bahan training osis

9
ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH ( OSIS ) Oleh M. Isa, S. Ag, M. Pd A. Pendahuluan Tujuan nasional Indonesia, seperti yang tercantum pada Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dan secara operasional diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pembangunan Nasional dilaksanakan di dalam rangka pembangunan bangsa Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Pembangunan pendidikan merupakan bagian dari Pembangunan Nasional. Di dalam garis-garis besar haluan Negara ditetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama- sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Garis-garis Besar Haluan Negara juga menegaskan bahwa generasi muda yang di dalamnya termasuk para siswa adalah penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan nasional yang berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar 1945.Mengingat tujuan pendidikan dan pembinaan generasi muda yang ditetapkan baik di dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 maupun di dalam garis- garis besar Haluan Negara amat luas lingkupnya, maka diperlukan 1

Upload: muhammad-isa

Post on 22-Oct-2015

9 views

Category:

Documents


0 download

DESCRIPTION

Bahan Materi untuk Pelaksanaan Training Bagi Pengurusu OSIS SMA/MA/SMK

TRANSCRIPT

Page 1: Bahan Training Osis

ORGANISASI  SISWA INTRA SEKOLAH ( OSIS )

Oleh M. Isa, S. Ag, M. Pd

A.   Pendahuluan

Tujuan nasional Indonesia, seperti yang tercantum pada Pembukaan Undang-undang

Dasar 1945, adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah

Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan

bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,

perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dan secara operasional diatur melalui Undang-

Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Pembangunan Nasional dilaksanakan di dalam rangka pembangunan bangsa Indonesia

seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Pembangunan pendidikan

merupakan bagian dari Pembangunan Nasional. Di dalam garis-garis besar haluan

Negara ditetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk

meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang maha Esa, kecerdasan dan

keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal

semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia

pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung

jawab atas pembangunan bangsa.

Garis-garis Besar Haluan Negara juga menegaskan bahwa generasi muda yang di

dalamnya termasuk para siswa adalah penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber

insani bagi pembangunan nasional yang berdasarkan Pancasila dan undang-undang

dasar 1945.Mengingat tujuan pendidikan dan pembinaan generasi muda yang ditetapkan

baik di dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 maupun di dalam garis-garis

besar Haluan Negara amat luas lingkupnya, maka diperlukan sekolah sebagai lingkungan

pendidikan yang merupakan jalur pendidikan formal yang sangat penting dan strategis

bagi upaya mewujudkan tujuan tersebut, baik melalui proses belajar mengajar maupun

melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.

B.   Pengertian dan Fungsi OSIS

1. Pengertian OSIS

a. Secara Semantis

Di dalam SK Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 226/C/Kep/O/1992

disebutkan bahwa Organisasi kesiswaan di sekolah adalah OSIS. Kepanjangan

OSIS adalah Organisasi Siswa Intra Sekolah. Masing-masing kata mempunyai

pengertian :

1

Page 2: Bahan Training Osis

1)      Organisasi

Secara umum adalah kelompok kerjasama antara pribadi yang diadakan

untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi dalam hal ini dimaksudkan

sebagai satuan atau kelompok kerjasama para siswa yang dibentuk dalam

usaha mencapai tujuan bersama, yaitu mendukung terwujudnya

pembinaan kesiswaan.

2)      Siswa

Peserta didik pada satuan pendidikan dasar dan menengah

3)      Intra

Berarti terletak di dalam dan di antara. Sehingga suatu organisasi siswa

yang ada di dalam dan di lingkungan sekolah yang bersangkutan

4)      Sekolah

Satuan pendidikan tempat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar,

yang dalam hal ini Sekolah Dasar, Sekolah Menengah atau sekolah /

madrasah yang sederajat

b. Secara Organis

Satu-satunya wadah organisasi siswa yang sah di sekolah. Oleh karena itu,

setiap sekolah wajib membentuk OSIS, yang tidak mempunyai hubungan

organisatoris dengan OSIS di sekolah lain dan tidak menjadi bagian / alat dari

organisasi lain yang ada di luar sekolah.

c.   Secara Fungsional

Dalam rangka pelaksanaan kebijaksanaan pendidikan, khususnya di bidang

pembinaan kesiswaan, arti yang terkandung lebih jauh dalam pengertian OSIS

adalah sebagai salah satu dari empat jalur pembinaan kesiswaan, disamping

ketiga jalur yang lainnya ( seperti latihan kepemimpinan, ekstrakurikuler, dan

wawasan wiyatamandala )

d. Secara Sistematis

Apabila OSIS dipandang sebagai suatu system, berarti OSIS sebagai tempat

kehidupan berkelompok siswa yang bekerjasama untuk mencapai tujuan

bersama. Dalam hal ini OSIS dipandang sebagai suatu system, dimana

sekumpulan para siswa mengadakan koordinasi dalam upaya menciptakan

suatu organisasi yang mampu mencapai tujuan.

