blok 28 intoksikasi timbal

Download Blok 28 Intoksikasi Timbal

Post on 15-Jul-2016

13 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

OKUPASI

TRANSCRIPT

Intoksikasi Timbal pada Pekerja Pabrik Baterai

Alice Pratiwi

102011272

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Jl. Terusan Arjuna Utara No. 6 Kebon Jeruk, Jakarta Barat

email : alice_lice@live.comPendahuluan

Keracunan timbal merupakan salah satu masalah lingkungan di dunia yang bisa merusak kesehatan manusia. Sebagai salah satu negara berkembang, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk terkena keracunan timbal, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan, ini diakibatkan terutama karena kurangnya pendidikan dan informasi tentang keracunan timbal, termasuk juga di daerah perkotaan karena sedikitnya informasi mengenai limbah timbal yang disebarluaskan. Timbal bisa menyebabkan penyakit serius bagi usia muda, khususnya pada perkembangan otak. Timbal bisa mengurangi tingkat IQ, memperlambat pertumbuhan dan merusak ginjal. Bebarapa kasus keracunan timbal bisa menyebabkan coma atau kematian.IsiI. Penyakit Akibat Kerja (PAK)

PAK timbul akibat terpajan faktor fisik, kimiawi, biologis, atau psikososial di tempat kerja. Faktor tersebut di dalam lingkungan kerja merupakan penyebab pokok dan menentukan terjadinya penyakit akibat kerja, misalnya terpajan timah hitam di tempat kerja merupakan faktor utama terjadinya keracunan timah hitam, terpajan silika di tempat kerja merupakan faktor utama terjadinya silikosis. Namun, perlu diketahui bahwa faktor lain seperi kerentanan individual dapat berperan berbeda-beda terhadap perkembangan penyakit di antara para pekerja yang terpajan.1Penyakit akibat kerja timbul khususnya di antara para pekerja yang terpajan bahaya tertentu. Namun, pada beberapa keadaan, PAK dapat timbul di masyarakat umum akibat kontaminasi lingkungan tempat kerja. Akhirnya, penyakit akibat kerja memiliki penyebab yang spesifik.1 Data anamnesis terdiri dari beberapa kelompok data penting, yaitu identitas pasien, riwayat penyakit sekarang, riwayat penyakit dahulu, riwayat penyakit keluarga, riwayat pengobatan, riwayat sosio ekonomi ( termasuk pekerjaan). Untuk mendiagnosis PAK, sangat penting mengetahui secara lengkap riwayat pekerjaan pasien. Hal yang perlu diketahui mengenai riwayat pekerjaan pasien:1 Jenis pekerjaan, apa yang dikerjakan, lama bekerja dalam sehari, total lama bekerja, kondisi lingkungan kerja, faktor dalam lingkungan kerja yang mungkin menyebabkan PAK. Bahan yang digunakan, jenis bahaya yang ada, kejadian yang sama pada pekerja lain, pemakaian alat pelindung diri, cara melakukan pekerjaan, pekerjaan lain yang dilakukan, hobi.

Selain itu, penting untuk mengetahui pekerjaan sebelumnya bila ada. Mungkin saja pekerjaan sebelumnya yang menyebabkan masalah kesehatan pada pasien.

Selain anamnesis, perlu dilakukan juga pemeriksaan fisik dan juga kelainan bisa dipertegas dengan pemeriksaan laboratorium. Pada pemeriksaan fisik, lakukan pengukuran tanda-tanda vital ( suhu, nadi, frekuensi napas, dan tekanan darah). Lakukan juga inspeksi, lihat warna kulitnya, cek konjunctiva. Pada pemeriksaan laboratorium, periksa darah lengkap dan juga uji kadar timbal dalam darah.1II. DiagnosisDiagnosis banding pada skenario ini adalah anemia defisiensi besi, keadaan tidak cukupnya besi dalam tubuh sehingga terjadi penurunan kuantitatif sintesis hemoglobin dan jumlah sel darah merah. Secara morfologis, keadaan ini diklasifikasikan sebagai anemia mikrositik hipokromik dan juga pada pemeriksaan darah lengkap ( complete blood count) ditemukan nilai hemoglobin yang menurun.2 Diagnosis ini dapat disingkirkan karena tidak ditemukan penurunan kadar hemoglobin. Diagnosis kerja pada skenario ini adalah intoksikasi timbal akibat kerja. Dimana ditemukan kadar timbal dalam darah 40 g/dl. Hal ini juga didukung dengan alat pelindung diri yang tidak digunakan oleh pasien.

