Bidang Perdagangan yuli

Download Bidang Perdagangan yuli

Post on 27-Jun-2015

386 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>BAB 1. PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral adalah instansi pemerintah yang bergerak dalam bidang jasa. Wujudnya adalah memberikan pelayanan perijinan usaha dan memberikan pelayanan dalam bentuk bimbingan serta penyuluhan untuk mengembangkan, membina dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan usaha di bidang industri dan perdagangan. Selain dalam bidang peridustrian dan perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral memberikan pelayanan dalam menyiapkan dan mengevaluasi data untuk pemberian penerbitan ijin usaha bidang energi sumber daya mineral dan melaksanakan tugas-tugas lain dalam bidang energi sumber daya mineral. Perkembangan dunia usaha khususnya perindustrian dan perdagangan kurang terkoordinasi sehingga perlu ditata atau diarahkan secara dini agar tidak mengakibatkan tergusurnya pengusaha industri dan pedagang yang memiliki modal minoritas serta pasar tradisional dapat beerkembang dan menciptakan dunia usaha yang sehat. Dalam menciptakan dunia usaha yang sehat dan terbuka perlu adanya aturan main yang jelas dari pemerintah sehingga tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan dalam dunia perindustrian dan perdagangan. Maka diperlukan adanya kebijakan yang mengatur tentang perindustrian dan perdagangan. Kebijakan menurut Udoji (dalam Wahab, 1991 : 15) yaitu sebagai suatu tindakan bersanksi yang mengarah pada tujuan tertentu yang diserahkan pada suatu masalah atau sekelompok masalah tertentu yang saling berkaitan yang mempengaruhi sebagian besar warga masyarakat. Dengan adanya kebijakan pemerintah tentang perdagangan dan perindustrian, maka Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral melaksanakan tugas-tugasnya, salah satunya adalah untuk memberikan perijinan kepada pengusaha industri dan pedagang serta memberikan pelayanan dalam peningkatan kemampuan dan keterampilan usaha.</p> <p>1</p> <p>Oleh proses</p> <p>karena</p> <p>itu</p> <p>kami</p> <p>melaksanakan dan pelaksanaan</p> <p>kuliah</p> <p>kerja</p> <p>pada pada</p> <p>Dinas bidang</p> <p>Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Mineral untuk mengetahui pembuatan perijinan pelayanan perindustrian dan perdagangan. 1.2 Tujuan dan Manfaat 1.2.1 Tujuan Kuliah Kerja a. industri b. Untuk mengetahui tugas-tugas bidang perindustrian yang berkaitan dengan pemrosesan perijinan perindustrian. 2. Bidang perdagangan Untuk mengetahui prosedur permohonan perijinan 1. Bidang perindustrian</p> <p>a.perdagangan b. perdagangan perdagangan 1.2.2 Manfaat Kuliah Kerja a.</p> <p>Untuk mengetahui prosedur permohonan perijinan Untuk yang mengetahui dengan tugas-tugas pemrosesan bidang perijinan</p> <p>berkaitan</p> <p>Manfaat bagi mahasiswa : 1. Untuk membandingkan dan menerapkan sejauh mana ilmu pengetahuan yang didapat selama perkuliahan dengan diterapkan dilapangan. 2. untuk membantu diskripsi secara langsung bagi mahasiswa yang terjun dalam lapangan pekerjaan tentang bagaimana etika seseorang bersikap dalam bekerja. 3. untuk memenuhi syarat menyelesaikan laporan Kuliah Kerja. 4. Memperdalam dan meningkatkan keterampilan serta kreatifitas dalam bidang Ekonomi Sumber Daya Manusia.</p> <p>b. pada umumnya :</p> <p>Manfaat bagi Fakultas pada khususnya dan Universitas 1. Sebagai bahan masukan guna melakukan evaluasi sejauh mana kualitas teori yang diberikan bila dibandingkan dengan perkembangan ilmu yang berada dalam praktek nyata.</p> <p>2</p> <p>2. Sebagai kajian atas laporan-laporan hasil Kuliah Kerja yang dilakukan mahasiswa sesuai dengan penyesuaian kurikulum. 3. Menjalin kerjasama antara Instansi dan Universitas dalam pemberian ilmu pengetahuan tentang instansi tersebut.