biologi vertebrata

Click here to load reader

Post on 25-Jul-2015

568 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

RESPIRASI PADA VERTEBRATAMakalah disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Biologi Umum Dosen pembimbing : Widodo, M.pd

Kelompok VII :1. Asmaniar 2. wildan nafisa bara 3. Yuliana Anjasari 4. Asad Hendro Saputro

(10690007) ( 10690026) (10690056) (10690040)

Pendidikan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta 2011

1

KATA PENGANTARAlhamdulillah puji syukur senantiasa penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena hanya dengan rahmat, hidayah, asih sayang dan barokah-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Respirasi Pada Vertebrata iini. serta salam tidak lupa penulis haturkan kepada junjungan kita, Rasullullah Muhammad SAW sebagai pembawa revolusioner sejati, beserta keluarga, para sahabat dan umatnya sampai harikiamat. . Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Biologi Umum di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penulis menyadari bahwa dalam proses penyelesaian makalah ini tidak terlepas dari peran dan sumbangsih pemikiran serta intervensi dari banyak kepada pihak. semua Karena pihak itu dalam kesempatan ini, penulis penulis ingin dalam menyampaikan terima kasih dan penghargaan sedalam-dalamnya yang telah membantu menyelesaikan penulisan makalah ini yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan sehingga kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan. Semoga tulisan ini bermanfaat, Aamiin.

Yogyakarta, 14 April 201

2

Penulis DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.. KATA PENGANTAR.. DAFTAR ISI .. BAB I PENDAHULUA.. A.LATAR BELAKANG MASAL.. B.PERUMUSAN MASALAH .. C.TUJUAN PENULISAN. D.METODE PENULISAN BAB II SISTEM RESPIRASI PADA VERTEBRATA... ... ... ... ... 6 A.PENGERTIAN SISTEM RESPIRASI... ... ... ... ... ... ... ... ... ... 6 B RESPIRASI PADA VERTEBRATA KELAS AMFIBIA... ... ... ... 7

1 2 3 4 4 5 5

C.RESPIRASI PADA VERTEBRATA KELAS PISCES ... ... ... ... ...12 D. RESPIRASI PADA VERTEBRATA KELAS REPTIL ... ... ... ... ... E. RESPIRASI PADA VERTEBRATA KELAS AVES ... ..... ... ... ... F. RESPIRASI PADA VERTEBRATA KELAS MAMALIA... ... ... ... BAB III PENUTUP.. 22 A.KESIMPULAN. 22 DAFTAR PUSTAKA .. 23 15 16 18

3

BAB IPENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH Setiap organisme mengalami proses respirasi untuk menghasilkan energi. Respirasi merupakan proses pertukaran gas yang meliputi pengambilan oksige di udara dan pembuangan karbondioksida(CO2). Sistem respirasi pada hewan berbeda-beda. Hewan avertebrata dengan hewan vertebrata memiliki proses respirasi yang berbeda. Begitu pula organ respirasi yang digunakan berbeda. Ada beberapa faktor yang menyebabkan perbedan organ respirasi diantaranya; habitat tempat tinggal seperti hewan yang hidup di darat dan di air, suhu lingkungan, kebiasaan hidup hewan seperti burung terbiasa tebang yang memiliki keistimewaan pundi pundi udara. Hewan vertebrata adalah hewan yang memiliki tulang belakang, contohnya kelas amfibia, pisces, aves, reptil dan mamalia. Sertiap kelas memiliki ciri yang berbeda dan sisem respirasi yang berbeda dengan karakteristik organ yang berbeda pula. Pisces hidup di air memiliki alat pernapasan ingsang, katak di waktu muda ingsang dan dewasa dengan paru-paru dan kulit, aves dengan paru-paru yang dibantu dengan pundi pundi udara dan mamalia dengan paru-paru.

B. PERUMUSAN MASALAH Agar tidak terjadi kesalahan dalam penyusunan makalah ini, maka kami merumuskan masalah sebagai berikut : A. Pengertian Respirasi

4

B. Respirasi pada vertebrata kelas amfibia C. Respirasi pada vertebrata kelas pisces D. Respirasi pada vertebrata kelas reptil E. Respirasi pada vertebrata kelas aves F. Respirasi pada vertebrata kelas mamalia

C. TUJUAN PENULISAN Adapun tujuan penulisan dalam pembahasan masalah ini adalah mengetahui : Memahami proses respirasi pada vertebrata pada masing masing kelas vertebrata. D. METODE PENULISAN Metode yang digunakan penulis adalah metode kepustakaan yaitu memberikan gambaran tentang materi-materi yang berhubungan dengan permasalahan melalui literatur buku-buku yang tersedia,tidak lupa juga penulis mengambil sedikit dari media massa atau internet

5

BAB II SISTEM RESPIRASI VERTEBRATA A. Pengertian Respirasi Respirasi dalam biologi adalah proses mobilisasi energi yang dilakukan jasad hidup melalui pemecahan zat untuk digunakan dalam menjalankan fungsi hidup. Dalam pengertian kegiatan kehidupan sehari-hari, respirasi dapat disamakan dengan pernapasan. Namun demikian, istilah respirasi mencakup proses-proses yang juga tidak mencakup pada istilah pernapasan. Respirasi terjadi pada semua tingkatan organisme hidup, mulai dari individu sampai satuan terkecil(sel). Apabila pernapasan biasanya diasosiasikan dengan penggunaan oksigen sebagai senyawa pemecah, respirasi tidak senantiasa melibatkan oksigen. Fungsi dari pernapasan adalah pengiriman oksigen ke organ,jaringan dan organ dan pengeluaran limbah pernapasan yang berupa karbondioksida. Pernapasan dibagi menjadi dua yaitu external dan internal. pernapasan External mengacu pada pertukaran gas antara lingkungan dan darah melalui permukaan. Pernapasan Internal mengacu pada pertukaran gas antara darah dan jaringan tubuh. Pada dasarnya, respirasi adalah proses oksidasi yang dialami sel sebagai unit penyimpan energi kimia pada organisme hidup. Sel seperti molekul gula atau asam-, dapat dipecah dengan bantuan enzim dan beberapa molekul sederhana. Karena proses ini adalah reaksi eksoterm (melepaskan energi), energi yang dilepas ditangkap oleh ADP atau NADP membentuk ATP atau NADPH. Pada gilirannya, berbagai reaksi biokimia endotermik (memerlukan energi) dipasok kebutuhan energinya dari kedua kelompok senyawa terakhir ini.

