Bismillah....2 Repaired)

Download Bismillah....2 Repaired)

Post on 06-Jul-2015

158 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>OPINI PUBLIK INTERNAL TERHADAP MEDIA HUMAS INTERNAL UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA</p> <p>Oleh : HASIN 080531200002</p> <p>ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU BUDAYA UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA 2011</p> <p>BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang masalah Kehidupan organisasi tidak mungkin dipisahkan dari komunikasi karena komunikasi menjadi bagian dari kehidupan organisasi atau perusahaan. Komunikasi menjadi sesuatu yang sangat sentral, karena struktur, keluasan jangkauan, dan ruang lingkupnya hampir sepenuhnya ditentukan oleh teknik-teknik komunikasi, bahkan sesungguhnya spesialisasi dalam organisasi muncul dan dipelihara karena tuntutan-tuntutan komunikasi (Barnard, 1998, p.91). Perkembangan teknologi komunikasi yang cepat, membutuhkan komunikasi yang baik untuk menyampaikan pesan yang ingin disampaikan. Pemilihan saluran dan media pengiriman pesan komunikasi merupakan factor yang perlu diperhatikan karena berpengaruh terhadap efektivitas penyampaian pesan. Saluran dan media komunikasi menentukan gaya, nada, dan seluruh komposisi pesan. Pemilihan saluran dan media dalam penyampaian pesan membedakan tingkat efektivitas komunikasi dalam menyampaikan isi pesan. Efektivitas komunikasi melalui media komunikasi tercermin dari kemampuan media tersebut untuk mempengaruhi kelompok sasaran sesuai dengan yang diinginkan. Media komunikasi memiliki kemampuan untuk lebih menunjang suatu keberhasilan penyampaian pesan yang diinginkan. Pada saat ini banyak sekali media komunikasi yang digunakan baik media komunikasi internal ataupun media komunikasi eksternal. Tujuan diadakannya media komunikasi pada korporasi atau organisasi dalam penyelenggaraan kegiatan komunikasi yaitu sebagai langkah aktif korporasi atau organisasi untuk membina hubungan baik terhadap setiap pihak dengan siapa korporasi atau organisasi berhubungan, yang kedua yaitu untuk menjaga agar kegiatan komunikasi tidak berubah menjadi indikator penghambat yang bisa mengganggu hubungan baik tersebut. Humas memiliki peran penting dalam membantu menginformasikan pada publik internal (dalam organisasi) maupun publik eksternal (luar organisasi) dengan menyediakan informasi akurat dalam format yang mudah dimengerti sehingga ketidak-pedulian akan suatu organisasi,</p> <p>produk, atau tempat dapat diatasi melalui pengetahuan dan pengertian. Salah satu profesi seorang humas memang dituntut untuk senantiasa menyediakan informasi, mendidik, menanamkan keyakinan, meraih simpati, serta mengupayakan ketertarikan masyarakat akan sesuatu dari lembaga tersebut atau memberi pemahaman sehingga dapat menerima sebuah situasi tertentu yang terjadi pada sebuah lembaga atau organisasi tersebut. Maka dari inilah seorang humas memiliki kewajiban untuk membuat program-program dalam mengambil tindakan secara sengaja dan terencana dengan tujuan untuk mempertahankan, menciptakan, dan memelihara pengertian bersama antara lembaga atau organisasi dengan publiknya. Kedudukan humas merupakan salah satu penunjang untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan atau lembaga yang mana telah ditetapkan dalam sebuah manajemen organisasi lembaga tersebut sehingga sasaran humas tidak hanya focus pada public eksternal atau internal saja melainkan kedua-duanya. Bahkan jika kita analisa secara mendalam public internal merupakan asset yang lebih penting dibandingkan public eksternal untuk dijadikan objek komunikasi agar tertanam sebuah pengertian positif. Karena sangat tidak mungkin jika lembaga atau perusahaan tersebut bisa menanamkan citra positif bahkan menjalin hubungan baik kepada public eksternal jika public internalnya