Oleh karena OSIS sebagai suatu system ditandai beberapa ciri pokok yaitu :

1)   Berorientasi pada tujuan

2)   Memiliki susunan kehidupan kelompok

3)   Memiliki sejumlah peranan

2

Page 3: Bahan Training Osis

4)   Terkoordinasi

5)   Berkelanjutan dalam waktu tertentu

2.  Fungsi OSIS

Salah satu cirri pokok suatu organisasi ialah memiliki berbagai macam fungsi.

Demikian juga OSIS sebagai organisasi memiliki beberapa fungsi dalam mencapai

tujuan.

Sebagai suatu organisasi perlu juga diperhatikan factor-factor yang sangat

menentukan agar OSIS sebagai organisasi tetap hidup dalam arti memiliki

kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan perkembangan.

Sebagai salah satu jalur dari pembinaan kesiswaan, fungsi OSIS adalah sebagai

berikut:

a. Sebagai Wadah

OSIS merupakan satu-satunya wadah kegiatan para siswa di sekolah bersama

dengan jalur pembinaan yang lain untuk mendukung tercapainya tujuan

pembinaan kesiswaan.

b.  Sebagai Motivator

Motivator adalah perangsang yang menyebabkan lahirnya keinginan dan

semangat para siswa untuk berbuat dan melakukan kegiatan bersama dalam

mencapai tujuan. OSIS akan tampil sebagai penggerak apabila para Pembina,

pengurus mampu membawa OSIS selalu dapat menyesuaikan dan memenuhi

kebutuhan yang diharapkan, yaitu menghadapi perubahan, memiliki daya tangkal

terhadap ancaman, memanfaatkan peluang dan perubahan, dan yang penting

memberikan kepuasan kepada anggota.

c.  Sebagai Preventif

Apabila fungsi yang bersifat intelek dalam arti secara internal OSIS dapat

menggerakan sumber daya yang ada dan secara eksteral OSIS mampu

mengadaptasi dengan lingkungan, seperti menyelesaikan persoalan perilaku

menyimpang siswa dan sebagainya. Dengan demikian secara preventif OSIS ikut

mengamankan sekolah dari segala ancaman yang dating dari dalam maupun dari

luar. Fungsi preventif OSIS akan terwujud apabila fungsi OSIS sebagai

pendorong lebih dahulu harus diwujudkan.

C.  Pengelolaan Pelaksanaan OSIS

Pengelolaan OSIS dilaksanakan dengan baik apabila siklus atau proses kegiatan

manajement tersebut dilaksanakan secara efektif, berkesinambungan dan terkoordinasi

3

Page 4: Bahan Training Osis

mulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, dan pengembangannya berjalan

sesuai dengan tujuan.

Setiap Satuan Pendidikan SMP/MTs dan SMA/MA/SMK yang berada di lingkungan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama diwajibkan untuk

membentuk OSIS. OSIS tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan OSIS di

sekolah yang lain dan tidak menjadi bagian dari organisasi lain yang ada di luar sekolah.

Karena OSIS adalah wadah organisasi siswa satu-satunya di sekolah, secara otomatis

setiap siswa menjadi anggota OSIS dari sekolah yang bersangkutan dan

keanggotaannya secara otomatis akan berakhir dengan keluarnya siswa dari sekolah

yang bersangkutan.

1. Perangkat OSIS

Perangkat OSIS terdiri dari :

a. Pembina OSIS

Pembina OSIS terdiri dari :

1) Kepala Sekolah sebagai Ketua

2) Wakil Kepala Sekolah sebagai Wakil Ketua

3) Guru, sebagai anggota, sedikitnya 5 (lima) orang dan bergantian setiap tahun

pelajaran

b. Pengurus OSIS

Pengurus OSIS terdiri dari :

1) Ketua

2) Wakil Ketua I

3) Wakil Ketua II

4) Sekretaris

5) Wakil Sekretaris I

6) Wakil Sekretaris II

7) Bendahara

8) Wakil Bendahara

9) Seksi Ketaqwaan terhadap Tuhan YME

10)  Seksi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

11)  Seksi Pendidikan Pendahuluan Bela Negara

12)  Seksi Kepribadian dan Budi Pekerti Luhur

13)  Seksi Berorganisasi, Pendidikan Politik dan Kepemimpinan

14)  Seksi Keterampilan dan Kewiraswastaan

15)  Seksi Persepsi, Apresiasi dan Kreasi Seni

16)  Seksi Kesegaran Jasmani dan Daya Kreasi

4

Page 5: Bahan Training Osis

2. Forum Organisasi

a. Rapat – rapat

1) Rapat Pengurus

  Rapat Pleno Pengurus

  Rapat Pengurus Harian

2) Rapat Koordinasi

Rapat yang dihadiri oleh wakil ketua I, sekretaris, sekretaris I, bendahara ,

dan seksi 1 sampai seksi 4

  Rapat yang dihadiri oleh wakil ketua II, sekretaris, sekretaris II, wakil

bendahara , dan seksi 5 sampai seksi 8

3) Rapat Seksi

Rapat yang dipimpin oleh ketua seksi

4) Rapat Luar Biasa

Rapat yang dapat diadakan dalam keadaan mendesak atas usul pengurus OSIS

atau perwakilan kelas, setelah terlebih dahulu dikonsultasikan dan disetujui

pembina OSIS.

b. Tata Cara Pemilihan

1) Tata cara pemilihan perwakilan kelas

2) Tata cara pencalonan dan pemilihan pengurus OSIS. Biasanya setelah selesai

dilanjutkan dengan pengesahan dan pelantikan.

