bedah desa februari 2012

Download Bedah Desa Februari 2012

Post on 26-Jul-2015

465 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Diterbitkan oleh Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal

TRANSCRIPT

Bedah DesaM E M B A N G U N DA E R A H T E RT I N G G A L DA R I P E R D E S A A N

EDISI I I/ / TAHUNIIII/ /2012 EDISI TAHUN 2012

Jembatan Indiana Jones Diperbaiki Siswa SDN 02 Sangiang Tanjung Tak Lagi Meniti Bahaya Raker KPDT 2012 Menteri PDT Helmy Faishal Zaini: Reformasi Birokrasi dan Opini Wajar Tanpa Pengecualian, Target KPDT Tahun 2012 ini

bedah desat a b l o i d

Membangun Daerah Tertinggal dari Desa

P E N G A N TA R R E D A KS I

Bedah DesaM E M B A N G U N DA E R A H T E RT I N G G A L DA R I P E R D E S A A N

EDISI I I/ / TAHUNIIII/ /2012 EDISI TAHUN 2012

SURAT PEMBACABantuan Air Bersih di Desa MoaasiMelalui redaksi Bedah Desa ini pertama-tama kami ingin menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal atas bantuan sarana air bersih yang sudah diberikan. Terus terang bantuan tersebut sangat membantu aktifitas sehari-hari kami terutama warga Desa Moaasi. Kepada Bapak Menteri kami berharap alangkah baiknya kalau bantuan sarana air bersih bisa dimaksimalkan lagi melalui pemipaan ke rumah-rumah warga. Agib Gadri,Warga Desa Moaasi,Towea, Kabupaten Muna ________________________________________________ Pada 2011 lalu, Kementerian PDT merealisasikan Program Bantuan Sarana Air Bersih Tenaga Surya (SABTS) untuk Kabupaten Muna. Di beberapa titik seperti halnya di desa Moaasi, bantuan ini sudah bisa dinikmati oleh masyarakat. Sebagai tindaklanjut, Kementerian sudah berkoordinasi dengan Pemda setempat untuk meneruskan membangun instalasi pemipaan ke pemukiman-pemukiman warga. Kami menyampaikan pesan dari Menteri PDT A. Helmy Faishal Zaini agar bantuan sarana air bersih yang sudah ada dijaga dan dirawat untuk memenuhi kebutuhan bersama. Redaksi

Jembatan Indiana Jones Diperbaiki Siswa SDN 02 Sangiang Tanjung Tak Lagi Meniti Bahaya Raker KPDT 2012 Menteri PDT Helmy Faishal Zaini: Reformasi Birokrasi dan Opini Wajar Tanpa Pengecualian, Target KPDT Tahun 2012 ini

NAMANYA Kampung Ciwaru. Sebuah kampung kecil di pinggiran Kecamatan Sangiang Tanjung, Kabupaten Lebak, Banten. Pada pertengahan Januari lalu, kampung ini mendadak menjadi sorotan media. Bukan hanya media nasional, beberapa media asing juga datang khusus untuk meliput peristiwa di Kampung yang masih masuk kategori daerah tertinggal itu. Ada apa di Kampung Ciwaru? Sorotan media ini terkait dengan peristiwa Minggu dini hari (15/1) dimana banjir bandang meluap melintasi sungai Kampung Ciwaru. Luapan banjir memang tak sampai menyebabkan genangan parah hingga perkampungan penduduk. Banjir hanya merusak sebuah jembatan gantung berdiameter panjang kurang lebih 100 Meter. Mengingat vitalnya fungsi jembatan ini, warga Kampung Ciwaru dan sekitarnya pun terpaksa nekat tetap melintasi jembatan meski kondisinya sudah sangat membahayakan. Pada edisi kali ini, peristiwa rusaknya jembatan gantung Kampung Ciwaru kami bingkai menjadi Laporan Utama. Beberapa hal mulai dari kronologis terputusanya satu tiang tali gantung, kesulitan akses yang dialami masyarakat, hingga upaya keras yang dilakukan Pemda Kabupaten Lebak, Pemerintah Provinsi Banten, dan intervensi Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT), kami kupas agak panjang dalam rubrikasi. Redaksi berpendapat, langkah memperbaiki dan membangun kembali jembatan gantung Ciwaru adalah salah satu contoh kongkret upaya terpadu lintas sektoral antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat lain yang efektif dalam kerangka pembangunan. Pola koordinasi seperti ini mutlak dibutuhkan dalam percepatan pembangunan nasional, terutama terkait tugas pokok mengentaskan daerah dari ketertinggalan. Salam, Redaksi