saja belum memiliki pemikiran yang positif terhadap lembaga atau perusahaannya. Dan ini sangatlah berbahaya karena hanyalah ibarat gaung dari sebuah tong kosong yang nyaring bunyinya. Yang hanya bagus dilihat dari luar namun pada kenyataannya bobrok didalamnya. Komunikasi di ibaratkan sebagai suatu proses penyampaian informasi dan penyampaian makna dari satu ke orang lain, dan satu-satunya cara mengelola aktivitas dalam sebuah organisasi adalah melalui sebuah proses komunikasi (Ruslan, 2003, p.83). Maka komunikasi di dalam sebuah organisasi dianggap penting, sebab menyangkut suatu proses tindakan bersama untuk dapat saling berbagi informasi antara organisasi dengan publik sasarannya guna mencapai tujuan tertentu. Cutlip dan Cunfield dalam bukunya juga menjelaskan bahwa untuk dapat menciptakan komunikasi yang dua arah timbal balik dan yang mengatur arus informasi, publikasi serta pesan dari organisasi kepada publiknya atau sebaliknya untuk mencapai citra positif untuk kedua belah pihak, maka diperlukan seseorang yang bertugas untuk menjadi jembatan komunikasi antara kedua belah pihak dan mendengar apa yang diharapkan oleh publik kepada organisasi, dimana peran ini biasanya dijalankan oleh seorang Humas (PR) (Ruslan, 2003). Tidak hanya itu Humas</p> <p>berfungsi menumbuhkan hubungan baik antara segenap komponen pada suatu lembaga atau perusahaan dalam rangka memberikan pengertian, menumbuhkan partisipasi dan motivasi. semua ini bertujuan menumbuhkan dan mengembangkan goodwill (niat baik) publiknya serta memperoleh opini publik yang menguntungkan (Soemirat, Ardianto, 2005, p.12). Humas dalam menjalankan peran dan fungsinya dapat dilakukan dengan komunikasi melalui media. jenis komunikasi yang dilakukan dengan media banyak macamnya tergantung pada public sasarannya apakah public internal atau eksternal. Berdasarkan publiknya, media organisasi dibagi menjadi tiga jenis antara lain media internal, media eksternal dan media internal dan eksternal. Sebagai suatu kegiatan komunikasi, penerbitan media internal dimaksudkan untuk memenuhi kepentingan organisasi dan pembaca kelebihan dari media komunikasi internal ini adalah antara lain sebagai media altenatif dalam melakukan komunikasi dialogis antara organsasi dengan publiknya (Siregar, Pasaribu, 2000, p.47). Di buku Teori dan Profesi Kehumasan yang ditulis oleh M. Linggar Anggoro disebutkan bahwa variasi perangkat bantu komunikasi yang dapat digunakan oleh lembaga humas dalam menjalin komunikasi dengan public internalnya sangatlah banyak dan bervariasi. Namun pada umumnya setiap organisasi atau lembaga hanya menggunakan salah satu atau sebagian kecil dari sekian banyak cara yang dapat dilakukan yang tentunya disesuaikan terhadap kondisi atau efektivitas dari metode tersebut. Pemilihan sebuah metode sangatlah dipengaruhi oleh karakteristik dari sebuah organisasi tersebut, jumlah dan strata personel, serta dimana organisasi atau lembaga tersebut berada. Jelas bahwa karakteristik sebuah pasar sangatlah jauh berbeda dengan karakteristik sebuah pondok pesantren. Kualitas personel dari perguruan tinggi juga jelas jauh berbeda dengan kualitas personel perusahaan pembuat tahu atau tempe. Juga karakteristik budaya dimana sebuah lembaga berada juga akan sangat berpengaruh terhadap pemilihan sebuah media. Media humas pada umumnya yang dapat digunakan sebagai media komunikasi internal adalah jurnal internal, papan pengumuman, kaset video dan CCTV (Close Circuit Television), stasiun radio sendiri, jaringan telepon internal, kotak saran, insentif bicara, siaran umum, obrolan langsung, dewan pekerja, presentasi video atau slide, literature pengenalan/informasi, konferensi</p> <p>staf dan rapat dinas, inpeksi pimpinan, tur staf, acara kekeluargaan, pameran dan peragaan, dan klub social. Universitas Trunojoyo Madura atau yang biasa di