beriman kristiani

Download Beriman Kristiani

If you can't read please download the document

Post on 30-Jun-2015

635 views

Category:

Spiritual

10 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 1. 1. Kesaksian DR. dr.. RM. Tedjo Oedono Oepomo. (Ilmu Hitam dan Ilmu Putihvs Kebenaran) Aku dilahirkan di dalam lingkungan keluarga keraton. Dan keluargaku adalah trahkeluarga dukun keraton. Sejak kecil aku sangat mengagumi ilmu-ilmu kadigdayan gaibyang dimiliki oleh para sesepuh keluarga.Kakekku memiliki ilmu yang sangat tinggi. Ia bisa menghilang. Bahkan hadir diempat tempat yang berbeda dalam waktu yang bersamaan. Beliau juga mampumenyembuhkan berbagai penyakit dengan tenaga gaibnya. Pamanku juga sangat tinggiilmunya. Di lingkungan keraton, sejak usia sekolah dasar aku mendapatkan guru-gurukhusus. Mereka mengajarkan tentang berbagai ilmu agama dan falsafah Jawa. Salahsatunya adalah ilmu kebatinan. Aku sangat tertarik dan tekun mempelajari ilmu-ilmu ini.Selain kekagumanku pada misteri keajaibannya, melalui ilmu-ilmu ini aku juga inginhidup mendekatkan diri pada Tuhan yang Maha Kuasa. Di dalam ilmu perdukunan dan kebatinan dikenal adanya empat tingkatan. Yaitutingkat kasantosan, kadigdayan, kawijayan dan kasampurnan.Kasantosan berarti menguasai berbagai ilmu dasar seperti mendapatkan danmemelihara jimat-jimat, ilmu kekebalan dan gendam. Kadigdayan, selain menguasai ilmudasar, juga menguasai ilmu yang lebih tinggi lagi. Seperti ilmu santet, ilmu terawang.Berikutnya adalah kawijayan. Di tingkat ini seseorang akan memiliki kemampuan rogohsukma dan transfer roh-roh. Sedang kasampurnan adalah tingkatan tertinggi dalam ilmuperdukunan. Orang itu menyatu dengan roh yang dia ikuti dan ini kekuatannya sangattinggi sebanding dengan roh yang dia ikuti itu.Untuk mendapatkan ilmu-ilmu ini, tidaklah mudah jalan dan caranya. Berbagai-bagai syarat dan ritual harus dijalani dengan berbagai resikonya. Banyak yang gugursebagai murid perdukunan dan tidak sedikit yang menjadi gila. Karena sulitnya itu, akumenganggap inilah jalan Tuhan yang sejati.Minatku belajar okultisme atau ilmu perdukunan makin bergairah dan akutermasuk seorang anak yang dianggap sangat berbakat. Hal ini tidak mengherankan.Karena sejak dalam kandungan aku telah di doa kan oleh kedua orang tuaku dan para

