Breast Cancer Case Report

Download Breast Cancer Case Report

Post on 05-Aug-2015

124 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>PRESENTASI KASUS</p> <p>Kanker Payudara Lanjut Lokal</p> <p>Ooki Nico Junior Trainee Onkologi Bedah, Kepala Leher FK-UNPAD/RSUP.Dr.Hasan Sadikin Bandung</p> <p>IDENTITAS PASIENNama Umur Status Pendidikan Pekerjaan Alamat No.Med.Rec : : : : : : Ny. C. 50 tahun. Kawin. SD Ibu RT. Kampung Leuwi Bungur, RT 02/05 Kabupaten Cianjur : 08 00038108</p> <p>ANAMNESISKeluhan utama : Benjolan pada payudara kanan</p> <p>ANAMNESISSejak dua setengah tahun yang lalu pasien mengeluh timbul benjolan di payudara kanan yang mula-mula sebesar kelereng dan 4 bulan kemudian menjadi sebesar telur ayam. Benjolan tidak nyeri. Tidak ada luka atau keluar cairan dari puting susu. Kulit tidak berwarna kemerahan. Pasien tidak mengeluh demam. Benjolan di tempat lain seperti ketiak, leher atau payudara sebelah kiri disangkal.</p> <p>ANAMNESISPasien tidak mengeluh sesak nafas, nyeri tulang atau ulu hati. Pada bulan Februari 2007 pasien berobat ke RS Cianjur dan menjalani operasi pengangkatan tumor oleh dokter bedah dengan hasil PA : Invasive Ductal Carcinoma mammae grade I-II. Pasien tidak menjalani tindakan lanjutan karena tidak kontrol lagi.</p> <p>ANAMNESISEnam bulan yang lalu, benjolan telah tumbuh menjadi sebesar jeruk bali, tidak ada luka di atas tumornya, dan dijumpai benjolan di ketiak kanan sebesar buah duku. Pasien kemudian menjalani kemoterapi neo adjuvant di RSUP Dr.Hasan Sadikin dengan regimen FAC. Pasien haid pertama kali pada usia 14 tahun, teratur tiap 28 hari. Satu tahun yang lalu pasien sudah tidak haid lagi.</p> <p>ANAMNESISPasien melahirkan anak pertama pada umur 19 tahun, memiliki tiga orang anak, masingmasing berumur 31, 29, dan 25 tahun, pasien menyusui ketiga anaknya. KB dengan menggunakan pil selama 5 tahun tetapi tidak teratur sejak kelahiran anak pertama. Pasien belum pernah menderita tumor payudara atau kandungan sebelumnya. Tidak ada anggota keluarganya yang menderita sakit serupa.</p> <p>PEMERIKSAAN FISIKStatus Generalis : Keadaan umum : Baik Tanda vital : TD. 140/70 mmHg N. 82x/menit RR. 20x/menit t. Afebris. Kepala : conjunctiva tak anemis. Leher : tidak ada pembesaran KGB. Thorax : bentuk dan gerak simetris, bunyi nafas vesikuler ki=ka, ronkhi -/-. Abdomen : datar, lemas, tak teraba hepar, bising usus (+) normal. Vertebra : nyeri ketok (-). Ekstremitas : nyeri ketok (-).</p> <p>Status lokalisRegio mamma dextra : I. Benjolan pada daerah sentral, skin dimpling(-), ulcus (-), peau dorange (-). P. Massa ukuran 8x8x6 cm, batas tak tegas, permukaan berbenjol benjol, konsistensi keras,mobil, nyeri tekan (-).</p> <p>Status lokalis :</p> <p>Regio Mamma dextra : I. Retraksi nipple (+), scar operasi (+), warna seperti kulit sekitar. P. Teraba penebalan jaringan di kuadran lateral bawah pada bekas operasi. Regio Axilla dextra : I. Benjolan (-). P. Tak teraba massa.</p> <p>ResumeSeorang wanita umur 50 tahun, kawin, post menopause dengan benjolan pada payudara kanan sejak dua setengah tahun yang lalu dengan tumor doubling time 60 hari. Dilakukan Biopsi excisi di RS. Cianjur dengan hasil PA : Invasive ductal carcinoma Mammae Grade I-II. Benjolan membesar,terdapat benjolan pada ketiak kanan, dan pasien menerima Kemoterapi neoadjuvant di RS.Hasan Sadikin.</p> <p>ResumePada pemeriksaan fisik, status generalis dalam batas normal. Pada status lokalis Mamma dextra didapatkan scar operasi pada kuadran lateral bawah, retraksi nipple, penebalan jaringan pada Kuadran lateral bawah di bekas operasi. Pada axilla dan supraclavicula dextra tak teraba benjolan.</p> <p>DIAGNOSIS KLINIS ONKOLOGISTumor mamma dextra suspek maligna yang belum menginfiltrasi kulit dan dinding dada, sudah metastase ke KGB axilla dextra, metastase jauh belum diketahui (T3N2Mx), post Biopsi excisi dengan hasil PA : Invasive Ductal carcinoma mammae Grade I-II, dan post Kemoterapi neoadjuvant FAC.