batik 2011-2012

Download Batik 2011-2012

Post on 03-Aug-2015

39 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

UNESCO menyatakan batik Indonesia sebagai keseluruhan teknik,teknologi serta pengembangan motif dan budaya yang terkait sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya besar dan nonbendawi Ditulis dan dilukis pada daun lontar dengan motif bentuk binatang dan tanaman selanjutnya berkembang menjadi motif abstrak menyerupai awan,relief,candi,wayang beber,dll Batik dan kain batik berbeda, jika batik merupakan gambaran/hiasan pada kain, sedangkan kain batik merupakan kain bergambar.

Salah satu bentuk ekspresi kesenian tradisi yang semakin hari menunjukkan kebermaknaannya dalam khazanah kebudayaan Indonesia. Merupakan ekspresi kultur dari kreativitas individual dan kolektif yang lahir dari kristalisasi pengalaman manusia hingga pada akhirnya membentuk identitas kepribadian. Salah satu jenis tekstil yang tidak dapat dipisahkan dari ekspresi budaya masyarakat pendukungnya. Tumbuh dan berkembang sebagai manifestasi kekayaan budaya-budaya daerah, seperti Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Cirebon, Indramayu, Madura, Lasem, Sukoharjo dan daerah-daerah lainnya.

Tumbuh dan berkembang sebagai manifestasi kekayaan budayabudaya daerah, seperti Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Cirebon, Indramayu, Madura, Lasem, Sukoharjo dan daerah-daerah lainnya. Karya seni yang ternokhtakan keragaman motif dan hiasan dengan pewarnaan dan teknik yang khas. Fungsi batik sebagai pilihan busana sehari-hari, upacara adat, keagamaan bahkan status sosial Karya batik tumbuh secara universal yang ditemukan di Jawa, India, Mesir, Jepang, Cina, Afrika dengan karakteristik dan corak yang khas dengan ciri sendiri-sendiri. Kekhasan batik Indonesia dalam pandangan Brandes dinilai sebagai salah satu budaya asli Indonesia.

Sejarah perkembangan batik di Indonesia merupakan warisan leluhur dari generasi ke generasi.

Istilah Batik berasal dari amba (jawa) artinya menulis dan nitikKata Batik merujuk pada teknik pembuatan corak menggunakan canting atau cap dan pencelupan kain. Dengan menggunakan bahan perintang warna corak, bernama malam (lilin) yang diaplikasikan di atas kain, sehingga menahan masuknya warna. Dikenal dengan teknik Wax-resist dyeing. (kain batik adalah kain yang memiliki ragam hias (corak) yang diproses dengan Malam menggunakan canting atau cap sebagai media menggambarnya.

Teknik wax-resist dyeing hanya diterapkan pada bahan yang terbuat dari serat alami,seperti katun, sutra, wol serta tidak dapat diserapkan pada kain polyester (serat buatan) Kain yang pembuatan corak dan pewarnaannya tidak menggunakan teknik perintang warna dikenal sebagai kain bemotif batik, yang biasanya diproduksi dalam skala besar (cetak/print) sehingga tidak dapat disebut kain batik. Batik, kerajinan yang mempunyai nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian budaya Indonesia (khususnya jawa).

Sejarah pembatikan di Indonesia terkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran Islam di Jawa. Yang berlanjut pada masa kerajaan Mataram, kerajaan Solo dan Yogyakarta. Batik menjadi semacam tradisi bagi masyarakat Indonesia,khususnya Jawa akhir abad 18 dan awal abad 19 yang dikenal dengan batik tulis. Hingga awal abad 20 (usai PD 1 tahun 1920an) mulai berkembang kreasi baru,berupa batik cap. Kerajinan batik merupakan suatu gambar diatas kain untuk pakaian. Dalam perkembangan selanjutnya sebagai ikon budaya keluarga bangsawan Indonesia zaman dulu. Awalnya batik digunakan hanya terbatas didalam kraton, dipakai oleh raja, keluarga dan para abdi dalemnya. Selanjutnya terjadi perubahan hingga menjadi pakaian rakyat yang digemari baik wanita maupun pria.

