bulu babi pulau panjang

Download bulu babi pulau panjang

Post on 20-Oct-2015

86 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kelimpahan bulu babi

TRANSCRIPT

I. PENDAHULUAN1.1. Latar BelakangIndonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari kurang lebih 13.000 pulau, 1.000 pulau diantaranya dihuni oleh penduduk dan selebihnya kosong. Dari sejumlah pulau tersebut, terdapat 12 pulau yang mempunyai luas lebih dari 450 km menempati 97% seluruh luas daratan. Dengan sebaran banyaknya potensi kelautan di wilayah industri sangat besar. Potensi tersebut tidak saja berupa produk yang memungkinkan dimanfaatkan untuk kepentingan, akan tetapi juga terkait dengan lingkungan laut dan pesisir baik dalam kegiatan ekonomi maupun untuk mendukung aspek keanekaragaman hayati.Pemanfaatan potensi sumber daya laut bertujuan untuk mencukupi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan manusia.Pertambahan penduduk yang pesat dan dirasakan makin sempitnya daratan, memaksa untuk berangsur-angsur mengalihkan kegiatan ekonomi ke laut. Terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup akan pangan, mineral maupun bahan mentah. Peluang pengembangan sumber daya ini belum sepenuhnya didaya gunakan, terutama karena kendala kurangnya pengetahuan, baik yang dasar maupun terapannya.Dalam kaitan ini, nelayan, sumber daya manusia yang langsung bergelut dalam eksploitasi perikanan laut perlu mendapat perhatian yang proposional.Wilayah pesisir Pulau Panjang memiliki potensi untuk mengalami perubahan dari keseimbangan ekosistem pulau.Ekosistem yang terdapat di pulau kecil ini diduga tidak hanya berupa satu jenis habitat yang mandiri, namun sesungguhnya terdapat keterkaitan satu ekosistem dengan yang lainnya.Teripang ditemukan pada habitat yang selalu berada dibawah garis surut terendah.Topograpi dari rataan terumbu atau kawasan habitat lain pada lokasi setempat sangat berpengaruh terhadap distribusi teripang yang ada pada lokasi tersebut. Habitat dengan dasar pasir karang yang sebagian ditumbuhi lamun (sea grass) merupakan tempat hidup teripang.Beberapa jenis teripang, ada yang hidup di daerah dengan habitat yang berbongkah karang (boulders), dan disekitar kelompok karang hidup.Keterkaitan ekosistem khas wilayah pantai antara lamun dan terumbu karang telah dibuktikan dengan terdapatnya ketergantungan antar ekosistem dalam membesarkan biota laut dalam siklus hidupnya.Kedua ekosistem ini mempunyai peran penting sebagai habitat teripang dan berbagai biota lainnya. Berbagai jenis teripang yang bernilai ekonomi penting menjadikan padang lamun dan terumbu karang sebagai tempat mencari makan, berlindung, bertelur, memijah, daerah asuhan, stabilitas dan penahan sedimen, mengurangi dan memperlambat pergerakan gelombang, tempat terjadinya siklus dan sebagai penyerap karbon di lautan. Padang lamun dan terumbu karang juga berperan penting untuk menjaga kestabilan garis pantai.Teripang memiliki istilah yang diberikan untuk hewan invertebrata timun laut (Holothuroidea) yang dapat dikonsumsi oleh manusia.Biota ini tersebar luas di lingkungan laut di seluruh dunia, mulai dari zona pasang surut sampai laut dalam terutama di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik Barat.Kelompok timun laut yang ada di dunia ini terdapat lebih dari 1200 jenis, dan sekitar 30 jenis di antaranya adalah kelompok teripang.Di perairan Indonesia terdapat banyak jenis teripang, namun demikian, jenis teripang yang dikenali mempunyai nilai ekonomi tinggi hanyalah beberapa jenis saja.yaitu teripang pasir (Holothuria scabra), teripang perut hitam (H. atra), teripang susuan (H. nobilis), teripang perut merah (H. edulis), dan teripang nanas (Thelenota ananas).Teripang merupakan biota laut yang mempunyai prospek ekonomi sebagai komoditas ekspor karena kandungan proteinnya yang tinggi.Pengembangan komoditas ini diperlukan untuk mendukung pendapatan eksport dan meningkatkan kekuatan ekonomi masyarakat pesisir.Untuk dapat mengembangkan lebih lanjut maka pengetahuan tentang bioekologinya sangatlah diperlukan.1.2. Pendekatan MasalahTeripang (Holothuroidea) merupakan salah satu biota benthos penghuni daerah pesisir khususnya di lingkungan terumbu karang dan lingkungan pantai berlamun. Kedua lingkungan tersebut berfungsi sebagai tempat berlindung dan berpijah serta sebagai temapat mencari makan.Di samping itu kehidupan kehidupan organisme di dalam ekosistem perairan tidak dapat dipisahkan dengan faktor lingkungan.Faktor lingkungan tersebut menyangkut beberapa sifat perairan dimana sifat sifat itu seperti faktor fisika, kimia dan biologinya.Terkait dengan bioekologinya, perubahan faktor lingkungan secara langsung dapat berpengaruh terhadap kehidupan teripang, pengaruh faktor faktor tersebut akan mempengaruhi kondisi ekosistem yang selanjutnya akan mempengaruhi kehidupan teripang.Pengaruh faktor fisika kimia terhadap teripang dapat berakibat langsung atau tidak langsung, pengaruh tidak langsung umumnya akan menyebabkan perubahan kondisi lingkungan. Selanjutnya perubahan ekosistem akan berpengaruh terhadap distribusi dan kelimpahan teripang. Sementara pengaruh langsungnya adalah terkait pada kemampuan adaptasi teripang terhadap perubahan faktor fisika kimia. Oleh karenanya dalam rangka mengkaji aspek bioekologi teripang di pulau panjang maka akan dilakukan penelusuran mendalam terhadap :1. Kondisi faktor lingkungan dari perairan karang dan perairan lamun tersebut;2. Kualitas ekosistem yang dapat berubah;3. Keberadaan dan sebaran teripang (Holothuroidea) di suatu perairan karang dan perairan lamun; dan4. Komposisi jenis dan kepadatan teripang (Holothuroidea) di suatu perairan karang dan perairan lamun.Langkah langkah pendekatan tersebut selebihnya ditujukan pada gambar 1.Skema pendekatan masalah penelitian.