III. Timbal

Timbal atau yang kita kenal sehari-hari dengan timah hitam dan dalam bahasa ilmiahnya dikenal dengan kata plumbum dan logam ini disimpulkan dengan Pb. Logam ini termasuk kedalam kelompok logam-logam golongan IVA pada tabel Periodik unsur kimia. Mempunyai nomor atom (NA) 82 dengan bobot atau berat (BA) 207,2 adalah suatu logam berat berwarna kelabu kebiruan dan lunak dengan titik leleh 3270C dan titik didih 1.6200C. Pada suhu 550-6000C, Pb menguap dan membentuk oksigen dalam udara membentuk timbal oksida. Bentuk oksidasi yang paling umum adalah timbal (II).3 Timbal bersifat lunak dan lentur sehingga sangat mudah untuk dipotong dengan pisau atau tangan dan mudah dibentuk. Timbal (Pb) juga tahan terhadap korosi atau karat, sehingga logam ini sering digunakan sebagai coating.4Penggunaan Timbal

Penggunaan Pb di industri dan penambangan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya penambangan, peleburan, pembersih, dan berbagai industri. Beberapa industri yang menggunakan Pb seperti ada industri baterai, industri cat, industri karet, sebagai pengering pada industri kain katun, cat, tinta, cat rambut, insektisida, amunisi dan kosmetik. Timah hitam digunakan pula sebagai zat warna yaitu karbonat dan Pb sulfat sebagai zat warna putih dan Pb kromat sebagai krom kuning, krom jingga, krom merah dan krom hijau.4Sifat tahan asam dan kelembapannya menyebabkan timbal juga digunakan sebagai lapisan pipa dan kabel. Keramik yang berlapis timbal juga akan terlihat lebih keras dan cemerlang. Senyawa timbal tetraetil dan timbal tetrametil juga digunakan sebagai anti knock agent pada bensin. Pb merupakan salah satu bahan paduan yang mempunyai kemampuan sangat tinggi untuk menahan sinar-x dan sinar-y, sehingga lempengan timbal banyak dipakai sebagai pelindung bahan radioaktif.5Pajanan Timbal

Pekerja di pertambangan timbal sangat berpotensi terpajan debu dan fume yang banyak dihasilkan pada proses penggilingan/ penggosokan biji timbal. Di samping itu, pajanan timbal juga berpotensi terjadi pada pekerjaan pengelasan, penyolderan, pelukis, pekerja di pabrik baterai, aki, dan cat, terutama pekerja yang terkait proses penyemprotan, gelas, dan keramik. Pajanan di lingkungan dekat lokasi timbal dapat terjadi akibat udara, tanah, dan air minum yang terkontaminasi.5 Di daerah perkotaan pajanan terjadi akibat pencemaran lingkungan akibat asap buangan knalpot kendaraan bermotor. Penggunaan bahan bakar bertimbal melepaskan 95% timbal yang mencemari udara.3

Beberapa faktor yang meningkatkan resiko intoksikasi timbal:3,6 1. UmurAnak-anak lebih mudah terkena intoksikasi timbal. Hal ini disebabkan karena sistem imun pada usia kanak-kanak belum terbentuk dengan sempurna. Selain itu, anak-anak mampu menyerap timbal hingga 50% melalui saluran cerna sedangkan orang dewasa hanya 10-15% karena sistem pencernaan dan sistem saraf anak masih dalam tahap perkembangan sehingga lebih mudah menyerap toksik dari lingkungan.