</p> <p>c.</p> <p>Manfaat bagi instansi : 1. Dengan disusunnya laporan kuliah kerja nanti dapat diharapkan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan dalam pengambilan keputusan dimasa yang akan datang. 2. Sebagai sarana yang menghubungkan lembaga pendidikan dengan instansi terkait dalam penyediaan lapangan kerja.</p> <p>1.3 Pelaksanaan Kuliah Kerja 1.3.1 Objek Kuliah Kerja Instansi Jember. 2. Alamat : Instansi tempat pelaksanaan kuliah kerja (KK) beralamatkan di Jl. Kalimantan No. 82 Kabupaten Jember. 3. Bidang Usaha : Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Jember bergerak dibidang jasa. 1.3.2 Pelaksanaan Kuliah Kerja Kuliah kerja dilaksanakan efektif terhitung mulai tanggal 5 Oktober 2009 sampai dengan tanggal 6 Nopember 2009, namun waktu tersebut tidak mutlak tergantung kebijakksanaan perusahaan/instansi yang bersangkutan. Pelaksanaan Kuliah Kerja memiliki jadwal kerja yang dapat dilihat pada tabel 1.3.2.1 dan tabel 1.3.2.2 berikut ini : tempat pelaksanaan kuliah kerja (KK) adalah Dinas 1. Nama Objek : Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten</p> <p>3</p> <p>Tabel 1.3.2.1 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan KK di Bidang Perindustrian No 1 2 Kegiatan 1 Observasi serta pengurusan izin Perkenalan dengan Pimpinan dan Karyawan Dinas Perindustrian, 3 4 5 6 7 8 Perdagangan dan ESDM Membantu penulisan laporan nota dinas Bidang Perindustrian Membantu meregister Tanda Daftar Industri Mengikuti rapat perencanaan kegiatan lapangan Membantu penulisan formulir Tanda Daftar Industri (TDI) Mengikuti kegiatan bimbingan dan 24 18 4 18 24 4 Minggu Ke 2 3 Jumlah 4 Jam 2 2</p> <p>penyuluhan di lapangan Konsultasi secara periodik Dosen Pembimbing Fakultas</p> <p>dengan serta</p> <p>9</p> <p>instansi Perpisahan dan penutupan KK Total Jam Kegiatan KK</p> <p>2 98</p> <p>4</p> <p>Tabel 1.3.2.2 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan KK di Bidang Perdagangan No 1 2 Kegiatan 1 Observasi serta pengurusan izin Perkenalan dengan Pimpinan dan Karyawan Dinas Perindustrian, 3 4 Perdagangan dan ESDM Membantu pengisian formulir Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) Membantu mengagendakan Permohonan 5 6 7 Surat Ijin Surat Usaha 20 40 4 40 20 Minggu Ke 2 3 Jumlah 4 Jam 2 2</p> <p>Perdagangan (SP-SIUP) Membantu meregister Surat IjinUsaha Perdagangan (SIUP) Membantu pengetikan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) Konsultasi secara periodik Dosen Pembimbing Fakultas dengan serta</p> <p>8</p> <p>instansi Perpisahan dan penutupan KK Total Jam Kegiatan KK</p> <p>2 130</p> <p>BAB 2. GAMBARAN UMUM OBJEK KULIAH KERJA</p> <p>5</p> <p>2.1 Sejarah dan Perkembangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Sejak awal berdirinya Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral sering berganti nama. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 131 Tahun 1957 ditetapkan dengan nama Departemen Perdagangan sebagai salah satu lembaga bidang perdagangan di indonesia, yaitu tentang Pemerintahan Kementerian Perekonomian menjadi Kementerian Perdagangan dan Kementrian Perindustrian yang berlaku sejak tanggal 9 April 1957. Sebelumnya sejak tanggal 19 Agustus 1945 sampai dengan tanggal 24 Maret 1956 tidak dijumpai adanya Kementrian Perdagangan atau Menteri Perdagangan, yang ada adalah Kementerian Perekonomian Perdagangan dan industri yang muncul silih berganti. Sehingga pada tanggal 9 April 1957 dipecah menjadi Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian. Pada tanggal 27 Agustus 1964 dipakai istilah Menteri Perdagangan Dalam Negeri. Kemudian pada tanggal 28 Maret 1966 dipecah menjadi Departemen Perdagangan dan Departemen Koperasi. Selanjutnya dari tanggal 29 Maret 1978 sampai dengan 21 Maret 1983, berubah lagi