Mori (bahan kain putih) yang digunakan membatik pada awalnya memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, tetapi dalam perkembangannya mendapat pengaruh dari daerah pesisir maupun asing. Misal pengaruh Tionghoa dominan warna merah cerah, dikenal dengan corak phoenix, pengaruh eropa dominan warna biru dengan corak bunga tulip, kereta kuda atau gedung. Teknik membatik dalam sejarah tidak ada keterangan dengan jelas tentang asal-usulnya,tetapi kemungkinan tekniknya berasal dari bangsa Sumeria yang kemudian dikembangkan di Jawa yang dibawa oleh pedagang India. Pewarna yang digunakan dalam membatik berasal dari tumbuhan alami seperti mengkudu, tinggi, soga, nila. Batik menjadi warisan budaya Indonesia sampai saat ini, diperkenalkan oleh SBY pada konferensi PBB. Sehingga tanggal 2 Oktober 2009 UNESCO menetapkan batik sebagai mahakarya warisan budaya Indonesia.

Dapat ditelusuri di daerah Mojokerto dan Tulung Agung. Daerah pembatikan sekarang di Mojokerto terdapat di Kwali, Mojosari, Betero dan Sidomulyo, sedangkan diluar daerah Mojokerto adalah Jombang. Bahan-bahan yang digunakan kain putih yang ditenun sendiri dan obat-obatan batik dari soga jambal, mengkudu, nila tom, tinggi. Batik cap dikenal bersamaan dengan masuknya obat-obatan batik dari luar negeri. Yang dibuat di bangil dan dapat dibeli di pasar porong Sidoarjo. Ciri khas dari batik Kalangbret (desa Majan dan Simo) dari Mojokerto hampir sama dengan batik-batik Yogyakarta, dasarnya putih dan warnanya coklat muda dan biru tua

Karena pengaruh pecahnya Mataram menjadi Surakarta dan Yogyakarta maka perkembangan batik Mojokerto dan Tulung Agung dipengaruhi juga oleh corak batik asal Solo dan Yogyakarta. Warna babaran batik Majan dan Simo adalah unik karena warna babarannya merah menyala (dari kulit mengkudu) dan warna lainnya dari tom. Sentra batik sejak dahulu terkenal di daerah desa Sembung, para pengusaha batiknya kebanyakan berasal dari Solo yang datang ke Tulung Agung pada akhir abad 19, tetapi sekarang hanya beberapa keluarga yang masih menetap di Sembung. Tempat lain di Trenggalek dan Kediri, tetapi sifat pembatikan sebagian kerajinan rumah tangga dan babarannya batik tulis.

Daerah Ponorogo (Jawa Timur) karena berkaitan dengan penyebaran ajaran Islam. Seni batik Ponorogo erat hubungannya dengan perkembangan agama Islam dan kerajaan-kerajaan dahulu. Kala itu seni batik hanya terbatas pada lingkungan kraton, tetapi karena putri kraton Solo menjadi istri Kyai Hasan Basri dan dibawa ke Tegalsari maka banyak santri-santri yang membatik juga. Daerah-daerah pembatikan berkembang ke daerah kepatihan wetan, desa Ronowijoyo, Mangunsuman, Kertosari, Setono, Cokromenggalan, Kadipaten, Nologaten, Bangunsari, Cekok, Banyudono, dan Ngunut. Pewarnaan dari kayu-kayuan antara lain pohon tom, mengkudu, kayu tinggi.

