bawang merah

Download BAWANG MERAH

Post on 13-Jul-2015

1.758 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PROPOSAL SKRIPSIIDENTIFIKASI LOKASI TANAM DAN PERLAKUAN TERHADAP PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Alium cepa) SEBAGAI KAJIAN PADA MATA KULIAH EKOLOGI TUMBUHAN

Oleh : Nama NIM Kelas Jurusan : Ramlin : 151 085 024 : VII A : IPA Biologi

JURUSAN PENDIDIKAN IPA BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) MATARAM 2011

PROPOSAL SKRIPSIKAJIAN EKOLOGI TUMBUHAN TERHADAP PRODUKSI BAWANG MERAH (ALIUM CEPA) DENGAN VARIASI LOKASI TANAM DAN PERLAKUAN SERTA KONSTRIBUSINYA PADA JURUSAN PENDIDIKAN IPA BIOLOGI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) MATARAM

Oleh : Nama NIM Kelas Jurusan : Ramlin : 151 085 024 : VII A : IPA Biologi

JURUSAN PENDIDIKAN IPA BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) MATARAM 2011

BABI PENDAHULUAN

A. Konteks penelitian Indonesia merupakan salah satu Negara dunia yang memilki tingkat kesuburan tanah cukup tinggi sehingga berbagai tanaman dapat tumbuh dan berkembang di negeri tercinta ini. Dalam upaya meningkatkan produksi tanaman Ekologi merupakan ilmu pengetahuan tentang hubungan antara organisme dengan lingkungannya atau ilmu yang mempelajari pengaruh faktor lingkungan terhadap jasad hidup.1 Ada juga yang mengatakan bahwa ekologi adalah suatu ilmu yang mencoba mempelajari hubungan antara tumbuhan, binatang dan manusia dengan lingkungannya dimana mereka hidup, bagaimana kehidupannya, dan mengapa mereka ada disitu. Ekologi yang akan disinggung dalam penelitian ini adalah ekologi tumbuhan, yaitu hubungan timbal balik antara tumbuhan dengan lingkungannya. Dalam hal ini tananaman bawang menjadi objek dalam kajiannya. Bawang merah merupakan salah satu jenis tanaman yang sudah dikenal cukup lama oleh masyarakat dunia. Beberapa ribu tahun lalu, bawang merah sudah dikenal dan digunakan orang, terutama untuk obat. Tanaman ini diduga berasal dari daerah Asia Tengah, yaitu di sekitar India, Pakistan samapai Palestina.2 Tidak ada catatan resmi sejak kapan tanaman bawang merah mulai dikenal dan digunakan. Namun diduga sudah dikenal sejak lebih dari 5000 tahun yang lalu. Mesir Kuno yang sejak

1 2

Zoeraini Djamal Irawan, prinsip-prinsip ekologi(Jakarta : PT. Bumi Aksara, 2010), h. 6. Wibowo Singgih, Budi Daya Bawang(Jakarta: Penebar Swadaya, 2005), h.85.

zaman beheula sudah mengenal bawang putih, ternyata juga mempunyai catatan sejarah paling kuno tentang bawang merah. Tanaman bawang merah ini merupakan tanaman yang memiliki tingkat permintaan dan nilai jual cukup tinggi di era modern ini sehingga tanaman ini menjadi salah satu tanaman yang sangat diperhatikan. Tanaman yang memiliki nama latin Alium cepa ini sangat dicari karena mengingat fungsinya yang sangat penting terutama dalam penggunaan sebagai bumbu dapur atau bumbu masakan karena mengandung berbagai zat yang membuat baunya beraroma khas seperti kandungan minyak asiri, sikloaliin, metilaliin, kuersetin, dan zat-zat lainnya. Tidak hanya sebagai bumbu masak atau bumbu dapur, Alium cepa ini juga bisa dimanfaatkan sebagai salah satu tanaman obat untuk gangguan kesehatan tertentu seperti : tekanan darah tinggi, sembelit, luka, bisul pada kulit, jamuran pada vagina, penurun panas, dan masuk angin. Mengingat fungsinya yang cukup penting tersebut, tidak sedikit petani yang berusaha menanamnya untuk menghasilkan bawang merah yang berkualitas tinggi. Oleh karena itu peneliti merasa tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang bagaimana tanaman bawang dapat merespon atau beradaptasi dengan lingkungannya dengan mengkajinya melalui pembahasan dalam ekologi tumbuhan. Dengan hasil penelitian ini,paling tidak peneliti berharap bisa diaplikasikan oleh peneliti sendiri dalam bentuk penyuluhan mulai dari lingkup keluarga sampai ke lingkup yang lebih luas, yang meliputi : lingkungan yang cocok untuk bertani bawang merah sehingga hasilnya memuaskan.