INPUT

Perairan Pantai Pulau Panjang, Kabupaten Jepara

Ekosistem Padang Lamun dan Terumbu Karang

PROSES

KelimpahanTeripang

Preferensi kebiasaan makananFaktorAbiotik: Suhu, Salinitas, Kedalaman, pH, Arusdankecerahan

Analisis Data

OUTPUT

Hasil

Kesimpulan

Keterangan := Hubungan tidak langsung= Hubungan langsung

Gambar 1. Skema pendekatan masalah penelitian

1.3. Tujuan dan ManfaatBerdasarkan uraian mengenai latar belakang dan permasalahan yang ada, maka penelitian ini bertujuan mengetahui Perbedaan sebaran, komposisi jenis, dan kelimpahan teripang (Holothuroidea) pada perairan karang dan lamun di pantai pulau panjang jepara;Berdasarkan uraian mengenai latar belakang manfaat yang ada dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan bahan informasi tentang keberadaan, sebran, kepadatan teripang dan komposisi jenis teripang (Holothuroidea) terutama dalam pengusaha dan pengawasan sebagai upaya untuk pengelolaan serta pemikirannya.Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat bermanfaat sebagai sumbangan pemikiran bagi pertimbangan dan penelitian lebih lanjut, guna pengelolaan sumberdaya perikanan terutama sumberdaya teripang (Holothuroidea).

