bengkak wrap up

Download Bengkak Wrap Up

Post on 10-Nov-2015

11 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ghost

TRANSCRIPT

SKENARIO 2

BENGKAKSeorang Laki-laki, umur 55 tahun berobat ke dokter dengan keluhan perut membesar dan tungkai bawah bengkak sejak 1 bulan yang lalu. Pemeriksaan fisik didapatkan adanya asites dan edema pada kedua tungkai bawah. Dokter menyatakan pasien mengalami kelebihan cairan tubuh. Pemeriksaan laboratorium: kadar protein albumin di dalam plasma darah 2,0 g/l (normal > 3,5 g/l). Keadaan ini menyebabkan gangguan tekanan koloid osmotik dan tekanan hidrostatik di dalam tubuh.

SASARAN BELAJAR

LO.1. Mempelajari Sirkulasi Kapiler DarahLI.1.1 Memahami dan Menjelaskan Susunan Sirkulasi Kapiler DarahLI.1.2 Memahami dan Menjelaskan Fungsi Kapiler DarahLI.1.3 Memahami dan Menjelaskan Mekanisme Sirkulasi Kapiler LO.2. Mempelajari Kelebihan Cairan dalam TubuhLI.2.1 Memahami dan Menjelaskan Pengaturan Cairan dalam TubuhLI.2.2 Memahami dan Menjelaskan Penyebab Kelebihan Cairan dalam TubuhLI.2.3 Memahami dan Menjelaskan Mekanisme Terjadinya Kelebihan Cairan dalam TubuhLO.3. Menpelajari Gangguan kelebihan Cairan dalam TubuhLI.3.1 Memahami dan Menjelaskan Jenis-Jenis Gangguan Kelebihan Cairan dalam TubuhLI.3.2 Memahami dan Menjelaskan Definisi Edema dan AsitesLI.3.3 Memahami dan Menjelaskan Klasifikasi Edema dan AsitesLI.3.4 Memahami dan Menjelaskan Etiologi Edema dan AsitesLI.3.5 Memahami dan Menjelaskan Mekanisme Edema dan AsitesLI.3.6 Memahami dan Menjelaskan Gambaran Klinis Edema dan AsitesLI.3.7 Memahami dan Menjelaskan Diagnosa Edema dan AsitesLI.3.8 Memahami dan Menjelaskan Penatalaksanaan Edema dan Asites

LO.1. Mempelajari Sirkulasi Kapiler DarahLI.1.1 Memahami dan Menjelaskan Susunan Sirkulasi Kapiler DarahPembuluh darah utama adalah pembuluh berdinding tipis yang berjalan langsung dari arteriol ke venul. Kapiler adalah jaringan pembuluh darah kecil yang membuka pembuluh darah utama ini. Pintu masuk kapiler dilingkari oleh sfingter otot polos. Bila sfingter ini membuka, darah memasuki kapiler. Bila sfingter ini menutup, darah berjalan langsung dari arteriol ke venul tanpa melewati kapiler. Kapiler adalah tabung berdingding tipis bediameter sekitar 6-8 m, dibentuk oleh lapisan kontinu sel endotel yang terletak pada membrane basal. Tekanan darah di dalam kapiler turun dari sekitar 30mmHg pada ujung arterial menjadi sekitar 10mmHg pada ujung vena. Tekanan kapiler meningkat ketika arteriol berdilatasi dan sfingter prekapiler berelaksasi dan lebih banyak darah memasuki kapiler. Kapiler membuka dan menutup pada kecepatan 6-12 kali permenit akibat membuka dan menutup sfingter prekapiler. Sfingter berelaksasi akibat naiknya jumlah karbondioksida dan asam laktat dalam darah atau menurunnya jumlah oksigen. (Gibson, John. 2003)

Pada sirkulasi mikro, arteriol bercabang menjadi metariol yang kemudian bercabang lagi menjadi kapiler. Kapiler mengalirkan darah melalui venula pengumpul pendek ke venula. Dinding arteri, arteriol dan venula kecil mengandung otot polos yang relative banyak. Terdapat penyebaran sel otot polos di dinding metarteriol, dan lubang kapiler dijaga oleh otot sfingter prakapiler.(Ganong, 2008)

