN 736.561.000 38 CISOLOK GUNUNGKARAMAT 807.218.000 39 CISOLOK GUNUNGTANJUNG 1.080.455.000 40 CISOLOK KARANGPAPAK 767.116.000 41 CISOLOK SIRNARESMI 915.030.000 42 CISOLOK CICADAS 1.046.154.000 43 CISOLOK WANAJAYA 760.617.000 44 CISOLOK WANGUNSARI 929.754.000 45 CISOLOK SUKARAME 738.270.000 46 CIKIDANG CIKIDANG 776.626.000 47 CIKIDANG CIKIRAY 801.452.000 48 CIKIDANG GUNUNGMALANG 881.054.000 49 CIKIDANG PANGKALAN 1.090.593.000 50 CIKIDANG CICAREUH 877.912.000 51 CIKIDANG TAMAN SARI 972.399.000 52 CIKIDANG BUMI SARI 1.128.366.000 53 CIKIDANG SAMPORA 1.006.649.000

JUMLAH DANA DESA TAHUN 2018 KET

RINCIAN BESARAN DANA DESA YANG BERSUMBER DARI APBN UNTUK MASING-MASING DESA KABUPATEN SUKABUMI TAHUN ANGGARAN 2018

NO KECAMATAN DESA

Page 16: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

(1) (2) (3) (4) (5)

JUMLAH DANA DESA TAHUN 2018 KETNO KECAMATAN DESA

54 CIKIDANG NANGKAKONENG 1.023.293.000 55 CIKIDANG MEKARNANGKA 796.638.000 56 CIKIDANG CIJAMBE 795.265.000 57 CIKIDANG CIKARAE THOYYIBAH 1.149.655.000 58 LENGKONG LENGKONG 749.236.000 59 LENGKONG CILANGKAP 816.600.000 60 LENGKONG TEGALLEGA 765.769.000 61 LENGKONG NEGLASARI 751.336.000 62 LENGKONG LANGKAPJAYA 791.387.000 63 JAMPANG TENGAH JAMPANG TENGAH 787.458.000 64 JAMPANG TENGAH PADABEUNGHAR 723.596.000 65 JAMPANG TENGAH BANTARPANJANG 1.008.466.000 66 JAMPANG TENGAH BOJONGJENGKOL 852.062.000 67 JAMPANG TENGAH NANGERANG 1.026.939.000 68 JAMPANG TENGAH TANJUNGSARI 806.850.000 69 JAMPANG TENGAH SINDANGRESMI 823.789.000 70 JAMPANG TENGAH PANUMBANGAN 755.582.000 71 JAMPANG TENGAH CIJULANG 799.448.000 72 JAMPANG TENGAH BANTARAGUNG 941.089.000 73 JAMPANG TENGAH BOJONGTIPAR 941.741.000 74 WARUNGKIARA WARUNGKIARA 1.105.426.000 75 WARUNGKIARA BOJONGKERTA 727.869.000 76 WARUNGKIARA GIRIJAYA 745.120.000 77 WARUNGKIARA BANTARKALONG 778.139.000 78 WARUNGKIARA HEGARMANAH 731.725.000 79 WARUNGKIARA UBRUG 728.931.000 80 WARUNGKIARA SIRNAJAYA 719.794.000 81 WARUNGKIARA SUKAHARJA 697.191.000 82 WARUNGKIARA KERTAMUKTI 721.907.000 83 WARUNGKIARA MEKARJAYA 759.050.000 84 WARUNGKIARA DAMARRAJA 740.652.000 85 WARUNGKIARA TARISI 714.830.000 86 CIKEMBAR CIKEMBAR 730.255.000 87 CIKEMBAR PARAKANLIMA 765.078.000 88 CIKEMBAR BOJONG 710.053.000 89 CIKEMBAR CIMANGGU 722.056.000 90 CIKEMBAR BOJONGKEMBAR 732.145.000 91 CIKEMBAR SUKAMAJU 754.479.000 92 CIKEMBAR CIBATU 738.818.000 93 CIKEMBAR KERTARAHARJA 695.650.000 94 CIKEMBAR SUKAMULYA 732.138.000 95 CIKEMBAR BOJONGRAHARJA 695.777.000 96 CIBADAK SEKARWANGI 792.769.000 97 CIBADAK PAMURUYAN 705.745.000 98 CIBADAK KARANGTENGAH 816.249.000 99 CIBADAK NEGLASARI 979.650.000

100 CIBADAK WARNAJATI 786.628.000 101 CIBADAK TENJOJAYA 810.583.000 102 CIBADAK CIHEULANG TONGGOH 786.782.000 103 CIBADAK SUKASIRNA 835.589.000 104 CIBADAK BATUNUNGGAL 710.959.000 105 NAGRAK KALAPAREA 864.514.000 106 NAGRAK PAWENANG 745.799.000 107 NAGRAK NAGRAK UTARA 934.975.000 108 NAGRAK CISARUA 909.496.000 109 NAGRAK BALEKAMBANG 720.973.000 110 NAGRAK BABAKAN PANJANG 734.283.000 111 NAGRAK DARMAREJA 833.323.000 112 NAGRAK CIHANJAWAR 737.926.000 113 NAGRAK NAGRAK SELATAN 709.370.000 114 NAGRAK GIRIJAYA 965.393.000 115 PARUNGKUDA PARUNGKUDA 700.406.000 116 PARUNGKUDA PALASARI HILIR 939.486.000 117 PARUNGKUDA KOMPA 702.903.000 118 PARUNGKUDA PONDOKKASO LANDEUH 758.638.000

Page 17: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

(1) (2) (3) (4) (5)

JUMLAH DANA DESA TAHUN 2018 KETNO KECAMATAN DESA

119 PARUNGKUDA SUNDAWENANG 782.761.000 120 PARUNGKUDA BOJONGKOKOSAN 685.048.000 121 PARUNGKUDA LANGEN SARI 828.222.000 122 PARUNGKUDA BABAKANJAYA 689.461.000 123 BOJONGGENTENG BOJONGGENTENG 724.635.000 124 BOJONGGENTENG CIBODAS 1.035.038.000 125 BOJONGGENTENG BERKAH 924.476.000 126 BOJONGGENTENG CIPANENGAH 741.517.000 127 BOJONGGENTENG BOJONGGALING 930.257.000 128 PARAKANSALAK PARAKAN SALAK 803.996.000 129 PARAKANSALAK BOJONG LONGOK 714.437.000 130 PARAKANSALAK SUKAKERSA 800.926.000 131 PARAKANSALAK SUKATANI 925.369.000 132 PARAKANSALAK BOJONG ASIH 798.928.000 133 PARAKANSALAK LEBAKSARI 958.227.000 134 CICURUG NYANGKOWEK 701.849.000 135 CICURUG TENJOLAYA 826.371.000 136 CICURUG BENDA 733.603.000 137 CICURUG PASAWAHAN 732.110.000 138 CICURUG CISAAT 853.846.000 139 CICURUG PURWASARI 717.859.000 140 CICURUG CARINGIN 771.473.000 141 CICURUG TENJOAYU 673.248.000 142 CICURUG KUTAJAYA 957.125.000 143 CICURUG MEKARSARI 690.195.000 144 CICURUG BANGBAYANG 726.546.000 145 CICURUG NANGGERANG 712.230.000 146 CIDAHU PONDOKASO TONGGOH 733.506.000 147 CIDAHU BABAKAN PARI 748.372.000 148 CIDAHU PONDOKASO TENGAH 742.301.000 149 CIDAHU CIDAHU 839.194.000 150 CIDAHU TANGKIL 790.302.000 151 CIDAHU JAYABAKTI 853.111.000 152 CIDAHU GIRIJAYA 991.847.000 153 CIDAHU PASIR DOTON 704.178.000 154 KALAPANUNGGAL KALAPANUNGGAL 710.340.000 155 KALAPANUNGGAL PALASARI GIRANG 854.897.000 156 KALAPANUNGGAL PULOSARI 992.771.000 157 KALAPANUNGGAL MAKASARI 942.132.000 158 KALAPANUNGGAL KADUNUNGGAL 914.321.000 159 KALAPANUNGGAL WALANG SARI 1.064.399.000 160 KALAPANUNGGAL GUNUNGENDUT 955.680.000 161 KABANDUNGAN KABANDUNGAN 724.704.000 162 KABANDUNGAN CIPEUTEUY 1.143.534.000 163 KABANDUNGAN CIHAMERANG 1.108.279.000 164 KABANDUNGAN TUGUBANDUNG 913.256.000 165 KABANDUNGAN MEKAR JAYA 995.455.000 166 KABANDUNGAN CIANAGA 1.239.155.000 167 WALURAN WALURAN 770.519.000 168 WALURAN SUKAMUKTI 901.833.000 169 WALURAN CARINGINNUNGGAL 730.681.000 170 WALURAN MEKAR MUKTI 761.630.000 171 WALURAN MANGUNJAYA 796.867.000 172 WALURAN WALURAN MANDIRI 832.364.000 173 JAMPANG KULON BOJONGGENTENG 653.439.000 174 JAMPANG KULON CIKARANG 723.077.000 175 JAMPANG KULON BOJONG SARI 695.247.000 176 JAMPANG KULON NAGRAK SARI 705.676.000 177 JAMPANG KULON MEKARJAYA 910.484.000 178 JAMPANG KULON TANJUNG 744.069.000 179 JAMPANG KULON CIPARAY 682.385.000 180 JAMPANG KULON PADAJAYA 709.293.000 181 JAMPANG KULON KARANGANYAR 737.434.000 182 JAMPANG KULON CIKARANGGEUSAN 947.274.000 183 CIEMAS CIEMAS 758.756.000

Page 18: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

(1) (2) (3) (4) (5)

JUMLAH DANA DESA TAHUN 2018 KETNO KECAMATAN DESA

184 CIEMAS CIBENDA 837.508.000 185 CIEMAS CIWARU 774.863.000 186 CIEMAS MEKARJAYA 1.126.029.000 187 CIEMAS GIRI MUKTI 800.113.000 188 CIEMAS TAMANJAYA 755.708.000 189 CIEMAS MANDRAJAYA 733.050.000 190 CIEMAS SIDAMULYA 945.515.000 191 CIEMAS MEKARSAKTI 756.156.000 192 KALIBUNDER KALIBUNDER 885.075.000 193 KALIBUNDER BOJONG 733.268.000 194 KALIBUNDER CIMAHPAR 770.888.000 195 KALIBUNDER SEKARSARI 991.653.000 196 KALIBUNDER SUKALUYU 734.018.000 197 KALIBUNDER BALEKAMBANG 863.975.000 198 KALIBUNDER MEKARWANGI 754.839.000 199 SURADE JAGAMUKTI 696.795.000 200 SURADE CITANGLAR 718.977.000 201 SURADE WANASARI 723.667.000 202 SURADE SIRNASARI 771.498.000 203 SURADE KADALEMAN 727.253.000 204 SURADE GUNUNGSUNGGING 715.366.000 205 SURADE CIPEUNDEUY 727.793.000 206 SURADE PASIR IPIS 769.174.000 207 SURADE BUNIWANGI 752.376.000 208 SURADE SUKATANI 754.856.000 209 SURADE KADEMANGAN 732.712.000 210 CIBITUNG TALAGAMURNI 711.676.000 211 CIBITUNG BANYUMURNI 693.778.000 212 CIBITUNG CIBITUNG 785.581.000 213 CIBITUNG CIDAHU 776.689.000 214 CIBITUNG CIBODAS 718.864.000 215 CIBITUNG BANYUWANGI 699.449.000 216 CIRACAP CIRACAP 738.260.000 217 CIRACAP CIKANGKUNG 787.833.000 218 CIRACAP GUNUNGBATU 752.612.000 219 CIRACAP PURWASEDAR 775.444.000 220 CIRACAP PASIRPANJANG 742.816.000 221 CIRACAP MEKARSARI 824.223.000 222 CIRACAP UJUNGGENTENG 779.018.000 223 CIRACAP PANGUMBAHAN 748.893.000 224 GUNUNGGURUH CIKUJANG 738.067.000 225 GUNUNGGURUH GUNUNGGURUH 761.175.000 226 GUNUNGGURUH CIBENTANG 690.260.000 227 GUNUNGGURUH SIRNARESMI 716.811.000 228 GUNUNGGURUH KEBONMANGGU 696.430.000 229 GUNUNGGURUH CIBOLANG 744.083.000 230 GUNUNGGURUH MANGKALAYA 681.340.000 231 CICANTAYAN CICANTAYAN 711.002.000 232 CICANTAYAN LEMBURSAWAH 743.730.000 233 CICANTAYAN CIJALINGAN 724.423.000 234 CICANTAYAN CISANDE 700.101.000 235 CICANTAYAN CIMAHI 898.533.000 236 CICANTAYAN HEGARMANAH 827.252.000 237 CICANTAYAN SIKADAMAI 702.523.000 238 CICANTAYAN CIMANGGIS 728.284.000 239 CISAAT GUNUNGJAYA 695.870.000 240 CISAAT SUKASARI 753.280.000 241 CISAAT SUKAMANAH 687.760.000 242 CISAAT CISAAT 690.240.000 243 CISAAT NAGRAK 679.762.000 244 CISAAT BABAKAN 709.645.000 245 CISAAT SUKAMANTRI 692.409.000 246 CISAAT CIBATU 691.257.000 247 CISAAT SELAJAMBE 739.049.000 248 CISAAT PADAASIH 940.070.000

Page 19: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

(1) (2) (3) (4) (5)

JUMLAH DANA DESA TAHUN 2018 KETNO KECAMATAN DESA

249 CISAAT CIBOLANG KALER 710.695.000 250 CISAAT KUTASIRNA 736.531.000 251 CISAAT SUKARESMI 796.266.000 252 KADUDAMPIT KADUDAMPIT 719.622.000 253 KADUDAMPIT CITAMIANG 750.512.000 254 KADUDAMPIT MUARADUA 989.859.000 255 KADUDAMPIT GEDEPANGRANGO 749.450.000 256 KADUDAMPIT SUKAMANIS 1.113.461.000 257 KADUDAMPIT UNDRUSBINANGUN 914.655.000 258 KADUDAMPIT CIPETIR 775.930.000 259 KADUDAMPIT SUKAMAJU 800.061.000 260 KADUDAMPIT CIKAHURIPAN 833.578.000 261 CARINGIN CARINGIN WETAN 723.909.000 262 CARINGIN SUKAMULYA 898.066.000 263 CARINGIN CARINGIN KULON 693.318.000 264 CARINGIN SEUSEUPAN 913.634.000 265 CARINGIN CIJENGKOL 902.021.000 266 CARINGIN MEKARJAYA 899.317.000 267 CARINGIN TALAGA 767.005.000 268 CARINGIN CIKEMBANG 989.351.000 269 CARINGIN PASIR DATAR INDAH 705.130.000 270 SUKABUMI PARUNGSEAH 699.972.000 271 SUKABUMI SUNDAJAYA GIRANG 706.417.000 272 SUKABUMI KARAWANG 699.873.000 273 SUKABUMI WARNASARI 681.055.000 274 SUKABUMI SUKAJAYA 728.149.000 275 SUKABUMI PERBAWATI 694.648.000 276 SUKARAJA PASIRHALANG 767.473.000 277 SUKARAJA SELAWI 779.034.000 278 SUKARAJA LANGENSARI 856.993.000 279 SUKARAJA SUKARAJA 823.507.000 280 SUKARAJA LIMBANGAN 842.213.000 281 SUKARAJA CISARUA 1.013.165.000 282 SUKARAJA SUKAMEKAR 744.345.000 283 SUKARAJA SELAWANGI 766.710.000 284 SUKARAJA MARGALUYU 776.524.000 285 KEBONPEDES KEBONPEDES 710.947.000 286 KEBONPEDES CIKARET 723.260.000 287 KEBONPEDES BOJONGSAWAH 746.020.000 288 KEBONPEDES SASAGARAN 700.230.000 289 KEBONPEDES JAMBENENGGANG 725.411.000 290 CIREUNGHAS CIREUNGHAS 754.399.000 291 CIREUNGHAS CIPURUT 719.023.000 292 CIREUNGHAS BENCOY 883.701.000 293 CIREUNGHAS CIKURUTUG 906.094.000 294 CIREUNGHAS TEGALPANJANG 743.688.000 295 SUKALARANG SUKALARANG 846.001.000 296 SUKALARANG SUKAMAJU 736.603.000 297 SUKALARANG CIMANGKOK 889.685.000 298 SUKALARANG TITISAN 768.791.000 299 SUKALARANG SEMPLAK 764.626.000 300 SUKALARANG PRIANGANJAYA 770.797.000 301 PABUARAN PABUARAN 732.975.000 302 PABUARAN CIWALAT 780.171.000 303 PABUARAN SIRNASARI 880.209.000 304 PABUARAN BANTARSARI 994.895.000 305 PABUARAN SUKAJAYA 963.632.000 306 PABUARAN CIBADAK 819.691.000 307 PABUARAN LEMBUR SAWAH 770.122.000 308 PURABAYA PURABAYA 747.823.000 309 PURABAYA NEGLASARI 1.045.034.000 310 PURABAYA PAGELARAN 748.985.000 311 PURABAYA CIMERANG 956.428.000 312 PURABAYA CITAMIANG 792.566.000 313 PURABAYA MARGALUYU 793.261.000

Page 20: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

(1) (2) (3) (4) (5)

