bahan ajar vertebrata

Click here to load reader

Post on 17-Aug-2015

34 views

Category:

Education

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  1. 1. BAHAN AJAR A. Kompetensi Dasar 3.8 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan hewan ke dalam filum berdasarkan pengamatan anatomi dan morfologi serta mengaitkan peranannya dalam kehidupan. Indikator : 3.8.1. Mengamati ciri umum pengelompokkan hewan vertebrata melalui obyek atau gambar. 3.8.2. Membandingkan kompleksitas ciri hewan-hewan vertebrata 3.8.3. Menjelaskan dasar pengelompokkan vertebrata 3.8.4. Menjelaskan Peranan vertebrata dalam kehidupan Kompetensi Dasar 4.8 Menyajikan data tentang perbandingan kompleksitas jaringan penyusun tubuh hewan dan perannya pada berbagai aspek kehidupan dalam bentuk laporan tertulis. Indikator: 4.8.1.Menyajikan data tentang perbandingan kompleksitas organ penyusun tubuh hewan vertebrata dan perannya dalam bentuk laporan tertulis. B. Tujuan 1. Setelah melakukan observasi obyek atau gambar, diharapkan peserta didik dapat menjelaskan 3 (tiga) ciri utama hewan vertebrata dengan benar dan teliti. 2. Setelah melakukan studi literature dan observasi diharapkan peserta didik dapat membandingkan kompleksitas ciri hewan-hewan vertebrata dengan benar, teliti dan sesuai dengan data. 3. Setelah mendiskusikan hasil pengamatan ciri hewan vertebrata diharapkan peserta didik BAHAN AJAR
  2. 2. mampu menjelaskan dasar pengelompokkan hewan vertebrata dengan benar, teliti dan sesuai dengan data. 4. Setelah melakukan studi literature dan observasi diharapkan peserta didik dapat menjelaskan peranan vertebrata dalam kehidupan. 5. Peserta didik mampu menyajikan data tentang perbandingan kompleksitas organ penyusun tubuh Materi Ajar CHORDATA Chordata merupakan filum yang paling maju dibandingkan kedelapan filum yang telah kita pelajari sebelumnya. ciri utama filum ini adalah adanya korda dorsalis atau notocord (Yunani: notor = punggung; chorde = tali pada alat musik) atau tali punggung, terutama pada fase embrio. Korda dorsalis tersebut terutama berfungsi sebagai penguat dan penyokong tubuh yang fleksibel. Pada hewan-hewan tertentu, korda dorsalis tetap ada dari fase embrio sampai dengan fase dewasa. Sementara itu, pada hewan-hewan lain, korda dorsalis tersebut hanya dijumpai pada fase embrio. Pada fase dewasa, korda dorsalis digantikan oleh vertebrae ( tulang belakang ). Jadi korda dorsalis tidak sama dengan vertebrae. Untuk selanjutnya, hewan hewan yang memiliki vertebrae dinamakan vertebrata ( hewan bertulang belakang ). Chordata meliputi sekitar 45.000 jenis hewan yang hidup di hampir semua jenis lingkungan. Terdapat tiga hal yang membedakan filum Chordata dengan filum yang lainnya, yaitu dalam hal perkembangannya. Notochord, yaitu suatu tangkai pendukung di bagian dorsal tepatnya di bawah susunan saraf. Notochord berfungsi sebagai pendukung. Pada hewan vertebrata semua embrionya memiliki notochord. Tali saraf (nerve cord), yaitu suatu cekungan saraf di bagian atas notochord. Kantung insang faring (pharyngeal gill pouches). Chordata dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Chordata yang bertulang belakang (Chordata Vertebrata) dan Chordata yang tidak bertulang belakang (Chordata invertebrata).
  3. 3. Chordata yang bertulang belakang, yaitu Vertebrata. Adapun Chordata yang tidak bertulang belakang, antara lain, Urochordata dan Cephalochordata. Contoh spesies Urochordata adalah Halocynthya, sedangkan contoh Cephalochordata adalah Branchiostoma. Pada bagian ini, hanya akan dibahas tentang Chordata Vertebrata. Hewan bertulang belakang (Vertebrata) adalah kelompok terbesar pada Chordata, yang terbagi menjadi lima kelas, yaitu kelas Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mammalia. 1. Ciri-ciri Vertebrata Ciri tubuh meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh. 1. Semua hewan yang tergolong vertebrata memiliki rangkaian tulang belakang (vertebrae) yang memanjang pada bagian dorsal dari kepala hingga ekor.Rangkaian vertebra yang disebut tulang punggung ini membentuk sumbu kerangka menggantikan notokord. 2. Tulang punggung berfungsi sebagai penyokong tubuh serta melindungi tali saraf. 3. Tubuh terdiri atas kepala, badan, dua pasang anggota badan, dan ekor pada sebagian anggota vertebrata.
