baru edit juknis musrenbangcam 2014 oc

Click here to load reader

Post on 20-Oct-2015

17 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN

MUSRENBANG RKPD KABUPATEN DI KECAMATANTAHUN 2014A. Latar Belakang

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah merupakan kerangka dasar otonomi daerah yang salah satunya mengamanatkan pelaksanaan perencanaan pembangunan dari bawah secara partisipatif. Dalam rangka pelaksanaan otonomi, perencanaan pembangunan kecamatan merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan daerah dan merupakan bagian dari sistem perencanaan pembangunan nasional. Payung hukum untuk pelaksanaan musrenbang diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Daerah dalam pasal 117 disebutkan bahwa musrenbang RKPD kabupaten di kecamatan, yang disebut musrenbang kecamatan, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan musrenbang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD).

Secara umum, penyelenggaraan musrenbang kecamatan ditujukan untuk menampung aspirasi dan masukan kegiatan pembangunan dari masyarakat ditingkat wilayah yang diselaraskan dengan rencana-rencana pembangunan yang sedang disusun oleh pemerintah daerah, baik yang bersifat sektoral maupun kewilayahan. Keterlibatan masyarakat kecamatan/wilayah dalam proses perencanaan diharapkan dapat mengoptimalkan rencana pembangunan yang bisa menyelesaikan permasalahan dan kebutuhan masyarakat secara umum,khususnya yang berada di wilayah bersangkutan.

Secara prinsip, musrenbang kecamatan merupakan arena awal pertemuan dua buah pendekatan perencanaan, yaitu pendekatan bottom-up yang berupa usulan-usulan dari tingkat desa/kelurahan, dan pendekatan teknokratis (top-down), yang berupa program-kegiatan prioritas yang direncanakan oleh SKPD dalam mencapai indikator sasaran daerah. Selain itu, musrenbang kecamatan juga sebagai upaya dalam penerapan instrumen pagu indikatif kewilayahan (PIK) dan kriteria-kriteria prioritas daerah yang diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat.Pagu indikatif untuk pembangunan wilayah kecamatan dibangun berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Bappeda. Kondisi infrastruktur, pertanian, pendidikan dan kesehatan merupakan variabel penilai yang akan diproporsikan untuk memperhitungkan alokasi PIK kecamatan.

Lembaga penyelenggara musrenbang kecamatan adalah kecamatan dan Bappeda.Kecamatan bertugas untuk menyiapkan teknis penyelenggaraan musrenbang kecamatan serta mempersiapkan dokumen Rancangan Rencana Pembangunan Kecamatan.Bappeda bertugas untuk mengorganisasi penjadwalan seluruh musrenbang kecamatan, mempersiapkan Tim Pemandu, dan dokumen-dokumen yang relevan untuk penyelenggaraan musrenbang kecamatan.

B. Dasar Hukum

1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;3. Peraturan Pemerintah Nomor8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Daerah;4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan;5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan perencanaan Pembangunan Daerah;6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 tahun 2007 tentang Perencanaan Pembangunan Desa;7. Inpres Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan;8. Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep Nomor 19 tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sumenep Tahun 2014;C. Pengertian

1. Musrenbang kecamatan adalah forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan (stakeholders) di tingkat kecamatan untuk mendapatkan masukan kegiatan prioritas dari desa/kelurahan di kecamatan yang bersangkutan sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Kecamatan dan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) Kabupaten pada tahun berikutnya;2. Pemangku kepentingan kecamatan adalah pihak yang berkepentingan dengan kegiatan prioritas dari desa/kelurahan untuk mengatasi permasalahan di wilayah kecamatan serta pihak-pihak yang berkaitan dengan dan atau terkena dampak hasil musyawarah;3. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) adalah unit kerja pemerintah kabupaten yang mempunyai tugas untuk mengelola anggaran dan barang daerah.

4. Rencana Kerja (Renja) SKPD adalah Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah;5. Narasumber adalah pihak-pihak pemberi informasi yang dibutuhkan untuk proses pengambilan keputusan dalam Musrenbang kecamatan;6. Tim pemandu musrenbang kecamatan adalah tim yang mendapat tugas dari Kepala Bappeda Kabupaten untuk memandu pelaksanaan musrenbang kecamatan;7. Peserta adalah pihak yang memiliki hak pengambilan keputusan dalam musrenbang kecamatan.8. Pagu indikatif kecamatan bukanlah alokasi dana yang diberikan kepada pihak kecamatan tetapi besaran pembangunan yang dilaksanakan oleh SKPD sehingga menjadi pegangan penyusunan dan perencanaan anggaran pembangunan;9. Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK) Kecamatan adalah sejumlah patokan batas maksimal anggaran di wilayah kecamatan yang diberikan kepada SKPD kabupaten, yang penentuan alokasi belanjanya ditentukan oleh mekanisme partisipatif melalui musrenbang;10. Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK) Kecamatan bukan merupakan dana block grant di kecamatan yang dilaksanakan oleh SKPD kecamatan, tetapi pagu dana yang akan masuk di kecamatan dalam bentuk program kegiatan yang dilaksanakan oleh SKPD kabupaten sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya;D. Tujuan