Daerah Tertinggal?Saya ingin tahu apa saja sebenarnya yang membuat sebuah daerah itu disebut tertinggal. Saya kebetulan tinggal di Kalukku Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Dari dulu daerah saya begini-begini saja tak banyak kemajuan. Apakah Mamuju masih masuk kategori tertinggal? Sabaruddin, Kalukku, Kabupaten Mamuju ________________________________________________ Sedikitnya ada enam kelompok indikator suatu daerah dikatakan tertinggal. Keenam indikator tersebut antara lain menyangkut kondisi ekonomi, SDM, Infrastruktur, Kapasitas Daerah, Aksesibilitas, dan Karakteristik Daerah. Saat terdapat 183 kabupaten kategori tertinggal yang tersebar terutama di wilayah timur Indonesia. Menurut data Kementerian PDT, di Sulawesi Barat masih ada lima kabupaten masuk kategori tertinggal, salah satunya Kabupaten Mamuju. Sebagai upaya mempercepat keluar dari ketertinggalan, Kementerian PDT sudah merealisasikan beberapa program seperti bantuan unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya, pengembangan komoditi perkebunan, peternakan, dan kelautan, yang merupakan produk unggulan Kabupaten Mamuju. Redaksi

PENANGGUNG JAWAB Dr. Ir. H.M. Nurdin M.T. (Sekretaris Kementerian Negara PDT), REDAKTUR Drs. Agus Salim Dasuki, M.Eng (Deputi I), Singgih Wiranto, SH., M.Hum. (Deputi II), Drs. Yoltuwu Johozua Markus, M.Si. (Deputi III), Drs. Kana Tjandra Buchari, M.Si. (Deputi IV), Dr. Ir. Suprayogo Hadi, M.S.P. (Deputi V), DESAIN MEDIA Riska Elharis, FOTOGRAFER Ragil, PENYUNTING/EDITOR Ir. Anjar Koentjoro (Kepala Biro Umum), Sudjio, SH., M.Si. (Kepala Biro Hukum dan Humas), Dra. Erlin Chaerlinatun (Kepala Bagian Humas), Fajar Tri S (Kepala Bagian Protokol), Triyantini (Kasubag. Publikasi dan Pemberitaan), Rohdiat Hendarto (Kasubag. Layanan Informasi), SEKRETARIAT/REDAKTUR PELAKSANA Nena Syahna L (Staf Sekretariat), Kiki Dwi Bayu Sejati (Staf Sekretariat), Nurhayati (Staf Sekretariat), Zona Pelusida (Staf Sekretariat), Ahmad Labieb (Staf Sekretariat), TENAGAAHLI BEDAH DESA Didik Suyuthi, Muhammad Kamaluddin, Miksan Ansori, Sawitri Wulandari, Dikdik Taufik Hidayat, Muhammad Yusuf, Kholili Muhammad, Radhian Irfan. ALAMAT REDAKSI Kantor Humas Kementerian PDT, Jl. Abdul Muis No. 07 Jakarta Pusat. email redaksi: redaksibedahdesa@gmail.com

SUSUNAN REDAKSI

2

Edisi 9 - Desember 2011

bedah desat a b l o i d

Membangun Daerah Tertinggal dari Desa

Raker KPDT 2012Menteri PDT, Helmy Faishal Zaini:

Reformasi Birokrasi dan Opini Wajar Tanpa Pengecualian, Target KPDT Tahun 2012 iniSebagai Kementerian yang terbilang baru, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) terus berupaya secara maksimal untuk mengentaskan status daerah tertinggal menjadi daerah yang setara dengan daerah yang sudah maju. Hal ini tentu bukan pekerjaan yang mudah, akan tetapi dengan dukungan dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, mudah-mudahan program tersebut akan berjalan sesuai rencana.Edisi 9 - Desember 2011

