buku 7 modul asesmen pendidikan luar biasa program ppg plb 2011

Download Buku 7 Modul Asesmen Pendidikan Luar Biasa Program Ppg Plb 2011

Post on 14-Jul-2015

1.112 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

MODUL PEMBELAJARAN

ASESMEN PENDIDIKAN LUAR BIASAPROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU

Penyusun Haryanto

JURUSAN PENDIDIKAN LUAR BIASA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TAHUN 2011(Untuk kalangan senidiri tidak diperdagangkan)

1

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL .................................................................................. KATA PENGANTAR ................................................................................ DAFTAR ISI .............................................................................................. PENDAHULUAN ...................................................................................... PEMBELAJARAN MODUL 1 KONSEP DASAR IDENTIFIKASI ABK ................................................. PEMBELAJARAN MODUL 2 PELAKSANAAN IDENTIFIKASI ANAK ............................................... PEMBELAJARAN MODUL 3 KONSEP DASAR ASESMEN ABK ......................................................... PEMBELAJARAN MODUL 4 HUBUNGAN ASESMEN DENGAN PENYUSUNAN PROGRAM ....... PEMBELAJARAN MODUL 5 MENGENAL ABK DALAM ASESMEN ................................................. PEMBELAJARAN MODUL 6 ASESMEN ABK USIA DINI .................................................................... PEMBELAJARAN MODUL 7 ASESMEN GANGGUAN PENGLIHATAN ............................................ PEMBELAJARAN MODUL 8 ASESMEN ANAK TUNARUNGU WICARA ......................................... PEMBELAJARAN MODUL 9 ASESMEN ANAK TUNAGRAHITA ...................................................... PEMBELAJARAN MODUL 10 ASESMEN ANAK TUNADAKSA .......................................................... PEMBELAJARAN MODUL 11 ASESMEN ANAK TUNALARAS ........................................................... PEMBELAJARAN MODUL 12 ASESMEN ANAK AUTIS ........................................................................ PEMBELAJARAN MODUL 13 PROGRAM PENDIDIKAN INDIVIDUAL .............................................. DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. i ii iii 1 4 10 16 22 29 46 79 92 101 113 162 181 190 211

iii

2

PENDAHULUANAsesmen pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus merupakan satu proses sistematik dengan menggunakan instrumen yang relevan untuk mengetahui perilaku belajar anak bertujuan penempatan dan pembelajaran (Wallace & Mc Loughlin, 1979). Segala informasi yang berkaitan dengan individu anak harus dikumpulkan; dan karenanya, asesmen pendidikan khusus merupakan upaya interdisipliner melibatkan berbagai profesi, seperti dokter, fisioterapis, ahli bina wicara, psikolog, psikiater, dan profesi lain. Ada beberapa istilah lain yang berkaitan dengan asesmen, yaitu pengujian (testing) dan diagnosa. Kedua istilah ini memang berhubungan erat dengan istilah asesmen, tetapi bukan sinonim. Testing adalah pemberian seperangkat pertanyaan kepada peserta dalam kondisi sangat terstruktur. Respon yang diperoleh dari tes sedapat mungkin berupa data kuantitatif, mungkin berupa angka, daftar keterampilan yang telah dikuasai, dan sebagainya. Testing hanya merupakan salah satu strategi dalam asesmen pendidikan untuk mengumpulkan informasi tentang ALB. Diagnosis adalah proses penentuan penyebab penyakit atau kelainan dan mendiskripsikan penyembuhan yang cocok. Jenis penyakit atau kelainan dinyatakan dalam satu label, misalnya schizoid, dan label tersebut sudah menunjukkan implikasi penyembuhan. Asesmen, sebaliknya, tidak bertujuan menentukan penyebab, memberi label berkebutuhan khusus, atau menetapkan jenis remediasi/penangan berdasarkan label tersebut. Jika seorang ABK mendapat label, misalnya tunagrahita, label ini bukan merupakan indikasi penyebab kesulitan belajarnya, tetapi sekedar untuk membuat dokumentasi tentang jenis layanan pendidikan yang diperlukan. Hasil asesmen akan menjadi bahan masukan dalam menyusun program khusus bagi anak berdasarkan jenis keterampilan yang belum dikuasai anak. Pertimbangan lain, asesmen merupakan sebuah proses pengumpulan data dengan tujuan dua macam: (1) spesifikasi dan verifikasi masalah-masalah dan, (2) membuat keputusan tentang siswa. Data asesmen dipergunakan untuk membuat pelbagai keputusan tentang siswa yang telah diuraikan sebelumnya. 3