Kajian ekologi tumbuhan yang dimasudkan dalam penelitian ini adalah dibatasi pada bagaimana bertani bawang merah (Alium cepa) yang dilakukan oleh para petani. Untuk lebih jelasnya mengenai latar belakang peneliti dalam penelitian ini, ada beberapa hal yang menjadi alasan peneliti dalam melakukan penelitian ini, baik terkait objek penelitiannya mapun pemilihan lokasinya, yaitu : 1. Tanaman bawang merah merupakan tanaman yang memiliki permintaan tinggi di pasaran sehingga sangat patut untuk diperhatikan dalam pembudidayaannya. 2. Peneliti sendiri ingin mengetahui lebih banyak mengenai lingkungan yang kondusif untuk pembudidayaan bawang merah sehingga peneliti memilih model penelitian ini dengan cara melakukan observasi terhadap beberapa lokasi yang sejauh peneliti ketahui bahwa lokasi tersebut biasa dijadikan sebagai lokasi untuk berbudidaya tanaman bawang merah. 3. Penelitian ini dilakukan di Bima (Kab. Bima ) karena peneliti merupakan hamba Allah Swt yang terlahir dan dititipkan di tanah tersebut, dimana daerah ini dikenal sebagai daerah yang bersuhu sedikit panas dibanding wilayah NTB lainnya sehingga dengan keadaan yang demikian sangat cocok untuk bercocok tanam bawang merah. Karena salah satu persyaratan tanaman bawang merah dapat dihasilkan hasil yang maksimal adalah suhu yang panas yaitu 25-32oC.3 B. Fokus penelitian

3

Sunaryono Hendro dan prasodjo Soedomo. Agribisnis Bawang Merah (Bandung : Sinar Baru Algesindo, 2010), h. 20.

Dalam penelitian ini, yang menjadi fokus dalam kajiannya adalah bagaimana lokasi tanam dan perlakuan yang tepat untuk memproduksi bawang merah yang berkualitas. C. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lokasi tanam dan perlakuan yang tepat dalam memproduksi bawang merah yang berkualitas. D. Manfaat penelitian 1. Manfaat teoritis Adapun manfaat teorits yang bisa didapatkan dalam penelitian ini adalah sebagai penambah khasanah atau pengetahuan, baik bagi peneliti sendiri maupun bagi orang banyak khususnya dalam memahami mengenai pembudidayaan bawang merah. 2. Manfaat praktis Adapun manfaat praktis yang bisa didapatkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai pengetahuan atau panduan dalam membudidayakan bawang merah dan sebagai bahan belajar dan referensi ilmu terkait. E. Ruang lingkup dan setting penelitian 1. Ruang lingkup Penelitian Ruang lingkup pada penelitian ini khususnya di Daerah pulau Sumbawa yaitu di Kabupaten Bima dengan penelitian terhadap lokasi tanam dan perlakuan dalam memproduksi bawang merah (Alium cepa ) yang berkualitas. 2. Setting Penelitian

