blok 10 - ppt

Click here to load reader

Post on 12-Sep-2015

235 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sistem berkemih

TRANSCRIPT

  • By : Alvin Anthonius Paulus / C 2 / 102011020

  • Sistem urinaria terdiri dari 2 buah ginjal dan ureternya, kandung kemih serta uretra. Ginjal essensial untu kehidupan dan menghasilkan urin yang trurun melewati ureter ke kandung kemih untuk disimpan sememtara dan akhirnya secara periodik dikeluarkan ke uretra. Fungsi ginjal adalah membuang bahan sisa (terutama senyawa nitrogen seperti urea, kreatinin, yang dihasilkan dari metabolisme makanan oleh tubuh), bahan asing dan produk sisanya. Ginjal juga mengatur keseimbangan air dan elektrolit berupa eksresi kelebihan air dan elektrolit dan juga mempertahanka keseimbangan asam-basa, suatu proses osmoregulasi

  • Nyeri pada waktu dan setelah BAK, nyeri pada perut bagian bawah serta demam.

  • Agar para mahasiswa dapat mengetahui tentang mekanis sistem urogenital.

  • Adanya gangguan pada kandung kemih.

  • Nyeri Pada Perut Bagian BawahMakroskopis dan mikroskospisDari ureter pars pelvina, vesica urninaria dan uterus. Sistem berkemihBiokimiaSifat sifat dan komposisi pengasaman urin Proses Pengasaman urin.

  • Agar para mahasiswa dapat mengetahui mekanisme sistem urogenital.

  • Retroperitoneal bagian atasGinjal kiri dan ginjal kananKapsula fibrosa dan kapsula adiposaFascia renalis2 bagian : kortex dan medula

  • Ginjal mendapat aliran darah dari arteri renalis yang merupakan cabang langsung dari aorta abdominalis, sedangkan vena dialirkan melalui vena renalis yang bermuara ke vena cava inferior dengan jalan yang sama dengan nadinya. Aretri interlobaris lalu arteri arcuata dan menuju arteri interlobularis.

  • kelenjar endokrin yang terletak superomedial terhadap ginjal. Glandula suprarenalis kanan berbentuk piramid, sedangkan yang kiri berbentuk pipih, seperti bulan sabit. Glandula suprarenalis dibungkus oleh fascia renalis, tetapi tidak ikut gerakan ginjal saat respirasi.

  • Glandula suprarenalis mendapat perdarahan dari a. suprarenalis superior, a. suprarenalis media, dan a. suprarenalis inferior. Beberapa pembuluh balik kecil mengikuti pembuluh nadinya. Pembuluh balik v. suprarenalis dextra langsung bermuara ke v. cava inferior. sedangkan, v. suprarenalis sinistra bermuara v. renalis sinistra.

  • lanjutan dari pelvis renis yang berfungsi menyalurkan urin ke dalam vesica urinaria. Ureter pars abdominalis, Ureter pars pelvinatempat-tempat penyempitan ureter, yaitu ureteropelvic junction, ureter menyilang arteri iliaca communis (flexura marginalis), dan saat ureter masuk ke vesica urinaria.Di tempat penyempitan tersebut dapat terjadi batu ureter.

  • reservoir urin (200 400 cc)Saat terisi penuh vesica urinaria terletak di daerah hipogastrica dan berbentuk ovoid pada saat kosong terletak di rongga panggul dan berbentuk limas. Secara anatomi, vesica urinaria terdiri atas tiga permukaan, yaitu permukaan superior yang berbatasan dengan rongga peritoneum, dua permukaan inferiolateral, dan permukaan posterior. Vesica urinaria terbagi menjadi apex, corpus, dan fundus. Lapisan otot vesica urinaria terdiri dari M. Detrusor, M. Trigonal, dan M. Sphincter vesica. Spatium para vesicale terdiri dari spatium para vesicale (Retzi) yang merupakan ruang antara simpisis pubis dan vesica urinaria, excavatio retrovesicale, dan excavatio vesicouterina.

  • Vesica urinaria memiliki nadi yang terdiri dari aa, vesicale superior dan inferior, a, vesiculodeferentialis. Sedangkan pembuluh baliknya ialah plexus venosus prostatica kemudian dialirkan ke v.iliaca interna.

  • tabung yang menyalurkan urin ke luar dari vesica urinaria melalui proses miksi.Uretra dilengkapi dengan sfingter uretra interna yang terletak pada perbatasan vesica urinaria dan uretra, serta sfingter uretra eksterna yang terletak pada perbatasan uretra anterior dan posterior. Sfingter uretra interna terdiri dari otot polos yang dipersarafi oleh sistem simpatik, sehingga pada saat vesica urinaria penuh sfingter terbuka, sedangkan sfingter uretra eksterna terdiri dari otot bergaris yang dipersarafi oleh sistem somatik yang dapat dikendalikan. Pada saat miksi sfingter ini terbuka dan tertutup saat menahan miksi. Panjang uretra wanita lebih pendek, hanya 3-5 cm, pada pria dewasa kurang lebih 18-25 cm. Perbedaan panjang inilah yang menyebabkan keluhan hambatan pengeluaran urin yang lebih sering terjadi pada pria.