menjadi Departemen Perdagangan dan Koperasi. Pada kabinet Pembangunan IV yang dibentuk tanggal 21 Maret 1983, Departemen Perdagangan dan Koperasi dipecah lagi menjadi Departemen Perdagangan dan Departemen Koperasi yang didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 388/M tahun 1966. kemudian berubah lagi menjadi Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Pada tanggal 1 januari 2001 dengan berlakunya UU Nomor 22 Tahun 1999, Departemen Perindustrian dan Perdagangan berubah status menjadi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 74 tahun 2000 tanggal 23 Desember 2000. selanjutnya sebagai implementasi dari PP VII Tahun 2003 berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 23 tahun 2003, Dinas Perindustrian dan Perdagangan berubah menjadi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal. Kemudian pada Tahun 2008 berubah nama lagi menjadi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral. Perubahan tersebut mencakup perubahan struktur organisasi, tugas pokok dan fungsi.</p> <p>6</p> <p>2.2 Struktur Organisasi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral 2.2.1 Bagan Organisasi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Jember Bedasarkan Peraturan Daerah Nomor 51 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Jember, kewenangan otonomi daerah dibidang Perindustrian, Perdagangan dan pertambangan dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Jember yang merupakan unsur pelaksana Pemerintah Daerah Kabupaten Jember. Dalam melaksanakan kewenangannya Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Dinas yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Agar suatu sistem kerja sama berjalan lancar perlu dijelaskan pembagian kerja tugas, kewajiban, tanggung jawab dan wewenang bagi individu atau bagian yang bekerja didalam kantor. Pembagian kerja dan penetapan tanggung jawab itu menetapkan struktur organisasi. Struktur organisasi merupakan suatu kerangka kerja formal organisasi, dimana kerangka tersebut meliputi tugas-tugas jabatan yang dibagi-bagi, dikelompokkan, dan dikoordinasi. Ada beberapa bentuk struktur organisasi antara lain : bentuk organisasi lini; lini dan staf; fungsional; lini; staf dan fungsional serta bentuk organisasi (Sjamsuri, 2006 : 64-70) Susunan organisasi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Jember terdiri dari : a. b. c. d. e. f. g. Kepala Dinas Sekretariat Bidang Industri Bidang Perdagangan Bidang Energi Sumber Daya Mineral Kelompok Jabatan Fungsional Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) komite</p> <p>7</p> <p>Untuk lebih jelasnya susunan organisasi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Jember dapat dilihat pada gambar 2.2.1.1</p> <p>8</p> <p>BAGAN ORGANISASI DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN ESDM KABUPATEN JEMBER</p> <p>KEPALA DINAS</p> <p>SEKRETARIAT KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUB BAGIAN PERENCANA AN SUB BAGIAN KEUANGAN</p> <p>BIDANG INDUSTRI</p> <p>BIDANG PERDAGAN GAN</p> <p>BIDANG ENERGI SUMBER DAYA MINERAL</p> <p>SEKSI INDUSTRI HASIL PERTANIAN DAN KEHUTANAN</p> <p>SEKSI PERDAGAN GAN LUAR NEGERI</p> <p>SEKSI PERTAMBAN GAN UMUM, MINYAK GAS BUMI DAN GEOLOGI</p> <p>SEKSI MINERAL DAN PENGELOLAA N ABT</p> <p>SEKSI KETENAGA LISTRIKAN DAN PEMANFAAT AN ENERGI</p> <p>SEKSI INDUSTRI LOGAM,MESIN ,KIMIA DAN ANEKA</p> <p>SEKSI PERDAGAN GAN DALAM NEGERI</p> <p>UPTBUPATI JEMBER TTD MZA DJALAL</p> <p>Gambar 2.1.1.1 Struktur Organisasi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Jember</p> <p>9</p> <p>2.2.2</p> <p>Tugas,</p> <p>Wewenang,</p> <p>dan</p> <p>Tanggung</p> <p>jawab</p> <p>masing-masing</p> <p>dalam</p> <p>Organisasi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Jember Pada umumnya setiap lembaga atau organisasi memiliki susunan atau jenjang untuk mempermudah dalam mengklasifikasikan tugas dan wewenang setiap bidang yang ada. Begitu pula pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Jember. Berikut ini merupakan susunan tingkat jenjang dalam struktur organisasi pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Jember : 1. Kepala Dinas Kepala Dinas adalah seorang pimpinan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Jember yang berada dan tanggung jawab kepada Bupati Jember melalui Sekretaris Daerah. 