6

Kebanyakan respirasi yang dapat disaksikan manusia memerlukan oksigen sebagai oksidatornya. Reaksi yang demikian ini disebut sebagai respirasi aerob. Namun demikian, banyak proses respirasi yang tidak melibatkan oksigen, yang disebut respirasi anaerob. Yang paling biasa dikenal orang adalah dalam proses pembuatan alkohol oleh khamir. Berbagai bakteri anaerob menggunakan belerang (atau senyawanya) atau beberapa logam sebagai oksidator. B. Respirasi Pada Kelas Amfibia Kodok (bahasa Inggris: frog) dan katak alias bangkong (b. Inggris: toad) adalah hewan amfibia yang paling dikenal orang di Indonesia. Anak-anak biasanya menyukai kodok dan katak karena bentuknya yang lucu, kerap melompat-lompat, tidak pernah menggigit dan tidak membahayakan. Hanya orang dewasa yang kerap merasa jijik atau takut yang tidak beralasan terhadap kodok. Kedua macam hewan ini bentuknya mirip. Kodok bertubuh pendek, gempal atau kurus, berpunggung agak bungkuk, berkaki empat dan tak berekor (anura: a tidak, ura ekor). Kodok umumnya berkulit halus, lembab, dengan kaki belakang yang panjang. Sebaliknya katak atau bangkong berkulit kasar berbintil-bintil sampai berbingkul-bingkul, kerapkali kering, dan kaki belakangnya sering pendek saja, sehingga kebanyakan kurang pandai melompat jauh. Namun kedua istilah ini sering pula dipertukarkan penggunaannya. Kodok dan katak mengawali hidupnya sebagai telur yang diletakkan induknya di air, di sarang busa, atau di tempat-tempat basah lainnya. Beberapa jenis kodok pegunungan menyimpan telurnya di antara lumut-lumut yang basah di pepohonan. Sementara jenis kodok hutan yang lain menitipkan telurnya di punggung kodok jantan yang lembab, yang akan selalu menjaga dan membawanya hingga menetas bahkan hingga menjadi kodok kecil.Sekali bertelur katak bisa menghasilkan 5000-20000 telur, tergantung dari kualitas induk dan berlangsung sebanyak tiga kali dalam setahun. Telur-telur kodok dan katak menetas menjadi berudu atau kecebong (b. Inggris: tadpole), yang bertubuh mirip ikan gendut, bernafas dengan insang dan selama beberapa lama hidup di air. Perlahan-lahan akan tumbuh kaki belakang,

7

yang kemudian diikuti dengan tumbuhnya kaki depan, menghilangnya ekor dan bergantinya insang dengan paru-paru. Setelah masanya, berudu ini akan melompat ke darat sebagai kodok atau katak kecil. Pengenalan tentang katak, bisa dipahami lewat morfologinya, cara hidup, dan reproduksinya. Akan tetapi, pengenalan tentang katak akan ditinjau dari segi morfologinya, habitat, cara mendapatkan makanan dan bernafas untuk memperoleh energi melalui proses oksidasi biologi. a. Morfologi Kodok1 Kepala dan badan lebar bersatu, ada dua pasang kaki atau anggota, tak ada leher dan ekor. Bagian dalam ditutupi dengat kulit basah halus lunak. Kepala mempunyai mulut tang lebar untuk mengambil makanan, 2 lubang hidung/ nares externa yang kecil dekat ujung hidung yang berfungsi dalam pernapasan, 2 mata yang besar spherik, dibelakangnya 2 lubang pipih tertutup oleh membrane tympani yang berfungsi sebagai telinga untuk menerima gelombang suara. Tiap mata mempunyai kelopak mata atas dan bawah, serta di dalamnya mempunyai selaput mata bening membrane nictitans untuk menutupi mata apabila berada di dalam air. Di bagian ujung belakang badan dijumpai anus, lubang kecil untuk membuang sisasisa makananyang tak dicerna, urine dan sel-sel kelamin/ telur atau sperma dari alat reproduksi. Kaki katak terdiri atas sepasang kaki depan dan sepasang kaki belakang. Kaki depan terdiri atas lengan atas (brancium), lengan bawah (antebrancium), tangan (manus), dan jari-jari (digiti). Pada kaki belakang terdiri atas paha (femur), betis (crus), kaki (pes) dan jari-jari (digiti). Secara umum katak jumlah jari tungkai depan biasanya empat jari dan tungkai belakang lima jari. Pada tungkai belakang memanjang yang berpotensi untuk melompat. Kadang-kadang dijumpai jari tambahan sebagai prehaluk pada sisi ventral kaki. Prehaluk ini pada Spadefoot (katak penggali tanah) berupa tulang -tulang keras yang digunakan untuk menggali tanah sebagai tempat bersembunyi. Kulit amphibi sangat penting dalam