bupati bintan provinsi kepulauan riau peraturan jdih. ?· (1) permohonan pembetulan atas sppt pbb...

Download BUPATI BINTAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN jdih. ?· (1) Permohonan pembetulan atas SPPT PBB P2…

Post on 03-Apr-2019

213 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BUPATI BINTAN

PROVINSI KEPULAUAN RIAU

PERATURAN BUPATI BINTAN

NOMOR 37 TAHUN 2014

TENTANG

TATA CARA PEMBETULAN, PEMBATALAN, PENGURANGAN

KETETAPAN DAN PENGHAPUSAN ATAU PENGURANGAN SANKSI

ADMINISTRASI PAJAK BUMI DAN BANGUNAN

PERDESAAN DAN PERKOTAAN

BUPATI BINTAN,

Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 81

Peraturan Daerah Kabupaten Bintan Nomor 1 Tahun

2011 tentang Pajak Daerah;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana

dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan

Bupati ini tentang Tata Cara Pembetulan, Pembatalan,

Pengurangan Ketetapan dan Penghapusan atau

Pengurangan Sanksi Administrasi Pajak Bumi dan

Bangunan Perdesaan dan Perkotaan;

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1956 tentang

Pembentukan Daerah Otonom Dalam Lingkungan

Daerah Provinsi Sumatera Tengah (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 25, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3896);

2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang

Ketentuan Umum dan Tata cara Perpajakan

sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-

undang Nomor 16 Tahun 2000 (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2000 (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 126,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor 3984);

3. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang

Penagihan Pajak Dengan Surat Paksa (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 42,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor 3686), sebagaimana telah diubah dengan

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000 (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 129,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor 3987);

4....

4. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang

Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari

Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang

Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437)

sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir

dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008

tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor

32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008

Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 4844 );

6. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak

Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Tahun 2009 Nomor 5049);

7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38

Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan

Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan

Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor

87,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor 4737);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 91 Tahun 2010 tentang

Jenis Pajak Yang Pungut berdasarkan Penetapan

Kepala Daerah atau Dibayar Sendiri Oleh Wajib Pajak

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010

Nomor 153,Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 5179)

9. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 11/PMK07/2010

tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Terhadap

Pelanggaran Ketentuan Di Bidang Pajak Daerah Dan

Retribusi Daerah;

10. Peraturan Daerah Kabupaten Bintan Nomor 18 Tahun

2007 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan

Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Bintan Tahun

2007 Nomor 18);

11. Peraturan Daerah Kabupaten Bintan Nomor 7 Tahun

2008 tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah

Kabupaten Bintan (Lembaran Daerah Kabupaten

Bintan Tahun 2008 Nomor 7), sebagaimana diubah

dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bintan Nomor 8

Tahun 2011;

12...

12. Peraturan Daerah Kabupaten Bintan Nomor 1 Tahun

2011 tentang Pajak Daerah (Lembaran Daerah

Kabupaten Bintan Tahun 2011 Nomor 1);

sebagaimana telah diubah terakhir kali dengan

Lembaran Daerah Kabupaten Bintan Tahun 2013

Nomor 6.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG TATA CARA

PEMBETULAN, PEMBATALAN, PENGURANGAN

KETETAPAN DAN PENGHAPUSAN ATAU

PENGURANGAN SANKSI ADMINISTRASI PAJAK BUMI

DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Bupati ini yang di maksud dengan :

1. Daerah adalah Kabupaten Bintan.

2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten

Bintan.

3. Bupati adalah Kepala Daerah Kabupaten Bintan.

4. Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah

selanjutnya disingkat DPPKD adalah Dinas

Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah

Kabupaten Bintan.

5. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Pendapatan dan

Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Bintan.

6. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan

selanjutnya disingkat PBB P2 adalah Pajak atas bumi

dan/atau bangunan yang dimiliki, dikuasi, dan/atau

dimanfaatkan oleh orang pribadi atau badan, kecuali

kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha

perkebunan, perhutanan dan pertambangan.

7. Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi

dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan, yang

selanjutnya disingkat SPPT PBB P2 adalah surat yang

digunakan oleh Pemerintah Daerah untuk

memberitahukan besarnya pajak terhutang kepada

wajib pajak.

8. Surat Ketetapan Pajak Daerah Pajak Bumi dan

Bangunan Perdesaan dan Perkotaan, yang

selanjutnya disingkat SKPD PBB P2 adalah surat

ketetapan pajak yang menentukan besarnya jumlah

pokok pajak yang terhutang.

9. Surat Ketetapan Pajak Daerah Lebih Bayar Pajak

Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan yang

selanjutnya disingkat SKPDLB PBB P2 adalah surat

Ketetapan

ketetapan pajak yang menentukan jumlah kelebihan

pembayaran pajak karena jumlah kredit pajak lebih

besar daripada pajak yang terhutang atau seharusnya

dibayar.

10. Surat Tagihan Pajak Daerah, yang disingkat STPD,

adalah Surat untuk melakukan tagihan pajak dan

atau sanksi administratif berupa bunga dan atau

denda.

BAB II

KEWENANGAN

Pasal 2

(1) Atas permohonan Wajib Pajak atau karena

jabatannya Kepala Dinas dapat membetulkan SPPT

PBB P2, SKPD PBB P2, STPD PBB P2, atau SKPDLB

PBB P2 yang dalam penerbitannya terdapat

kesalahan tulis dan/atau kesalahan hitung dan/atau

kekeliruan penetapan ketentuan tertentu dalam

peraturan perundang-undangan perpajakan daerah.

(2) Kepala Dinas dapat :

a. Mengurangkan atau menghapus sanksi

administrasi berupa bunga, denda dan kenaikan

pajak yang terhutang menurut peraturan

perundang-undangan perpajakan daerah, dalam

hal sanksi tersebut dikenakan karena kekhilafan

wajib pajak atau bukan karena kesalahannya;

b. Mengurangkan atau membatalkan SPPT PBB P2,

SKPD PBB P2, STPD PBB P2 atau SKPDLB PBB P2

yang tidak benar;

c. Membatalkan hasil pemeriksaan atau ketetapan

pajak yang dilaksanakan atau diterbitkan tidak

sesuai dengan tata cara yang ditentukan;

d. Mengurangkan atau membatalkan ketetapan pajak

terhutang dalam hal objek pajak terkena bencana

alam atau sebab lain yang luar biasa; dan/atau

e. Mengurangkan ketetapan pajak terhutang

berdasarkan pertimbangan - pertimbangan

kemampuan membayar wajib pajak atau kondisi

tertentu objek pajak.

BAB III

Tata Cara Pembetulan PBB-P2 Pasal 3

Kepala DPPKD atau atas permohonan Wajib Pajak,

dapat membetulkan kesalahan tulis, kesalahan hitung,

dan/atau kekeliruan penerapan ketetntuan tertentu

dalam peraturan perundang - undangan perpajakan

terhadap keputusan atau ketetapan sebagai berikut :

a.....

a. SPPT;

b. SKPD;

c. SKPDLB;

d. STPD;

e. Surat Ketetapan Keberatan;

Pasal 4

Pembetulan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3

meliputi pembetulan atas kesalahan atau kekeliruan

yang tidak mengandung persengketaan antara Petugas

Dinas dan Wajib Pajak, yaitu :

a. Kesalahan tulis, antara lain kesalahan penulisan

Nomor Objek Pajak (NOP), Nama, Alamat, Luas Tanah

dan/atau bangunan;

b. Kesalahan hitung, antara lain kesalahan

penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan/atau

pembagian; dan/atau

c. Kekeliruan penerapan ketentuan tertentu dalam

peraturan perundang-