biologi sistem ekskresi pada hewan kelas xi

Click here to load reader

Post on 05-Apr-2017

471 views

Category:

Education

26 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

SISTEM EKSKRESI PADA HEWAN

SISTEM EKSKRESI PADA HEWANKELOMPOK 5

AYU LESTARI ( 04 )DYAH WAHYU SIN T. ( 07 )NUR DWI NASIROH ( 18 )SALMA MAULIDA ( 23 )

XI MIPA 1

SISTEM EKSKRESI PADA HEWANProtonefridiaMetanefridia Tubulus MalpighiGinjal

HEWANINVERTEBRATAHEWANVERTEBRATARotiferBeberapa AnelidaLarva MoluskaCacing PipihSebagian Besar Anelida termasuk Cacing TanahInsektaArthtropodaMamaliaReptilPiscesAvesAmfibi

PROTONEFRIDIA

Protonefridia merupakan organ ekskresi yang mempunyai struktur sederhana. Contoh sistem ekskresi protonefridia adalah pada cacing pipih, rotifer, beberapa anelida, dan larva moluska. Organ ini terdiri dari saluran (tubula) sederhana atau bercabang, biasanya terbuka pada ujungnya dan keluar tubuh melalui lubang yang disebut nefridiofor. Cacing pipih mempunyai organ nefridium yang disebut sebagai protonefridium yang tersusun dari tabung dengan ujung membesar mengandung silia. Pada cacing pipih, protonefridia berbentuk jaringan tubula yang tertutup dan bercabang di seluruh tubuh.

Cabang yang paling kecil terdapat struktur selular seperti api yang disebut sel api (flame cells). Sel api merupakan sel yang di dalamnya mempunyai silia atau rambut getar dan menjulur ke dalam tubula.

Tiap sel api mempunyai silia yang gerakannya seperti gerakan api lilin. Gerakan silia berfungsi mengatur arus dan menggerakan air ke sel api pada sepanjang saluran ekskresi.

Akibat gerakan tersebut, air atau cairan tubuh dan zat sisa yang sudah disaring di dalam sel api akan terdorong masuk ke dalam saluran ekskresi, cairan tubuh dan zat sisa kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui lubang nefridiofor.

METANEFRIDIAAlat ekskresi metanefridia ditemukan pada cacing tanah berupa sepasang metanefridia yang terdapat pada tiap ruas tubuhnya. Metanefridia mempunyai lubang masuk yang berbentuk corong bersilia yang disebut dengan nefrostom. Nefrostom berfungsi mengumpulkan cairan dari rongga tubuh. Selama cairan berada dalam tubula, terjadi absorpsi kembali zat-zat yang masih dibutuhkan tubuh dan dialirkan ke darah. Sedangkan urine dikeluarkan dari tubuh melalui lubang nefridiofor.

5

TUBULUS MALPIGHIAlat ekskresi serangga, misalnya belalang, berupa pembuluh malpighi. Pembuluh Malphigi berupa kumpulan benang halus yang berwarna putih kekuningan dengan jumlah banyak dan pangkalnya melekat pada pangkal dinding usus. Pembuluh ini melekat pada satu atau kedua ujung usus menuju rongga tubuh ke segala arah.Organ ini berupa saluran/pipa yang salah satunya buntu, sedangkan ujung lainnya membuka kearah usus, terletak diantara usus tengah dan rektum.Tubulus malpighi membentang dari ujung-ujung buntu yang terendam dalam hemolimfe (cairan sirkulasi) hingga bukaan kesaluran pencernaan.

Epitelium transpor yang melapisi tubulus menyekresikan zat terlarut tertentu, termasuk zat buangan bernitrogen, dari hemolimfe ke dalam lumen tubulusAir mengikuti zat terlarut ke dalam tubulus melalui osmosis, dan cairan tersebut kemudian mengalir ke dalam rektum.Sebagian besar zat-zat yang berguna diserapkembali (reabsorpsi) melewati jaringan epiteliumpada rektum dan diedarkan ke seluruh tubuh olehhemolimfa.Sebaliknya, limbah bernitrogen mengendapmenjadi asam urat yang dikeluarkan bersamafeses lewat anus.CARA KERJA TUBULUS MALPIGHI

GINJALAlat ekskresi pada ikan berupa sepasang ginjal yang memanjang (opistonefros) dan berwarna kemerah-merahan. Pada beberapa jenis ikan, seperti ikan mas saluran ginjal (kemih) menyatu dengan saluran kelenjar kelamin yang disebut saluran urogenital. Saluran urogenital terletak dibelakang anus, sedangkan pada beberapa jenis ikan yang lain memiliki kloaka. Karena ikan hidup di air, ikan harus selalu menjaga keseimbangan tekanan osmotiknya. Pada ikan yang bernafas dengan insang, urin dikeluarkan melalui kloaka atau porus urogenitalis, dan karbon dioksida dikeluarkan melalui insang. Pada ikan yang bernafas dengan paru-paru, karbon dioksida dikeluarkan melalui paru-paru dan urin dikeluarkan melalui kloaka. Mekanisme ekskresi pada ikan yang hidup di air tawar dan air laut berbeda. Ikan yang hidup di air tawar mengekskresikan ammonia dan aktif menyerap oksigen melalui insang, serta mengeluarkan urin dalam jumlah yang besar. Sebaliknya, ikan yang hidup dilaut akan mengekskresikan ammonia melalui urin yang jumlahnya sedikit.

Mendapatkan air dan garam dari makananAir masuk secara osmosislewat permukaantubuhnyaMineral diikat oleh insangEkskresi urin banyakdan lebih encer

Meperoleh air dan garam mineral denganBanyak minum air lautAir keluar lewat permukaan tubuh dan lewat insangKelebihan garamDibuang lewatinsangEkskresi urin yang pekat dan sedikitIkan Air TawarIkan Air Laut

IKAN AIR LAUTIKAN AIR TAWARTubuh lebih hipotonis dari air laut sehingga air banyak yang keluar dari tubuh.Tubuh lebih hipertonis dari lingkungannya sehingga air banyak yang masuk lewat permukaan tubuhnya.Akibatnya ikan laut banyak minum air laut untuk menutupi kehilangan air yang besarAkibatnya ikan air tawar sedikit minum air.

Urin yang dihasilkan sedikit dan pekatUrin yang dihasilkan banyak dan encer

Ginjal memiliki sedikit glomelurus sehingga penyaringan sisa hasil metabolisme berjalan lambat.Ginjal dilengkapi sejumlah glomelurus yang jumlahnya lebih banyak sehingga penyaringan sisa hasil metabolisme berjalan cepatSebaliknya pada air laut mengeksresksikan sampah nitrogen berupa trimetilamin oksida (TMO), mengekresikan ion-ion lewat insang dan mengeluarkan urine sedikit.Ikan air tawar mengeksreksi ammonia dan aktif menyerap ion anorganik melalui insang serta mengeluarkan urine dalam jumlah besar.

Tabel Perbedaan Mekanisme Ekskresi Ikan Air Laut dan Ikan Air Tawar

SEKIAN DAN TERIMA KASIH