buku narasi final

Click here to load reader

Post on 21-Jan-2016

1.066 views

Category:

Documents

52 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • C

    M

    Y

    K

    K

    H

    C

    M

    Y

    K

    K

    H

  • Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

    Departemen Kelautan dan Perikanan

    Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia

    Bekerja sama dengan

    Mitra Pesisir/ Coastal Resources Management Project II

    Jakarta 2005

    Menuju Harmonisasi

    Sistem Hukum Sebagai

    Pilar Pengelolaan

    Wilayah Pesisir Indonesia

  • Judul:

    Menuju Harmonisasi Sistem Hukum Sebagai Pilar

    Pengelolaan Wilayah Pesisir Indonesia

    Kutipan:

    Patlis, Jason M., T. H. Purwaka, A. Wiyana, G. H.

    Perdanahardja (eds.). 2005. Menuju Harmonisasi

    Sistem Hukum Sebagai Pilar Pengelolaan Wilayah

    Pesisir Indonesia. Seri Inisiatif Harmonisasi Sistem

    Hukum Pengelolaan Wilayah Pesisir Indonesia.

    Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional,

    Departemen Kelautan dan Perikanan, Departemen

    Hukum dan HAM bekerja sama dengan Coastal

    Resources Management Project II (USAID), Jakarta.

    614 halaman.

    Dana:

    Penerbitan buku ini didukung oleh US Agency for

    International Development Coastal Resources

    Management Project II (Program Kemitraan Pesisir

    /Mitra Pesisir), sebagai bagian dari Program

    Pengelolaan Sumber Daya Alam USAID-Bappenas.

    Dicetak di:

    Jakarta, September 2005

    Desain Sampul:

    Irene Ratna Kartikasapti

    Tata letak:

    Myria Fatriza

    Penyunting teknis:

    Sonya Sondakh

    ISBN 979-99939-7-0

  • Menuju Harmonisasi

    Sistem Hukum Sebagai

    Pilar Pengelolaan

    Wilayah Pesisir Indonesia

    Penyunting

    Jason M. Patlis Tommy H. Purwaka

    Adi Wiyana Glaudy H. Perdanahardja

    Penulis (berdasarkan urutan bab)

    Shidarta Dietriech G. Bengen

    Jacub Rais Tommy H. Purwaka

    M. Daud Silalahi Sulaiman N. Sembiring

    Rikardo Simarmata Denny Karwur

    Ronald Z. Titahelu Aris Kabul Pranoto

    Jason M. Patlis Etty R. Agoes Hasjim Djalal

    Kontributor

    Wahyuningsih Darajati Irwandi Idris Wicipto Setiadi

    Hanung Cahyono Sapta Putra Ginting

    Eko Rudiyanto Tommy Hermawan

  • ii

    Pengantar

    Bangsa Indonesia patut bersyukur dengan anugerah kekayaansumber daya alam yang dimiliki, baik yang terdapat di daratanmaupun di lautan. Kekayaan tersebut tercermin dalam banyaknyapulau dan luas wilayah yang dimilikinya. Dari luasan yang ada,sebagian besar berupa wilayah laut dan pesisir yang menyediakansumber pangan, tambang, mineral dan energi, maupun sebagaikawasan rekreasi atau pariwisata. Oleh karena itu, ekosistempesisir dapat dikatakan sebagai sumber kehidupan bagi rakyat,dan pedukung pembangunan sosial dan ekonomi nasional.

    Namun, tata kelola wilayah pesisir masih rancu karena belummenyatu dan sinergisnya peraturan perundang-undangan dansebagian besar bersifat sektoral. Keterbatasan kapasitas parapemangku kepentingan, termasuk para penegak hukum, dalammemahami dan menginterpretasikan peraturan yang ada,berakibat pada terjadinya penerapan hukum yang tidak efektif.Demikian pula, koordinasi antarsektor, antardaerah, antara sektor dan daerah, serta antara pemerintah pusat dan pemerintahdaerah masih lemah.