JUMLAH DANA DESA TAHUN 2018 KETNO KECAMATAN DESA

314 PURABAYA CICUKANG 791.339.000 315 NYALINDUNG NYALINDUNG 724.513.000 316 NYALINDUNG NEGLASARI 722.457.000 317 NYALINDUNG SUKAMAJU 774.441.000 318 NYALINDUNG BOJONGKALONG 723.834.000 319 NYALINDUNG CIJANGKAR 941.572.000 320 NYALINDUNG MEKARSARI 707.831.000 321 NYALINDUNG WARUNGREJA 942.558.000 322 NYALINDUNG CISITU 742.405.000 323 NYALINDUNG BOJONGSARI 730.494.000 324 NYALINDUNG KERTAANGSANA 751.052.000 325 GEGERBITUNG GEGERBITUNG 755.442.000 326 GEGERBITUNG CIJUREY 775.967.000 327 GEGERBITUNG CIENGANG 770.754.000 328 GEGERBITUNG KARANGJAYA 764.641.000 329 GEGERBITUNG CARINGIN 750.193.000 330 GEGERBITUNG SUKAMANAH 752.177.000 331 GEGERBITUNG BUNIWANGI 784.092.000 332 SAGARANTEN SAGARANTEN 691.480.000 333 SAGARANTEN CURUGLUHUR 712.129.000 334 SAGARANTEN CIBAREGBEG 749.775.000 335 SAGARANTEN PASANGGRAHAN 691.132.000 336 SAGARANTEN DATARNANGKA 743.365.000 337 SAGARANTEN PUNCAKMANGGIS 716.945.000 338 SAGARANTEN HEGARMANAH 733.781.000 339 SAGARANTEN GUNUNGBENTANG 690.025.000 340 SAGARANTEN SINARBENTANG 700.435.000 341 SAGARANTEN CIBITUNG 690.191.000 342 SAGARANTEN MARGALUYU 698.498.000 343 SAGARANTEN MEKARSARI 726.528.000 344 CURUGKEMBAR CURUGKEMBAR 699.009.000 345 CURUGKEMBAR CIMENTENG 688.822.000 346 CURUGKEMBAR TANJUNGSARI 719.150.000 347 CURUGKEMBAR SINDANGRAJA 817.041.000 348 CURUGKEMBAR MEKARTANJUNG 730.339.000 349 CURUGKEMBAR NAGRAKJAYA 692.090.000 350 CURUGKEMBAR BOJONGTUGU 703.354.000 351 CIDOLOG CIDOLOG 701.780.000 352 CIDOLOG CIPAMINGKIS 717.133.000 353 CIDOLOG CIKARANG 751.864.000 354 CIDOLOG TEGALLEGA 696.280.000 355 CIDOLOG MEKARJAYA 714.744.000 356 CIDADAP PADASENANG 780.829.000 357 CIDADAP CIDADAP 783.771.000 358 CIDADAP BANJARSARI 759.952.000 359 CIDADAP HEGARMULYA 717.591.000 360 CIDADAP TENJOLAUT 730.527.000 361 CIDADAP MEKARTANI 735.039.000 362 TEGALBULEUD TEGALBULEUD 796.051.000 363 TEGALBULEUD BANGBAYANG 744.962.000 364 TEGALBULEUD SUMBERJAYA 778.699.000 365 TEGALBULEUD CALINGCING 770.225.000 366 TEGALBULEUD NANGELA 751.893.000 367 TEGALBULEUD RAMBAY 767.801.000 368 TEGALBULEUD BUNIASIH 773.925.000 369 TEGALBULEUD SIRNAMEKAR 940.554.000 370 CIMANGGU CIMANGGU 918.376.000 371 CIMANGGU SUKAMAJU 818.575.000 372 CIMANGGU SUKAJADI 1.115.724.000 373 CIMANGGU KARANGMEKAR 833.244.000 374 CIMANGGU BOREGAH INDAH 945.431.000 375 CIMANGGU SUKAMANAH 885.817.000 376 CIAMBAR CIAMBAR 845.434.000 377 CIAMBAR GINANJAR 1.306.180.000 378 CIAMBAR WANGUNJAYA 1.123.249.000

Page 21: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

(1) (2) (3) (4) (5)

JUMLAH DANA DESA TAHUN 2018 KETNO KECAMATAN DESA

379 CIAMBAR MUNJUL 890.552.000 380 CIAMBAR AMBARJAYA 1.002.860.000 381 CIAMBAR CIBUNAR JAYA 965.640.000

307.727.527.000

Bupati Sukabumi,

TTD

MARWAN HAMAMI

JUMLAH

Page 22: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 0 -

LAMPIRAN II : PERATURAN BUPATI SUKABUMI NOMOR : 72 TAHUN 2017 TANGGAL : 28 DESEMBER 2017

TENTANG : TATA CARA PEMBAGIAN DAN PENETAPAN RINCIAN DANA DESA SETIAP DESA KABUPATEN SUKABUMI TAHUN ANGGARAN 2018

PEDOMAN TEKNIS PENGGUNAAN DANA DESA

SISTEMATIKA

BAB I PENDAHULUAN

BAB II KEBIJAKAN PENGATURAN DANA DESA

A. MAKSUD, TUJUAN DAN MANFAAT

B. PENGATURAN DANA DESA

C. URUSAN DAN KEGIATAN YANG DIPRIORITASKAN

D. KETENTUAN PENETAPAN PRIORITAS PENGGUNAAN DANA DESA

E. MEKANISME PENETAPAN PRIORITAS PENGGUNAAN DANA DESA

F. MEKANISME DAN PENYALURAN DANA DESA

BAB III PENDAMPINGAN, PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

A. PENDAMPINGAN

B. PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

BAB IV PELAPORAN

BAB V PENUTUP

LAMPIRAN

1. Daftar Kegiatan Prioritas Bidang Pembangunan Desa Yang Bersumber

Dari Dana Desa Tahun 2018 2. Daftar Kegiatan Prioritas Bidang Pemberdayaan Yang Bersumber Dari

Dana Desa Tahun 2018

3. Contoh Laporan Kepala Desa Kepada Bupati tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran …

4. Contoh Format Laporan Realisasi Penyerapan dan Capaian Output Dana Desa

5. Contoh Format Rencana Prioritas Penggunaan Dana Desa

6. Contoh Surat Keputusan Kepala Desa Tentang Penetapan PTPKD 7. Contoh Surat Keputusan Kepala Desa Tentang Penunjukan Bank

Persepsi Sebagai RKD;

8. Contoh Surat Permohonan Penyaluran Dana Desa; 9. Contoh Rekomendasi Camat dan Lembar Verifikasi;

10. Contoh Daftar Rincian Penggunaan Dana Desa; 11. Contoh Daftar Rincian Penggunaan Dana Desa Untuk Setiap Tahap; 12. Contoh Fakta Integritas Penggunaan Dana Desa;

13. Panduan Evaluasi Rancangan Perdes APBDesa dan Rancangan Perdesa Perubahan APBDesa

Page 23: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 1 -

BAB I

PENDAHULUAN

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (selanjutnya

disebut UU Desa) mendefinisikan Desa adalah kesatuan masyarakat

hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan

mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat

berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak

tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara

Kesatuan Republik Indonesia.

Desa sebagai kesatuan masyarakat hukum menggambarkan bahwa

Desa merupakan Subyek Hukum. Posisi Desa sebagai subyek hukum

menjadikan Desa memiliki hak dan kewajiban terhadap aset/sumberdaya

yang menjadi miliknya. Karenanya, Dana Desa sebagai bagian pendapatan

Desa pada dasarnya merupakan milik Desa sehingga penetapan

penggunaan Dana Desa merupakan kewenangan Desa. Namun demikian,

UU Desa juga memandatkan bahwa Desa berwenang untuk mengatur dan

mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat.

Kewenangan Desa untuk mengatur dan mengurus dimaksud

menggambarkan Desa sebagai unit pemerintahan. Kewenangan Desa

diatur berdasarkan aturan hukum yang ditetapkan berdasarkan

peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dari pada Peraturan

Desa.

Berjalannya penggabungan fungsi Desa sebagai subyek hukum dan

Desa sebagai unit pemerintahan dapat dipastikan apabila kewenangan

Desa sudah dipastikan terlebih dahulu. Lebih-lebih dalam Pasal 5 UU

Desa disebutkan bahwa Desa berkedudukan di wilayah Kabupaten.

Pengaturan Pasal 5 UU Desa ini memastikan bahwa Desa merupakan

komunitas yang memiliki keberadaan yang unik dan berbeda mengikuti

sejarah Desa itu sendiri. Tata kelola Desa yang satu dengan Desa lainnya

berbeda-beda karena Desa sejatinya komunitas yang unik/khas.

Desa dimandatkan oleh UU Desa untuk dikelola secara demokratis

dan berkeadilan sosial. Masyarakat Desa secara demokratis memilih

Kepala Desa dan anggota BPD yang selanjutnya akan bertanggung jawab

dalam mengelola pemerintahan Desa. Kepala Desa menjadi pimpinan

Page 24: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 2 -

Pemerintah Desa sedangkan BPD menjadi lembaga penyeimbang bagi

Kepala Desa dalam mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan

urusan masyarakat. UU Desa juga memandatkan bahwa terkait hal-hal

strategis di Desa harus dibahas dan disepakati dalam musyawarah Desa

yang diselenggarakan oleh BPD. Hasil musyawarah Desa wajib

dipedomani oleh Kepala Desa untuk merumuskan kebijakan Pemerintah

Desa. Dengan demikian, UU Desa memandatkan penggabungan

demokrasi perwakilan yang diwujudkan melalui pemilihan kepala Desa

dan pemilihan anggota BPD dengan demokrasi musyawarah mufakat yang

diwujudkan dengan penyelenggaraan musyawarah Desa.

Penetapan prioritas penggunaan Dana Desa dikelola berdasarkan

tata kelola Desa yang demokratis dan berkeadilan sosial. Karenanya,

penetapan prioritas penggunaan Dana Desa akan dilaksanakan secara

terbuka, partisipatif dan memberi manfaat bagi masyarakat Desa dengan

syarat Kepala Desa, BPD dan seluruh masyarakat Desa berhasil

menghadirkan tata kelola Desa yang demokratis dan berkeadilan sosial.

Pedoman Teknis penggunaan Dana Desa sebagai pedoman bagi

Pemerintah Desa untuk mengelola penetapan prioritas penggunaan Dana

Desa dengan berdasarkan tata kelola Desa yang demokratis dan

berkeadilan sosial.

Page 25: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 3 -

BAB II

KEBIJAKAN PENGATURAN DANA DESA

A. MAKSUD, TUJUAN DAN MANFAAT

1. Maksud

Pedoman Teknis Penggunaan Dana Desa ini diharapkan menjadi arah

kebijakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa yang

dibiayai dengan Dana Desa.

2. Tujuan

a. menjelaskan pentingnya prioritas penggunaan Dana Desa pada bidang

pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa; dan

b. memberikan gambaran tentang pilihan program/kegiatan yang

menjadi prioritas dalam penggunaan Dana Desa.

3. Manfaat

a. sebagai pedoman bagi Pemerintah Kabupaten dalam melaksanakan

pembinaan dan pengawasan terhadap Desa dalam menetapkan

prioritas penggunaan Dana Desa; dan

b. sebagai pedoman bagi Desa dalam menetapkan prioritas penggunaan

Dana Desa sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

B. PENGATURAN DANA DESA

1. Penetapan Penggunaan Dana Desa berdasarkan Kewenangan Desa

Kewenangan Desa untuk mengatur dan mengurus dibatasi pada

urusan kewenangan Desa berdasarkan hak asal-usul dan kewenangan lokal

berskala Desa. Tata cara penetapan kewenangan Desa dimaksud diatur

berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang

Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa

sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun

2015 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014

tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014

tentang Desa khususnya dalam Pasal 37. Tata cara penetapan kewenangan

Desa adalah sebagai berikut:

a. Pemerintah daerah Kabupaten melakukan identifikasi dan

inventarisasi kewenangan berdasarkan hak asal usul dan kewenangan

lokal berskala Desa dengan melibatkan Desa;

Page 26: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 4 -

b. Berdasarkan hasil identifikasi dan inventarisasi kewenangan Desa,

Bupati menetapkan Peraturan Bupati tentang Daftar Kewenangan

Berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa

sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan

c. Peraturan Bupati dimaksud ditindaklanjuti oleh Pemerintah Desa

dengan menetapkan Peraturan Desa tentang Kewenangan

Berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa

sesuai dengan situasi, kondisi, dan kebutuhan lokal.

Kegiatan-kegiatan yang dibiayai dengan Dana Desa harus

berdasarkan kewenangan Desa yang sudah ditetapkan dengan peraturan

Desa. Karenanya, kegiatan yang dibiayai Dana Desa wajib masuk dalam

daftar kewenangan Desa. Dengan demikian, Desa berwewenang membuat

peraturan Desa yang mengatur tentang penggunaan Dana Desa untuk

membiayai kegiatan di Desa.

2. Penetapan Penggunaan Dana Desa sebagai Bagian Perencanaan Desa

UU Desa memandatkan bahwa Pemerintah Desa menyusun

Perencanaan Pembangunan Desa sesuai dengan kewenangannya dengan

mengacu pada Perencanaan Pembangunan Kabupaten. Perencanaan

Pembangunan Desa disusun secara berjangka yaitu Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) dan Rencana Kerja

Pemerintah Desa (RKP Desa). Kedua dokumen Perencanaan Desa

dimaksud ditetapkan dengan Peraturan Desa, yang menjadi dokumen

perencanaan di Desa. RPJM Desa dan RKP Desa merupakan pedoman

dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa).

Dana Desa merupakan salah satu sumber pendapatan Desa yang termuat

dalam APB Desa.

Perencanaan Penggunaan Dana Desa merupakan bagian dari

mekanisme perencanaan Desa yaitu mulai dari penyusunan RPJM Desa,

RKP Desa dan APB Desa. Kegiatan-kegiatan yang dibiayai Dana Desa

harus menjadi bagian dari RPJM Desa, RKP Desa dan APB Desa.

3. Penetapan Penggunaan Dana Desa melalui Musyawarah Desa

Perencanaan Desa dilaksanakan berdasarkan kewenangan Desa

yang pengambilan keputusannya harus dilaksanakan melalui

Musyawarah Desa. Badan Permusyawaratan Desa, Pemerintah Desa dan

Page 27: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 5 -

unsur masyarakat menyelenggarakan musyawarah Desa untuk

membahas dan menyepakati hal yang bersifat strategis dan berdasarkan

kewenangan Desa yang dibiayai dana Desa. Oleh karena itu, penetapan

penggunaan Dana Desa yang sesuai mandat UU Desa dibahas dan

disepakati dalam musyawarah Desa.

BPD, Pemerintah Desa, dan unsur masyarakat yang hadir dalam

musyawarah Desa membahas dan menyepakati penetapan penggunaan

Dana Desa. Daftar kegiatan yang disepakati untuk dibiayai dengan Dana

Desa dijadikan dasar oleh BPD dan Pemerintah Desa dalam menetapkan

kebijakan Pemerintahan Desa melalui Peraturan Desa.

4. Penggunaan Dana Desa diatur melalui Peraturan Desa

Penetapan kebijakan Pemerintahan Desa tentang penggunaan Dana

Desa dalam bentuk Peraturan Desa yang disusun oleh Kepala Desa dan

BPD. BPD bersama Kepala Desa berkewajiban memastikan Keputusan

Musyawarah Desa tentang penggunaan Dana Desa untuk menjadi dasar

dalam penyusunan Peraturan Desa tentang RKP Desa dan Peraturan Desa

tentang APB Desa. Keputusan musyawarah Desa harus menampung dan

menyalurkan aspirasi masyarakat Desa yang menjadi dasar dalam

penyusunan Peraturan Desa.

Peraturan Desa tentang RKP Desa dan Peraturan Desa tentang APB

Desa disusun sesuai dengan kepentingan masyarakat umum dan dengan

mentaati peraturan hukum yang lebih tinggi. Karenanya, pengaturan

penggunaan Dana Desa di dalam RKP Desa dan APB Desa yang

bertentangan dengan kepentingan masyarakat umum dan/atau

ketentuan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi wajib

dibatalkan oleh Bupati.

C. URUSAN DAN KEGIATAN YANG DIPRIORITASKAN

1. Mandat Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa.

Peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dari Peraturan

Desa terkait penggunaan Dana Desa adalah Peraturan Pemerintah Nomor

60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang Bersumber dari Anggaran

Pendapatan dan Belanja Negara sebagaimana telah diubah beberapa kali

terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2016 tentang

Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014

Page 28: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 6 -

tentang Dana Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan

Belanja Negara yang menyatakan bahwa dalam Pasal 19 ayat (1) mengatur

bahwa Dana Desa digunakan untuk membiayai penyelenggaraan

pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan

pemberdayaan masyarakat dalam Pasal 19 ayat (2) mengatur bahwa Dana

Desa diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan

masyarakat. Karenanya, kegiatan yang diproritaskan untuk dibiayai Dana

Desa harus memenuhi tujuan pembangunan dan pemberdayaan

masyarakat Desa yang dimandatkan UU Desa.

2. Kegiatan Prioritas Bidang Pembangunan Desa

UU Desa memandatkan bahwa tujuan pembangunan Desa adalah

meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa dan kualitas hidup

manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan

kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana Desa,

pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya

alam dan lingkungan secara berkelanjutan. Kegiatan-kegiatan

pembangunan Desa yang dapat dibiayai Dana Desa terdapat dalam

lampiran Pedoman Teknis Penggunaan Dana Desa ini.

3. Kegiatan Prioritas Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Undang-undang Desa menjelaskan bahwa pemberdayaan

masyarakat Desa merupakan perwujudan kemandirian Desa dalam

melakukan gerakan bersama sebagai suatu kesatuan tata kelola

Pemerintahan Desa, lembaga kemasyarakatan Desa dan lembaga adat,

serta kesatuan tata ekonomi dan lingkungan. Pemberdayaan Masyarakat

Desa dilaksanakan melalui upaya pengembangan kemandirian dan

kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap,

keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran, serta memanfaatkan

sumber daya melalui penetapan kebijakan, program, kegiatan, dan

pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas

kebutuhan masyarakat Desa. Kegiatan-kegiatan pemberdayaan

masyarakat Desa yang dapat dibiayai Dana Desa terdapat dalam lampiran

Pedoman Teknis Penggunaan Dana Desa ini.

Page 29: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 7 -

4. Pengembangan kegiatan yang diprioritaskan untuk dibiayai Dana Desa

Desa berwenang untuk mengembangkan jenis-jenis kegiatan

lainnya di luar daftar kegiatan yang tercantum dalam pedoman umum

ini, dengan syarat kegiatan-kegiatan yang dipilih harus:

a. tercantum dalam Peraturan Bupati tentang Daftar Kewenangan Desa

Berdasarkan Hak Asal-Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa;

b. tercantum dalam Peraturan Desa tentang Kewenangan Desa

Berdasarkan Hak Asal-Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa;

dan

c. termasuk dalam lingkup urusan pembangunan Desa dan

pemberdayaan masyarakat Desa.

D. KETENTUAN PENETAPAN PRIORITAS PENGGUNAAN DANA DESA

1. Prioritas Berdasarkan Kemanfaatan

Penggunaan Dana Desa harus memberikan manfaat yang sebesar-

besarnya dengan memprioritaskan kegiatan pembangunan dan

pemberdayaan masyarakat Desa yang bersifat mendesak untuk

dilaksanakan, serta lebih dibutuhkan dan berhubungan langsung

dengan kepentingan sebagian besar masyarakat Desa. Sejalan dengan

tujuan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, maka

kegiatan-kegiatan yang dibiayai Dana Desa dipilih harus dipastikan

Kemanfaatannya untuk:

a. meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan dan kebudayaan;

b. meningkatkan lapangan kerja dan pendapatan ekonomi keluarga;

dan

c. meningkatkan penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan

kebutuhan warga miskin di Desa, warga penyandang disabilitas dan

marginal;

Berdasarkan ketentuan Kemanfaatan kegiatan yang dibiayai Dana

Desa, maka penentuan prioritas kegiatan dilakukan dengan cara:

a. kegiatan yang semakin bermanfaat bagi peningkatan kesehatan

dan/atau pendidikan warga Desa lebih diutamakan;

b. kegiatan yang semakin bermanfaat bagi pembukaan lapangan kerja

dan peningkatan pendapatan warga Desa lebih diutamakan; dan

Page 30: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 8 -

c. kegiatan yang semakin bermanfaat bagi penanggulangan kemiskinan

lebih diutamakan.

2. Prioritas Berdasarkan Partisipasi Masyarakat

Undang-Undang Desa memandatkan pembangunan Desa harus

mengedepankan kebersamaan, kekeluargaan, dan kegotongroyongan

guna mewujudkan pengarusutamaan perdamaian dan keadilan sosial.

Kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan dalam pembangunan

Desa diwujudkan dengan mengikutsertakan masyarakat Desa dalam

perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan

pembangunan Desa. Dengan demikian, kegiatan pembanguan dan

pemberdayaan masyarakat Desa yang dibiayai Desa harus dipastikan

mengikutsertakan masyarakat Desa mulai dari perencanaan,

pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasannya.