LI.1.2 Memahami dan Menjelaskan Fungsi Kapiler DarahFungsi kapiler adalah untuk pertukaran oksigen dan karbondioksida, nutrien, cairan, dan produk sampah antara darah dan cairan jaringan di sekeliling sel. Kecepatan aliran darah melalui kapiler hanya sekitar 0,5 mm/detik, dan hal ini memberikan waktu yang cukup lama untuk terjadi pertukaran. Dinding kapiler bertindak sebagai membrane yang cukup permeable.Fungsi sirkulasi kapiler:a. Pertukaran gas. Oksigen dan zat-zat dimasukan ke dalam sel melalui pembuluh kapiler, zat ini digunakan untuk memperoleh energy dengan cara pembakaranb. Menghubungkan ujung pembuluh nadi yang terkecil dan berhubungan langsung dengan sel-sel tubuh.c. Mengangkut zat-zat sisa pembakaran.(Gibson, John. 2003)

LI.1.3 Memahami dan Menjelaskan Mekanisme Sirkulasi Kapiler Pergerakan cairan tubuh (hidrodinamika) mencakup penyerapan air di dalam usus, masuk ke pembuluh darah, dan beredar ke seluruh tubuh. Pada pembuluh kapiler, air mengalami filtrasi ke ruang interstisium dan selanjutnya masuk ke dalam sel melalui proses difusi, sebaliknya air dari dalam sel keluar kembali ke ruang interstisium dan masuk ke pembuluh darah. Pada umumnya, darah tidak akan mengalir terus menerus melalui kapiler,tetapi pengalirannya secara intermitten, yaitu mengalir dan berhenti setiap beberapa detik/menit. Hal ini disebabkan oleh vasomotion yang menyebabkan kontraksi intermitten pada metarteriol dan sfingter prekapiler.Pertukaran darah dan jaringan tidak terjadi secara langsung yaitu melalui cairan interstisium yang bekerja sebagai perantara. Hanya 20% CES beredar sebagai plasma,sisa 80% terdiri dari cairan interstisium yang merendam semua sel tubuh.Di kapiler terjadi pertukaran makanan dan hasil-hasil yang dikeluarkan oleh sela antara jaringan dan darah sirkulasi struktur rangkaian kapiler. Darah dari ventrikel kiri memasuki kapiler melalui anteriol. Anteriol merupakan cabang-cabang kecil terakhir dari sistem arteri dan berfungsi sebagai katub kendali dimana darah dikeluarkan kedalam kapiler. Darah yang berasal dari anteriol terminalis, sesudah mengalir melalui kapiler darah memasuki venul. Venul bertugas mengumpulkan darah dari kapiler, secara bertahap bergabung menjadi vena yang semakin besar. Kemudian darah kembali ke sirkulasi sistemik (sirkulasi utama/sirkulasi besar/sirkulasi perifer). Sirkulasi sistemik menyuplai darah ke seluruh jaringan tubuh kecuali paru-paru dengan aliran darah. Alirannya dibagi menjadi 2 yaitu pembuluh darah dan pembuluh limfe.