2. Jenis KelaminPada laki-laki, nilai kadar timbal lebih besar dari perempuan. Hal ini biasanya disebabkan eksposur pekerjaan. Pada anak-anak tidak ditemukan adanya perbedaan kadar timbal antara laki-laki dan perempuan.

3. Lokasi Tempat TinggalLokasi tempat tinggal akan mempengaruhi konsentrasi timbal yang masuk dalam tubuh. Hal ini karena semakin dekatnya jarak rumah dengan jalan protokol berarti semakin dekat dengan sumber asap kendaraan bermotor yang memungkinkan semakin tingginya kadar timbal (Pb) di udara. Udara ambien dengan radius 0,5 km dari sumber emisi gas buang merupakan lokasi yang paling besar resikonya, 0,5 1 km merupakan resiko sedang dan di atas 1 km merupakan resiko ringan.4. Lama Terpapar

Lama terpapar akan mempengaruhi jumlah konsentrasi timbal yang masuk kedalam tubuh. Lama terpapar merupakan waktu terpapar seseorang dengan timbal. Permissible Exposure Limit (PEL) timbal yaitu tidak lebih dari 50 g/m3 selama 8 jam bekerja. Apabila lebih dari 8 jam, maka PEL harus dikurangi dengan perhitungan 400 / lama dia bekerja dalam jam.7 5. Pola MakanKadar timbal dalam darah juga dipengaruhi kebiasaan konsumsi makanan bergizi misalnya kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung protein tinggi, vitamin C, zat besi, dan kalsium. Susu merupakan sumber kalsium (Ca) yang baik bagi tubuh karena dapat mengurangi resiko absorbsi Pb pada gastrointestinal anak, Absorpsi dan retensi Pb dalam gastrointestinal (GIT) ini tergantung pada status mikronutrien yang terdapat dalam lumen GIT. Pada keadaan defisiensi Ca, absorpsi Pb dalam GIT akan meningkat, demikian pula dengan retensi Pb dalam tubuh akan turut meningkat. Mekanisme berikut dapat menerangkan peningkatan absorpsi Pb pada keadaan defisiensi atau kurangnya asupan kalsium. Kalsium dan Pb akan berkompetisi di tempat pengikatan yang sama (Binding Site), yaitu di tempat pengikatan protein pada mukosa intestinal, tempat ini merupakan tempat yang penting dalam proses absorbsi. Dengan adanya asupan kalsium yang cukup, tingkat absorpsi Pb akan diturunkan, karena kalsium cenderung akan lebih diikat di tempat binding site. Sedangkan vitamin C merupakan antioksidan yang dapat menghambat atau menetralisir radikal bebas dari lingkungan.

Efek Timbal bagi Kesehatan

Keracunan timbal dapat menyebabkan efek akut dan kronis. Keracunan akut yaitu akibat pemaparan yang terjadi dalam waktu yang relatif singkat (dapat terjadi dalam waktu 2-3 jam), dengan kadar yang relatif besar. Keracunan akut yang disebabkan oleh timbal biasanya terjadi karena kecelakaan misalnya, peledakan atau kebocoran yang tiba-tiba dari uap logam timbal, kerusakan sistem ventilasi di dalam ruangan. Keracunan akut ditandai oleh rasa terbakar pada mulut, terjadinya perangsangan dalam gastrointestinal, dan diikuti dengan diare.3Keracunan kronis terjadi karena absorpsi timbal dalam jumlah kecil, tetapi dalam jangka waktu yang lama dan terakumulasi dalam tubuh. Durasi waktu dari permulaan terkontaminasi sampai terjadi gejala atau tanda-tanda keracunan dalam beberapa bulan bahkan sampai beberapa tahun. Gejala keracunan kronis ditandai oleh rasa mual, anemia, sakit di sekitar perut, dan dapat menyebab