1.4. Lokasi dan WaktuPenelitian ini dimulai pada tanggal 7 November 2013 di perairan karang dan perairan lamun di pantai pulau panjang jepara serta analisa dilakukan di Laboratorium Pengembangan Wilayah Pantai Universitas Diponegoro Jepara.

II. TINJAUAN PUSTAKA2.1. Klasifikasi, Morfologi dan Anatomi Klasifikasi teripang pasir (Holothuria sp.) menurut Barnes (1968); (Martoyo et. al. 2007) adalah sebagai berikut :Filum : Echinodermata Sub filum : Echinozoa Kelas : Holothuroidea Sub kelas : Apidochirotacea Ordo : Aspidochirotida Famili : Holothuridae Genus : 1. HolothuriaSpesies :Holothuria argus Holothuria vacabunda Holothuria impatiens Holothuria scabra Holothuria marmorata Holothuria edulis 2. MuelleriaSpesies :Muelleria lecanora 3. Stichopus Spesies :Stichopu ananas Stichopu chloronatus Stichopu variegatus

Teripang merupakan salah satu anggota hewan berkulit berduri (Echinodermata). Duri teripang merupakan butir-butir kapur mikroskopis yang terbenam dalam jaringan dinding tubuh (Hyman, 1955; Lawrence, 1987).Bentuk tubuh teripang secara umum adalah silindris.memanjang dari ujung mulut kearah anus (orally-aborally). Mulut terletak diujung anterior.dan anus diujung posterior. Seperti pada echinoderm umumnya, tubuh teripang adalah pentamer-ous radial symmetry dengan sumbu aksis mendatar.Namun bentuk simetri tersebut termodifikasi oleh lempeng tegak (dorsoventral plane) nampak sebagai bilateral symmetry. Seperti halnya Echinodermata lain, selain radial semitri tersebut, karakteristik lainnya adalah bentuk skeleton dan adanya sistem saluran air (water-vascular system) (Purwanti, 2009). Teripang umumnya memiliki tubuh lunak dan licin. Permukaan tubuh tidak bersilia dan diselimuti oleh lapisan kapur yang tebal tipisnya tergantung umur. Disepanjang mulut keanus terdapat lima deretan kaki tabung, terdiri dari tiga deretan kaki tabung dengan pengisap pada bagian perut (trivium) yang berperan dalam respirasi (Purwanti, 2009). Di bawah lapisan kulit terdapat satu lapis otot melingkar dan lima lapis otot memanjang. Sesudah lapisan otot terdapat rongga tubuh yang berisi gonad dan usus (Storer et. al, 1979). 89Teripang bergerak dengan kaki tabung (podia), yaitu bagian dari sistem saluran air ambulakra yang bekerja secara hidrolik.Fungsi utama sistem saluran air adalah mengatur tekanan hidrolik ini sehingga kaki tabung dapat digerakkan. Pusat sistem saluran air adalah saluran cincin (water ring canal) yang terletak disekeliling faring. Saluran cincin bercabang ke lima saluran radial, yang masing-masing dihubungkan dengan kaki tabung melalui cabang-cabang saluran lateral. Fungsi utama kaki tabung adalah sebagai organ pergerakan, namun sebagian termodifikasi sebagai organ peraba.Kaki tabung yang berfungsi sebagai alat gerak beradadisisi ven-tral tubuh dan disebut pedisel.Kaki tabung untuk peraba berada disisi dorsal tubuh dan disebut papila. Beberapa jenis teripang, dari Bangsa Apodida, kaki tabungnya tereduksi atau hilang sama sekali. Pergerakkan teripang dari bangsa ini dilakukan dengan kontraksi peristaltik tubuh, yang dibantu oleh sifat kulitnya yang Iengket.Di daerah sekeliling mulut, kaki tabung termodifikasi menjadi tentakel