Mereka yang mengadakan asesmen tentang siswa harus tahu bahwa asesmen mengandung pelbagai asumsi dan asumsi-asumsi tidak dapat dipenuhi, maka validitas dari hasil yang diperoleh akan dipengaruhi. Pelbagai faktor pada waktu mengadakan asesmen harus diperhitungkan dan mencarinya di luar siswa itu sendiri untuk mengumpulkan segala macam informasi. Dalam bagian ini dibicarakan tentang faktor yang harus diperhitungkan dan pelbagai macam informasi yang harus dikumpulkan pada proses asesmen, dan dalam hal ini dibagilah dalam dua macam asesmen yaitu asesmen formal dan asesmen informal. Mereka yang mengadakan asesmen tentang siswa harus mengidentifikasikan titik awal dari asesmen dan menentukan hal yang spesifik tentang data yang akan dikumpulkan. Pelbagai hal yang akan ditanyakan kepada siswa akan diulas. Bagian ini diakhiri dengan satu set petunjuk-petunjuk untuk pengelolaan dan standarisasi tes, serta komptensi. Anak berkebutuhan khusus usia dini dalam kelompok PAUD atau TK, dan ABK usia sekolah, merupakan individu yang berbeda, unik, dan memiliki karakteristik tersendiri sesuai dengan tahapan usianya. Masa usia PAUD atau TK, dan usia sekolah, merupakan masa keemasan (golden age) di mana stimulasi seluruh aspek perkembangan berperan penting untuk tugas perkembangan selanjutnya. Perlu disadari bahwa masa-masa awal kehidupan anak, termasuk anak PAUD TK, dan usia sekolah, merupakan masa terpenting dalam rentang kehidupan seseorang anak. Pada masa ini pertumbuhan otak sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pendidikan anak usia dini atau TK dan usia sekolah, diberikan pada anak agar dapat berkembang secara optimal mungkin. Mengingat pentingnya masa ini, maka peran stimulasi berupa penyediaan lingkungan yang kondusif harus disiapkan oleh para pendidik, baik orang tua, guru, pengasuh ataupun orang dewasa lain yang ada di sekitar anak, sehingga anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan seluruh potensinya. Potensi yang dimaksud meliputi aspek moral dan nilai-nilai agama, sosial, emosional dan kemandirian, kemampuan berbahasa, kognitif, fisik/ motorik, dan seni. Upaya pengembangan harus dilakukan melalui kegiatan bermain agar tidak membuat anak kehilangan masa bermainnya. Bermain merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan bagi anak, bermain juga membantu anak mengenal dirinya, 4

dengan siapa ia hidup, serta lingkungan tempat di mana ia hidup. Melalui bermain anak memperoleh kesempatan untuk berkreasi, bereksplorasi, menemukan, dan mengekspresikan perasaannya. Atas dasar hal tersebut di atas, maka perlu dirumuskan Standar Kompetensi anak PAUD dan TK yang dikembangkan berdasarkan karakteristik perkem-bangan anak agar dapat digunakan oleh para pendidik anak usia dini dalam mengembangkan seluruh potensi anak. Berkaitan dengan asesmen dan standar kompetensi ABK PAUD dan anak Sekolah Dasar merupakan seperangkat kompetensi yang diharapkan dapat dikuasai oleh anak sesuai dengan tahapan usianya. Standar ini dikembangkan berdasarkan aspek perkembangan anak akhir usia 5, 6 tahun, dan usia sekolah. Rambu-rambu standar kompetensi ini merupakan acuan bagi pendidik dalam menyusun program kegiatan atau perencanaan pembelajaran untuk mencapai optimalisasi perkembangan anak. Standar kompetensi ini dirancang untuk melayani anak sesuai dengan tahapan usianya. Standar kompetensi ini dirancang sebagai acuan assessment perkembangan anak. Standar kompetensi ini dirancang untuk akuntabilitas. Standar kompetensi ini merupakan standar perkembangan minimal. Pendidik dapat memberikan pengayaan apabila anak telah menguasai kemampuan pada tahap perkembangannya. Penggunaan standar kompetensi ini bersifat fleksibel yang disesuaikan dengan lingkungan sosial dan budaya anak.

5

PEMBELAJARAN MODUL 4 HUBUNGAN ASESMEN DENGAN PENYUSUNAN PROGRAMBagi mahasiswa dipersilahkan membaca dan mempelajari Modul 8 tentang hubungan asesmen dengan penyusunan program pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Setelah mempelajari kegiatan belajar Modul 8, saudara diharapkan dapat mempertimbangkan berbagai bentuk perumusan penyusunan program pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Saudara akan mudah mempelajari dan mempraktikkan materi kegiatan belajar Modul 8, jika berusaha memperkaya literatur, menelaah hasil penelitian yang berkaitan dengan tes yang perlu diperhatikan dalam kegiatan asesmen. Bukankah, di mana ada kemauan di situ ada jalan ?. Pertimbangan memilih tes dalam asesmen yang sudah saudara pelajari dengan merujuk berbagai sumber literatur, akan menjadi dasar untuk krgiatan belajar modul berikutnya. A. Hubungan Asesmen Dengan Penyusunan Program Seperti telah dijelaskan sebelumnya, asesmen mempunyai peran yang sangat penting, merupakan bagian dari proses penyusunan program layanan bagi ALB. Bahkan, menurut Undang-Undang tentang PLB yang berlaku di Amerika Serikat (PL 94-142), ada beberapa tahap yang harus ditempuh dalam penyusunan program layanan PLB, dan asesmen merupakan tahan ke-3 (Mc Loughlin dan Lewis, 1981) seperti terlihat dalam diagram di bawah ini.

6

Screening & Indentifikasi Rujukan Asesmen Pembuatan Keputusan oleh Tim Perencanaan Program E v a l u a si Reviu Tahunan

Gbr. 1: Model Pengembangan Program Layanan Pendidikan ABK Dari diagram diatas, dapat dilihat bahwa proses pengembangan program layanan pendidikan ABK dinilai dari tahap identifikasi dan/atau screening (penjaringan). Kegiatan penjaringan umumnya dilakukan secara formal melalui survai, sedangkan identifikasi adalah proses menemukan gejala kelainan oleh orang lain yang dekat dengan anak. Sebagai ilustrasi, dengan penjaringan, Dinas Sosial mungkin mengesahkan para pekerja sosial dan kepada desa untuk mengadakan survai menangani penyandang c