Musrenbang kecamatan diselenggarakan untuk:

1. Membahas hasil-hasil musrenbang dari tingkat desa/kelurahan untuk mendapatkan kepakatan prioritas program/kegiatan pembangunan di wilayah kecamatan yang bersangkutan;

2. Menyepakati tim delegasi kecamatan yang akan mewakili wilayah kecamatan dalam Forum SKPD dan Musrenbang Kabupaten.E. Peserta

Peserta Musrenbang Kecamatan adalah individu atau kelompok yang merupakan delegasi dari desa/kelurahan dan wakil dari kelompok-kelompok masyarakat yang beroperasi dalam skala kecamatan (misalnya: organisasi sosial kemasyarakatan, organisasi petani, organisasi pengrajin, dan lain sebagainya), F. Narasumber 1. Camat

2. Anggota DPRD dari wilayah pemilihan kecamatan yang bersangkutan;3. Bappeda;4. Perwakilan SKPD;5. BUMD/BUMN, Perguruan Tinggi, Swasta, dll (disesuaikan kebutuhan)G. Fasilitator : Tim Penyelenggara Musrenbang Kecamatan dengan ketua Camat, dibantu Sekcam dan para Kasi, serta pengurus BKAD/FKA BKM; Tim Pemandu Musrenbang dari Bappeda dengan didampingi perwakilan SKPD dan UPTD teknis kecamatan; Fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan dan Perkotaan;

H. Masukan

Hal-hal yang perlu disiapkan untuk penyelenggaraan Musrenbang Kecamatan antara lain adalah :

1. Daftar nama anggota delegasi dari desa/kelurahan yang akan mengikuti Musrenbang Kecamatan;

2. Daftar nama para wakil kelompok fungsional/asosiasi warga/organisasi sosial kemasyarakatan, koperasi, LSM yang bekerja di kecamatan, atau organisasi tani di tingkat kecamatan; 3. Berita acara hasil musrenbang desa/kelurahan yang memuat program dan kegiatan prioritas;4. Dokumen Rencana Kerja Pembangunan Tahunan dari masing-masing desa/kelurahan yang berisi kegiatan prioritas desa/kelurahan;

5. RPJMD dan Draft Rencana Kerja SKPD;

6. Hasil evaluasi usulan program/kegiatan di kecamatan pada tahun sebelumnya;

7. Rencana alokasi Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK) Kecamatan;

8. Daftar usulan program strategis kecamatan yang telah disusun berdasarkan urusan;

I. Mekanisme

Tahapan pelaksanaan Musrenbang Kecamatan terdiri dari:

1. Pra Musrenbang:

a. Koordinasi dan pemantauan pelaksanaan musrenbang desa/kelurahan yang ada di wilayah kecamatan;b. Camat membentuk dan menetapkan Tim Penyelenggara Musrenbang Kecamatan, sekaligus bertindak selaku Ketua Tim Penyelenggara Musrenbang Kecamatan dibantu Sekcam dan para Kasic. Tim penyelenggara musrenbang kecamatan melakukan hal-hal sebagai berikut :

1) Koordinasi jadwal musrenbang kecamatan dengan Bappeda Kabupaten;

2) Mengkompilasi kegiatan prioritas pembangunan dari masing-masing desa/kelurahan, meliputi: Rekapitulasi usulan kegiatan dari seluruh hasil musrenbang desa/kelurahan; Pemilahan usulan-usulan kegiatan desa/kelurahan sesuai kewenangan kewilayahan (desa, kewilayahan/antar desa, kabupaten, provinsi, pusat); Hasil kompilasi dikelompokkan dalam bidang Sarana Prasarana, Sosial Budaya/Penmas, Ekonomi, dan Pelayanan Publik untuk selanjutnya diserahkan (softcopy dan hardcopy) ke Bappeda sebagai bahan Tim Pemandu dari Bappeda Kabupaten dalam diskusi kelompok musrenbang kecamatan;3) Mengumumkan secara terbuka tentang jadwal, agenda, dan tempat musrenbang kecamatan minimal 3 (tiga) hari sebelum kegiatan dilakukan, agar peserta bisa menyiapkan diri dan segera melakukan pendaftaran dan atau diundang;

4) Membuka pendaftaran dan atau mengundang calon peserta musrenbang kecamatan, baik wakil dari desa/kelurahan maupun dari kelompok-kelompok organisasi fungsional/profesi masyarakat (misal: GHIPPA, Gapoktan, Karang taruna, dll) serta UPTD;

5) Menyiapkan tempat, peralatan dan bahan/materi serta notulen untuk musrenbang kecamatan;6) Menyiapkan form berita acara musrenbang kecamatan serta hasil musrenbang sebagaimana terlampir;7) Menyampaikan berita acara hasil musrenbang kecamatan kepada Bappeda, sebagai referensi dalam forum pembahasan APBD;2. Tahapan Pelaksanaan :

a. Pendaftaran peserta musrenbang kecamatan;

b. Laporan penyelenggara musrenbang kecamatan;c. Pembukaan dan pemaparan Camat mengenai evaluasi pelaksanaan pembangunan tahun sebelumnya dan kebutuha