buku praktikum metode tambang terbuka

Download Buku Praktikum Metode tambang terbuka

Post on 09-Jul-2016

116 views

Category:

Documents

41 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

metode tambang terbuka

TRANSCRIPT

  • Laboratorium Tambang Tebuka- STTNAS Yogyakarta 1

    BAB I GLOBAL MAPPER

    Global Mapper adalah software GIS yang digunakan untuk mengolah citra satelit maupun data peta seperti peta scan, digunakan untuk tampilan 3d view atau analisa data topgrafi yang bersifat Digital Elevation Model. Software ini mendukung berbagai macam format data seperti DEM, E00, CADRG/CIB, MrSID, DLG-O, SDTS DEM, DOQ, DTED, DWG, DXF, ECW, GeoTIFF, Tiger/Line , SDTS DLG, KML/KMZ, , DGN, ESRI Shapefiles, JPEG2000, DRG,

    Lidar LAS, Arc Grid dan masih banyak lagi.

    Kegunaan Utama Global Mapper Global Mapper memiliki banyak fungsi antara lain:

    Generate kontur ke berbagai interval

    Generate watershed atau daerah aliran sungai secara otomatis

    Melihat data DEM dengan berbagai tampilan seperti atlas, hilshade, aspect, slope dan lain-lain

    Keunggulan Global Mapper

    Editor/viewernya sangat mudah digunakan dan telah mampu menampilkan berbagai data raster, DEM, data vektor dan GeoPDF

    Mengkonvert data hasil penginderaam jauh, mengedit data vektor, reproject citra satelit, mosaik citra satelit, print, track GPS

    Kemampuan akses secara online ke berbagai sumber data citra, peta topografi , DTM dan banyak lagi.

    Dapat menghitung jarak dan luas dengan akurat, pembauran arsir dan penyesuaian kontras, melihat elevasi citra satelit DEM, dan perhitungan garis pandang untuk memaksimalkan presisi.

    Secara cepat mendigitalkan fitur vektor baru, mengedit fitur yang sudah ada, dan dengan mudah menyimpannya ke format ekspor yang didukung software global mapper

  • Laboratorium Tambang Tebuka- STTNAS Yogyakarta 2

    Mudah melacak setiap perangkat GPS yang kompatibel yang terhubung ke port serial

    komputer melalui data apa pun yang di-upload, menandai waypoint tanpa sambungan, serta merekam log pelacakan.

    Dengan cepat menyimpan isi layar menjadi file BMP, JPG, PNG, atau (Geo) TIFF, yang dapat Anda rektifikasi secara intuitif dan disimpan dalam citra baru yang sepenuhnya dapat dijadikan georeferensi.

    1.1.Tampilan Utama Software Global Mapper Berikut adalah tampilan utama dari software Global Mapper :

    (Sumber: Program Global Mapper 12) Gambar 1.1 Tampilan Utama Global Mapper 12

    1.2 Mengubah proyeksi data Raster dan Vektor di Global Mapper: Setelah data sudah dibuka klik pada menu utama tool masuk ke Configure (gambar

    disebelah kanan) klik pada tab Projection pilih proyeksi yang dibutuhkan. Untuk mengetahui apakah data sudah berubah proyesiknya lihat di tampilan utama Global Mapper pada pojok kanan bawah tampilan utama.

  • Laboratorium Tambang Tebuka- STTNAS Yogyakarta 3

    (Sumber: Program Global Mapper 12) Gambar 1.2. Tampilan Configuration pada Global Mapper 12

    1.3 Membuat Garis Kontur Global Mapper: Kita bisa membuat Peta kontur dengan menggunakan data SRTM ataupun Data ASTER

    GDEM. SRTM adalah data elevasi resolusi tinggi yang merepresentasikan topografi bumi dengan cakupan global (80% luasan dunia). Data SRTM adalah data elevasi muka bumi yang dihasilkan dari satelit yang diluncurkan oleh NASA (National Aeronautics and Space Administration). Data ini bisa di download secara gratis.