    Berangkat dari dasar pemikiran tersebut Kementerian PPN/Bappenas, Departemen Kelautan dan Perikanan, danDepartemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) bekerjasama dengan Mitra Pesisir (Coastal Resources Management Project)mengambil inisiatif untuk melakukan langkah-langkah awal harmonisasi sistem hukum dan peraturan perundang-undangantentang pengelolaan wilayah pesisir di Indonesia. Untuk itudibentuk Tim Harmonisasi yang bertugas melakukan identifikasidan analisis peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pengelolaan wilayah pesisir.

    Tim ini telah menghasilkan 4 (empat) produk berbentuk buku dan software berjudul :

    a. Basis Data, memuat seluruh peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengelolaan wilayah pesisir, dan merupakan basis data yang mudah diakses, dan mudah dioperasikan oleh seluruh pemangku kepentingan.

    b. Buku Narasi, berjudul Menuju Harmonisasi Sistem Hukum sebagai Pilar Pengelolaan Wilayah Pesisir Indonesia yang mengidentifikasi arah dan langkah-langkah konkrit yang perlu diambil dalam rangka harmonisasi peraturan

  • iii

    perundang-undangan yang terkait dengan pengelolaan wilayah pesisir.

    c. Buku Materi Acuan, berjudul Penyusunan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu, memuat materi acuan untuk dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan di daerah dalam menyusun peraturan daerah yang mengatur pengelolaan wilayah pesisir.

    d. Buku Saku, yang memuat pasal-pasal ketentuan hukum dan sanksi dari berbagai macam peraturan perundang-undangan terkait dengan penegakan hukum di bidang sumber daya alam dan pesisir.

    Keempat produk tersebut diharapkan dapat memberi manfaat bagi semua pihak terutama para pengambil kebijakan, perencana, pengelola,pelaksana, penegak hukum dan pemerhati wilayah pesisir di Indonesia.Selanjutnya dengan berbekal empat produk tersebut, diharapkan adalangkah-langkah nyata yang dapat diambil untuk menuju harmonisasisistem hukum dan peraturan perundang-undangan yang terkait denganpengelolaan wilayah pesisir. Dengan demikian, ke depan sumber dayaalam dan wilayah pesisir di negeri ini dapat dikelola secara adil danberkelanjutan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

    Akhir kata, ucapan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh TimHarmonisasi atas kerja kerasnya, hingga tersusunnya keempat produkini. Kami ucapkan juga terima kasih kepada semua pihak yang telahmemberikan bantuan dalam penyusunannya. Masukan dan saran perbaikan sangat kami harapkan untuk penyempurnaan lebih lanjut.

    Jakarta, Juli 2005

    Dedi M. Masykur Riyadi Andin H. Taryoto A. A. Oka Mahendra

    Deputi Menteri Negara PPN/ Sekretaris Jenderal Direktur Jenderal PeraturanBidang Sumber Daya Alam Departemen Kelautan Perundang-undangan

    dan Lingkungan Hidup dan Perikanan Departemen Hukum dan HAMBappenas

  • iv

    Sekapur SirihUcapan terima kasih dan penghargaan disampaikan kepada semua pihakyang telah menyumbangkan pikiran dan tenaganya hingga tersusunnyaBuku Narasi yang berjudul Menuju Harmonisasi Sistem Hukum sebagaiPilar Pengelolaan Wilayah Pesisir Indonesia. Buku narasi ini dapat diselesaikan berkat kerja keras dan ketekunan Tim Penyunting yang terdiriatas Jason M. Patlis, Tommy H. Purwaka, Adi Wiyana, dan Glaudy H.Perdanahardja; dan Tim Penulis yang terdiri atas: Shidarta, Dietriech G.Bengen, Jacub Rais, Tommy H. Purwaka, Daud Silalahi, Sulaiman N.Sembiring, Rikardo Simarmata, Denny Karwur, Ronald Z. Titahelu, JasonM. Patlis, Hasjim Djalal, Etty R. Agoes, dan Aris Kabul Pranoto.