Berdasarkan adanya keharusan partisipasi masyarakat dalam

pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, maka penentuan

kegiatan prioritas penggunaan Dana Desa dilakukan dengan cara:

a. kegiatan yang didukung oleh sebagian besar masyarakat Desa lebih

diutamakan, dibandingkan kegiatan yang tidak dan/atau lebih sedikit

didukung masyarakat Desa;

b. kegiatan yang direncanakan dan dikelola sepenuhnya oleh masyarakat

Desa dan/atau diselenggarakan oleh pemerintah Desa bersama

masyarakat Desa lebih diutamakan dibandingkan dengan kegiatan

yang tidak melibatkan masyarakat Desa; dan

c. kegiatan yang mudah diawasi pelaksanaanya oleh masyarakat Desa

lebih diutamakan.

3. Prioritas Berdasarkan Keberlanjutan

Tujuan pembangunan Desa dicapai dengan pemenuhan kebutuhan

dasar, pembangunan sarana dan prasarana Desa, pengembangan potensi

ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan

secara berkelanjutan. Wujud keberlanjutan dalam pembangunan Desa

dilakukan dengan memastikan bahwa kegiatan-kegiatan yang dibiayai

dengan Dana Desa harus memiliki rencana pengelolaan dalam

pemanfaatannya, pemeliharaan, perawatan dan pelestariannya. Dengan

Page 31: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 9 -

demikian, kegiatan yang dipastikan keberlanjutannya diprioritaskan

untuk dibiayai dengan Dana Desa.

4. Prioritas Berdasarkan Kepastian adanya Pengawasan

Dana Desa digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan

pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa yang pengelolaannya

dilakukan secara transparan dan akuntabel. Masyarakat Desa harus

memiliki peluang sebesar-besarnya untuk mengawasi penggunaan Dana

Desa. Oleh karena itu, kegiatan yang dibiayai dari Dana Desa harus

dipublikasikan kepada masyarakat di ruang publik atau ruang yang dapat

diakses masyarakat Desa.

5. Prioritas Berdasarkan Sumberdaya dan Tipologi Desa

Pelaksanaan kegiatan pembangunan Desa melalui pendayagunaan

sumberdaya manusia dan sumberdaya alam Desa dengan mengutamakan

mekanisme swakelola, swadaya dan gotong royong masyarakat.

Perencanaan kegiatan Desa dapat mempertimbangkan Tipologi

Desa. Tipologi Desa merupakan fakta, karakteristik dan kondisi nyata

yang khas, keadaan terkini di Desa, maupun keadaan yang berubah,

berkembang dan diharapkan akan terjadi dimasa depan. Pengelompokkan

tipologi Desa dapat diuraikan sekurang-kurangnya berdasarkan:

a. tipologi Desa berdasarkan kekerabatan meliputi:

1. Desa geneologis (dicirikan tali persaudaraan antar warga Desa masih

kuat);

2. Desa teritorial (sebagai tempat pemukiman warga dengan beragam

asal keturunan); dan

3. Desa campuran geneologis-teritorial.

b. tipologi Desa berdasarkan hamparan meliputi:

1. Desa pesisir/Desa pantai;

2. Desa dataran rendah/lembah;

3. Desa dataran tinggi; dan

4. Desa perbukitan/pegunungan.

c. tipologi Desa berdasarkan pola permukiman meliputi:

1. Desa dengan permukiman menyebar;

2. Desa dengan permukiman melingkar;

3. Desa dengan permukiman mengumpul; dan

Page 32: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 10 -

4. Desa dengan permukiman memanjang (seperti pada bantaran

sungai/pinggir jalan).

d. tipologi Desa berdasarkan pola mata pencaharian atau kegiatan utama

masyarakat meliputi:

1. Desa pertanian;

2. Desa nelayan;

3. Desa industri (skala kerajinan dan/atau manufaktur dengan

teknologi sederhana dan madya); dan

4. Desa perdagangan (jasa-jasa).

e. tipologi Desa berdasarkan tingkat perkembangan kemajuan Desa

meliputi:

1. Desa sangat tertinggal;

2. Desa tertinggal;

3. Desa berkembang;

4. Desa maju; dan

5. Desa mandiri.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan

Transmigrasi menetapkan bahwa Indeks Desa Membangun (IDM) sebagai

alat ukur untuk menentukan tingkat kemajuan Desa. Ketetapan tingkatan

kemajuan Desa yang diukur berdasarkan IDM dapat menjadi dasar bagi

Desa untuk menentukan prioritas penggunaan Dana Desa dalam

membiayai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa.

E. MEKANISME PENETAPAN PRIORITAS PENGGUNAAN DANA DESA

Mekanisme penetapan penggunaan Dana Desa mengikuti proses

perencanaan pembangunan dan anggaran Desa. Dokumen yang dihasilkan

dalam proses perencanaan Desa meliputi RPJM Desa, RKP Desa dan APB

Desa. Prioritas penggunaan Dana Desa termasuk bagian dari penyusunan

RKP Desa dan APB Desa. Mekanisme penetapan prioritas penggunaan Dana

Desa adalah sebagai berikut:

1. Tahap Musyawarah Desa

Musyawarah Desa merupakan forum musyawarah antara BPD,

Pemerintah Desa, dan unsur masyarakat yang diselenggarakan oleh Badan

Permusyawaratan Desa untuk menyepakati hal yang bersifat strategis,

Page 33: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 11 -

seperti penggunaan Dana Desa dalam hal pembagunan Desa dan beberapa

yang lainnya dengan prinsip partisipatif, demokratis, dan transparan.

Penetapan prioritas penggunaan Dana Desa merupakan bagian dari

hal-hal strategis di Desa, sehingga wajib dibahas dan disepakati dalam

musyawarah Desa. Pembahasan penetapan prioritas penggunaan Dana

Desa dilakukan di forum musyawarah Desa untuk penyusunan RKP Desa.

Pembahasan prioritas penggunaan Dana Desa dalam musyawarah

Desa berdasarkan usulan, aspirasi dan kemanfaatan kegiatan masyarakat

Desa. Hasil kesepakatan musyawarah Desa terkait prioritas penggunaan

Dana Desa harus dituangkan dalam dokumen Berita Acara yang tata cara

penyusunannya sesuai peraturan perundang-undangan tentang

musyawarah Desa.

2. Tahap Penyusunan Rancangan RKP Desa

Kepala Desa wajib mempedomani hasil kesepakatan musyawarah

Desa berkaitan dengan prioritas penggunaan Dana Desa. Kegiatan-kegiatan

yang disepakati untuk dibiayai dengan Dana Desa termuat dalam dokumen

rancangan RKP Desa.

Dalam rangka penyusunan rancangan RKP Desa khususnya terkait

penggunaan Dana Desa, Pemerintah Daerah Kabupaten berkewajiban

menyampaikan kepada seluruh Kepala Desa di wilayahnya tentang

informasi sebagai berikut:

a. pagu indikatif Dana Desa; dan

b. data tipologi Desa berdasarkan perkembangan Desa yang dihitung

berdasar IDM.

Berdasarkan pagu indikatif Dana Desa beserta data IDM, Kepala Desa

merancang prioritas penggunaan Dana Desa dengan berdasarkan

perhitungan terhadap:

a. kemanfaatan hasil kegiatan;

b. usulan dan aspirasi masyarakat Desa serta peran serta masyarakat

Desa dalam pelaksanaan kegiatan;

c. pengelolaan dan pemanfaatan hasil kegiatan serta perawatan dan

pelestariannya;

d. pengawasan masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan;

Page 34: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 12 -

e. pendayagunaan sumberdaya manusia, sumberdaya alam serta

sumberdaya lainnya dalam pelaksanaan kegiatan yang dikelola

secara mandiri oleh Desa; dan

f. tipologi Desa untuk memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan

pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa yang dibiayai

Dana Desa sesuai dengan kondisi obyektif yang ada di Desa.

Penetapan prioritas penggunaan Dana Desa berdasarkan tipologi

Desa menjadikan jenis kegiatan yang diprioritaskan pada masing-

masing Desa yang sangat beragam. Untuk itu, dalam pedoman umum

ini hanya diberikan contoh-contoh program/kegiatan sehingga Desa-

Desa masih memiliki keleluasaan untuk memilih kegiatannya yang

sesuai dengan tipologi Desanya.

Contoh:

Desa A : tipologi Desa perbukitan-perkebunan/perladangan-

campuran tertinggal dan sangat tertinggal

Desa B : tipologi Desa lembah-pertanian/sawah-teritorial-

berkembang

Desa C : tipologi Desa pesisir-nelayan-geneologis-maju dan mandiri

Contoh rencana prioritas penggunaan Dana Desa dengan

mempertimbangkan beberapa tata cara penentuan prioritas penggunaan

Dana Desa disajikan pada tabel di bagian akhir Pedoman Umum ini.

3. Tahap Penetapan RKP Desa

Kepala Desa berkewajiban menyampaikan kepada masyarakat

Desa rancangan RKP Desa yang memuat rencana kegiatan-kegiatan yang

akan dibiayai dengan Dana Desa. Kepala Desa menyelenggarakan

musyawarah perencanaan pembangunan Desa (Musrenbang Desa) yang

dihadiri oleh BPD dan unsur masyarakat Desa. Rancangan RKP Desa,

termasuk rancangan prioritas kegiatan yang dibiayai dari Dana Desa

harus dibahas dan disepakati dalam Musrenbang Desa. Hasil

kesepakatan dalam musrenbang Desa menjadi pedoman bagi Kepala

Desa dan BPD dalam menyusun Peraturan Desa tentang RKP Desa.

Page 35: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 13 -

4. Tahap Penyusunan Rancangan APB Desa

Pembiayaan kegiatan dengan Dana Desa dipastikan setelah Bupati

menetapkan Peraturan Bupati Mengenai Tata Cara Pembagian Dan

Penetapan Rincian Dana Desa. Berdasarkan peraturan bupati dimaksud,

diketahui besaran Dana Desa untuk masing-masing Desa. Bupati

berkewajiban menyampaikan dan mensosialisasikan kepada Desa-Desa

peraturan bupati mengenai tata cara pembagian dan penetapan rincian

Dana Desa.

Kepala Desa merancang pembiayaan kegiatan dengan Dana Desa

dengan berpedoman kepada RKP Desa. Dana Desa dibagi untuk

membiayai kegiatan-kegiatan sesuai daftar urutan kegiatan yang sudah

ditetapkan dalam RKP Desa. Kepala Desa dilarang secara sepihak

mengubah daftar kegiatan yang direncanakan dibiayai Dana Desa yang

sudah ditetapkan dalam RKP Desa.

Rencana penggunaan Dana Desa masuk menjadi bagian dari

Rancangan Peraturan Desa tentang APB Desa. Kepala Desa berkewajiban

mensosialisasikan dan menginformasikan kepada masyarakat Desa

perihal Rancangan Peraturan Desa tentang APB Desa. Sosialisasi

rancangan APB Desa dilakukan sebelum dokumen Rancangan Peraturan

Desa tentang APB Desa disampaikan Kepala Desa kepada Bupati melalui

Camat untuk di evaluasi.

Masyarakat Desa, melalui BPD, berhak untuk menyampaikan

keberatan kepada Kepala Desa apabila rancangan penggunaan Dana

Desa berbeda dengan rencana yang sudah ditetapkan dalam Peraturan

Desa tentang RKP Desa. Dalam hal Kepala Desa berkeras untuk

mengubah rencana penggunaan Dana Desa yang sudah ditetapkan

dalam RKP Desa, maka BPD berkewajiban menyelenggarakan

musyawarah Desa untuk membahas dan menyepakati rencana

penggunaan Dana Desa. Dengan demikian, rancangan Peraturan Desa

tentang APB Desa yang disampaikan Kepala Desa kepada Bupati harus

dipastikan diterima oleh sebagian besar masyarakat Desa.

5. Tahap Evaluasi Rancangan APB Desa

Camat berkewajiban mengevaluasi Rancangan Peraturan Desa

tentang APB Desa khususnya rencana penggunaan Dana Desa. Evaluasi

Page 36: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 14 -

dimaksud diadakan untuk memastikan bahwa kegiatan-kegiatan yang

dibiayai Dana Desa memenuhi ketentuan hal-hal sebagai berikut:

a. termasuk bagian dari kewenangan Desa berdasarkan hak asul-usul

dan kewenangan lokal berskala Desa;

b. termasuk urusan pembangunan Desa dan pemberdayaan masyarakat

Desa;

c. tidak tumpang tindih dengan program/kegiatan dari Pemerintah,

Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten;

d. prioritas penggunaan Dana Desa yang tercantum dalam Rancangan

APB Desa direncanakan sesuai dengan mekanisme penetapan prioritas

penggunaan Dana Desa yang diatur dengan peraturan perundang-

undangan termasuk Pedoman Umum Penetapan Prioritas Penggunaan

Dana Desa.

F. MEKANISME DAN PENYALURAN DANA DESA

1. Tahapan penyaluran Dana Desa adalah sebagai berikut :

a. Kepala Desa menetapkan RKD pada bank persepsi berdasarkan

Keputusan Kepala Desa;

b. RKD yang ditetapkan pada bank persepsi sebagaimana dimaksud

pada ayat (1) diwajibkan atas nama Pemerintah Desa;

c. Setiap desa harus menyerahkan nomor rekening bank atas nama

Pemerintah Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada

BPKAD melalui DPMD; dan

d. Penyaluran Dana Desa dilaksanakan melalui transfer dari RKUD ke

RKD setelah mendapatkan Rekomendasi dari Camat atas dasar

permohonan dari Pemerintah Desa.

e. Penyaluran Dana Desa dilakukan secara bertahap :

1) tahap I paling cepat pada bulan Maret dan paling lambat bulan

juli sebesar 60% (enam puluh per seratus); dan

2) tahap II paling cepat pada bulan Agustus sebesar 40% (empat

puluh per seratus).

2. Mekanisme penyaluran dana desa adalah sebagai berikut :

a. Kepala Desa membuat permohonan penyaluran dana desa yang

ditujukan kepada Bupati melalui BPKAD setelah mendapatkan

rekomendasi dari Camat.

Page 37: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 15 -

b. Camat memverifikasi permohonan berkas penyaluran dari masing-

masing Desa dengan ketentuan :

1. apabila berkas dinyatakan lengkap dan sah diteruskan kepada

DPMD;

2. apabila berkas tidak lengkap dan/atau tidak sah dikembalikan

kepada Kepala Desa untuk diperbaiki;

3. Kepala Desa memperbaiki berkas tidak lengkap dan/atau tidak

sah, untuk kemudian diserahkan kembali kepada Camat.

c. Camat menyampaikan rekomendasi permohonan penyaluran

dimaksud kepada DPMD.

d. DPMD menindaklanjuti rekomendasi Camat dimaksud untuk

diteruskan kepada BPKAD.

e. Kepala BPKAD menerbitkan SP2D kepada bank persepsi.

f. Penyaluran dana desa dari RKUD ke RKD melalui bank persepsi

paling lama 2 (dua) hari kerja.

3. Persyaratan Penyaluran Dana Desa sebagai berikut berikut :

a. Persyaratan penyaluran Dana Desa tahap I sebagai berikut:

1. dokumen RPJM Desa dan RKP Desa;

2. keputusan Kepala Desa tentang Penetapan PTPKD dan

penunjukan bank persepsi sebagai RKD;

3. pertanggungjawaban Penggunaan Dana Desa Tahap kedua

Tahun sebelumnya beserta bukti setoran pajak;

4. surat permohonan penyaluran dari Kepala Desa;

5. rekomendasi Camat;

6. peraturan desa tentang Kewangan Desa Berdasarkan Hak Asal

Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa;

7. peraturan Desa tentang APB Desa untuk tahun berjalan beserta

lampirannya setelah dilakukan evaluasi oleh Camat;

8. daftar rincian penggunaan Dana Desa keseluruhan dan tahap I;

9. foto copy KTP Kepala Desa, RKD, NPWP, NPWPD atas nama

Pemerintah Desa;

10. visualisasi 0% (untuk kegiatan bidang pembangunan desa);

11. fakta Integritas penggunaan dana desa (bermaterai Rp. 6.000);

12. laporan Realisasi APBDesa Semester kedua Tahun sebelumnya;

Page 38: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 16 -

13. peraturan Desa tentang laporan pertanggungjawaban realisasi

pelaksanaan APBDesa tahun sebelumnya beserta lampirannya;

14. laporan realisasi penyerapan dan capaian output Dana Desa

tahun sebelumnya;dan

15. laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) tahun

sebelumnya.

Berkas persyaratan untuk penyaluran tahap pertama, angka 1

sampai dengan angka 15, salinannya diarsipkan di Kecamatan, dan

angkat 4 sampai dengan angka 15 disampaikan kepada BPKAD

melalui DPMD.

b. Penyaluran tahap II dilampiri:

1. pertanggungjawaban penggunaan Dana Desa tahap I berikut

bukti setoran pajak;

2. surat Permohonan penyaluran dari Kepala Desa;

3. rekomendasi Camat;

4. daftar rencana penggunaan Dana Desa tahap II;

5. foto copy KTP Kepala Desa, RKD, NPWP, NPWPD atas nama

Pemerintah Desa;

6. visualisasi 0% (untuk kegiatan bidang pembangunan Desa);

7. fakta Integritas penggunaan Dana Desa (bermaterai Rp. 6.000,-);

8. laporan Realisasi APBDesa semester pertama;dan

9. laporan realisasi penyerapan dan capaian output Dana Desa

Tahap I.

Berkas persyaratan untuk penyaluran tahap kedua, angka 1 sampai

dengan angka 9, salinannya diarsipkan di Kecamatan, dan angkat

2 sampai dengan angka 9 disampaikan kepada BPKAD melalui

DPMD. Laporan realisasi penyerapan dan capaian output Dana

Desa tahap I, menunjukan rata-rata realisasi penyerapan paling

sedikit sebesar 75% (tujuh puluh lima per seratus) dan rata-rata

capaian output menunjukan paling sedikit sebesar 50% (lima puluh

per seratus). Capaian output dihitung berdasarkan rata-rata

persentase capaian output dari seluruh kegiatan. Format Laporan

realisasi penyerapan dan capaian output dana desa tercantum

dalam Lampiran Petunjuk Teknis ini.

Page 39: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 17 -

BAB III

PENDAMPINGAN, PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

A. PENDAMPINGAN

Penetapan prioritas penggunaan Dana Desa dilaksanakan dengan

pendekatan pemberdayaan masyarakat Desa. Intinya adalah masyarakat Desa

didampingi untuk terlibat aktif dalam penetapan prioritas penggunaan Dana

Desa, sehingga Dana Desa dipastikan membiayai kegiatan-kegiatan yang

dibutuhkan oleh masyarakat Desa.

Undang-Undang Desa memandatkan bahwa penyelenggaraan

pemberdayaan masyarakat Desa dilakukan dengan memberikan pendampingan

dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan Desa.