3

bedah desat a b l o i d

LAPORAN UTAMAdan sesuai dengan kebutuhan daerah tertinggal. Saya sudah memulai untuk sering membahas substansi RUU ini secara internal, mulai dari Eselon I, II dan seterusnya. Kita bisa sharing dengan para pakar demi tercapai UU yang bermanfaat bagi daerah tertinggal nantinya, jelas politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. Mengenai reformasi birokrasi, Menteri termuda dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II ini melihat bahwa banyak hal yang bisa dilakukan oleh KPDT. Sebagai contoh, dirinya menyatakan telah memotong anggaran untuk rapat dan perjalanan dinas sampai dengan 50%. Helmy juga menekankan agar jajarannya melaksanakan setiap arahan langsung Presiden melalui dirinya, yang diteruskannya kepada bawahannya. Setiap Eselon I, II, III dan IV harus dengan efektif dan efisien menjalalankan arahan yang telah diberikan. Ini juga merupakan salah satu langkah untuk reformasi birokrasi, cetusnya. Raker ditutup pada Senin (13/2) malam. Besoknya, Selasa (12/4) mulai pagi sampai siang hari, diadakan outbound keluarga besar KPDT dalam rangka memperat tali shilaturrahim. Terakhir, kegiatan Raker ditutup dengan penandatanganan pakta Integritas, Renstra hasil review, IKU (Indeks Kinerja Utama) dan TAPKIN (Penetapan Kinerja), SOP (Standard Operational Procedure) KPDT dan Hasil Raker KPDT 2012. (Dikdik Taufik Hidayat)

Membangun Daerah Tertinggal dari Desa

Sesmen PDT Nurdin MT. (kiri) memberikan kenang-kenangan saat Rapat Kerja di Cisarua Bogor.

Dari semua program yang telah dilaksanakan oleh KPDT, tentunya ada upaya terus-menerus untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukan sehingga kedepan KPDT dapat melaksanakan program-program yang lebih bermanfaat bagi daerah tertinggal. Di samping itu, perencanaan kegiatan beberapa tahun kedepan juga perlu disusun. Tahun ini (2012, red) adalah tahun peningkatan kinerja dan prestasi sebagai momentum untuk melakukan perubahan secara signifikan, kata Helmy Faishal Zaini, Menteri PDT, Senin (13/2) pada pembukaan Rapat Kerja (raker) di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Lebih lanjut Helmy menekankan bahwa negara yang kuat dapat dilihat apakah pemerintahannya bisa berjalan efektif dan efisien. Pemerintah yang efektif dan efisien ditentukan oleh birokrasinya, dan birokrasi yang kuat ditentukan di lingkungan yang paling kecil, yaitu keluarga. Semua itu kembali ke keluarga, apakah kita bisa mewujudkan keluarga yang baik, atau tidak, ujarnya. Keluarga menjadi bagian yang terpenting, oleh karenanya peningkatan kinerja dan prestasi aparatur pemerintahan dapat juga diukur dengan apakah keluarganya baik atau tidak. Untuk itu, dalam raker kali ini diadakan kegiatan outbound yang melibatkan keluarga besar KPDT, sebagai upaya menjalin shilaturrahim lebih erat. Pada kesempatan raker kali ini, Arahan Menteri PDT disampaikan dengan tema Sinergi Prukab, Bedah

Desa dan Infrastruktur yang Didukung Penguatan Sumberdaya Manusia dan Kelembagaan Dalam Rangka Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal. Arahan ini berisi materi mengenai Peningkatan Kinerja Internal, Sinergi Kebijakan (meliputi kebijakan baru MP3EI, Cluster IV, MP3KI, Ketahanan Pangan, Bedah Desa/Bedes dan Produk Unggulan Kabupaten/Prukab) dan Prioritas KPDT 2013.

Pada Raker tersebut juga membahas hal-hal yang berkaitan deng