2. sesepuh keluarga. Dengan harapan, aku kelak menjadi orang yang memiliki kadigdayanatau memiliki kemampuan yang tinggi dalam ilmu kabatinan. Berbagai ilmu telah aku kuasai sejak masa kecilku, diantaranya ilmu santet, ilmupellet, ilmu terawang, ilmu gendam, telepati atau ilmu sirep, kekebalan dan lain-lain. Olehsebab itu, aku menjadi anak yang sangat popular, disegani dan ditakuti di lingkungankupada waktu itu. Inilah yang menjadi akar dari adanya rasa kesombongan dalam diriseseorang yang belajar ilmu kebatinan. Diakui atau tidak diakui, ia akan merasa lebihsuper daripada manusia-manusia lainnya, demikian juga keadaanku pada waktu itu.Selain menjadi murid, aku juga seorang guru. Aku mengajarkan ilmu kebatinan inikepada murid-muridku sendiri. Dan murid-mu itu rata-rata umurnya lebih tua dari akubahkan ada orang-orang yang sudah lanjut usia. Waktu itu aku masih duduk di kelas 5SD, namun secara ilmu aku dianggap lebih tua. Dan ini terus berlangsung sampai akudewasa dan kuliah di fakultas kedokteran. Bagi seseorang yang telah mendapatkan ilmu, mempraktekkan ilmunya adalahsesuatu kebanggaan dan kepuasan tersendiri. Waktu kecil aku telah mempraktekkan ilmusantetku. Suatu hari aku dikecewakan dan dicaci maki oleh seseorang penjahit pakaian.Karena tidak terima atas perlakuannya ini, maka aku santet orang itu. Yaitu dengan menempatkan seekor kodok dalam baskom yang berair. Melaluimulut kodok itu aku masukan satu balon udara kedalam perutnya dengan ujung balonmenjulur keluar. Aku meditasi dengan membaca mantra-mantra sambil memandang fotoorang itu, balon aku tiup, maka perut kodok itu menjadi menggelembung. Kemudian akuikat dan aku lepaskan kodok itu di baskon tadi. Di rumahnya, penjahit itu tiba-tibaperutnya menggelembung dan merasakan kesakitan. Dia telah kena ilmu santetku. Diakeluar masuk rumah sakit sampai uangnya habis tapi penyakitnya tidak ditemukan dantidak sembuh-sembuh. Kemudian dia pergi ke seorang dukun. Dukun itu memberitahu si penjahit agar datang ke rumah seorang anak yangpernah dia caci maki untuk minta maaf. Karena anak kecil itu adalah seorang dukun.Ketika penjahit itu datang dan minta maaf. Mudah saja bagiku menyembuhkan orang itu,aku cabut balon itu dari katak dan orang itupun sembuh. Itulah keasyikannya. Ilmu lain yang juga aku praktekkan adalah ilmu gendam. Jika aku ingin makandurian, aku tidak perlu membelinya. Aku datangi saja penjual duren. Kemudian aku tepukorang itu, maka dia akan memberikan duren-duren yang aku minta tanpa membayar. 3. Nanti kalau aku sudah pergi, penjual itu akan kebingungan karena beberapa durennyatidak ada. Kemudian dia sadar bahwa dia telah kena tipu dengan menggunakan ilmugendam, istilah umumnya adalah ilmu tepuk. Aku juga punya ilmu untuk menebak nomor buntutan. Tinggal siapa yangmembayar lebih banyak. Bandarnya atau pembelinya. Karena bagiku mudah sajamenebak nomor yang akan keluar. Dari sini aku bisa mendapatkan uang banyak sekali.Maka sejak kecil aku menjadi tidak menghormati dan meremehkan orang tua, karenasudah bias mencari uang sendiri. Bahkan bisa mengambil uang yang disimpan orang tuadi almari besi yang terkunci. Karena aku punya tuyul-tuyul. Tinggal memerintahkan tuyulitu untuk mengambil uang. Dari sini seharusnya sudah dapat aku sadari, sebenarnya siapa yang aku ikuti.Namun karena terpesona dengan kemampuan-kemampuan gaib itu, maka hati menjaditertutup dan tidak mau menanyakan lagi siapa sebenarnya dibalik ilmu-ilmu itu. Dengan seringnya mempraktekan ilmu gendam dan beberapa ilmu lainnya, lama-lama timbul kesadaran dalam diri. Aku ini dari keluarga terhormat dan bapakku adalahseorang professor di perguruan tinggi terkenal dan tokoh masyarakat. Sebagai anaknyaperasaanku menjadi tidak enak dengan perbuatan-perbuatan ku itu. Kemudian aku keluardari perguruan ilmu hitam masuk ke perguruan ilmu putih.Di dalam perguruan ilmu putih ini, aku harus mengalami pelepasan terhadap ilmu-ilmu hitam yang aku miliki. Inilah