3. Lambang OSIS

Lambang OSIS terdiri dari :

a. Bunga Bintang sudut lima dan lima kelopak daun bunga : Generasi muda adalah

bunga harapan bangsa dengan bentuk bintang sudut lima menunjukkan kemurnian

jiwa siswa yang berintikan Pancasila. Para siswa berdaya upaya melalui lima jalan

dengan kesungguhan hati, agar menjadi warga negara yang baik dan berguna.

5

Page 6: Bahan Training Osis

Kelima jalan tersebut dilukiskan dalam bentuk lima kelopak daun bunga, yaitu: abdi,

adab, ajar, aktif, dan amal

b. Buku Terbuka : Belajar keras menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi,

merupakan sumbangsih siswa terhadap pembangunan bangsa dan negara

c. Kunci Pas : Kemauan bekerja keras akan menumbuhkan rasa percaya pada

kemampuan diri dan bebas dari ketergantungan pada belas kasihan orang lain,

menyebabkan siswa berani mandiri. Kunci pas adalah alat kerja yang dapat

membuka semua permasalahan dan kunci pemecahan dari segala kesulitan.

d.  Dua Tangan Terbuka : Kesediaan menolong orang lain yang lemah sesama siswa

dan masyarakat yang memerlukan bantuan dan pertolongan, yang menunjukkan

adanya sikap mental siswa yang baik dan bertanggung jawab

e. Biduk : Biduk / perahu, yang melaju di lautan hidup menuju masa depan yang lebih

baik, yaitu tujuan nasional yang dicita – citakan.

f. Pelangi Merah Putih : Tujuan nasional yang dicita–citakan adalah masyarakat adil

dan makmur berdasarkan Pancasila, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia

yang sejahtera baik material maupun spiritual.

g. Tujuh Belas Butir Padi, Delapan lipatan Pita, Empat buah Kapas dan Lima daun

Kapas : Pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah peristiwa penegakan jembatan emas

kemerdekaan Indonesia mengandung nilai–nilai perjuangan ’45 yang harus dihayati

para siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional.

Kemerdekaan yang telah ditebus dengan mahal perlu diisi dengan partisipasi penuh

para siswa.

h. Warna Kuning : Sebagai dasar lambang yaitu warna kehormatan/agung. Suatu

kehormatan bila generasi muda diberi kepercayaan untuk berbuat baik dan

bermanfaat melalui organisasi, untuk kepentingan dirinya dan sesama mereka,

sebagai salah satu sumbangsih nyata kepada tanah air, bangsa dan negara

i. Warna Coklat : Warna tanah Indonesia, berpijak pada kepribadian dan budaya

sendiri serta rasa nasional Indonesia

j. Warna Merah Putih: Warna kebangsaan Indonesia yang menggambarkan hati yang

suci dan berani membela kebenaran.

D.     Penutup

Dari keseluruhan uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1.  Perintisan kelahiran OSIS sangat dipengaruhi oleh system politik masa itu, dimana

pemerintah mulai mengusahakan adanya suatu pola pembinaan dan pengembangan

generasi muda.

6

Page 7: Bahan Training Osis

2.  Melalui Kep. Mendikbud Nomor : 0323/U/1978 tentang Pola Dasar dan

Pengembangan Generasi Muda, berdasarkan SK tersebut secara formal OSIS

dinyatakan sebagai salah satu jalur pembinaan generasi muda.

3.  OSIS merupakan satu-satunya wadah organisasi siswa yang sah di sekolah. Oleh

karena itu setiap sekolah wajib membentuk OSIS. OSIS tidak mempunyai hubungan

organisasi dengan OSIS di sekolah lain dan tidak menjadi bagian dari organisasi lain

yang ada di luar sekolah

4.  OSIS sebagai suatu organisasi intra sekolah merupakan bagian integral dari

kehidupan sekolah, sehingga keberadaan OSIS akan mampu mendukung terwujudnya

sekolah sebagai Wawasan Wiyatamandala.

5.  Menumbuhkembangkan OSIS adalah menjadi tanggung jawab bersama antara

sekolah, orang tua, masyarakat dan pemerintah.

E.   Daftar Pustaka

1. Suyanto, 2008,Organisasi Siswa Intra Sekolah, KANDELA Media Pendidikan Kota

Tegal

2. http://id.wikipedia.org/wiki/OSIS

7