    DEM SRTM mempunyai dua level, yaitu level 1 dan level 3, dimana level 1 tersedia hanya untuk wilayah Amerika Serikat saja dan mempunyai resolusi horisontal 30 meter, dan untuk wilayah Indonesia terdapat pada level 3. Pada level 3 ini, DEM SRTM mempunyai

    ketelitan sebesar 90 meter. ASTER GDEM (Advanced Spaceborne Thermal Emission and Reflection

    Radiometer Global Digital Elevation Model) merupakan data ketinggian wilayah yang biasa disebut Data Elevation Model (DEM) dan merupakan data raster hasil dari perekaman satelit ASTER. Resolusi horisontalnya lumayan tajam yakni 30 meter sehingga membuatnya lebih banyak digunakan ketimbang data SRTM yang memiliki resolusi lebih kecil yakni 90 Meter. Saat ini, data ASTER GDEM ini telah disediakan secara gratis untuk didownload dan

    wilayahnya mencakup seluruh muka bumi. Langkah-langkah membuat kontur pada Global Mapper adalah sebagai berikut:

  • Laboratorium Tambang Tebuka- STTNAS Yogyakarta 4

    Buka file GDEM/DEM/TIN/SRTM/data yang mempunyai ketinggian.

    (Sumber: Program Global Mapper 12) Gambar 1.3. Tampilan Worksheet pada Global Mapper 12

    Buatlah Titik referensi daerah yang akan dipetakan sesuai dengan koordinat wilayah yang akan dipetakan. Caranya dengan klik pada toolbar Digitizer tool kemudian klik Create New Point/ Text Feature maka akan muncul:

    (Sumber: Program Global Mapper 12) Gambar 1.4. Tampilan Modify Feature Info pada Global Mapper 12

  • Laboratorium Tambang Tebuka- STTNAS Yogyakarta 5

    (Sumber: Program Global Mapper 12) Gambar 1.5. Tampilan Titik Referensi pada DEM Global Mapper 12

    Setelah itu klik File pada menu utama pilih Generate Contour lalu muncul gambar disamping. setelah itu masukkan interval yang dibutuhkan.

    (Sumber: Program Global Mapper 12) Gambar 1.6. Tampilan Contour Option pada Global Mapper 12

    Klik Contour Bounds, untuk menentukan wilayah yang akan generate contour. Kemudian klik draw box dan hubungkan titik referensi yang akan dipetakan. Setelah itu diakhiri dengan OK.

  • Laboratorium Tambang Tebuka- STTNAS Yogyakarta 6

    (Sumber: Program Global Mapper 12) Gambar 1.7. Tampilan Contour Bound pada Global Mapper 12

    Maka contour akan muncul seperti ini:

    (Sumber: Program Global Mapper 12) Gambar 1.8. Tampilan Contour pada Global Mapper 12

  • Laboratorium Tambang Tebuka- STTNAS Yogyakarta 7

    1.4. Export Kontur Kontur yang telah di buat atau telah di-generate agar dapat digunakan pada program AuroCAD harus di export atau diubah datanya dari DEM ke DXF. Caranya adalah sebagai berikut: Klik File > Export Vector Format > Ubah Menjadi DXF > OK

    (Sumber: Program Global Mapper 12) Gambar 1.9. Tampilan Select Export Format pada Global Mapper 12

    Klik Export Bound > Draw a Box >Pilih lokasi yang akan di export

    (Sumber: Program Global Mapper 12) Gambar 1.10. Tampilan DXF Export Option pada Global Mapper 12

    (Sumber: Program Global Mapper 12) Gambar 1.11. Tampilan Draw a Box pada Global Mapper 12

  • Laboratorium Tambang Tebuka- STTNAS Yogyakarta 8

    Masukkan koordinat titik referensi wilayah yang akan dipetakan. Dan akhiri dengan OK.