Tempat atau lokasi penelitian ini bertempat di beberapa lokasi di Kabupaten Bima, yaitu di Kec. Lambu , Kec. Langgudu, dan Kec. Belo. Catatan : (lokasi penelitian bisa berubah apabila lokasi yang terrencana tidak memungkinkan untuk mengadakan penelitian, namun penelitian ini tetap akan dilaksanakan di Bima). F. Kerangka teoritik 1. Lokasi Tanam dan Perlakuan a. Lokasi Tanam b. Perlakuan Perlakuan adalah suatu keadaan tertentu yang akan dikenakan pada satuan percobaan dalam suatu pola percobaan. Perlakuan juga merupakan suatu prosedur yang akan diukur pengaruhnya dan diperbandingkan satu dengan yang lain.4 Berbeda dengan uraian definisi di atas, perlakuan yang dimaksud peneliti dalam penelitian ini adalah segala tindakan atau proses yang dilakukan oleh petani bawang dalam usaha menghasilkan bawang merah yang berkualitas, yaitu mulai dari pemilihan benih sampai pada perlakuan pasca panen. 2. Produksi Bawang Merah Beberapa ahli memberikan ilustrasi bahwa produksi tanaman (crop production) merupakan gabungan antara ilmu pengetahuan berbudi daya tanaman

4

Kusriningrum, Perancangan Percobaan (Surabaya: Air Langga University Press, 2010), h. 11.

dan sekaligus seni dalam mengatur dan memanfaatkan potensi alam, lingkungan dan teknologi budi daya (crop production as an art and a science).5 Dalam penelitian ini, yang dimaksud dengan produksi bawang merah adalah hasil bawang merah yang dihasilkan setelah proses pembudidayaan dilakukan oleh petani bersangkutan Beberapa ulasan mengenai bawang merah sebagai berikut : a. Gambaran umum mengenai bawang merah(Alium cepa) Seperti halnya bawang putih, bawang merah dan bawang bombay juga termasuk family lilyaceae. Herba ini diperkirakan berasal dari Asia Tengah. Bawang-bawangan mempunyai varietas yang bermacam-macam. Namun umumnya berbentuk bulat putih, bulat kuning, bulat merah, atau bulat hijau. Bawang merah mengandung berbagai komponen sulfur organic. Selain itu, bawang ini juga mempunyai enzim Allinase yang timbul saat disayat atau dihancurkan.6 Bawang merah juga mengandung flatonoid, asam fenol, sterols, saponin, pectin, ellagic, caffeic, sinapic, asam p-coumaric, dan minyak vilatil. Semua senyawa ini tergolong zat non gizi yang berfungsi untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan tubuh. Bawang merah mengandung senyawa Allyl propyl disulphide (APDS) yang berguna untuk menurunkan aktifitas gula darah, sehingga dapat membantu menyembuhkan diabetes mellitus dengan jalan

5

Heddy Suwasono,DKK. Pengantar Produksi Tanaman Dan Penanganan Pasca Panen (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 1994), h. 1-2. 6 Ir.W.P. Winarto dan Tim Karyasari, Memanfaatkan Bumbu Dapur Untuk Mengatasi Aneka Penyakit (Tangerang: PT. Agromedika Pustaka, 2004),h. 24.

meningkatkan metabolism hati dari glukosa atau meningkatkan ekskresi insulin.7

b. Syarat hidup atau tuntuntan Ekologi bawang merah(Alium cepa) Ada beberapa persyaratan atau tuntutan untuk dipeneuhi, sekurangkurangnya diusahakan untuk dipenuhi. Salah satunya yang penting adalah Ekologinya. Hal ini terasa lebih menonjol karena banyak kegagalan budidaya bawang merah yang disebabkan karena tidak cocoknya lingkungan. Berikut adalah uraian mengenai kondisi yang cocok untuk tanaman bawang merah: 1) Iklim Bawang merah paling menyukai daerah yang beriklim kering dengan suhu yang agak panas dan cuaca cerah. Daerah yang sering berkabut kurang baik untuk bawang merah dan sering

menimbulkan bencana penyakit. Angin yang kencang juga kurang baik. Demikian j