Pendampingan Desa dilakukan secara teknis oleh tenaga pendamping

profesional, kader pemberdayaan masyarakat Desa dan/atau pihak ketiga,

sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Adapun tugas dan pokok dapat diuraikan sebagai berikut:

1. TENAGA AHLI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (TAPM)

Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) yang meliputi Tenaga

Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA-PMD), Tenaga Ahli Infrastruktur

Desa (TA-ID), Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa (TA-PED), Tenaga

Ahli Pengembangan Teknologi Tepat Guna (TA-PTTG), Tenaga Ahli

Pembangunan Partisipatif (TA-PP) dan Tenaga Ahli Pelayanan Sosial

Dasar (TA-PSD). Secara khusus masing masing TA mempunyai tugas

dan fungsi sebagai berikut:

a. Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA-PMD)

Tupoksi pendampingan adalah melakukan fasilitasi,

pendampingan dan penguatan kapasitas pendamping dalam hal:

No Tugas Pokok Output Kerja Indikator

1) Membantu pemerintah

daerah Kabupaten/Kota terkait sosialisasi

Undang - Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Terselenggaranya

Sosialisasi Undang- Undang No. 6

Tahun 2014 tentang Desa.

a) Terdistribusinya

bahan- bahan Sosialisasi Undang-

Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa;

b) Meningkatnya

pemahaman pemangku kepentingan

Page 40: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 18 -

terhadap Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa.

2) Membantu penyusunan regulasi daerah.

Tersedianya regulasi daerah

dengan prioritas peraturan

Bupati/Wali kota tentang daftar kewenangan

berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal

berskala Desa dan regulasi tentang

pemberdayaan masyarakat Desa.

Terfasilitasinya regulasi daerah dengan prioritas

peraturan Bupati/Wali kota tentang daftar

kewenangan berdasarkan hak asal usul dan kewenangan

lokal berskala Desa dan regulasi tentang pemberdayaan

masyarakat Desa.

3) Melakukan supervisi PD dalam memfasilitasi penyusunan produk

hukum desa.

Pendamping desa mampu memfasilitasi

penyusunan produk hukum Desa.

Terfasilitasinya penyusunan produk hukum Desa.

4) Meningkatkan kapasitas PD dan PLD

dalam memfasilitasi proses pembangunan

desa.

Meningkatnya kapasitas PD dan

PLD dalam memfasilitasi

proses pembangunan desa.

a) Tersusunnya kurikulum dan

modul pelatihan PD, PLD dan kader Desa;

b) Meningkatnya keterampilan PD dan PLD dalam

memfasilitasi Pembangunan Desa dan pemberdayaan

masyarakat serta penyusunan produk

hukum Desa; c) Tersedianya buku

bimbingan dan

pengendalian kinerja pendamping.

5) Membantu PD dalam memfasilitasi kaderisasi masyarakat desa.

Adanya sejumlah kader desa yang terlatih.

a) Rencana kegiatan kaderisasi masyarakat desa di desa dan/atau antardesa;

b) Terselenggaranya kaderisasi masyarakat desa di desa dan/atau antardesa;

c) Setiap desa memiliki kader desa sesuai kebutuhan.

6) Membantu PD dalam Fasilitasi kerja sama

Proses fasilitasi kerja sama

a) Tersusunnya rencana kerja sama

Page 41: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 19 -

antardesa dan pihak lainnya dalam rangka pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

antardesa dalam rangka pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan dengan baik.

antardesa dalam rangka pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa;

b) Terfasilitasinya kerja sama antardesa dan pihak lainnya dalam rangka pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

7) Fasilitasi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mendampingi desa melaksanakan pemberdayaan masyarakat desa.

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dapat memfasilitasi dan mendampingi Desa melaksanakan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa dengan baik.

a) Panduan pendampingan SKPD dalam rangka pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa;

b) Pendampingan SKPD dalam rangka pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa terlaksana;

c) Terselenggaranya kegiatan kerjasama desa dengan pihak ketiga.

8) Fasilitasi pengembangan media informasi desa untuk

masyarakat desa.

Adanya sistem informasi desa yang mudah diakses oleh

masyarakat desa.

Masyarakat memperoleh informasi yang memadai tentang

kegiatan pembangunan di desa.

b. Tenaga Ahli Infrastruktur Desa (TA-ID)

Tupoksi utama adalah melakukan fasilitasi, pendampingan dan

penguatan kapasitas pendamping dalam hal :

No Tugas Pokok Output Kerja Indikator

1) Membantu PD dalam fasilitasi pembangunan

dan pengelolaan infrastruktur desa.

Proses fasilitasi pembangunan dan

pengelolaan sarana dan prasarana desa berjalan dengan baik.

a) Tersedianya dokumen

rekapitulasi rencana pembangunan infrastruktur desa

berdasarkan RKP Desa;

b) Desain dan anggaran pembangunan

infrastruktur desa sesuai dengan kebutuhan dan

spesifikasi teknis;

Page 42: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 20 -

c) Terbangunnya infrastruktur desa yang berkualitas,

berfungsi dan bermanfaat.

2) Membantu PD dalam pembentukan dan

peningkatan kapasitas kader teknik desa.

Adanya kader teknik desa yang mampu

menjalankan tugas dan fungsi dengan baik.

a) Tersedianya data kader- kader teknis

desa yang telah terlatih;

b) Adanya

pengembangan yang berkelanjutan bagi kader-kader teknik

Desa dalam pelaksanaan

pembangunan infrastruktur desa.

3) Membantu SKPD mendampingi desa dalam perencanaan,

pelaksanaan, pengelolaan dan pemeliharaan

infrastruktur desa termasuk sertifikasi

infrastruktur desa.

Terlaksananya pendampingan Desa oleh SKPD dalam

pembangunan infrastruktur desa.

a) Adanya data kegiatan perencanaan,

pelaksanaan, pengelolaan dan pemeliharaan

infrastruktur desa; b) Adanya dokumen

sertifikasi infrastruktur desa;

c) Terselenggaranya

bimbingan teknis dari SKPD terhadap kegiatan

infrastruktur desa, yang membutuhkan

penanganan khusus.

4) Melakukan koordinasi dengan SKPD terkait dan pihak lainnya dalam hal

perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan dan

pemeliharaan infrastruktur desa.

Terjadinya koordinasi dengan SKPD terkait dan pihak lainnya

dalam hal perencanaan, pelaksanaan,

pengelolaan dan pemeliharaan

infrastruktur desa.

a) Tersedianya informasi rencana pembangunan

daerah dan pihak lainnya kepada desa;

b) Terinformasikannya standar harga

satuan barang kabupaten/kota kepada desa;

c) Terinformasikannya desain atau

konstruksi infrastruktur yang sesuai dengan

kekhususan daerah setempat.

Page 43: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 21 -

5) Membantu penyusunan regulasi daerah.

Tersedianya regulasi daerah dengan prioritas peraturan

bupati/ wali kota tentang pengadaan

barang dan jasa.

d) Tersedianya regulasi tentang pengadaan barang

dan jasa dan standar harga

satuan barang kabupaten/ kota.

6) Meningkatkan kapasitas Pendamping Desa Teknik Infrastruktur.

Terselenggaranya peningkatan kapasitas

Pendamping Desa Teknik Infrastruktur.

a) Tersusunnya kurikulum dan modul pelatihan PD-

TI dan kader Teknik;

b) Meningkatnya

keterampilan PD-TI dan kader teknik;

c) Tersedianya buku bimbingan dan pengendalian

kinerja pendamping.

c. Tenaga Ahli Pembangunan Partisipatif (TA-PP)

Tupoksi utama adalah melakukan fasilitasi, pendampingan dan

penguatan kapasitas pendamping dalam hal :

No Tugas Pokok Output Kerja Indikator

1) Memfasilitasi Pemerintah

Daerah Kabupaten/Kota dalam penyusunan

regulasi pembangunan desa/ antar desa yang partisipatif dan regulasi

lain yang disyaratkan terkait implementasi UU Desa.

Adanya regulasi

pembangunan desa/ antardesa yang

partisipatif dan regulasi lain yang disyaratkan terkait

implementasi UU Desa.

a) Terselenggaranya

kegiatan penyusunan

regulasi pembangunan desa/ antardesa

yang partisipatif; b) Terselenggaranya

kegiatan

penyusunan regulasi tentang

penghitungan alokasi dana desa tiap-tiap desa dan

pengelolaan keuangan desa.

2) Membantu pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam hal

koordinasi dan sinkronisasi

perencanaan pembangunan desa dengan

Terjadinya koordinasi dan sinkronisasi rencana

pembangunan Desa dengan rencana

pembangunan daerah.

a) Tersedianya data rencana program- program desa

berskala lokal desa, maupun program-

program kawasan perdesaan dengan rencana

pembangunan daerah;

Page 44: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 22 -

b) Terjadinya koordinasi dan sinkronisasi

program-program desa berskala lokal

desa, maupun program- program kawasan perdesaan

dengan rencana pembangunan daerah.

Membantu PD dalam fasilitasi perencanaan,

pelaksanaan dan pengawasan

pembangunan desa.

Terfasilitasinya perencanaan,

pelaksanaan dan pengawasan

pembangunan desa..

a) Ditetapkannya RPJMDesa, RKP

Desa, dan APBDesa; b) Terselenggaranya

pelaksanaan dan pengawasan pembangunan desa;

c) Tersedianya data hasil pembangunan desa, baik kegiatan

maupun keuangan.

4) Membantu PD dalam

menfasiltasi kerjasama antar Desa dan pihak

lain dalam rangka pembangunan dan pemberdayaan

masyarakat desa.

Terfasilitasinya

kerjasama antardesa dan pihak lain dalam

rangka pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa

berjalan dengan baik.

a) Adanya rencana

kerjasama antardesa dan

pihak lain dalam rangka pembangunan dan

pemberdayaan masyarakat desa;

b) Adanya kerjasama

antar desa dan pihak lain dalam

rangka pembangunan dan pemberdayaan

masyarakat desa.

5) Membantu Satuan Kerja

Perangkat Daerah (SKPD) dan pihak lain dalam mendampingi desa/

antardesa melaksanakan pembangunan

partisipatif.

Satuan Kerja

Perangkat Daerah (SKPD) dan pihak lain dapat memfasilitasi

dan mendampingi desa/ antardesa

melaksanakan pembangunan partisipatif.

a) Terfasilitasinya

penyusunan Panduan pendampingan

SKPD dan pihak lain dalam rangka

pembangunan partisipatif;

b) Terlaksananya

Pendampingan SKPD dan pihak

lain dalam rangka pembangunan partisipatif di desa/

antardesa.

6) Membantu PD dan PLD

dalam memfasilitasi Desa

Adanya sistem

informasi desa yang

Masyarakat

memperoleh informasi

Page 45: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 23 -

mengembangkan media informasi desa untuk masyarakat desa.

mudah diakses oleh masyarakat desa.

yang memadai tentang kegiatan pembangunan di desa.

7) Meningkatkan kapasitas PD dan PLD dalam

mendampingi Desa/ antardesa menerapkan

pembangunan partisipatif.

Terwujudnya peningkatan

kapasitas PD dan PLD

a) Tersedianya kurikulum dan

modul pelatihan pembangunan

partisipatif; b) Terselenggaranya

peningkatan

kapasitas PD dan PLD dengan menggunakan

modul pelatihan yang ada (termasuk

modul pengelolaan keuangan Desa dan perpajakan);

c) Terwujudnya pembangunan partisipatif yang

menjamin keterlibatan warga

miskin, kaum perempuan, difabel, dan kelompok

marginal lainnya.

d. Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa (TA-PED)

Tupoksi utama adalah melakukan fasilitasi, pendampingan dan

penguatan kapasitas pendamping dalam hal :

No Tugas Pokok Output Kerja Indikator

1) Membantu PD dalam

fasilitasi pembentukan, pengelolaan,

pengembangan dan pemasaran hasil usaha BUMDes/BUMDes

bersama.

Proses fasilitasi oleh

PD dalam pembentukan,

pengelolaan , pengembangan dan pemasaran hasil

usaha BUMDes/BUMDes bersama dapat

terlaksana.

a)Tersosialisasikannya

konsep dan prosedur

pembentukan, pengelolaan , pengembangan dan

pemasaran hasil usaha BUMDes/ BUMDes bersama;

b) Tersusunnya rencana kerja

pembentukan, pengelolaan dan pengembangan

BUMDes/ BUMDes

bersama;

Page 46: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 24 -

c)Terselenggaranya pendampingan dan pembinaan dari

pemerintah daerah dalam

pembentukan, pengelolaan dan pengembangan BUM

Des/BUMDes bersama;

d) Terjadinya

proses saling belajar dalam

pembentukan dan pengembangan

BUMDes/BUMDes bersama.

2) Memfasilitasi pemerintah kabupaten/ kota dalam penyusunan regulasi

yang memberikan insentif terbentuknya BUMDes/

BUMDes bersama.

Ditetapkannya regulasi yang memberikan insentif

terbentuknya BUMDes/ BUMDes

bersama.

Terfasilitasinya penyusunan regulasi yang

memberikan insentif

terbentuknya BUMDes/BUMDes bersama

3) Membantu PD dalam fasilitasi pembentukan,

pengelolaan dan pengembangan pasar desa.

Adanya pasar Desa yang aktif dan

berkembang

a) Terlaksananya pelatihan- pelatihan

pengelolaan pasar desa;

b) Terfasilitasinya

pembentukan, pengelolaan dan

pengembangan pasar Desa berjalan sesuai

regulasi yang ada.

4) Membantu PD dalam fasilitasi akses permodalan, promosi,

pemasaran hasil usaha ekonomi termasuk usaha

ekonomi kreatif desa dan pengembangan jaringan pemasaran hasil usaha

ekonomi desa.

a) Terbentuknya berbagai unit usaha kecil dan menengah

di desa yang didukung dengan

jaringan pemasaran hasil usaha; b) Berkembangnya

kredit modal usaha ekonomi dan

pengembangan usaha kredit mikro desa.

a) Terlaksananya promosi pemasaran rutin hasil- hasil

usaha ekonomi produktif termasuk

usaha ekonomi kreatif desa;

b) Tersedianya data

dan aktifitas jaringan

pemasaran hasil-hasil usaha ekonomi produktif

desa; c) Terfasilitasinya

promosi

Page 47: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 25 -

pemasaran hasil usaha ekonomi desa dan

pengembangan jaringan

pemasaran hasil usaha ekonomi desa melalui

berbagai media; d) Tersedianya

lembaga

pengelola pengembangan

kredit modal usaha ekonomi desa;

e) Terwujudnya media diseminasi

model-model dan pengetahuan baru tentang

pengembangan ekonomi perdesaan.

5) Membantu Pendamping Desa dalam fasilitasi

pengembangan kewirausahaan desa.

Proses fasilitasi pengembangan

kewirausahaan Desa terlaksana dengan

baik.

Tumbuhnya kewirausahawan di

desa dan antardesa yang diwujudkan

melalui kegiatan-kegiatan kewirausahaan

yang kongkrit di desa.

6) Fasilitasi SKPD dan pihak lain yang bermaksud untuk

mendampingi desa dalam mengembangkan

ekonomi desa.

SKPD dan pihak lain dapat mendampingi Desa dalam

mengembangkan ekonomi desa.

Terfasilitasinya SKPD Kabupaten/Kota dan pihak lain untuk

mendampingi desa dalam rangka

pengembangan ekonomi desa.

7) Meningkatkan kapasitas

PD dan PLD dalam mendampingi Desa/

antardesa untuk pengembangan ekonomi desa.

Terwujudnya

peningkatan kapasitas PD dan

PLD untuk pengembangan ekonomi desa.

a) Tersedianya

kurikulum dan modul pelatihan

pengembangan ekonomi desa;

b) Terselenggaranya

peningkatan kapasitas PD dan

PLD dengan menggunakan modul pelatihan.

8) Membantu PD dan pemerintah desa dalam

koordinasi

Terjadinya koordinasi dalam hal

Tersedianya data dan informasi

Page 48: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 26 -

pengembangan ekonomi desa.

pengembangan ekonomi desa.

pengembangan ekonomi desa.

e. Tenaga Ahli Pengembangan Teknologi Tepat Guna (TA-TTG)

Tupoksi utama adalah melakukan fasilitasi, pendampingan dan

penguatan kapasitas pendamping dalam hal :

No Tugas Pokok Output Kerja Indikator

1) Meningkatkan kapasitas PD dan PLD dalam

mendampingi Desa/ antardesa untuk pengembangan teknologi

tepat guna.

Terwujudnya peningkatan

kapasitas PD dan PLD untuk pengembangan

teknologi tepat guna.

a) Tersedianya kurikulum dan

modul pelatihan pengembangan teknologi tepat guna.

b) Terselenggaranya peningkatan kapasitas PD dan

PLD dengan menggunakan

modul pelatihan.

2) Memfasilitasi pemerintah

kabupaten/ kota dalam penyusunan regulasi tentang pengembangan

teknologi tepat guna.

Ditetapkannya

regulasi tentang pengembangan teknologi tepat guna.

Terfasilitasinya

penyusunan regulasi tentang pengembangan teknologi tepat guna.

3) Fasilitasi SKPD dan

pihak lain dalam pengembangan dan promosi teknologi tepat

guna.

Teknologi tepat guna

yang ada di Desa dapat dimanfaatkan masyarakat banyak

untuk mendukung perekonomian desa

dan masyarakat desa.

a) Tersedianya rencana

pengembangan teknologi tepat guna untuk desa yang

berbasis potensi lokal dan ramah

lingkungan; b) Terpromosikannya

pendayagunaan

teknologi tepat guna di desa;

c)Terselenggarakannya

berbagai kegiatan yang mendukung

pengembangan dan penggunaan teknologi tepat guna;

d) Tersedianya database lembaga dan perseorangan

yang memiliki program kepedulian

dan kompetensi terkait pengembangan dan

Page 49: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 27 -

penggunaan teknologi tepat guna.

4) Membantu PD dan PLD dalam memfasilitasi desa/ antardesa

menggunakan teknologi tepat guna untuk

kemandirian pangan, energi dan sumberdaya alam dan terbarukan

yang ramah lingkungan.

Diterapkannya teknologi tepat guna di desa/ antardesa

untuk kemandirian pangan, energi dan

sumberdaya alam dan terbarukan yang ramah lingkungan.

a) Adanya rencana penerapan teknologi tepat guna di desa/

antardesa untuk kemandirian

pangan, energi dan sumberdaya alam dan terbarukan yang

ramah lingkungan; b) Masyarakat desa

mampu

memanfaatkan teknologi tepat guna

yang ada untuk mendukung kemandirian

pangan, energi dan sumberdaya alam dan terbarukan yang

ramah lingkungan.

5) Membantu pemerintah

daerah dan pemerintah desa dalam koordinasi

pengembangan teknologi tepat guna.

Terjadinya koordinasi

dalam hal pengembangan

teknologi tepat guna.

Tersedianya data dan

informasi pengembangan

teknologi tepat guna.

f. Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (TA-PSD)

Tupoksi utama adalah melakukan fasilitasi, pendampingan dan

penguatan kapasitas pendamping dalam hal :

No Tugas Pokok Output Kerja Indikator

1) Meningkatkan kapasitas PD dan PLD dalam mendampingi Desa/

antardesa terkait pelayanan sosial dasar.

Terwujudnya peningkatan kapasitas PD dan

PLD terkait pelayanan sosial

dasar.

a) Tersedianya kurikulum dan modul pelatihan

terkait pelayanan sosial dasar;

b) Terselenggaranya peningkatan kapasitas PD dan

PLD dengan menggunakan modul pelatihan.

2) Memfasilitasi pemerintah Kabupaten/Kota dalam

penyusunan regulasi tentang pelayanan sosial dasar.