istilahkan UTM merupakan Perguruan Tinggi Negri ke-7 di Jawa Timur. Yang merupakan kelanjutan atau perubahan status dari Perguruan Tinggi Swasta Universiats Bangkalan atau yang biasa dikenal dengan UNIBANG menjadi Perguruan Tinggi Negri Universitas Trunojoyo Madura yang tertuang dalam surat keputusan Presiden Republik Indonesia No: 85 Tanggal 5 Juli 2001 sehingga Universitas</p> <p>Trunojoyo Madura merupakan Perguruan Tinggi Negri termuda di provinsi Jawa Timur dan satu-satunya perguruan tinggi negri di pulau Madura. Di usianya yang relative sangat muda Universitas Trunojoyo Madura atau yang biasa dikenal UTM dituntut untuk bekerja keras agar dapat bersaing dengan Perguruan Tinggi Negri lainnya minimal sama dalam hal pemberian mutu dan pelayanan pendidikan kepada peserta didiknya sehingga dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat. Maka dari itu segala upaya dilakukan dalam rangka mewujudkan Visi UTM untuk menjadi lembaga pendidikan tinggi yang menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik dan atau profesional, yang berdaya saing global serta bertakwa kepada tuhan yang maha esa, mulai dari menggalakkan pembangunan gedung sebagai kelengakapan penunjang dibidang infrastruktur sampai kelengkapan-kelengkapan kelembagaan yang dibutuhkan dalam sebuah struktur perguruan tinggi seperti lembaga humas yang berperan sebagai informan baik terhadap public internal maupun eksternal. Lembaga humas UTM dalam menjalin komunikasi dengan public internalnya menggunakan banyak sekali metode atau media internal, salah satunya seperti company profile yang sempat meraih juara satu kategori audio visual di ajang anugerah media humas tingkat nasional yang diberikan oleh Badan Koordinasi Kehumasan. Selain itu juga ada majalah Hallo UTM sebagai media komunikasi internal yang diterbitakan secara berkala setiap tiga bulan sekali serta masih banyak media internal humas lainnya. Namun pada kenyataannya kesemua itu masih belum mampu memberikan pemahaman positif ke semua publik internal. Ini terbukti pada saat penulis mencoba berkomunikasi dengan sebagian publik internal ternyata masih banyak yang belum mengetahui media-media tersebut bahkan ada sebagian dari yang saya temui masih</p> <p>mempertanyakan kinerja dari humas itu sendiri, yang mana pertanyaan ini sebenarnya tidak akan terjadi jika komunikasi yang dilakukan oleh lembaga kehumasan sudah efektif. Apalagi pada saat penulis ingin melakukan penelitian tentang efektivitas dari media Hallo UTM masih terkendala dikarenakan penyebaran dari majalah tersebut belum maksimal sehingga banyak dari dari dosen yang belum pernah membaca media tersebut bahkan sebagian dari dosen yang saya temui mengaku sama sekali tidak mengetahui apa itu Hallo UTM, padahal pembiayaan untuk media tersebut tidak lah sedikit sehingga apapun alasannya ini merupakan masalah, sehingga penelitian ini menjadi penting untuk mengetahui opini civitas akademika terhadap media internal humas Universitas Trunojoyo Madura. 1.2. Rumusan Masalah Rumusan masalah dari latar belakang tersebut maka dapat disimpulkan suatu permasalahan yang muncul yaitu tentang: Bagaimana opini civitas akademika terhadap media internal Humas Universitas Trunojoyo Madura? 1.3. Tujuan Penelitian Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui opini civitas akademika terhadap media internal Humas Universitas Trunojoyo Madura. 1.4. Manfaat Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian, maka manfaat dari pelaksanaan penelitian ini terbagi menjadi tiga, yaitu manfaat penelitian secara teoritis, praktis, dan lembaga. 1.4.1. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi cabang keilmuan yang peneliti tekuni, dalam hal ini adalah ilmu komunikasi, khususnya dibidang kehumasan. 