2. Bidang Sekretariatan Sekretariatan mempunyai tugas melaksanakan administrasi dan urusan kerumahtanggaan dalam lingkup Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral dan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas. Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Untuk melaksanakan tugasnya Sekretariat mempunyai fungsi : a. Pengkajian peraturan perundang-undangan dan ketentuan lainnya. b. Penyusunan program kerja Sekretariatan. c. Koordinasi bawahan dilingkungan Sekretariat agar sinergi dan saling mendukung dalam pelaksanaan tugas. d. Koordinasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas. e. Perencanaan pelaksanaan dan pengawasan kegiatan umum, kepegawaian, perencanaan dan keuangan. f. Koordinasi perencanaan, pengendalian dan evaluasi program kegiatan bidang.</p> <p>10</p> <p>g. Koordinasi keuangan. h. Koordinasi i.</p> <p>perencanaan, penyebarluasan</p> <p>pengolahan, peraturan</p> <p>pengawasan perundang-</p> <p>undangan dan ketentuan lainnya yang diperlukan. Pengaturan dan pengendalian pengadaan surat menyurat, perpustakaan, perlengkapan, rumah tangga serta urusan penyelenggaraan rapat dinas. j. l. Pelaksanaan hubungan masyarakat. Pembuatan laporan pelaksanaan tugas Sekretariat k. Koordinasi pelaksanaan urusan ketatalaksanaan. sebagai pertanggung jawaban. Bbagian Sekretariatan terdiri dari beberapa sub bagian, yaitu (1) Sub Bagian 2.1 Umum dan Kepegawaian, (2) Sub Bagian Perencanaan, (3) Sub Bagian Keuangan. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dipimpin oleh seorang Kepela Sub Bagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris. Sub Bagian ini mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi umum, perlengkapan, kepegawaian dan tugas lain yang diberikan oleh sekretaris. 2.2 Sub Bagian Perncanaan Sub Bagian perncanaan dipimpin oleh seorang Sub Bagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris. Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas menyusun program rencana kegiatan serta laporan evaluasi kegiatan pembangunan Perdagangan, Industri dan Pertambangan Energi Sumber Daya Mineral dan tugas lain yang diberikan oleh sekretaris. 2.3 Sub Bagian Keuangan Sub Bagian Keuangan dipimpin oleh seorang Sub Bagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris. Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas</p> <p>11</p> <p>melaksanakan pengelolaan keuangan dan tugas lain yang diberikan oleh sekretaris. 3. Bidang Industri Bagian Industri mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis pelaksanaan pembinaan dan pengembangan industri serta perjanjian industri, pengumpulan, pengilahan, penyajian dan pelaporan data industri, meningkatkan kemampuan dan keterampilan usaha industri, meningkaykan keterkaitan antar sub sektor industri Hasil Pertanian dan Kehutanan dengan sub sektor industri Logam, Mesin, Kimia, dan Aneka, bimbingan teknis terhadap kelancaran pengadaan barang modal, peralatan, bahan baku dan bahan penolong, penerapan standar dan pengawasan mutu, inovasi teknologi dan tugas yang lain yang di berikan oleh Kepala Dinas. Untuk melaksanakan tugas dan pokok tersebut, Bidang Industri mempunyai fungsi :</p> <p>a.tugas. b.</p> <p>Pengkajian peraturan perundang-undangan</p> <p>dan ketentuan lainnya yang di...</p>