Ditetapkannya regulasi tentang

pelayanan sosial dasar.

a) Terfasilitasinya penyusunan

regulasi tentang standar pelayanan minimum;

b) Terfasilitasinya pelayanan sosial

Page 50: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 28 -

dasar dalam RPJMDes, RKPDes, dan APBDes.

3) Fasilitasi SKPD dan pihak lain yang

bermaksud untuk mendampingi desa

dalam meningkatkan pelayanan sosial dasar.

SKPD dan pihak lain dapat mendampingi

Desa dalam meningkatkan

pelayanan sosial dasar.

Terfasilitasinya SKPD Kabupaten/Kota dan

pihak lain untuk mendampingi desa

dalam rangka meningkatkan pelayanan sosial

dasar.

4) Membantu PD dan PLD

dalam fasilitasi pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi

masyarakat desa secara terpadu.

Meningkatnya

pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi

masyarakat desa.

a) Adanya

pembiayaan kegiatan-kegiatan pelayanan

pendidikan dan kesehatan dalam

APBDesa; b) Terfasilitasinya

kegiatan pelayanan

pendidikan dan kesehatan di desa.

5) Membantu PD dan PLD dalam fasilitasi pemberdayaan

perempuan, anak, kaum difabel/berkebutuha n

khusus, kelompok miskin dan masyarakat marginal.

Meningkatnya akses dan pelayanan sosial dasar bagi

perempuan, anak, kaum

difabel/berkebutuhan khusus, kelompok miskin dan

masyarakat marginal.

a) Adanya pembiayaan kegiatan-kegiatan

pemberdayaan perempuan, anak,

kaum difabel/berkebutuhan khusus,

kelompok miskin dan masyarakat marginal dalam

APBDesa; b) Terfasilitasinya

kegiatan pemberdayaan perempuan, anak,

kaum difabel/berkebutuhan khusus,

kelompok miskin dan masyarakat

marginal di Desa. c) Tersedianya data

kaum

difabel/berkebutuhan khusus,

kelompok miskin dan masyarakat marginal.

6) Membantu PD dan PLD dalam fasilitasi

pelestarian dan

Adat, kearifan lokal, seni dan budaya

a) Kegiatan pembangunan dan

pemberdayaan

Page 51: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 29 -

pengembangan adat, kearifan lokal, seni dan budaya desa.

desa terjaga dengan baik.

masyarakat desa, tidak merusak tatanan adat,

kearifan lokal, seni dan budaya di desa;

b) Adanya kegiatan- kegiatan pelestarian dan pengembangan

adat, kearifan lokal, seni dan budaya di desa.

7) Membantu pemerintah daerah dan pemerintah

desa dalam koordinasi peningkatan pelayanan

sosial dasar.

Terjadinya koordinasi dalam hal

peningkatan pelayanan sosial

dasar

Tersedianya data dan informasi terkait

peningkatan pelayanan sosial

dasar.

2. PENDAMPING DESA (PD)

Pendamping Desa (PD) pada Program Pembangunan dan

Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) ini pada dasarnya besifat kolektif

(team work) yang dikoordinir oleh salah seorang diantara Pendamping

Desa itu sendiri dan dipilih oleh mereka sendiri dan atau difasilitasi oleh

supervisornya. PD mempunyai tugas pokok dan fungsi mendampingi desa

dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, kerjasama antar desa,

pengembangan BUMDes, dan fasilitasi pembangunan yang bersekala lokal

desa, diantarnya sebagai berikut:

No Tugas Pokok Output Kerja Indikator

1) Mendampingi pemerintah kecamatan dalam implementasi

Undang- Undang No. 6 Tahun 2014 tentang

Desa.

Proses Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014

tentang Desa terlaksana dengan

benar.

a) Terlaksananya sosialisasi Undang- Undang No. 6

Tahun 2014 tentang Desa dan

peraturan turunannya;

b) Terfasilitasinya

reviu dan evaluasi dokumen RPJMDes,

RKPDes, APBDes dan laporan pertanggung

jawaban;

2) Melakukan

pendampingan dan pengendalian PLD dalam menjalankan tugas

pokok dan fungsinya.

Meningkatnya

kapasitas PLD dalam memfasilitasi proses pembangunan dan

a) Terlaksananya

pelatihan dan On the Job Trainning (OJT) bagi PLD;

Page 52: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 30 -

pemberdayaan masyarakat di desa.

b) Dokumentasi kegiatan pengembangan

kapasitas dan evaluasi kinerja

PLD; c) Tersedianya RKTL

PLD dan laporan

kegiatan; d) Terlaksananya

koordinasi yang

baik antara PD dengan PLD.

3) Fasilitasi kaderisasi masyarakat desa dalam

rangka pelaksanaan UU Desa.

Adanya sejumlah kader pemberdayaan

masyarakat desa yang mendukung pelaksanaan Undang-

Undang No. 6 tahun 2014 tentang Desa.

a) Rencana kegiatan kaderisasi

masyarakat desa di desa dan/atau antardesa;

b) Terselenggaranya kaderisasi masyarakat desa di

desa dan/atau antardesa;

c) Setiap desa memiliki kader desa sesuai kebutuhan.

4) Fasilitasi musyawarah- musyawarah desa.

Musyawarah desa berjalan sesuai

aturan dan perundang-undang yang berlaku.

a) Terselenggaranya berbagai

musyawarah desa, musrenbang dan musyawarah

antardesa b) Masyarakat desa

berpartisipasi aktif dalam musyawarah desa.

5) Fasilitasi penyusunan produk hukum di desa

dan/atau antardesa.

Proses pelaksanaan penyusunan produk

hukum desa berjalan sesuai ketentuan dan peraturan yang

berlaku.

a) Terfasilitasinya penyusunan

peraturan desa, peraturan bersama kepala desa

dan/atau surat keputusan kepala

desa; b) Masyarakat desa

berpartisipasi aktif

dalam penyusunan produk hukum di

desa dan/atau antardesa.

c) Terfasilitasinya

peran BPD dalam proses penyusunan produk hukum desa

Page 53: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 31 -

6) Fasilitasi kerjasama antardesa dan dengan pihak ketiga dalam

rangka pembangunan dan pemberdayaan

masyarakat desa.

Proses fasilitasi kerjasama antar desa dan dengan pihak

ketiga dalam rangka pembangunan dan

pemberdayaan masyarakat desa berjalan dengan baik.

a) Terfasilitasinya penyusunan rencana kerjasama

antardesa dan dengan pihak ketiga

dalam rangka pembangunan dan pemberdayaan

masyarakat desa; b) Terfasilitasinya

kerjasama

antardesa dan dengan pihak ketiga

dalam rangka pembangunan dan pemberdayaan

masyarakat desa.

7) Mendampingi desa

dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan terhadap

pembangunan desa dan pemberdayaan

masyarakat desa.

Proses pelaksanaan

Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat berjalan

sesuai aturan yang berlaku.

a) Tersedianya

dokumen hasil Identifikasi kebutuhan

pengembangan kapasitas bagi

masyarakat desa; b) Tim Penyusun

RPJM Desa dan

RKP Desa terbentuk;

c) Pelatihan Tim Penyusun RPJM Desa dan RKPDesa;

d) Adanya dokumen proses penyusunan RPJM Desa dan

RKPDesa dan memastikan

dokumen tersebut diperdeskan;

e) Terlaksananya

evaluasi dan monitoring oleh

pemerintah dan masyarakat desa;

f) Terselenggaranya

pelatihan peningkatan kapasitas kinerja

BPD.

8) Fasilitasi koordinasi

kegiatan sektoral di desa dan pihak terkait

Adanya koordinasi

dan sinkronisasi desa dengan sektor dan

pihak terkait

Terfasilitasinya

kegiatan koordinasi dan sinkronisasi

pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa

Page 54: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 32 -

dengan sektor dan pihak terkait.

9) Fasilitasi pemberdayaan perempuan, anak dan kaum difabel /

berkebutuhan khusus, kelompok miskin dan

masyarakat marginal.

Meningkatnya akses dan pelayanan dasar bagi perempuan,

anak dan kaum difabel/berkebutuhan

khusus, kelompok miskin dan masyarakat

marginal.

Terfasilitasinya kegiatan- kegiatan pemberdayaan

perempuan, anak, dan kaum difabel /

berkebutuhan khusus, kelompok miskin dan masyarakat marginal;

3. PENDAMPING DESA TEKNIK INFRASTRUKTUR (PDTI)

Pendamping Desa Teknik Infrasturktur (PDTI) pada Program

Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) mempunyai

Tugas Pokok dan Fungsi mendampingi desa dalam penyelenggaraan

pemerintahan desa bidang inftrastruktur dasar, peningkatan kapasitas

kader desa teknis, fasilitasi pembangunan yang bersekala lokal desa,

diantarnya sebagai berikut :

No Tugas Pokok Output Kerja Indikator

1) Memberikan pelatihan dan bimbingan teknis

konstruksi secara sederhana kepada kader teknik dan masyarakat

sesuai dengan kondisi kekhususan setempat.

Kader teknik dan tim pelaksana

kegiatan desa mampu menjalankan tugas

dan fungsinya dengan baik.

a) Tersedianya data kader- kader teknik

desa yang telah terlatih;

b) Terlaksananya

pendampingan dalam pelaksanaan pembangunan,

pengelolaan dan pemeliharaan

sarana prasarana desa.

2) Memberikan bimbingan teknis dalam pembuatan desain dan RAB.

Tim pelaksana kegiatan dan kader teknik desa mampu

membuat desain dan RAB.

a) Tersedianya desain dan RAB untuk setiap kegiatan

pembangunan sarana prasarana desa;

b) Tersedianya jadwal pelaksanaan

kegiatan pembangunan sarana dan

prasarana desa.

Page 55: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 33 -

3) Fasilitasi pelaksanaan pembangunan, pengelolaan, dan

pemeliharaan sarana prasarana desa.

Proses fasilitasi pelaksanaan pembangunan,

pengelolaan, dan pemeliharaan sarana

prasarana desa berjalan dengan baik.

a) Terfasilitasinya pembentukan dan pelatihan Tim

Pelaksana, Tim Lelang, Tim

Pemelihara, dan Tim Monitoring;

b) Terfasilitasinya

proses survey harga dan lokasi, pengadaan barang

dan jasa serta pengadaan tenaga

kerja setempat. c) Tersedianya papan

informasi kegiatan.

d) Tersusunnya Perdes tentang

pengelolaan dan pemeliharaan sarana prasarana

desa (bekerjasama dengan PD Pemberdayaan).

4) Fasilitasi sertifikasi infrastruktur desa hasil

pelaksanaan kegiatan pembangunan Desa.

Adanya jaminan kualitas terhadap

hasil pembangunan sarana dan

prasarana desa.

Semua infrastruktur hasil kegiatan

pembangunan di desa di sertifikasi.

5) Fasilitasi koordinasi pembangunan,

pengelolaan, dan pemeliharaan sarana

prasarana desa/ antardesa dengan sektor atau pihak lain yang

terkait.

Adanya koordinasi perencanaan,

pelaksanaan, pengelolaan dan

pemeliharaan sarana prasarana desa/ antardesa dengan

sektor atau pihak lain yang terkait.

a) Terlaksananya koordinasi dan

sinkronisasi pembangunan

sarana prasarana desa/ antardesa;

b) Tersedianya

informasi pembangunan

sarana prasarana desa/ antardesa.

4. PENDAMPING LOKAL DESA (PLD)

Pendamping Lokal Desa (PLD) pada Program Pembangunan dan

Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) ini mempunyai Tugas Pokok dan

Fungsi mendampingi desa dalam penyelenggaraan pemerintahan desa,

kerjasama antar desa, pengembangan BUMDes, dan fasilitasi

pembangunan yang bersekala lokal desa, diantaranya sebagai berikut:

Page 56: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 34 -

No Tugas Pokok Output Kerja Indikator

1) Mendampingi Desa

dalam perencanaan pembangunan dan keuangan desa.

Perencanaan dan

penganggaran desa berjalan sesuai aturan dan

ketentuan yang berlaku.

a) Terlaksananya

sosialisasi Undang-Undang No. 6 Tahun

2014 tentang Desa dan

peraturan turunannya;

b) Terfasilitasinya

musyawarah desa yang partisipatif untuk menyusun

RPJM Desa, RKP Desa dan APBDes;

c) Tersusunnya Rancangan Peraturan Desa

tentang kewenangan lokal berskala Desa dan

kewenangan Desa berdasarkan hak

asal-usul dan Peraturan lain yang diperlukan;

2) Mendampingi desa dalam pelaksanaan

pembangunan desa.

Pelaksanaan pembangunan desa

berjalan sesuai aturan dan ketentuan yang

berlaku.

a) Adanya koordinasi

dengan PD dan pihak terkait mengenai

pembangunan desa;

b) Terfasilitasinya kerjasama antardesa;

c) Terfasilitasinya pelaksanaan

pembangunan desa yang sesuai dengan prinsip tata kelola

yang baik. d) Terfasilitasinya

ketersediaan

informasi publik terkait

pembangunan desa

3) Mendampingi masyarakat Desa dalam kegiatan pemberdayaan

masyarakat dan desa.

Penyelengaraan pemberdayaan masyarakat dan

desa sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.

Terlaksananya kegiatan peningkatan

kapasitas kader desa, masyarakat

Page 57: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 35 -

dan kelembagaan desa.

4) Mendampingi desa dalam pemantauan dan evaluasi kegiatan

pembangunan desa.

Proses pelaksanaan dan evaluasi kegiatan

pembangunan desa berjalan sesuai

ketentuan yang berlaku.

a) Terlaksananya peningkatan kapasitas Badan

Permusyawaratan Desa (BPD) dalam

melakukan pemantauan dan evaluasi

pembangunan desa;

b) Terlaksananya

evaluasi pembangunan

desa melalui musyawarah desa;

c) Masyarakat

terlibat dalam pelaksanaan evaluasi kegiatan

pembangunan desa.

B. PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

1. Pemerintah Provinsi dan Kabupaten wajib membina dan mengawasi

pelaksanaan penggunaan Dana Desa;

2. Pembinaan Pemerintah Kabupaten melalui DPMD meliputi:

a. menetapkan pengaturan yang berkaitan dengan Dana Desa;

b. membuat pedoman teknis kegiatan yang dapat didanai dari Dana

Desa;

c. melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penggunaan Dana

Desa; dan

d. memberikan bimbingan, supervisi dan konsultasi pelaksanaan

pengelolaan dan penggunaan Dana Desa.

e. melaksanakan sosialisasi kebijakan Pemerintah, Pemerintah Provinsi

dan Kabupaten terkait pengelolaan keuangan Desa;

f. melaksanakan bimbingan teknis bagi Pejabat Teknis Pengelolaan

Keuangan Desa.

3. Pengawasan Pemerintah Kabupaten melalui inspektorat meliputi:

a. Pengawasan rutin yang dilaksanakan secara regular paling sedikit 1

(satu) tahun sekali.

b. Pemeriksaan khusus yang dilaksanakan insidentil sesuai kebutuhan.

Page 58: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 36 -

4. Pembinaan dan Pengawasan Camat meliputi:

a. memfasilitasi penggunaan dan pengelolaan Dana Desa;

b. memberikan bimbingan, supervisi dan konsultasi terkait penggunaan

dan pengelolaan Dana Desa; dan

c. melakukan pengawasan penggunaan dan pengelolaan Dana Desa.

d. memverifikasi kesesuaian kegiatan yang tercantum dalam

RPJMDesa, RKPDesa dan APBDesa;

e. memberikan rekomendasi perbaikan terkait hasil evaluasi rancangan

peraturan Desa tentang APBDesa;

f. pembinaan terhadap Kepala Desa dan Perangkat Desa meliputi

Perencanaan, Pelaksanaan, penatausahaan dan

pertanggungjawaban APBDesa;

g. melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan yang tercantum

dalam APBDesa;

h. melaksanakan sosialisasi kebijakan pemerintah, pemerintah provinsi

dan kabupaten terkait pengelolaan keuangan Desa;

i. memverifikasi permohonan penyaluran dan Pertanggungjawaban

penggunaan keuangan desa; dan

j. membentuk tim verifikasi yang ditetapkan oleh keputusan camat

yang terdiri dari :

1. Camat sebagai Penanggung Jawab;

2. Sekretaris Kecamatan Sebagai Ketua;

3. Kepala Seksi Pemerintahan sebagai Sekretaris;

4. Perangkat Kecamatan lainnya yang ditunjuk oleh camat sebagai

anggota sebanyak 2 (dua) orang.

Page 59: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 37 -

BAB IV

PELAPORAN

1. Pelaporan dari Desa kepada Bupati

Pelaporan penetapan prioritas penggunaan Dana Desa merupakan proses

penyampaian data dan/atau informasi mengenai perkembangan, kemajuan

setiap tahapan dari mekanisme penetapan prioritas penggunaan Dana Desa.

Desa berkewajiban melaporkan penetapan prioritas penggunaan Dana Desa

kepada Bupati sebagimana Format 1. Terlampir yang dilengkapi dengan

dokumen-dokumen sebagai berikut:

a. Peraturan Desa tentang Kewenangan Desa berdasarkan Hak Asal-Usul

dan Kewenangan Lokal Berskala Desa;

b. Peraturan Desa tentang RKP Desa;

c. Peraturan Desa tentang APB Desa; dan

d. Laporan realisasi penyerapan Dana Desa dan Capaian Output Dana

Desa.

2. Mekanisme Pelaporan dalam Kondisi Khusus

Dalam hal yang dipandang perlu untuk dilaporkan secara mendesak atau

bersifat khusus, dapat dilakukan di luar mekanisme laporan berkala. Pelaporan

khusus ini bentuk dan waktunya bebas disesuaikan dengan kondisi dan

keadaan yang ada.

Page 60: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 38 -

BAB V

PENUTUP

Pedoman teknis Penggunaan Dana Desa ini disusun agar dapat dijadikan

pedoman oleh Pemerintah Desa untuk menjadi bahan pertimbangan

penyusunan dokumen perencanaan di Desa khususnya Rencana Kerja

PemerintahDesa (RKP Desa) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB

Desa).