    (Sumber: Program Global Mapper 12) Gambar 1.12. Tampilan DXF Export Option pada Global Mapper 12

    Simpan data DXF pada folder penyimpanan, dan kontur siap digunakan pada AuroCAD.

    (Sumber: Program Global Mapper 12) Gambar 1.13. Tampilan Save As pada Global Mapper 12

    Masukkan Koordinat Northing dan Eastingnya

  • Laboratorium Tambang Tebuka- STTNAS Yogyakarta 9

    BAB II AUTOCAD

    Aspek pertama yang harus dipahami untuk memulai AutoCAD adalah bagaimana mengakses perintah, menggunakan fasilitas penggambaran, dan mengoperasikan file secara sederhana. AutoCAD menyediakan menu, toolbar, command line yang berfungsi untuk memudahkan mengakses perintah yang sering digunakan dalam AutoCAD, toolbar default yang disediakan oleh AutoCAD antara lain standart, object, properties, draw dan modify yang keseluruhannya terdapat pada user interface AutoCAD. Perintah-perintah AutoCAD dapat diakses setidaknya dengan tiga cara, yakni :

    1. Melalui baris menu utama ( pull down menu) 2. Melalui icon yang tersedia pada toolbar yang ada 3. Secara konvensional dapat diketikkan langsung pada baris perintah, sedangkan untuk

    membatalkan perintah menggunakan tombol ESC.

    2.1. PERINTAH DASAR DALAM AUTOCAD 2.1.1. PERINTAH-PERINTAH PENGGAMBARAN

    AutoCAD memiliki banyak perintah penggambaran. Untuk keperluan

    penggambaran peta, hanya beberapa perintah saja yang sering digunakan. Perintah-perintah yang akan diuraikan dibawah ini merupakan perintah-perintah yang wajib dipahami untuk melangkah pada perintah selanjutnya.

    2.1.1.1. Menggambarkan Garis ( Line/Polyline) Ada dua cara untuk menggambar garis, yakni dengan perintah line atau polyline,

    sepintas Nampak sama, namun ada perbedaan prinsip antara keduanya. Dengan line, ruasa antara dua titik (vertex) merupakan satu entitas, sedangkan pada polyline, keseluruhan garis hanya terdiri atas satu entitas. Lihat gambar berikut: Untuk menggambar garis dengan perintah line

    Command: line , atau pilih menu Draw > Line

    Specify first point : klik titik pertama (vertex 1) Specify next point or [ Undo ]: klik titik pertama (vertex 2), akhiri dengan

  • Laboratorium Tambang Tebuka- STTNAS Yogyakarta 10

    Perintah sejenis untuk menggambarkan garis adalah: Ray :untuk menggambar satu ruas garis dari satu titik ke tak terhingga Construction line : untuk menggambar satu garis dari tak hingga, melewati titik yang

    ditentukan ke tak terhingga. Multiline : untuk menggambar gari ganda 3D Polyline : mirip polyline, tetapi elevasi tiap titik tidak seragam Polygon :untuk menggambar polygon, garis pembentuknya berupa polyline

    tertutup.

    Rectangle : untuk menggambar kotak, garis pembentuknya berupa polyline tertutup.

    2.1.1.2. Menyambung Garis Secara Presisi dengan Object Snap (Osnap) Salah satu fasilitas penting dari AutoCAD adalah object snap atau sering disebut

    dengan Osnap. Pada penggambaran yang membutuhkan presisi fasilitas ini akan sangat membantu.

    Untuk memahami fungsi Osnap, dengan lebih baik cobalah langkah berikut:

    Dengan perintah polyline, gambarlah dua buah garis a dan b, selanjutnya kita akan menggambar garis ketiga, tepat diujung garis ake ujung garis b.

    Gunakan perintah polyline, kemudian pada garis perintah Specify first point:ketikkan END lalu

    Dekatkan kursor ke ujung garis a, AuttoC

Recommended

View more >