Pemakaian bahan berasal dari bahan kain putih yang dibuat sendiri dari tenunan. Sedangkan kain impor baru dikenal akhir abad 19. Pembuatan batik cap Ponorogo baru dikenal setelah PD 1 yang dibawa oleh seorang dari Cina bernama Kwee Seng. Ponorogo pada awal abad 20 terkenal dalam pewarnaan nila yang tidak luntur. Sehingga banyak datang order dari Solo dan Banyumas. Sehingga Ponorogo terkenal dengan Batik cap mori biru hingga awal PD 2.

o

o

o

o

o

Diawali abad 17 19 di kerajaan di Solo dan Yogyakarta kemudian berkembang luas,khususnya di wilayah pulau Jawa. Pada awalnya hanya sekedar hobi dari keluarga para raja didalam berhias lewat pakaian, tetapi perkembangan selanjutnya batik dikembangkan sebagai komoditi perdagangan. Batik Solo terkenal dengan corak dan pola tradisionalnya (sidomukti dan sidoluhur), baik cap maupun tulis. Sedangkan pewarnaannya masih tetap banyak memakai soga jawa. Batik Yogyakarta dikenal sejak kerajaan Mataram I, yaitu Panembahan Senopati, daerah pembatikan pertama di desa Plered. Pembatikan masa itu masih terbatas pada lingkungan keluarga kraton yang dikerjakan oleh wanita-wanita pembantu ratu,yang akhirnya bisa meluas keluar kraton. Dan mendapat pengaruh batik dengan kombinasi lurik.

o

Karena akibat peperangan,maka batik solo dan yogya ini berkembang ke Banyumas, Pekalongan,Ponorogo, Tulungagung karena keluarga raja mengungsi didaerah tersebut. (sekitar abad 18)

Terletak ditepi laut/pesisir utara Jawa Tengah Merupakan tempat perdagangan sehingga seni dan budaya yang ada mendapat pengaruh dari budaya luar dan daerah lain Motif batik banyak dipengaruhi oleh budaya Cina (Liong) motif naga berkaki, burung phonik (burung dengan bulu ekor dan sayap yang menjulang panjang Berkembang pula motif bebas terlepas dari norma-norma/adat istiadat maupun mengikuti selera pasar Dikenal sebagai batik pesisir

Terletak di pesisir Jawa Barat/pantai utara Tempat perdagangan, motif batiknya dipengaruhi dari luar Cirebon,seperti budaya Islam (motif kaligrafi huruf arab), Cina (ragam hias bunga), Eropa (motif tumbuh-tumbuhan bunga krisan/buah anggur) maupun motif Solo dan Yogyakarta Pewarnaannya lebih cerah dengan dominasi warna putih disamping biru,merah,hijau

Bahan utama : 1. Kain mori (combrics) 2. Malam (lilin yang dicairkan) 3. Zat warna (pewarna)KAIN MORI Jenis kain mori : 1. kain mori (proses bleaching) 2. kain blacu

Kelebihan kain mori : 1. Mudah di proses 2. Kualitas lebih baik 3. Kehalusan tekstur kainMacam kain mori 1. Mori primisima 2. Mori prima 3. Mori biru

Bahan lain yang digunakan selain kain mori : 1. Kain sutera 2. Kain shantung 3. Kain wool 4. Kain polyester 5. Kain rayon MALAM (LILIN BATIK / KANDIL) Zat padat yang diproduksi secara alami dari tumbuhan (damar/resin) dan hewan (sarang tawon /lebah)

Bahan-bahan malam batik : 1. Gondorukem 2. Damar mata kucing 3. Parafin 4. Microwax 5. Kendal Macam malam batik : 1. Malam kuning 2. Malam coklat

ZAT WARNA (PEWARNA) Tahap pewarnaan (nyoga) dalam proses pembuatan batik. Sumber pewarnaan : 1. Zat warna alam 2. Zat warna sintesis

1.

2.3. 4.

5.6. 7.

8.9.

Gawangan Bandul Wajan Anglo Kipas Taplak Saringan Dingklik Canting

1.

Pola dan cara penggunaannya a. Pola A (panjangnya selebar mori) selesai membatik selebar mori, kemudian kain dilepas (ngerucut) b. Pola B (panjangnya 1/3 mori) selesai membatik setengah mori kemudian kain digeser ke kanan/kiri sesuai per