Page 61: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 39 -

Daftar Kegiatan Prioritas Bidang Pembangunan Desa Yang Bersumber Dari Dana Desa

DAFTAR KEGIATAN PRIORITAS BIDANG PEMBANGUNAN DESA YANG BERSUMBER DARI DANA DESA TAHUN 2018

NO KEGIATAN JENIS KEGIATAN

1 Pengadaan, pembangunan, pengembangan dan

pemeliharaan sarana prasarana Desa

Kegiatan Pembangunan dan/atau Perbaikan Rumah Sehat untuk Fakir Miskin

2 Kegiatan Pengadaan Penerangan Lingkungan Pemukiman

3 Kegiatan Pembangunan dan/atau Pemeliharaan Pedestrian

4 Kegiatan Pembangunan dan/atau Pemeliharaan Drainase

5 Kegiatan Pembangunan dan/atau

Pemeliharaan Selokan

6 Kegiatan Pembangunan dan Pengadaan Tempat

Pembuangan Sampah

7 Kegiatan Pengadaan Gerobak Sampah

8 Kegiatan Pengadaan Kendaraan Pengangkut Sampah

9 Kegiatan Pengadaan Mesin Pengolah Sampah

10 Kegiatan Pembangunan dan/atau Pemeliharaan Tambatan Perahu

11 Kegiatan Pembangunan dan/atau Pemeliharaan Jalan Pemukiman

12 Kegiatan Pembangunan dan/atau

Pemeliharaan Jalan Poros Desa

13 Kegiatan Pembangunan dan/atau

Pemeliharaan Jalan Desa Antara Pemukiman ke Wilayah Pertanian

14 Kegiatan Pembangunan dan/atau Pemeliharaan Jalan Desa Antara Pemukiman ke Lokasi Wisata

15 Kegiatan Pembangunan dan/atau Pemeliharaan Jembatan Desa

16 Kegiatan Pembangunan dan/atau

Pemeliharaan Gorong-Gorong

17 Kegiatan Pembangunan dan/atau

Pemeliharaan Terminal Desa

18 Kegiatan Pembangunan Pembangkit Listrik

Tenaga Mikrohidro

19 Kegiatan Pembangunan Pembangkit Listrik

Tenaga Diesel

20 Kegiatan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Matahari

21 Kegiatan Pembangunan Instalasi Biogas

Page 62: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 40 -

22 Kegiatan Pembangunan Jaringan Distribusi Tenaga Listrik

23 Kegiatan Pengadaan Jaringan Internet Untuk Warga Desa

24 Kegiatan Pengadaan Website Desa

25 Kegiatan Pengadaan Peralatan Pengeras Suara (loudspeaker)

26 Kegiatan Pengadaan Telepon Umum

27 Kegiatan Pengadaan Radio Single Side Band (SSB)

28 Peningkatan Kualitas dan Akses terhadap Pelayanan Sosial Dasar

Kegiatan Pembangunan dan/atau Pemeliharaan Air Bersih Berskala Desa

29 Kegiatan Pembangunan dan/atau Pemeliharaan Sanitasi Lingkungan

30 Kegiatan Pembangunan dan/atau Pemeliharaan Jambanisasi

31 Kegiatan Pembangunan dan/atau Pemeliharaan Mandi Cuci Kakus (MCK)

32 Kegiatan Pengadaan Mobil Ambulance Desa

33 Kegiatan Pengadaan Alat Bantu Penyandang

Disabilitas

34 Kegiatan Pembangunan dan/atau

Pemeliharaan Panti Rehabilitasi Penyandang Disabilitas

35 Kegiatan Pembangunan dan/atau Pemeliharaan Balai Pengobatan

36 Kegiatan Pembangunan dan/atau Pemeliharaan Posyandu

37 Kegiatan Pembangunan dan/atau Pemeliharaan Poskesdes/Polindes

38 Kegiatan Pembangunan dan/atau Pemeliharaan Posbindu

39 Kegiatan Pengadaan Reagen Rapid Tes Kid

40 Kegiatan Pembangunan dan/atau Pemeliharaan Taman Bacaan Masyarakat

41 Kegiatan Pembangunan dan/atau Pemeliharaan Bangunan PAUD

42 Kegiatan Pengadaaan Buku dan Peralatan

Belajar PAUD

43 Kegiatan Pengadaan Wahana Permainan Anak

di PAUD

44 Kegiatan Pengadaan Sarana Taman Belajar

Keagamaan

45 Kegiatan Pembangunan dan/atau Pemeliharaan Perpustakaan Desa

46 Kegiatan Pengadaan Buku / Bahan Bacaan

47 Kegiatan Pembangunan dan/atau Balai

Pelatihan/Kegiatan Belajar Masayarakat

48 Kegiatan Pembangunan Sanggar Seni

49 Kegiatan Pengadaan Film Dokumenter

Page 63: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 41 -

50 Kegiatan Pengadaan Peralatan Kesenian

51 Pengadaan, pembangunan,

pengembangan dan pemeliharaan sarana prasarana usaha

ekonomi Desa

Kegiatan Pembangunan dan/atau Pemeliharaan Bendungan Berskala Kecil

52 Kegiatan Pembangunan dan/atau Pemeliharaan Embung

53 Kegiatan Pembangunan dan/atau Pemeliharaan Irigasi Desa

54 Kegiatan Pembangunan Percetakan Lahan Pertanian

55 Kegiatan Pengadaan Kolam Ikan

56 Kegiatan Pengadaan Kapal Penangkap Ikan

57 Kegiatan Pembangunan dan/atau

Pemeliharaan Tempat Pendaratan Kapal Penangkap Ikan

58 Kegiatan Pembangunan dan/atau

Pemeliharaan Tambak Garam

59 Kegiatan Pembangunan dan/atau Pemeliharaan Kandang Ternak

60 Kegiatan Pengadaan Mesin Pakan Ternak

61 Kegiatan Pembangunan Gudang Penyimpanan Sarana Produksi Pertanian

62 Kegiatan Pembangunan Pengeringan Hasil Pertanian

63 Kegiatan Pembangunan Lumbung Desa

64 Kegiatan Pembangunan Gudang Pendingin dan

Pengadaan (Cold Storage)

65 Kegiatan Pengadaan Mesin Jahit

66 Kegiatan Pengadaan Peralatan Bengkel Kendaraan Bermotor

67 Kegiatan Pengadaan Mesin Bubut Untuk

Mebeler

68 Kegiatan Pembangunan Pasar Desa

69 Kegiatan Pembangunan Pasar Sayur

70 Kegiatan Pembangunan Pasar Hewan

71 Kegiatan Pembangunan Tempat Pelelangan Ikan

72 Kegiatan Pengadaan Toko Online

73 Kegiatan Pembangunan Gudang Barang

74 Kegiatan Pembangunan Pondok Wisata

75 Kegiatan Pembangunan Panggung Hiburan

76 Kegiatan Pembangunan Kios Cenderamata

77 Kegiatan Pembangunan Kios Warung Makan

78 Kegiatan Pengadaan Wahana Permainan Anak

79 Kegiatan Pengadaan Wahana Permainan Outbond

80 Kegiatan Pembangunan Taman Rekreasi

81 Kegiatan Pembangunan Tempat Penjualan Tiket

82 Kegiatan Pembangunan Rumah Penginapan

83 Kegiatan Pengadaan Angkutan Wisata

Page 64: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 42 -

84 Kegiatan Pembangunan Penggilingan Padi

85 Kegiatan Pengadaan Mesin Peraut Kelapa

86 Kegiatan Pengadaan Mesin Penepung Biji-Bijian

87 Kegiatan Pengadaan Mesin Pencacah Pakan

Ternak

88 Kegiatan Pengadaan Mesin Sangrai Kopi

89 Kegiatan Pengadaan Mesin Pemotong/Pengiris

Buah dan Sayuran

90 Kegiatan Pengadaan Mesin Pompa Air

91 Kegiatan Pengadaan Traktor Mini

92 Pengadaan, pembangunan,

pengembangan dan pemeliharaan sarana prasarana untuk

pelestarian lingkungan hidup

Kegiatan Pembangunan Terasering

93 Kegiatan Pembangunan Kolam Untuk Mata Air

94 Kegiatan Pembangunan Plesengan Sungai

95 Kegiatan Pembangunan Pencegahan Abrasi

Pantai

96 Pengadaan, pembangunan, pengembangan dan

pemeliharaan sarana prasarana untuk

penanggulangan bencana alam dan/atau kejadian luar

biasa lainnya yang meliputi

Kegiatan Pembangunan Jalan Evakuasi dalam Bencana Gunungberapi

97 Kegiatan Pembangunan Gedung Pengungsian

98 Kegiatan Pembersihan Lingkungan Perumahan Yang Terkena Bencana Alam

99 Kegiatan Rehabilitasi dan Rekontruksi Lingkungan Perumahan Yang Terkena Bencana

Alam

Page 65: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 43 -

Daftar Kegiatan Prioritas Bidang Pemberdayaan Yang Bersumber Dari Dana Desa Tahun 2018

DAFTAR KEGIATAN PRIORITAS BIDANG PEMBERDAYAAN

YANG BERSUMBER DARI DANA DESA TAHUN 2018

NO KEGIATAN RINCIAN KEGIATAN

1 Peningkatan Kualitas dan

Akses terhadap Pelayanan Sosial Dasar

Kegiatan Penyediaan Air Bersih

2 Kegiatan Pelayanan Kesehatan

Lingkungan

3 Kegiatan Kampanye dan Promosi Hidup

Sehat

4 Kegiatan Bantuan Insentif Kader

Kesehatan Masyarakat

5 Kegiatan Pemantauan Pertumbuhan

Gizi Balita dan Anak Sekolah

6 Kegiatan Penyediaan PMT Gizi Balita

dan Anak Sekolah

7 Kegiatan Pengelolaan Balai Pengobatan

Desa dan Persalinan

8 Kegiatan Perawatan Kesehatan

dan/atau Pendampingan untuk Bumil, Nifas dan Menyusui

9 Kegiatan Pengobatan Untuk Lansia

10 Kegiatan Fasilitasi Keluarga Berencana

11 Kegiatan Pegelolaan Rehabilitasi Bagi Penyandang Disabilitas

12 Kegiatan Pelatihan Kader Kesehatan Masyarakat

13 Kegiatan Pelatihan Hak-Hak Anak, Ketrampilan Pengasuhan Anak dan Perlindungan Anak

14 Kegiatan Pelatihan Pangan Yang Sehat dan Aman

15 Kegiatan Pelatihan Kader Desa Untuk Pangan Yang Sehat dan Aman

16 Kegiatan Bantuan Insentif Guru PAUD

17 Kegiatan Bantuan Insentif Guru Taman

Belajar Keagamaan

18 Kegiatan Penyelenggaraan Pelatihan

Kerja

19 Kegiatan Penyelengaraan Kursus Seni

Budaya

20 Kegiatan Bantuan Pemberdayaan Bidang Olahraga

21 Kegiatan Pelatihan Pembuatan Film Dokumenter

22 Pengelolaan sarana dan prasarana lingkungan

Kegiatan Pengelolaan Sampah Berskala Rumah Tangga

Page 66: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 44 -

23 berdasarkan kemampuan teknis dan sumber daya lokal yang tersedia

pengelolaan usaha

ekonomi produktif serta pengelolaan sarana dan prasarana ekonomi

Kegiatan Pengelolaan Sarana Pengolahan Air Limbah

24 Kegiatan Pengelolaan Terminal Desa

25 Kegiatan Pengelolaan Tambatan Perahu

26 Kegiatan Pengolahan Limbah Peternakan Untuk Energi Biogas

27 Kegiatan Pembuatan Bioethanol dari Ubi Kayu

28 Kegiatan Pengolahan Minyak Goreng Bekas menjadi Biodiesel

29 Kegiatan Pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Angin

30 Kegiatan Pengelolaan Sistem Informasi Desa

31 Kegiatan Pengelolaan Koran Desa

32 Kegiatan Pengelolaan Website Desa

33 Kegiatan Pengelolaan Radio Komunitas

34 Kegiatan Pengadaan Pembibitan Tanaman Pangan

35 Kegiatan Pengadaan Pembibitan Tanaman Keras

36 Kegiatan Pengadaan Pupuk

37 Kegiatan Pembenihan ikan air tawar

38 Kegiatan Pengelolaan Usaha Hutan Desa

39 Kegiatan Pengelolaan Usaha Hutan

Sosial

40 Kegiatan Pengadaan Bibit/Induk Ternak

41 Kegiatan Inseminasi Buatan

42 Kegiatan Pengadaan Pakan Ternak

43 Kegiatan Produksi Tepung Tapioka

44 Kegiatan Produksi Kerupuk

45 Kegiatan Produksi Keripik Jamur

46 Kegiatan Produksi Keripik Jagung

47 Kegiatan Produksi Ikan Asin

48 Kegiatan Produksi Abon Sapi

49 Kegiatan Produksi Susu Sapi

50 Kegiatan Produksi Kopi

51 Kegiatan Produksi Coklat

52 Kegiatan Produksi Karet

53 Kegiatan Pengelolaan Usaha Meubelair Kayu dan Rotan

54 Kegiatan Pengelolaan Usaha Alat-Alat Rumah Tangga

55 Kegiatan Pengelolaan Usaha Pakaian

Jadi/Konveksi

56 Kegiatan Pengelolaan Usaha Kerajinan

Tangan

57 Kegiatan Pengelolaan Usaha Kain Tenun

58 Kegiatan Pengelolaan Usaha Kain Batik

Page 67: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 45 -

59

Kegiatan Pengelolaan Usaha Bengkel Kendaraan Bermotor

60 Kegiatan Pengelolaan Usaha Pedagang di Pasar

61 Kegiatan Pengelolaan Usaha Pedagang Pengepul

62 Kegiatan Pendirian BUM Desa dan/atau

BUM Desa Bersama

63 Kegiatan Pembangunan dan Penyewaan

Sarana Prasarana Olahraga (BUM Desa)

64 Kegiatan Pengadaan dan Penyewaan Alat Transportasi (BUM Desa)

65 Kegiatan Pengadaan dan Penyewaan Peralatan Pesta (BUM Desa)

66 Kegiatan Pembentukan dan Pengembangan Usaha Hutan

Kemasyarakatan

67 Kegiatan Pembentukan dan

Pengembangan Usaha Hutan Tanaman Rakyat

68 Kegiatan Pembentukan dan Pengembangan Kemitraan Kehutanan

69 Kegiatan Pembentukan Usaha Ekonomi Masyarakat

70 Kegiatan Bantuan Sarana Produksi, Distribusi dan Pemasaran Untuk Usaha Ekonomi Masyarakat

71 Kegiatan Sosialisasi Teknologi Tepat Guna (TTG)

72 Kegiatan Pengembangan Pos Pelayanan Teknologi Desa (Posyantekdes)

73 Kegiatan Percontohan Teknologi Tepat Guna (TTG)

74 Kegiatan Penyediaan Informasi Harga/Pasar

75 Kegiatan Pameran Hasil Usaha BUM Desa

76 Kegiatan Pameran Hasil Usaha Ekonomi Masyarakat

77 Kegiatan pameran Hasil Usaha Koperasi

78 Kegiatan Kerjasama Perdagangan Antar Desa

79 Kegiatan Kerjasama Perdagangan Dengan Pihak Ketiga

80 Penguatan kesiapsiagaan masyarakat Desa dalam

menghadapi bencana serta kejadian luar biasa lainnya yang meliputi:

Kegiatan Penyediaan Layanan Informasi Tentang Bencana Alam

81 Kegiatan Pelatihan Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi

Bencana Alam

82 Kegiatan Pelatihan Tenaga Sukarelawan

Untuk Penanganan Bencana Alam

Page 68: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 46 -

83 pelestarian lingkungan hidup antara lain:

Kegiatan Pembibitan Pohon Langka

84 Kegiatan Reboisasi

85 Kegiatan Rehabilitasi Lahan Gambut

86 Kegiatan Pembersihan Daerah Aliran

Sungai

87 Kegiatan Pemeliharaan Hutan Bakau

88 Kegiatan Perlindungan Terumbu Karang

89 Pemberdayaan

masyarakat Desa untuk memperkuat tata kelola

Desa yang demokratis dan berkeadilan sosial

Kegiatan Pengembangan Sistem

Informasi Desa

90 Kegiatan Pengembangan Pusat

Kemasyarakatan Desa dan/atau Balai Rakyat

91 Kegiatan Penyusunan Arah Pengembangan Desa

92 Kegiatan Penyusunan Rancangan Program/Kegiatan Pembangunan Desa Yang Berkelanjutan

93 Kegiatan Pendataan Potensi dan Aset Desa

94 Kegiatan Penyusunan profil Desa/data Desa

95 Kegiatan Penyusunan Peta Aset Desa

96 Kegiatan Sosialisasi Dana Desa

97 Kegiatan Penyelenggaraan Musyawarah

Kelompok Warga Miskin, Warga Disabilitas, Perempuan, Anak, Dan Kelompok Marginal

98 Kegiatan Penyusunan Usulan Kelompok Warga Miskin, Warga Disabilitas,

Perempuan, Anak, Dan Kelompok Marginal

99 Kegiatan Pengembangan Sistem Administrasi Keuangan Dan Aset Desa Berbasis Data Digital

100 Kegiatan Pengembangan Laporan Keuangan Dan Aset Desa Yang Terbuka

Untuk Publik

101 Kegiatan Pengembangan Sistem

Informasi Desa

102 Kegiatan Penyebarluasan Informasi Kepada Masyarakat Desa

103 Kegiatan Penyelenggaraan Musyawarah Desa

104 Kegiatan Pembentukan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa

105 Kegiatan Pelatihan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa

106 Kegiatan Pelatihan Usaha Pertanian

107 Kegiatan Pelatihan Usaha Perikanan

108 Kegiatan Pelatihan Usaha Perkebunan

109 Kegiatan Pelatihan Usaha Industri Kecil

110 Kegiatan Pelatihan Usaha Perdagangan

Page 69: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

- 47 -

111 Kegiatan Pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG)

112 Kegiatan Pelatihan Kerja dan Keterampilan Bagi Masyarakat

113 Kegiatan Pemantauan Berbasis Komunitas

114 Kegiatan Audit Berbasis Komunitas

115 Kegiatan Pengembangan Unit Pengaduan Di Desa

116 Kegiatan Pengembangan Bantuan Hukum Dan Paralegal Desa

117 Kegiatan Pengembangan Kapasitas

Paralegal Desa

118 Kegiatan Penyelenggaraan Musyawarah

Desa Untuk Pertanggungjawaban Dan Serah Terima Hasil Pembangunan Desa

Page 70: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

48

Contoh Laporan Kepala Desa Kepada Bupati tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa

LAPORAN KEPALA DESA KEPADA BUPATI

PENETAPAN PRIORITAS PENGGUNAAN DANA DESA

TAHUN ANGGARAN ...

NO

PROVINSI,

KABUPATEN/KOTA, KECAMATAN,

DESA

KEGIATAN PRIORITAS

PEMBANGUNAN DESA PEMBERDAYAAN

MASYARAKAT SARANA PRASARANA

DESA

PELAYANAN SOSIAL

DASAR USAHA EKONOMI DESA

PELESTARIAN

LINGKUNGAN HIDUP

HASIL

KEGIATAN SESUAI

PRIORIT

AS

VOLUME

BIAYA

HASIL

KEGIAT

AN SESUAI

PRIORI

TAS

VOLUME

BIAYA

HASIL

KEGIAT

AN SESUAI

PRIORI

TAS

VOLUME

BIAYA

HASIL

KEGIAT

AN SESUAI

PRIORI

TAS

VOLUME

BIAYA

HASIL

KEGIAT

AN SESUAI

PRIORI

TAS

VOLUME

BIAYA

1. JAWA BARAT

1 KAB. SUKABUMI

1.

PALABUHANRAT

U

1. TONJONG

2. ……….

2. SIMPENAN

1. CIDADAP

2. ……….

…………………………………. Kepala Desa

Page 71: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

49

Contoh Format Laporan Realisasi Penyerapan dan Capaian Output Dana Desa

LAPORAN REALISASI PENYERAPAN DANA DESA

TAHAP …TAHUN ANGGARAN … PEMERINTAH DESA … KECAMATAN … KABUPATEN SUKABUMI

NOMOR URAIAN URAIAN OUTPUT

URAIAN VOLUME

CARA PENGADAAN

ANGGARAN REALISASI SISA %

CAPAIAN

OUTPUT

KET.

1 2 3 4 5 6 7 8=(6-

7) 9 10

1.