    Tim Penyunting dan Tim Penulis dapat menyelesaikan tugasnya tentunya tidak terlepas dari dukungan dan masukan-masukan yang telahdiberikan oleh Tim Harmonisasi yang struktur dan keanggotaannya ditetapkan melalui Keputusan Sekretaris Menteri Bappenas, Dr. Ir. H.Koensatwanto Inpasihardjo, DIPL, HE, MSc. Selaku Tim Pengarah adalahDr. Ir. Dedi M. Masykur Riyadi (Deputi Menteri Bidang Sumber DayaAlam dan Lingkungan, Bappenas), Dr. Ir. Andin H. Taryoto (SekretarisJenderal, DKP) dan Prof. Dr. Widi A. Pratikto (Direktur Jenderal Pesisirdan Pulau-Pulau Kecil, DKP). Sedangkan Tim Pelaksananya diketuai olehIr. Wahyuningsih Darajati, MSc. (Direktur Kelautan dan Perikanan,Bappenas); dan Ir. Ali Supardan (Sesditjen Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil,DKP) selaku sekretaris.

    Dalam pelaksanaannya, Tim Harmonisasi dibagi dalam dua kelompokkerja. Pertama, Kelompok Kerja Hukum yang diketuai oleh NarmokoPrasmaji, SH, MA (Kepala Biro Hukum dan Organisasi, DKP); dengananggota: Diani Sadia Wati, SH, LLM (Direktur Hukum dan HAM,Bappenas); Dr.Wicipto Setiadi, SH, MH (Direktur Harmonisasi PeraturanPerundang-Undangan, Departemen Hukum dan HAM); Barlin, SH, MSi(Asisten Deputi Urusan Peraturan Perundang-undangan, KementerianNegara Lingkungan Hidup); Dr. Sudirman Saad (Direktur PemberdayaanMasyarakat Pesisir, DKP); Bambang Iriana, SH (BPHN); M. Fachruddien,SH (Kasubdit Harmonisasi Bidang Polkam, Departemen Hukum danHAM); Badia Sibuea, SH (Kabag Hukum dan Organisasi, Ditjen PerikananBudidaya DKP); Ir. Aris Kabul, MSi (Kabag Hukum, Humas danOrganisasi, Ditjen P3K, DKP); Hanung Cahyono, SH, LLM (KabagHukum Laut, Biro Hukum dan Organisasi, DKP); Tini Martini, SH, Msoc,SCi (Kabag Organisasi dan Tata Laksana, Biro Hukum dan Organisasi,

  • vDKP); Prof. Dr. M. Daud Silalahi, SH (Universitas Padjadjaran); Sidharta,SH, MHum (Universitas Tarumanagara); Indro Sugianto, SH, MH(Direktur, Indonesian Center for Environmental Law/ICEL); RikardoSimarmata (Perkumpulan untuk Pembaharuan Berbasis Masyarakat danEkologis/HUMA); Sulaiman Sembiring, SH (Direktur Eksekutif, InstitutHukum Sumber Daya Alam/IHSA); Arimbi Heroepoetri, SH (AliansiPengacara Lingkungan Dunia); Jason M. Patlis, JD (Mitra Pesisir); RonaldZ. Titahelu, SH, MS (Universitas Pattimura).

    Kedua, Kelompok Kerja Teknis yang diketuai oleh Dr. Irwandi Idris, MSi(Direktur Bina Pesisir, DKP), dengan anggota: Ir. Yaya Mulyana (DirekturKonservasi dan Taman Nasional Laut, DKP); Dr. Ir. Edi EffendiTedjakusuma, MA (Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air,Bappenas); Ir. Bemby Uripto, MCP (Direktur Sumber Daya Mineral danPertambangan, Bappenas); Dr. Agus Prabowo (Direktur PengendalianSumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Bappenas); Ir. DeddyKoespramudyo, MSc (Direktur Pengembangan Otonomi Daerah,Bappenas); Dr. Sapta Putra Ginting (Kasubdit Pengelolaan Pesisir Terpadu,DKP); Ir. Agus Dermawan, MSi (Kasubdit Suaka dan Kawasan KonservasiLaut, DKP); Riyanto Basuki (Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Pesisir,DKP); Drs. Berty Mendur (Ditjen Bangda, Departemen Dalam Negeri);Ir. Tommy Hermawan, MA