LO.2. Mempelajari Kelebihan Cairan dalam TubuhLI.2.1 Memahami dan Menjelaskan Pengaturan Cairan dalam TubuhPergerakan cairan antara kapiler dan jaringan tubuhbterutama ditentukan oleh tekanan hidrostatik dan osmotic koloid.Tekanan hidrostatik adalah tekanan di dalam pembuluh darah yang sangat ditentukan oleh tekanan darah. Tekanan ini semakin menurun ke arah perifer.Tekanan osmotik ada dua macam:1. Tekanan osmotik kristaloid adalah tekanan osmotik yang ditimbulkan oleh mineral dan ion mineral2. Tekanan osmotik koloid adalah tekanan osmotik yang dihasilkan oleh molekul koloid yang tidak dapat berdifusi, misalnya protein, yang bersifat menarik air ke dalam kapilar dan melawan tekanan filtrasiTekanan onkotik relative stabil, berkisar 25 mmHg. Filtrasi cairan di awal kapilar disebabkan oleh tekanan hidrostatik yang melebihi tekanan onkotik. Pada kapiler bagian proksimal(dekat arteriol) tekanan hidrostatik 40mmHg. Air didorong dari plasma ke dalam cairan interstisium dengan tekanan (40-25) mmHg atau sama dengan 15 mmHg, sehingga terjadi filtrasi cairan secara terus-menerus dari kapiler ke interstisium.Pada bagian distal kapilar tekanan hidrostatik turun menjadi 10 mmHg. Sebagian besar air dari cairan interstisium ditarik kembali ke dalam plasma dengan tekanan 15 mmHg. Sebagian besar cairan yang difiltrasi di kapilar bagian proksimal kembali ke darah di kapila bagian distal karena tarikan tekanan onkotik. Cairan yang tertinggal,disalurkan melalui saluran limfe. Sisa air yang di tamping melalui system limfatik dibawa kembali ke system vena.(Amir,dkk. 2008)Namun natrium tidak berperan penting dalam perpindahan air diantara bagian plasma dan cairan interstisial karena konsentrasi natrium pada kedua bagian ini hampir sama. Distribusi air diantara kedua bagian itu diatur oleh tekanan hidrostatik darah kapiler, yang terutama dihasilkan oleh pemompaan jantung dan tekanan osmotic koloid(COP) atau tekanan onkotik yang terutama dihasilkan oleh albumin serum.

Hukum starling pada kapiler yang menyatakan bahwa kecepatan dan arah pertukaran cairan diantara kapiler dan ICF ditentukan oleh hidrostatik dan tekanan osmotik koloid dari kedua cairan. Pada ujung arteri kapiler, tekanan hidrostatik darah (mendorong cairan keluar) melebihi tekanan osmotik koloid (menahan cairan tetap di dalam) sehingga mengakibatkan perpindahan dari bagian intravaskular ke interstisial. Pada ujung vena kapiler, cairan berpindah dari ruang interstisial ke ruang intravaskular karena tekanan osmotik koloid melebihi tekanan hidrostatik. Proses ini membebaskan oksigen dan nutrisi ke sel,mengangkut karbondioksida dan produk-produk sisa. Bagian interstisial juga mempunyai tekanan hidrostatik dan tekanan osmotik koloid, tapi biasanya sangat kecil. Namun, pada keadaan inflamasi atau cedera yang mengakibatkan bocornya protein plasma ke dalam ruang interstisial, tekanan osmotik koloid jaringan akan meningkat cukup tinggi. Sistem limfatik secara normal akan mengembalikan kelebihan cairan interstisial dan protein ke sirkulasi umum. Pada kasus sumbatan limfe atau pengangkatan kelenjar limfe dapat terjadi penimbunan ICF yang berlebihana. Tekanan hidrostatik kapiler (HPc)Tekanan cairan atau hidrostatik darah yang bekerja pada bagian dalam dinding kapiler. Tekanan ini cenderung mendorong cairan dari kapiler untuk masuk ke dalam cairan interstitium. Secara rata-rata, tekanan hidrostatatik di ujung arteriol kapiler jaringan adalah 37 mmHg dan semakin menurun menjadi 17 mmHg di ujung venula.b. Tekanan osmotik kapiler (OPc)Tekanan osmotik disebut juga tekanan onkotik, yaitu suatu gaya yang disebabkan oleh dispersi koloid protein-protein plasma. Tekanan ini mendorong gerakan cairan ke dalam kapiler. Plasma memiliki konsentrasi protein yang lebih besar dan konsentrasi air yang lebih kecil dari pada di cairan interstitium. Perbedaan ini menimbulkan efek osmotik yang cenderung mendorong air dari daerah dengan konsentrasi air tinggi di cairan interstitium ke daerah dengan konsentrasi air lebih rendah ( atau konsentrasi protein lebih tinggi) di plasma. Tekanan osmotik koliod plasma rata-rata adalah 25 mmHg. c. Tekanan hidrostatik cairan interstitium (HPi)Tekanan yang bekerja di bagian luar dinding kapiler oleh cairan interstitium. Tekanan ini cenderung mendorong cairan masuk ke dalam kapiler. Tekanan hidrostatik cairan interstitium dianggap 1 mmHg.