keanehannya, aku belajar pada sumber yang sama,tetapi harus kelepasan ketika mengmbil jurusan berbeda.Sebenarnya sumber dari dua ilmu ini adalah sama, yaitu dunia roh-roh. Maka padakeadaan tertentu seseorang itu bisa menyandang ilmu hitam sekaligus ilmu putih. Diabisa menyembuhkan seseorang tapi juga bisa mencelakai seseorang dengan ilmusantetnya. Perbedaan yang nyata adalah pelajaran diperguruan ilmu putih ini adalah hal-hal kebaikan, kesabaran dan ketekunan.Juga hal-hal untuk saling mengasihi, mengasuh dan mengasah diantara para muridperguruan sangat dijunjung tinggi. Disini tidak ada pertunjukan untuk pamer kekuatan,atau pamer kadigdayan. Semua dipakai untuk kebaikan, untuk kesembuhan sesamanya.Sehingga kami merasa makin mantap bahwa inilah jalan Tuhan itu. Di tempat ini akumerasa menemukan yang kucari selama ini, yaitu mendekatkan diri pada Tuhan yangsejati dan Tuhan yang benar. 4. Karena jalannya memang benar-benar sulit. Untuk naik satu tingkat saja, butuhperjuangan yang sangat keras dan waktu yang lama, dengan berbagai syarat dan ritual.Di perguruan ini, aku sampai pada tingkat kawijayan. Ditingkat ini aku bisa bercakap-cakap dengan roh-roh yang aku panggil. Juga menguasai ilmu transfer roh. Yaitu bisamembuat orang gila menjadi waras atau orang waras dijadikan gila dengan caramengirim dan mengambil roh dari seseorang. Aku juga menguasai ilmu terawang roh.Bisa menebak keadaan seseorang dengan memandang orang itu. Juga ilmu rogoh sukmo.Dengan duduk semedi ke kamar, aku bisa melihat keadaan dan keramaian kota. Danberbagai ilmu aku dapatkan, sehingga aku merasa benar-benar diatas manusia normal.Maka sering disebut sebagai paranormal.Dan akupun dicalonkan menjadi pengganti kepala dukun. Disini aku semakinmerasa menjadi manusia super dan memandang remeh agama dan Tuhan.Pendapatku waktu itu, apa itu agama? Hanya omong ini omong itu saja, tapi tak ada apa-apanya. Sedangkan di perdukunan kami bisa mendapatkan apa yang kami inginkandengan kuasa gaib dan itu nyata. Aku menganggap Tuhannya agama-agama itu tuhanyang palsu. Sedang tuhan yang aku ikuti itu tuhan yang sejati!Suatu hari kami sepakat berlima untuk mengadakan semedi di atas gunung SeloKemloso. Gunung yang terletak di antara Gunung Merapi, Gunung Turgo dan GunungPlawangan di Jawa Tengah. Beberapa hari kami telah berhasil semedi dan dialog denganroh-roh yang kami inginkan. Kami merasa senang sekali tapi juga merasakan perut lapar.Kemudian malam itu kami berlima kembali sepakat berdoa mohon kepada tuhan yangmaha kuasa itu, untuk mendapatkan makanan dan minuman. Ajaib sekali, tiba-tiba didepan kami tersaji lima piring nasi lengkap dengan lauk pauk dan minumannya. Wah kamimerasa senang luar biasa. Berarti tidak perlu masak, bisa menikmati makanan yang lezat. Kemudian pagi harinya kami turun dari gunung untuk pulang kembali ke kota.Ketika kami tiba di sebuah kampong di lereng gunung, kami melewati sebuah rumah.Sepertinya tadi malam baru saja diadakan pesta perkawinan. Pagi itu, mereka telahselesai menghitung piring-piring untuk dikembalikan. Mereka bingung mencari piring dan gelas yang hilang masing-masing sebanyaklima buah. Sudah dicari-cari tapi tidak juga ketemu. Betapa kagetnya kami, ternyatapiring dan gelas yang hilang itu persis dengan piring dan gelas yang kami pakai untukmakan di atas gunung dan jumlahnya lima buah. Hari itu, perasaanku benar-benar 5. terpukul. Bagaimana bisa tuhan yang aku sembah dan aku ikuti dengan susah payah,ternyata mencuri makanan. Berarti tuhan ku itu pencuri. Hatiku benar-benar hancur.Keinginan untuk mendekatkan diri pada Tuhan yang benar dan sejati, ternyata salahalamat.Beberapa peristiwa beruntun sangat mengguncang hatiku. Salah satu guruku yangberilmu tinggi telah menceburkan diri ke dalam sumur dan mati. Dan itu sebagai tumbalbagi ilmu yang dia punyai. Kematian paman ini mulai menggores kesadaranku akan jalanyang aku tempuh selama ini. Teman seperguruan kakekku yang juga berilmu sangattingg