  • Korteks ginjal terdiri dari glomerulus ginjal (korpus malpighi) yang bentuknya khas bundar dengan warna yang lebih tua dari sekitarnya karena sel-selnya tersusun lebih padat. Paling luar diliputi epitel selapis gepeng dan disebut kapsula bowman lapis parietal. Kadang ditemukan kapsula Bowman lapis parietal yang bersambung dengan kontortus proksimal membentuk kutub tubular/urinari. Pada arah berlawanan dari kutub tubular terdapat kutub vaskular, tempat masuk dan keluarnya arteriol pada glomerulus. Arteriol yang masuk disebut vasa aferen yang kemudian bercabang-cabang menjadi kapiler yang bergelung-gelung dalam glomerulus. Kapiler ini sebenarnya diliputi oleh podosit yang membentuk kapsula bowman lapis viseral. Kapiler kemudian bergabung menjadi satu lagi membentuk arteriol keluar dari glomerulus dan disebut vasa eferen.

  • Tubulus kontortus proksimal selalu terpotong dalam berbagai potongan karena jalannya yag berkelok-kelok. Dindingnya disusun oleh selapis kuboid dengan batas-batas sel yang sukar dilihat. Intinya bulat dan biasanya agak berjauhan dengan inti sel di sebelahnya. Sitoplasmanya berwarna asidofil dan terdapat brush border pada permukan selnya yang menghadap lumen.

  • Tubulus kontortus distal juga selalu terpotong sama seperti proksimal. Disusun oleh selapis kuboid yang batas-batas antar selnya agak lebih jelas dibandingkan proksimal. Inti sel bulat dan jarak antara inti sel bersebelahan agak berdekatan. Sitoplasmanya basofil dan permukaan sel yang menghadap lumen tidak mempunyai brush border.

  • Medula ginjal hanya terdiri dari saluran-saluran yang kurang lebih berjalan lurus. Di dalam korteks ginjal terdapat berkas-berkas jaringan medula yang disebut prosessus fereini. Terdapat saluran ansa henle segmen tebal turun (pars desenden/tubulus rektus proksimal) yang penampilannya mirip tubulus kontortus proksimal, tetapi garis tengahnya lebih kecil. Sedangkan, ansa henle segmen tebal naik (pars asenden/tubulus rektus distal) penampilannya mirip tubulus kontortus distal, tetapi garis tengahnya lebih kecil. Ansa henle segmen tipis penampilannya mirip pembuluh kapiler darah, tetapi epitelnya lebih tebal sedikit, sehingga sitoplasmanya lebih jelas terlihat. Selain itu, dalam lumennya tidak terdapat sel-sel darah. Duktus koligen mirip tubulus kontortus distal tetapi batas sel epitelnya jauh lebih jelas, selnya lebih tinggi dan lebih pucat.

  • Ureter, mukosanya dilapisi oleh epitel transisional dengan lamina propria di bawahnya. Lapis ototnya terdiri atas tiga lapisan, yaitu lapis otot memanjang (dalam), lapis otot melingkar (tengah), lapis otot memanjang (dalam), dan lapis adventisia yang merupakan jaringan ikat jarang.

  • Vesica urinaria dilapisi oleh epitel transisional di mukosanya dengan lamina proprianya di bawahnya. Lapisan muskular terdiri atas berkas-berkas serat otot polos yang tersusun berlapis-lapis secara tidak beraturan. Di antara berkas-berkas ini terdapat jaringan ikat jarang. Lapisan adventisia terdiri atas jaringan ikat jarang yang sebagian diliputi peritoneum.

  • Urin yg terbentuk di ginjal disalurkan ke ureter Kontraksi peristaltik (mendorong maju) otot polos di dinding ureter mendorong urin maju dari ginjal ke kandung kemih. Ureter menembus dinding kandung kemih secara oblik, melewati dinding kandung kemih beberapa sentimeter sebelum membuka ke dalam rongga kandung kemih. Susunan antomik ini mencegah aliran balik urin dari kandung kemih ke ginjal ketika tekanan di kandung kemih meningkat. Sewaktu kandung kemih terisi, ujung ureter di dalam dinding kandung kemih tertekan hingga tertutup. Namun, urin masih tetap dapat masuk karena kontraksi ureter menghasilkan cukup tekanan untuk mengatasi resistensi dan mendorong urin melewati ujung yang tertutup.

  • Kandung kemih dapat menampung fluktuasi volume urin yang besar. Kandung kemih terdiri dari otot polos yang dilapisi bagian dalamnya oleh suatu jenis epitel khusus. Dahulu diperkirakan, bahwa kandung kemih adalah kantung inert. Namun baik epitel maupun otot polos secara aktif ikut serta dalam kemampuan kandung kemih mengakomodasi perubahan besar dalam volume urin. Luas permukaan epitel yang melapisi bagian dalam dapat bertambah dan berkurang oleh proses teratur daur ulang membran sewaktu kandung kemih terisi dan mengosongkan dirinya.