1.2 1.2.1

2 2.2

2.2.1 2.2.2

2.4 2.4.1

2.4.2

PENDAPATAN

Pendapatan Transfer Dana Desa

- Tahap Pertama

- Tahap Kedua JUMLAH PENDAPATAN

BELANJA BANTUAN KE DESA ……

Bidang Pembangunan Kegiatan

……………………………. Dst................………………………

Bidang Pemberdayaan Kegiatan …………………………….

Dst................………………………

Page 72: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

50

JUMLAH BELANJA

PEMBIAYAAN

Pengeluaran Pembiayaan Penyertaan Modal Desa

- Modal Awal - Pengembangan Usaha

JUMLAH PEMBIAYAAN

JUMLAH ( PENDAPATAN – BELANJA – PEMBIAYAAN}

BENDAHARA DESA ………….

( ………………………………….. )

Disetujui Oleh Desa……, Tanggal …………………

KEPALA DESA DESA ………….

( ………………………………….. )

Page 73: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

51

PETUNJUK PENGISIAN

No. Uraian

1. Kolom 1 diisi dengan Kode Rekening sesuai dengan APBDesa

2. Kolom 2 diisi dengan uraian pendapatan, belanja dan pembiayaan yang menggunakan Dana Desa

3. Kolom 3 diisi dengan uraian output, Misal : Pembangunan Jalan

4. Kolom 4 diisi dengan Jumlah Volume output yang terdiri jumlah dan satuan output, Misal : 500 Meter

5. Kolom 5 diisi dengan cara pengadaan, Misal : Swakelola

6. Kolom 6 diisi dengan jumlah anggaran

7. Kolom 7 diisi dengan jumlah realisasi

8. Kolom 8 diisi dengan selisih antara anggaran dan realisasi

9.

Kolom 9 diisi dengan presentase capaian output dengan perhitungan sebagai berikut :

a. Kegiatan pembangunan/pemeliharaan/pengembangan fisik dihitung sesuai perkembangan penyelesaian fisik

dilapangan dan foto

b. Kegiatan Non Fisik dihitung dengan cara :

- Penyelesaian kertas kerja / kerangka acuan kerja yang memuat latarbelakang, tujuan, lokasi, target/sasaran

dan anggaran sebesar 30%

- Undangan pelaksanaan kegiatan, daftar peserta pelatihan dan konfirmasi pengajar sebesar 5%

- Kegiatan telah terlaksana sebesar 80%

- Laporan Pelaksanaan Kegiatan dan Foto sebesar 100%

10. Kolom 10 diisi dengan Keterangan, Misal : Berapa output yang telah terlaksana (kuantitas)

Page 74: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

52

Contoh Format Rencana Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran …

Contoh Model: Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun …

Provinsi : Kabupaten : Kecamatan :

Desa : Tipologi : Desa Pegunungan /Dataran Tinggi, Pertanian Pangan,

Tertinggal dan Sangat Tertinggal Produk Unggulan : Pertanian Sayur Mayur (Kentang, Kol, Wortel dll)

Bidang Kegiatan Tujuan

A. Pembangunan Desa

1. pembangunan, pengembangan

dan pemeliharaan sarana prasarana

lingkungan permukiman

a. pembangunan/pengadaan

tandon air/bak penampung air hujan

atau air bersih dari sumber mata air.

- memenuhi dan mendekatkan akses

kubutuhan air bersih untuk penduduk Desa;

- membangun/pengadaan baru untuk bak penampung air hujan

b. pemeliharaan saluran air bersih dari sumber

mata air ke rumah-rumah penduduk.

- mencegah kerusakan saluran air bersih

- menjamin pemenuhan kebutuhan air bersih untuk penduduk

2. pembangunan, pengembangan

dan pemeliharaan sarana prasarana transportasi

a. pembangunan jalan poros Desa

- meningkatkan kualitas jalan poros Desa;

- memudahkan distribusi hasil pertanian

b. pembangunan jalan lingkungan Desa

- meningkatkan kualitas jalan lingkungan Desa;

- memudahkan transportasi hasil

pertanian.

B. Pemberdayaan Masyarakat Desa

1. Dukungan kegiatan ekonomi baik yang

dikembangkan oleh BUM

Desa/BUM Desa Bersama.

a. Pendirian dan pengembangan BUM Desa/BUM Desa

Bersama.

Meningkatkan usaha ekonomi di Desa.

b. pelatihan manajemen

usaha BUM Desa/BUM Desa Bersama.

meningkatkan pengetahuan

dan keterampilan pengurus atau anggota dalam mengembangkan usaha

ekonomi di Desa

c. bantuan permodalan membantu pengembangan

usaha ekonomi di Desa.

2. Peningkatan

kapasitas pelaku usaha ekonomi Desa melalui

a. pelatihan pertanian

organik

- meningkatkan

keterampilan penduduk mengelola pertanian organik;

Page 75: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

53

pelatihan dan pemagangan.

- meningkatkan nilai tambah komiditas

ekonomi lokal.

b. Pelatihan penggunaan

sarana prasarana produksi pertanian dan usaha ekonomi lainnya

Memberikan pengetahuan

penggunaan sarana prasarana produksi pertanian dan usaha

ekonomi lainnya

…………………………………. Kepala Desa ……………………….

…………………………..

Page 76: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

54

Contoh Surat Keputusan Kepala Desa Tentang Penetapan PTPKD

KABUPATEN SUKABUMI

KEPUTUSAN KEPALA DESA …

NOMOR … TAHUN ...

TENTANG

PELAKSANA TEKNIS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA

KEPALA DESA ...

Menimbang : a. bahwa Pengelolaan Keuangan Desa merupakan

keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan

pertanggungjawaban keuangan desa; b. bahwa untuk melaksanakan Pengelolaan Keuangan

Desa Tahun Anggaran ..., Kepala Desa dibantu oleh

Pelaksana Teknis Pengelolaan Keuangan Desa (PTPKD);

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana

dimaksud pada huruf a dan uruf b, perlu menetapkan Keputusan Kepala Desa tentang Pelaksana Teknis

Pengelolaan Keuangan Desa;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6

Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5539),

sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan

Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5717);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa Yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan

dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 168, Tambahan Lembaran

Page 77: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

55

Negara Republik Indonesia Nomor 5558) sebagaimana telah beberapakali diubah terakhir dengan Peraturan

Pemerintah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa Yang Bersumber dari Anggaran

Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5864);

4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa (Berita

Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 2093); 5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun

2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa (Berita

Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 2094); 6. Peraturan Daerah Kabupaten Sukabumi Nomor 9

Tahun 2015 tentang Desa (Lembaran Daerah

Kabupaten Sukabumi Tahun 2015 Nomor 9) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah

Kabupaten Sukabumi Nomor 6 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Desa (Lembaran Daerah Kabupaten

Sukabumi Tahun 2017 Nomor 6); 7. Peraturan Bupati Sukabumi Nomor 98 Tahun 2016

Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa (Berita Daerah Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 Nomor 98);

8. Peraturan Bupati Sukabumi Nomor 100 Tahun 2016

Tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Desa (Berita Daerah Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 Nomor 100);

9. Peraturan Desa … Nomor …Tahun … tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa tahun …

(Lembaran Desa … Tahun… Nomor …);

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KESATU : Pelaksana Teknis Pengelolaan Keuangan Desa berasal

dari unsur Perangkat Desa, terdiri dari Sekretaris Desa, Kepala Seksi dan Kepala Urusan Keuangan, sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang

merupakan bagian tidak terpisahkan dengan keputusan ini.

KEDUA : Sekretaris Desa selaku koordinator pelaksana teknis

pengelolaan keuangan desa mempunyai tugas :

a. menyusun dan melaksanakan Kebijakan Pengelolaan APBDesa;

b. menyusun Rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa, perubahan APBDesa dan pertanggung jawaban pelaksanaan APBDesa;

c. melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan yang telah ditetapkan dalam APBDesa;

Page 78: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

56

d. menyusun pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBDesa; dan

e. melakukan verifikasi terhadap bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran APBDesa.

KETIGA : Kepala Seksi selaku Pelaksana Kegiatan sesuai bidangnya mempunyai tugas : a. menyusun rencana pelaksanaan kegiatan yang

menjadi tanggung jawabnya; b. melaksanakan kegiatan dan/atau bersama Lembaga

Kemasyarakatan Desa yang telah ditetapkan di dalam APBDesa;

c. melakukan tindakan pengeluaran yang menyebabkan

atas beban anggaran belanja kegiatan; d. mengendalikan pelaksanaan kegiatan; e. melaporkan perkembangan pelaksanaan kegiatan

kepada Kepala Desa; dan f. menyiapkan dokumen anggaran atas beban

pengeluaran pelaksanaan kegiatan. KEEMPAT : Kepala Urusan Keuangan selaku Bendahara mempunyai

tugas meliputi menerima, menyimpan, menyetorkan/membayar, menatausahakan, dan

mempertanggungjawabkan penerimaan pendapatan desa dan pengeluaran pendapatan desa dalam rangka pelaksanaan APBDesa.

KELIMA : Segala biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya

Keputusan ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan

dan Belanja Desa APBDesa … Tahun Anggaran …

KELIMA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di ... pada tanggal … :

KEPALA DESA …

NAMA

(tanpa gelar dan jabatan)

Page 79: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

57

LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA DESA .. Nomor : …Tahun …

Tanggal : … Tentang:Pelaksana Teknis

Pengelolaan Keuangan Desa

PELAKSANA TEKNIS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA … KECAMATAN … KABUPATEN SUKABUMI

TAHUN ANGGARAN …

NO NAMA JABATAN SELAKU

1. Sekretaris Desa Koordinator

2. Kasi Pemerintahan

Pelaksana Kegiatan Bidang Pemerintahan

dan Pembinaan Kemsayarakatan

3. Kaur Perencanaan

Pelaksana Kegiatan Bidang Pembangunan

4. Kasi Kesejahteraan

Pelaksana Kegiatan Bidang Pemberdayaan Masyarakat

5. Kaur Keuangan Bendahara Desa

KEPALA DESA …

NAMA (tanpa gelar dan jabatan)

Page 80: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

58

Contoh Surat Keputusan Kepala Desa Tentang Penunjukan Bank Persepsi Sebagai RKD

KABUPATEN SUKABUMI KEPUTUSAN KEPALA DESA …

NOMOR … TAHUN …

TENTANG PENUNJUKAN BANK BJB SEBAGAI BANK PERSEPSI

REKENING KAS UMUM DESA

menimbang : a. bahwa dalam rangka mendukung dan menunjang

pelaksanaan pengelolaan dana desa serta sumber – sumber pendapatan desa lainnya maka perlu menunjuk salah satu bank sebagai bank persepsi;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebgaimana dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan Keputusan Kepala Desa

tentang Penunjukan Bank BJB sebagai Bank Persepsi Rekening Kas Umum Desa;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara tahun Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 5495); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang

Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 5539), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah

Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5717);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa Yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan

dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5558) sebagaimana

telah beberapakali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014

tentang Dana Desa Yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara

Page 81: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

59

Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5864);

4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 2093);

5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 2094);

6. Peraturan Daerah Kabupaten Sukabumi Nomor 9 Tahun 2015 tentang Desa (Lembaran Daerah Kabupaten

Sukabumi Tahun 2015 Nomor 9) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Sukabumi Nomor 6 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan

Daerah Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Desa (Lembaran Daerah Kabupaten Sukabumi Tahun 2017 Nomor 6);

7. Peraturan Bupati Sukabumi Nomor 98 Tahun 2016

Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa (Berita Daerah Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 Nomor 98);

8. Peraturan Bupati Sukabumi Nomor 100 Tahun 2016 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Desa (Berita Daerah Kabupaten Sukabumi Tahun 2016

Nomor 100); 9. Peraturan Desa … Nomor ... Tahun … tentang Anggaran

Pendapatan dan Belanja Desa Tahun ... (Lembaran Desa … Tahun … Nomor …);

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KESATU : Menunjuk Bank BJB Sebagai bank Persepsi (Rekening Kas Umum Desa) dengan : No Rekening : …

Atas nama : …

KEDUA : Penunjukan Bank BJB sebagaimana dimaksud dalam diktum kesatu adalah untuk kelancaran dalam pengelolaan Dana Desa serta sumber – sumber pendapatan desa lainnya.

KETIGA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di ...

pada tanggal ...

KEPALA DESA …

NAMA

(tanpa gelar dan jabatan)

Page 82: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

60

Contoh Surat Permohonan Penyaluran Dana Desa;

KOP DESA

...............,................ 20..

Kepada Yth.

Nomor : Bupati Sukabumi Sifat : Penting. Melalui Kepala BPKAD Kab. Sukabumi Lampiran : Di

Perihal : Permohonan Penyaluran Dana Desa Tahap..... Tahun Angaran........

Palabuhanratu

Berdasarkan Peraturan Bupati Sukabumi

Nomor............... tanggal.............Tentang.................. bahwa

kami Pemerintah Desa........... untuk tahun ....... mendapat

alokasi anggaran bantuan keuangan Dana Desa sebesar Rp.

......., sehubungan dengan hal tersebut untuk tertib dan

lancarnya penyelenggaraan pemerintahan desa, kami

mengajukan penyaluran anggaran bantuan keuangan tersebut

diatas untuk tahap.......sebesar Rp. .............(.......) dengan

rincian sebagai berikut :

NO. URAIAN JUMLAH KET.

A. Dana Desa (........%).

............................................. .......................

............................................. .......................

JUMLAH TOTAL................ .......................

Berkaitan dengan hal itu, sebagai kelengkapan

persyaratan penyaluran anggaran bersama ini kami lampirkan:

1. ...................

2. ....................

3. .....................

4. Dst.

Demikian mohon maklum dan atas segala perhatiannya

kami ucapkan terima kasih.

Kepala Desa,......

................................

Tembusan :

Yth. Kepala DPMD Kabupaten Sukabumi.

Contoh Surat Rekomendasi Camat

Page 83: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

61

KOP KECAMATAN

REKOMENDASI

No.

Berdasarkan Peraturan Bupati Sukabumi Nomor ...... Tahun .........

tentang ...................................... di Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran

............, serta memperhatikan Surat Kepala Desa ..........

Nomor..........Tanggal.........Perihal Permohonan Penyaluran Anggaran Dana

Desa Tahap..........Tahun ......... bahwa untuk menyelenggarakan

Pemerintahan Desa perlu adanya dukungan anggaran yang memadai,

sehubungan dengan hal tersebut, setelah memperhatikan :

1. Jumlah anggaran yang dimohonkan oleh Pemerintah Desa....... telah

sesuai dengan Daftar Rincian Penggunaan Dana Desa Tahun ..........

Tahap.......

2. Kelengkapan persyaratan yang diajukan oleh Pemerintah

Desa.........telah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

3. Sesuai hasil verifikasi kami, bahwa semua pertanggungjawaban

pengeluaran keuangan yang telah dicairkan pada tahap.......telah

dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan dan pajak-pajak yang

menjadi kewajiban pemerintah desa sudah selesai dibayarkan dan

dilaporkan.

Maka Saya selaku Camat............memberikan rekomendasi atas

permohonan penyaluran Dana Desa tahun ........... tahap.....yang diajukan

oleh Pemerintah Desa .....................sejumlah Rp. .......... (....................)

dengan rincian :

NO. URAIAN JUMLAH KET.

A. Dana Desa (........%).

.............................................. .......................

.............................................. .......................

JUMLAH TOTAL................ .......................

Demikian rekomendasi ini kami sampaikan untuk dapat dijadikan

bahan pertimbangan sebagaimana mestinya.

Camat.........................

....................................

Tembusan :

Yth. Kepala DPMD Kabupaten Sukabumi.

Page 84: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

62

KOP KECAMATAN

LEMBAR VERIFIKASI

KELENGKAPAN PERSYARATAN PENYALURAN

DANA DESA TAHAP I

TAHUN ANGGARAN …

Desa :

Kecamatan :

Kabupaten :

NO URAIAN PERSYARATAN PENYALURAN LENGKAP

DAN SAH

TIDAK LENGKAP

DAN TIDAK SAH

1. dokumen RPJM Desa dan RKP Desa;

2. keputusan Kepala Desa tentang Penetapan

PTPKD dan penunjukan bank persepsi sebagai RKD;

3. pertanggungjawaban Penggunaan Dana Desa Tahap kedua Tahun sebelumnya beserta bukti setoran pajak;

4. surat permohonan penyaluran dari Kepala Desa;

5. peraturan desa tentang Kewangan Desa Berdasarkan Hak Asal Usul dan

Kewenangan Lokal Berskala Desa;

6. peraturan Desa tentang APB Desa untuk

tahun berjalan beserta lampirannya setelah dilakukan evaluasi oleh Camat;

7. daftar rincian penggunaan Dana Desa

keseluruhan dan tahap I;

8. foto copy KTP Kepala Desa, RKD, NPWP,

NPWPD atas nama Pemerintah Desa;

9. visualisasi 0% (untuk kegiatan bidang

pembangunan desa);

10. fakta Integritas penggunaan dana desa;

11. laporan Realisasi APBDesa Semester kedua Tahun sebelumnya

12. peraturan Desa tentang laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan

APBDesa tahun sebelumnya beserta lampirannya;

13. laporan realisasi penyerapan dan capaian

output Dana Desa tahun sebelumnya

14. laporan Penyelenggaraan Pemerintahan

Desa (LPPD) tahun sebelumnya

Page 85: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

63

TIM VERIFIKASI KECAMATAN …………….

Mengetahui Camat …………..

…………………………. NIP…………………….

Nama (Ketua) ……………… NIP

Nama (Sekretaris) ……………… NIP Nama (Anggota) ………………

NIP Nama (Anggota) ……………… NIP

Page 86: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

64

KOP KECAMATAN

LEMBAR VERIFIKASI

KELENGKAPAN PERSYARATAN PENYALURAN

DANA DESA TAHAP II

TAHUN ANGGARAN …

Desa :

Kecamatan :

Kabupaten :

NO URAIAN PERSYARATAN PENYALURAN LENGKAP DAN SAH

TIDAK LENGKAP

DAN TIDAK

SAH

1. pertanggungjawaban Penggunaan Dana

Desa Tahap kedua Tahun sebelumnya beserta bukti setoran pajak;

2. surat permohonan penyaluran dari Kepala Desa;

3. daftar rincian penggunaan Dana Desa tahap II;

4. foto copy KTP Kepala Desa, RKD, NPWP, NPWPD atas nama Pemerintah Desa;

5. visualisasi 0% (untuk kegiatan bidang pembangunan desa);

6. fakta Integritas penggunaan dana desa;

7. laporan Realisasi APBDesa Semester Pertama

8. laporan realisasi penyerapan dan capaian output Dana Desa Tahap I

…………..,………………….

TIM VERIFIKASI KECAMATAN …………….

Mengetahui Camat …………..

…………………………. NIP…………………….

Nama (Ketua) ……………… NIP Nama (Sekretaris) ………………

NIP Nama (Anggota) ……………… NIP

Nama (Anggota) ……………… NIP

Page 87: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

65

KOP KECAMATAN

SURAT KETERANGAN

NOMOR : ……………………………

Dasar : 1. Peraturan Menteri Keuangan Nomor ….. Tentang

2. Peraturan Bupati Sukabumi Nomor … Tentang …

3. Radioram …. Nomor … Tentang …

4. Surat Permohonan Dari Kepala Desa …. Nomor…

Tim Verifikator Kecamatan ……………….., Kabupaten Sukabumi dengan ini

menerangkan bahwa pertanggungjawaban penggunaan dana desa tahap

….. berikut bukti setoran pajak dan Fotocopy SPJ serta Fotocopy bukti

setoran pajak tersebut telah ada dan di arsipkan di kantor kecamatan ……..

Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana

mestinya.

…………..,………………….

TIM VERIFIKASI KECAMATAN …………….

Mengetahui Camat …………..

…………………………. NIP…………………….

Nama (Ketua) ……………… NIP Nama (Sekretaris) ………………

NIP Nama (Anggota) ………………

NIP Nama (Anggota) ……………… NIP

Page 88: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

66

Contoh Daftar Rincian Penggunaan Dana Desa

DAFTAR RINCIAN PENGGUNAAN DANA DESA

NOMOR URUT

KODE

REKENING APBDESA

URAIAN KEGIATAN PAGU

ANGGARAN TAHAP

I TAHAP

II

2.2 Bidang Pelaksanaan Pembangunan

2.2.1 Pembangunan Jalan Desa

Pembangunan Jalan Rw …

2.4 Bidang Pemberdayaan

………………………., ………………20

Kepala desa ………………..

…………………………………

Page 89: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

67

Contoh Daftar Rincian Penggunaan Dana Desa Untuk Setiap Tahap

DAFTAR RINCIAN PENGGUNAAN DANA DESA

NOMOR

URUT

KODE REKENING APBDESA

URAIAN KEGIATAN TAHAP

I

2.2 Bidang Pelaksanaan Pembangunan

2.2.1 Pembangunan Jalan Desa

Pembangunan Jalan Rw

2.4 Bidang Pemberdayaan

………………………., ………………20 Kepala desa ………………..

………………………………

Page 90: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

68

Contoh Fakta Integritas Penggunaan Dana Desa

SURAT PERNYATAAN PERTANGGUNGJAWABAN PENGGUNAAN DANA DESA

TAHUN ANGGARAN … Yang bertanda tangan di bawah ini :

NAMA : ………………………… JABATAN : …………………………

BERTINDAK UNTUK DAN ATAS NAMA : ………………………… ALAMAT : ………………………… NOMOR KTP : …………………………

NOMOR TELEPON : ………………………… EMAIL : …………………………

Dengan ini, menyatakan dengan sebenarnya bahwa untuk memenuhi

tujuan transparansi dan akuntabilitas penggunaan Dana Desa yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran ... untuk tahap I :

1. Bertanggung jawab penuh baik formal maupun materil atas penggunaan

bantuan keuangan yang diterima; 2. Akan menggunakan bantuan keuangan sesuai dengan rencana

penggunaan anggaran yang telah disetujui; 3. Bersedia diaudit secara independen sesuai peraturan perundang -

undangan.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab serta tidak ada unsur paksaan dari pihak manapun.

…………………………….

KEPALA DESA ................................

……………………………

Page 91: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

69

Panduan Evaluasi Rancangan Perdesa APBDesa dan Rancangan Perdesa Perubahan APBDesa.

PEDOMAN EVALUASI

RANCANGAN PERATURAN DESA

TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA

DAN RANCANGAN PERATURAN DESA TENTANG PERUBAHAN

ANGGARAN PENDAPATAN DAN DAN BELANJA DESA

TAHUN ANGGARAN .....

A. DASAR PEMIKIRAN

1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) sebagai wujud

dari pengelolaan keuangan Desa dibahas dan disepakati oleh

Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang

ditetapkan tiap tahun dengan Perdes.

2. APBDesa disusun sesuai dengan kebutuhan dan kewenangan

Desa berdasarkan asas tranparansi,akuntabel,patisipatif,serta

tertib dan disiplin anggaran.

3. Bahwa berdasarkan Pasal 69 ayat (4) Undang-undang nomor 6

tahun 2014 tentang Desa jo pasal 101 Peraturan Pemerintah

Nomor 43 tahun 2014 tentang Peraturn Pelaksanaan Undang-

unang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa jo.Psal 21 ayat(1)

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 tentang

Pengelolaan Keuangan Desa, Rancangan Peraturan Desa tentang

APBDesa harus dievalusi oleh Camat.

4. Berdasarkan ketentuan sebagaimana tersebut diatas, Pemerintah

Daerah perlu Mengeluarkan Pedoman Teknis Evaluasi Rancangan

Peraturan Desa tentang APBDesa dan Rancangan Desa tentang

Perubahan APBDesa Tahun Anggaran ....

B. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan Tujuan Pedoman Teknis ini, yaitu :

1. Maksud

Pedoman Teknis ini dimaksud untuk menjamin tercapainya

prinsip kepatuhan, keselarasan keseimbangan dan kejelasan

pengelolaan keuangan Desa dalam membiayai Pembangunan

Desa berdasarkan Kewenangan Desa yang mengutamakan

kepentingan umum dan sesuai dengan ketentuan peraturan

perundang undangan.

2. Tujuan Umum

Pedoman Teknis ini bertujuan untuk memberikan acuan kepada

Camat dalam rangka evaluasi Rancangan Peraturan Desa tentang

APBDesa atau Rancangan Peraturan Desa tentang Perubahan

APBDesa.

Page 92: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

70

C. SASARAN EVALUASI

Sasaran Evaluasi

1. Diperoleh Data dan informasi yang akan menjadi Dasar untuk

memberikan penilaian kepada Desa dalam kaitannya dengan

kepatuhan penyusunan dan penetapan Rancangan Peraturan

Desa tentang APBDesa dan Rancangan Peraturn Desa Tentang

Perbahan APBDesa.

2. Diperoleh data dan informasi yang akan menjadi dasar untuk

memberikan penilaian kepada Desa dalam kaitannya dengan

substansi dan materi Rancangan Peraturan Desa tentang

APBDesa dan Rancangan Peraturan Desa tentang Perubahan

APBDesa.

D. RUANG LINGKUP EVALUASI

Ruang Lingkup Pelaksanaan Evaluasi, yaitu :

1. Aspek Administrasi yang meliputi Identifikasi kelengkapan dan

Informasi terkait Dokumen pendukung dalam penyusunan

Rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa dan Rancangan

Peraturan Desa Tentang perubahan APBdesa.

2. Aspek Legaliats yang meliputi identifikasi peraturan-peraturan

yang melandasi penyusunan Rancangan Peraturan Desa

dimaksud.

3. Aspek Kebijakan yang meliputi identifikasi konsistensi

substansi dan materi dengan RPJM Desa dan RKP Desa; dan

4. Aspek Substansi anggaran dalam struktur APBDesa yang

meliputi pendapatan, belanja dan pembiayan.

E. EVALUASI

1. Persiapan Evaluasi

a) Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan

persiapan evaluasi, yaitu :

1) Pembentukan Tim Evaluasi oleh Camat,selanjutnya camat

pembentuk Tim Evaluasi yang terdiri dari :

a) Penanggungjawab : Camat

b) Ketua : Sekretaris Kecamatan

c) Sekretaris : Kasi Pem

d) Anggota : Perangkat Lain Yang di tunjuk

(2 Orang)

2) Anggota Tim Evaluasi dimaksud adalah pejabat atau staf yang

memiliki kompentensi sesuai bidangnya dari unsur terkait untuk

melakukan evaluasi Rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa

dan Rancangan Peraturan tentang Perubahan APBDesa.

Page 93: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

71

3) Segala Biaya yang dibutuhkan oleh Tim evaluasi dalam

melaksanakan tugasnya dibebankan pada Anggaran Pendapatan

dan Belanjan Daerah (APBD) Kabupaten .

b) Dokumen Evaluasi

1) Dokumen Utama

a) Rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa yang telah

disepakati bersama BPD dan atau

b) Rancangan Peraturan Desa tentang Perubahan APBDesa yang

telah disepakati Bersama BPD.

c) Dokumen Penunjang (alat verifikasi)

a) Disampaikan oleh Desa

• Keputusan Musyawarah BPD Pembahasan dan dan

Penyepakatan Rancangan Peraturan Desa tentang

APBDesa (untuk evaluasi rancangan Perdes tentang

APBDesa ; atau

• Keputusan Musyawrah BPD pembahasan dan

penyepakatan Rancangan Peraturan Desa tentang

Perubahan APBDesa (untuk evaluasi rancangan Perdes

tentang perubahan APBDesa);

• Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM Desa);

• Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) tahun

berkenaan.

• Peraturan Desa tentang Daftar kewenangan berdasarkan

kewenangan hak asal usul dan kewenangan berkala desa.

• Dokumen yang relapan (misal, Perdes tentang

pemebentukan dana cadangan, Perdes tentang pendirian

BUMDesa, hasil uji kelayakan penyertaan modal

BUMDesa,dll)

b) Disiapkan oleh Tim Evaluasi

• Peraturan Bupati tentang pengelolaan keuangan Desa

• Peraturan Bupati tentang Pembangunan Desa

• Peraturan Bupati tentang Daftar kewenangan Desa

berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal Berkala

Desa.

• Peraturan Bupati tentang pengadaan barang dan jasa di

Desa

• Peraturan Bupati tentang Dana Desa

• Peraturan Bupati tentang Alokasi Dana Desa

• Peraturan Bupati tentang bagi hasil Pajak dan retribusi

daerah dan

• Peraturan Bupati tentang satuan harga Kabupaten yang

didalamnya mengatu standar harga di Desa

(memperhitungkan tingkat kemahalan dan kondisi

geografis (Harga perkiraan sendiri)

Page 94: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

72

2. Pelaksanaan Evaluasi

Proses Evaluasi dilaksanakan dengan menempuh 2 (dua)

tahapan, yaitu:

a) Pemeriksaan kelengkapan dokumen evaluasi administrasi dan

legalitas

1) Evaluasi Administrasi dan legalitas meneliti beberapa hal sebagai

berikut

a) Kepatuhan atas kelengkapan penyampaian dokumen

evaluasi.

b) Keputusan atas penyajian informasi dalam Rancangan

Peraturan yang akan dievaluasi, dan

c) Konsistensi Penggunaan dokumen dan informasi dalam

rancangan peraturan yang akan dievaluasi;

d) Kesesuaian Rancangan Peraturan yang akan dievaluasi

dengan teknis penyusunan peraturan Desa.

2) Langkah-langkah Evaluasi.

a) Langkah 1 : Pengumpulan dokumen Evaluasi

b) Langkah 2 : Pencatatan nomor tanggal dan kelengkapan

lampiran semua dokumen.

c) Langkah 3 : Penelitian dan pengendalian nomor,tanggal

dan kelengkapan lampiran semua dokumen.

d) Langkah 4 : Pembandingan tanggal penyampaian semua

dokumen dengan ketentuan yang berlaku

tentang batas waktu penyampaian dokumen

dan

e) Langkah 5 Kesimpulan secara narasi hasil langkah 1 s.d 4

Catatan : Jika dari hasil pemeriksaan kelengkapan dokumen

tidak terpenuhi sesuai ketentuan Tim Evaluasi meminta kepada

Pemerintah desa untuk melengkapinya. Waktu Pelaksanaan

evaluasi dihitung kembali setelah dokumen diterima secara

lengkap.

b) Evaluasi Kebijakan dan Struktur APBDesa / Perubahan APBDesa;

Langkah-langkah evaluasi tertuang dalam lembar kerja,terlampir

3. Hasil Evaluasi

Setelah selesai melaksanakan Evaluasi Rancangan Peraturan Desa

tentang APBDesa atau Rancangan Peraturan Desa tentang

Perubahan APBDesa, Tim Evaluasi Menyusun laporan hasil Evaluasi

yang dituangkan dalam keputusan Camat.

Laporan hasil evaluasi dimaksud untuk menyampaikan temuan

analisis terhadap Rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa atau

Rancangan Peraturan Desa tentang Perubahan APBDesa sebagai

umpan balik kepada pemerintah Desa untuk melakukan

penyempurnaan atau persetujuan terhadap Rancangan Peraturan

Page 95: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

73

Desa dimaksud. Laporan Hasil Evaluasi (LHE) tersebut secara garis

besar menyajikan impormasi mengenai : (a) evaluasi atas sistem

APBDesa atau Perubahan APBDesa,dan (b) evaluasi atau substansi

APBDesa atau Perubahan APBDesa.

Laporan hasil Evaluasi Rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa

atau Rancangan Peraturan Desa tentang perubahan APBDesa

didistribusikan kepada : a. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat

Dan Desa atau seblan lainnya; dan b. inspektorat Daerah Kabupaten

Sukabumi.

Page 96: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

74

Lampiran I : Pedoman Evaluasi Rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa dan Rancangan Peraturan Desa tentang Perubahan APBDesa

LEMBAR EVALUASI APBDESA

Kabupaten

Kecamatan Desa

:

: :

NO ASPEK/KOMPONEN PERIKSA KESESUAIAN ALAT VERIFIKASI KETERANGAN

1 Aspek Administrasi dan Legalitas Ya Tidak

1.1 Apakah semua dokumen evaluasi telah diterima dari Desa secara lengkap

1.2 Apakah pengajuan Rancangan Perdes

tentang APBDesa atau Rancangan Perdes tentang Perubahan APBDesa dilakukan tepat waktu.

Keputusan hasil Musyawarah BPD

pembahasan dan penyepakatan Perdes tentang APBDesa / Perubahan APBDesa (lihat tanggal

terlampir)

Berdasarkan Permendagri

113/2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa , 3 hari setelah disepakati bersama,Perdes

tentang APBDesa/Perdes tentang Perubahan APBDesa

harus diajukan kepada Bupati atau Camat untuk dievaluasi.

1.3 Apakah BPD telah menyepakati

Rancangan Perdes tentang APBDesa / Rancangan Perdes tentang Perubahan

APBDesa

Keputusan hasil musyawarah BPD

Pembahasan dan penyepakatan Perdes tentang APBDesa Perubahan

APBDesa

Berdasarkan Permendagri

110/2016 tentang BPD

Kesimpulan penilaian aspek administrasi dan legalitas

Page 97: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

75

2 Aspek Kebijakan dan struktur APBDesa/Perubahan APBDesa

2.1 Umum

2.1.1 Apakah Rancangan Perdes tentang APBDesa /Perubahan

APBDesa disusun berdasarkan RKPDesa/RKPDesa Perubahan tahun berkenan

RKP Desa RKP Perubahan tahun berkenaan

2.1.2 Apakah penempatan pos Pendapatan telah sesuai dengan

peraturan perundang-undangan.

Permendagri 113/2014 dan Perbup dengan Pengelolaan

Keuanagn Desa

Kesimpulan Penilaian aspek Kebijakan Umum

2.2 Pendapatan

2.2.1 Apakah estiminasi pendapatan Asli Desa rasional dan realistis

Perdes terkait PADesa (misal Perdes tentang pungutan,dll)

2.2.2 Apakah estiminasi pendapatan Desa yang bersumber dari

pendapatan Asli Desa rasional dan realitis,serta didapatkan secra legal dan telah diatur

dalam peraturan Desa

2.2.3 Apakah estiminasi pendapatan

Desa yang bersumber dari Desa Transfer rasional dan realistis

Kesimpulan penilaian struktur APBDesa/Perubahan APBDesa bagian Pendapatan

Page 98: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

76

2.3 Belanja

2.3.1 Apakah Penempatan pos telah sesuai dengan peraturan Perundang-undangan

Permendagri 113/2014 dan Perbup dengan Pengelolaan Keuangan Desa

2.3.2 Semua belanja keuangan Desa telah sesuai dengan

kewenangan Desa

Perbup tentang Daftar kewenangan Berdasarkan hak

asal usul dan kewenangan local berskala desa

2.3.2 Apakah ada Program /Kegiatan yang dilakukan lebih dari 1

(satu) tahun anggaran (multiyear)

2.3.4 Apakah Belanja Desa yang ditetapkan dalam APBdesa paling banyak 30%,

dipergunakan untuk : 1. Siltap dan tunjangan

kades dan perangkat

Desa. 2. Operasional Pemerintah

Desa 3. Tunjangan dan

Operasional BPD

4. Insentif Rukun Tetangga dan Rukun Warga

(Bisa Melalui Siskeudes)

2.3.5 Siltap, Tunjangan dan operasioanl untuk Kepala Desa dan perangkat Desa sesuai yang

telah ditetapkan dalam peraturan Bupati

Peraturan Bupati tentang ADD atau Perbup tentang Penetapan Siltap kepala Desa dan Perangkat

Desa

Page 99: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

77

2.3.6 Besaran tunjangan dan Operasional untuk anggota

BPD,serta intensif RT/RW dianggarkan sesuai yang ditetapkan dalam Perauran

Bupai

Peraturan Bupati tentang ADD atau Perbup tetang Penetapan

Siltap Kepala Desa dan Perangkat Desa

2.3.7 Alokasi belanja dengan output

yang kan dihasilkan logis karena memperhitungkan tingkat kemahalan dan geografis

(harga perkiraan sendiri/HPS)

Kesimpulan penilaian struktur APBDesa/Perubahan APBDesa Bagian Belanja

2.4 Pembiayaan

2.4.1 Apakah penempatan pos Pembiayaan telah sesuai dengan peraturan perundang-

undangan

2.4.2 Apakah Ada pos pengeluaran

pembiayaan untuk pembentukan Dana Cadangan.

2.4.3 Apakah Pembentukan Dana Cadangan telah ditetapkan dengan peraturan Desa

Peraturan Desa tentang Desa Cadangan

2.4.4 Apakah ada pos Pengeluaran pembiayaan untuk penyertaan

modal pada BUMDesa

Page 100: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

78

2.4.5 Apakah penyertaan modal BUMDesa telah sesuai dengan

peraturan dengan perundang-undangan dan ditetapkan melalui Peraturan Desa dan

memenuhi nilai kelayakan usaha

Peraturan Desa tentang Pembentukan BUMDesa dan

hasil uji kelayakan usaha

2.4.6 Pada Evaluasi Perubahan APBDesa,pada pos penerimaan pembiayaan terdapat SILPA

tahun Anggaran sebelumnya

2.4.7 Pada Evaluasi Perubahan

APBDesa, apakah SILPA tahun sebelumnya telah digunakan

seluruhnya

Kesimpulan Penilaian Struktur APBDesa/Perubahan APBDesa bagian Pembiayaan

Kesimpulan Umum Hasil Evaluasi

Page 101: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

79

DAFTAR KEGIATAN RANCANGAN APBDESA / RANCANGAN PERUBAHAN APBDESA

TAHUN ANGGARAN ……………………..

DESA :

KECAMATAN : KABUPATEN :

KODE

REKENING

APBDE

SA

KEGIATAN PAGU

ANGGARAN

TERCANTUM DALAM

KETER

ANGAN PERDES

RPJMDESA

PERDES

RKPDESA

PERDES

KEWENANGAN DESA

PERBUP DAN

PERMENDAGRI DANA DESA

PERBUP

ADD

Page 102: BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT - …bojonggenteng.desa.id/wp-content/uploads/sites/820/2018/04/Perbup-72...bupati sukabumi provinsi jawa barat peraturan bupati sukabumi nomor

80

Evaluasi dilakukan tanggal ..........................................

Mengetahui Camat …………..

………………………….

NIP…………………….

Nama (Ketua) ……………… NIP

Nama (Sekretaris) ……………… NIP

Nama (Anggota) ……………… NIP Nama (Anggota) ………………

NIP

BUPATI SUKABUMI,

TTD

MARWAN HAMAMI