1.4.2. Manfaat praktis 1. Penelitian ini merupakan implementasi ilmu pengetahuan yang telah peneliti peroleh dari bangku perkuliahan</p> <p>2. Sebagai bahan untuk memahami opini civitas akademika terhadap media internal humas UTM agar dapat dijadikan acuan untuk program humas selanjutnya agar lebih tepat sasaran dan member manfaat terhadap masyarakat setempat, lebih-lebih terhadap lembaga UTM sendiri agar bisa menjadi lembaga yang lebih maju dan berkemabang. 1.5. Kerangka Teori 1.5.1. Definisi Humas (publik relation) 1. The International Publik Relation Association Hubungan masyarakat adalah fungsi manajemen dari budi yang dijalankan secara berkesinambungan dan berencana, dengan nama organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga yang bersifat umum dan pribadi berusaha memperoleh dan membina pengertian, simpati, dan dukungan dari mereka yang ada sangkut pautnya atau yang mungkin ada sangkut pautnya dengan menilai pendapat umum di antara mereka dengan tujuan sedapat mungkin menghubungkan kebijaksanaan dan ketatalaksanaan mereka, guna mencapai kerjasama yang lebih produktif dan untuk melaksanakan kepentingan bersama yang lebih efisien, dengan melancarkan informasi yang berencana dan tersebar luas. 2. The British Institute of Publik Relations Upaya yang mantap, berencana dan berkesinambungan untuk menciptakan dan membina pengertian bersama antara organisasi dengan khalayaknya (Effendy, 2002, p.134). 1.5.2. Media Internal Humas (public relation) Sebuah hubungan yang kondusif antara pihak perusahaan dengan public sasarannya menjadi sesuatu yang penting karena dengan begitu penyampaian visi dan misi perusahaan atau lembaga akan tersampaikan dengan baik. media internal yaitu media yang dipergunakan untuk kepentingan kalangan terbatas dan non komersial serta lazim digunakan dalam aktivitas Public Relation (Ruslan, 2002, p.25). berdasarkan hal ini, jelas bahwa isi yang terdapat di dalamnya tidak lain memuat semua peristiwa ataupun informasi yang berkaitan dengan kepentingan publiknya. Jadi penerbitan media internal perusahaan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan komunikasi yang saling menguntungkan antara dua pihak yang saling berhubungan, yaitu antara perusahaan dengan pembaca. Sebagai kegiatan komunikasi, penerbitan media korporasi ini untuk memenuhi kepentingan kedua pihak (Siregar, Pasaribu, 2000). Lebih lanjut Ardianto dan</p> <p>Soemirat mengatakan bahwa media internal ini diperlukan oleh public relation untuk memelihara citra positif dan dukungan public yang menguntungkan. Adapun fungsi dari media internal adalah (Ruslan, 2003, p.180) : 1. Sebagai media hubungan komunikasi internal dan eksternal, yang diedarkan secara gratis dalam upaya penyampaian pesan-pesan, informasi dan berita mengenai aktivitas perusahaan, manfaat produk atau jasa, publikasi pada para konsumen, stakeholder, dan para pegawai. 2. Sebagai ajang komunikasi khusus antar karyawan, misalkan kegiatan olahraga, social, wisata, dan masih banyak lainnya. 3. Sebagai sarana media untuk pelatihan dan pendidikan dalam bidang tulis menulis bagi karyawan, serta staf humas. 4. Terdapat nilai tambah bagi departemen humas untuk menunjukkan kemampuan dalam menerbitkan media khusus. Media internal (House Jurnal) diterbitkan dalam banyak format , yaitu bulletin, majalah, surat kabar, newsletter, dan koran dinding perusahaan (Soemirat, Ardianto, 2004, p.27). Setiap format mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing tergantung dari karakter pembacanya dan karakter fisik jenis formatnya, karakter isi, perioritas, kemudahan proses produksi, biaya dan citra yang dikehendaki. Menurut Frank Jefkins, yang termasuk dalam media internal perusahaan adalah (Ruslan, 2003, p.175): 1. The Sales Bulletin, merupakan bentuk media komunikasi regular antara manajer</p> <p>penjualan dengan salesman yang berada di lapangan, dan biasanya diterbitkan secara mingguan. 2. The newslett...</p>