</p> <p>Rencana Pemeriksaan Penunjang </p> <p>Rntgen Thorax. USG Hepar.</p> <p>Rntgen Thorax</p> <p>USG Hepar</p> <p>Hasil HistopatologiPA No.1760007 Makroskopis : Sebuah jaringan mammae Uk 5x4x3 cm, warna kekuningan, pada irisan penampang nampak massa padat putih kekuningan. Mikroskopis : Sediaan biopsi mammae berupa massa tumor dari unsur epitelial. Sel tumor bentuk bulat sampai poligonal yang tumbuh hiperplastis, berkelompok dan difus. Inti sel polimorfi,hiperkromatis dan mitosis ditemukan.Stroma tampak bersebukan sel limfosit dan telah diinvasi masif sel tumor.Pada bagian lain tampak ductuli kelenjar yang dilapisi torak yang hiperplastis dengan inti dalam batas N. Kesimpulan : Invasive ductal Carcinoma Mammae grade I-II.</p> <p>DIAGNOSIS ONKOLOGISInvasive ductal carcinoma mammae dextra yang belum infiltrasi ke kulit dan dinding dada, sudah metastase ke KGB axilla dextra, belum metastase jauh (T3N2M0) post Biopsi excisi dan Kemoterapi neoadjuvant FAC.</p> <p>RENCANA TINDAKAN </p> <p>Modified Radical Mastectomy Kemoterapi Radioterapi ?</p> <p>Laboratorium</p> <p>Elektrokardiografi</p> <p>Tes Faal Paru (Spirometri)</p> <p>Durante Operasi</p> <p>Durante operasi : didapatkan penebalan pada daerah sekitar biopsi, tidak didapatkan KGB.</p> <p>HISTOPATOLOGI</p> <p>HISTOPATOLOGI</p> <p>PERMASALAHAN</p> <p>Apakah perlu diberikan Radioterapi pada kasus ini ?</p> <p>PEMBAHASANKanker payudara lanjut lokal (Locally Advanced Breast Cancer = LABC) adalah Kanker payudara tanpa adanya bukti metastasis jauh. Di US merupakan 2 -5 % dari semua kanker payudara. Terdiri atas 3 kelompok, yaitu : Operable disease (T3N1). Inoperable disease (T4 dan/atau N2-3). Inflamatory Breast Cancer (IBC) (T4dN0-3Mo).Harold J.Burstein et al, Malignant Tumors of The Breast (De Vita : Principles &amp; Practise of Oncology), 2008</p> <p>2.</p> <p>PEMBAHASAN</p> <p>Terapi LABC meliputi Kemoterapi Neoadjuvant, Operasi, dan Radioterapi. Dengan Kemoterapi neoadjuvant 15-25% akan mengalami complete response sebelum dilakukan operasi. Survival Rate 5 th : 74 %- 100 %. Untuk kontrol lokoregional dapat dilakukan : # Operasi dan Radioterapi post operasi. # Radioterapi saja.</p> <p>Harold J.Burstein et al, Malignant Tumors of The Breast (De Vita : Principles &amp; Practise of Oncology), 2008. Mahmoud el Gantiry, Breast Cancer, National Cancer Institute Cairo University, 2006</p> <p>PEMBAHASAN</p> <p>Meskipun telah complete response setelah diberikan Kemoterapi neoadjuvant, tetapi angka rekurensi pada LABC masih tinggi. Radioterapi post operasi.</p> <p>Harold J.Burstein et al, Malignant Tumors of The Breast (De Vita : Principles &amp; Practise of Oncology), 2008.</p> <p>PEMBAHASAN</p> <p>Radioterapi post operasi diberikan dengan tujuan untuk mengurangi resiko rekurensi lokoregional, dan meningkatkan angka survival jangka panjang pasien dengan nodal axilla yang positif.</p> <p>Indikasi : # Empat atau lebih KGB axilla positif. # Ukuran tumor &gt; 5 cm. # Positive margins. # Axillary dissections yang tidak adekuat.WHO, Guidelines for management of breast cancer, 2006</p> <p>PEMBAHASAN</p> <p>Mahmoud el Gantiry, Breast Cancer, National Cancer Institute Cairo University, 2006</p> <p>PEMBAHASAN</p> <p>Joseph Ragaz et al, Adjuvant Radiotherapy and Chemotherapy in Node-positive Premenopausal Women with Breast Cancer, NEJM, 1997</p> <p>PEMBAHASAN</p> <p>Joseph Ragaz et al, Adjuvant Radiotherapy and Chemotherapy in Node-positive Premenopausal Women with Breast Cancer, NEJM, 1997</p> <p>PEMBAHASAN</p> <p>Joseph Ragaz et al, Adjuvant Radiotherapy and Chemotherapy in Node-positive Premenopausal Women with Breast Cancer, NEJM, 1997</p> <p>PEMBAHASAN</p> <p>Penelitian DBCG (Danish Breast Cancer Group) 82b : 1,708 wanita post MRM secara random diberikan Kemoterapi CMF 9 siklus saja dan CMF 8 siklus + Radioterapi. Median follow up 114 bulan. 10 year locoregional recurrence rate adalah 32% vs 9% ( P </p>