  • Sfingter adalah cincin otot yang, ketika berkontraksi, menutup saluran melalui suatu lubang. Sfingter uretra internus yang terdiri dari otot polos dan, karenanya, tidak berada di bawah kontrol volunter sebenarnya bukan suatu otot tersendiri tetapi merupakan bagian terakhir dari kandung kemih.Dalam keadaan normal, ketika kandung melemas dan terisi, baik sfingter internus maupun eksternus menutup untuk menjaga agar urin tidak menetes. Selain itu, karena sfingter eksternus dan diafragma pelvis adalah otot rangka dan karenanya berada di bawah kontrol sadar maka orang dapat secara sengaja mengontraksikan keduanya untuk mencegah pengeluaran urin meskipun kandung kemih berkontraksi dan sfingter internus terbuka

  • Refleks berkemih dan kontrol volunter. Refleks berkemih terpicu ketika reseptor regang di dalam dinding kandung kemih terangsang. Kandung kemih pada orang dewasa dapat menampung hingga 250 sampai 400 ml urin sebelum tegangan di dindingnya mulai cukup meningkat untuk mengaktifkan reseptor regang. Semakin besar tegangan melebihi ukuran ini, semakin besar tingkat pengaktifan reseptor. Serat serat aferen dari reseptor regang membawa impuls ke medula spinalis dan akhirnya melalui antarneuron, merangsang saraf parasimpatis untuk kandung kemih dan menghambat neuron motorik ke sfingter eksternus. Stimulasi saraf parasimpatis kandung kemih menyebabkan organ ini berkontraksi.

  • Kedua sfingter terbuka dan urin terdorong melalui uretra oleh gaya yang ditimbulkan oleh kontraksi kandung kemih. Refleks berkemih ini, yang seluruhnya adalah refleks spinalm mengatur pengosongan kandung kemih pada bayi. Segera setelah kandung kemih terisi cukup untuk memicu refleks, bayi secara otomatis berkemih.

  • . Persepsi penuhnnya kandung kemih muncul sebelum sfingter eksternus secara refleks melemas, memberi peringatan bahwa miksi akan segera terjadi. Akibatnnya kontrol volume berkemih, yang dipelajari selama toilet training pada masa anak anak dini, dapat mengalahkan refleks berkemih sehingga pengosongan kandung kemih dapat berlangsung sesuai keinginan yang bersangkutan dan bukan ketika pengisian kandung kemih pertama kali mengaktifkan reseptor regang. Jika waktu refleks miksi tersebut dimulai kurang sesuai untuk berkemih, maka yang bersangkutan dapat dengan sengaja mencegah pengosongan kandung kemih dengan mengencangkan sfingter ekternus dan diafragma pelvis.

  • Di tubulus kontortus proximal, terjadi metabolisme dimana CO2 dan H2O oleh sel tubuli proximal membentuk H2CO3. H2CO3 ini berionisasi menjadi H+ dan HCO3-. H+ yang dari darah akan bertukar dengan Na+ yang berasal dari urin untuk direabsorbsi masuk ke dalam darah. Proses berlangsung terus sampai terpakai 80% - 85%, setelah 85% cairannya mengalir ke ansa henle yang kemudian ke tubulus kontortus Distal.

  • Di tubulus kontortus distal, proses berlangsung dan menghabiskan 15%. Rekasi yang terjadi sama, tetapi kalau ino H+ belum habis, harus diimbangi oleh fosfat. 2Na+ + HPO42- ada di filtratnya. Na akan bertukar dengan H+ seperti basa, Na+ + H+ + HPO42- menjadi NaH2PO4 (Natrium Hidrogen Fosfat). Natrium hidrogen fosfat ini lebih asam (ph=6,4).

  • Jika fosfatnya habis, harus diimbangi dimana H+ + NH3 - NH4+. H2O + CO2 H2CO3, dimana H2CO3 akan menjadi H+ + ( NH3 berasal dari asam amino glutamin) serta HCO3 keluar dari darah + Na+ dari dalam darah. NH4 naik berarti H+ juga naik tidak habis habis, kalau H+ sedikit pasti proses pengasaman sudah berakhir di fosfat.

  • Volume : normal antara 600 ml 2500 ml. Berat Jenis (1.003 1.030). Ph ( Normal:4.7 8.0). Rata rata = < 6,0. Warna Urin. Urin normal itu jernih, kuning muda seperti bir. Baunya khas.Kejernihan.

  • UreaKreatinin dan kreatinAmonia (NH3) dengan garam ammoniumAsam urat Asam aminoAllantoinKloridaSulfatFosfatOksalatMineralVitamin, hormon dan enzim.

  • Sistem pembentukan urin dimulai dari proses homeostasis di ginjal, yaitu filtrasi glomerulus, reabsorpsi tubulus, dan sekresi tubulus. Setelah itu urin mengalir dari pelvis ginjal, kemudian kedua ureter dengan gerakan peristaltik. Rasa ingin berkemih akan timbul apabila vesica urinaria berisi urin sebanyak 200-300 ml. Sampai akhirnya akan keluar melalui saluran kemih, yaitu uretra.