  4. 4. 4. Kulit tersusun atas dua bagian yaitu epidermis dan dermis dan menghasilkan rambut, sisik, bulu, kelenjar atau horn 5. Terdapat Endoskeleton tersusun dari tulang atau tulang rawan dan Eksoskeleton yang terlihat sangat kuat misal sisik , Plastron dan Karapaks 6. Faring bercelah, yang merupakan tempat insang pada ikan namun pada hewan darat hanya terdapat pada tingkat embrio 7. Otot melekat pada endoskeleton untuk bergerak 8. Sistem pencernaan memiliki kelenjar pencernaan, hati, dan pankreas 9. Jantung beruang 2 hingga 4 10. Darah menandung sel darah putih dan sel darah merah berhemoglobin 11. Rongga tubuh mengandung sistem viseral 12. Ginjal sepasang dengan saluran untuk mengeluarkan zat sisa 13. Gonad sepasang pada betina dan jantan 14. Habitat hidup diberbagai habitat baik darat dan laut. 2. Klasifikasi Vertebrata Vertebrata dibedakan menjadi dua kelompok berdasarkan ada dan tidak adanya rahang. 1. Superkelas Agnatha : kelompok Vertebrata dengan mulut yang tidak berahang 2. Superkelas Gnathostomata : kelompok yang memiliki rahang
  5. 5. Superkelas Agnatha Hewan yang tergolong agnatha berbadan panjang dan ramping seperti belut serta tidak memiliki rahang. Contoh : Cephalospidomorphi (lamprey) - Lamprey hidup diperairan tawar dan laut.Hewan ini mengambil makanan dengan cara mengaitkan mulutnya yang bergigi ke sisi tubuh ikan dan menghisap darahnya.Larvanya memakan partikel di air.Larva lamprey hidup di perairan tawar Mycini (hagfish) - Hagfish hanya hidup di air laut.Hewan ini tidak memiliki tahapan larva.Mulut hagfish tidak bergigi, namun memiliki tentakel peraba. Makanannya adalah ikan mati yang kemudian di hisap darahnya dan cacing laut Superkelas Gnathostomata Hewan ini memiliki rahang bersendi yang dapat digerakkan ke atas dan ke bawah. Hewan ini di golongkan menjadi 5 kelas yaitu : 1. Pisces 2. Amphibia 3. Reptilia 4. Aves 5. Mamalia
  6. 6. 1. PISCES Kelas Pisces dibagi dua berdasarkan Tulang penyusunnya yaitu : Chondrictyes (rawan) dan Osteichtyes ( tulang sejati ). Kelas Chondrichthyes Hewan yang tergolong kelas ini memiliki kerangka yang tersusun dari tulang rawan. Pada sebagian besar kelompok ikan ini, beberapa bagian kerangka diperkuat oleh butiran berkalsium. Ciri khas lainnya pada Chondrichthyes adalah : - mulut yang berahang kuat terletak di bagian bawah tubuh - celah insang berjumlah lima, meskipun ada yang berjumlah tiga, enam, atau tujuh celah insang - kulit ulet dan kasar bergigi karena adanya sisik gelakoid / plakoid - adanya sepasang pendekep (klasper) pada hewan jantan yang berfungsi untuk menyalurkan sperma ke kloaka betina - usus pendek dan lebar berisi membran ulir untuk menyerap makanan lebih lama - hati berukuran sangat besar untuk membantu pencernaan makanan - fertilisasi terjadi secara internal - bersifat ovipar, yaitu mengeluarkan telur hasil fertilisasi, atau ovovivipar yaitu membawa telur hasil fertilisasi di dalam saluran telur selama perkembangannya hingga menetas. Ikan bertulang rawan sebagian besar hidup di laut. Hewan yang bertulang rawan di antaranya termasuk hiu, ikan pari, dan chimaera. Hiu bertubuh langsing. Bagian atas sirip ekornya lebih panjang daripada bagian bawah. Hiu tidak memiliki kantung udara. Ikan pari berbadan pipih atas bawah. Tubuh pipihnya berperan untuk menyembunyikan diri di dasar perairan dan untuk menggali pasir guna mencari makanan berupa hewan lunak dan udang-udangan.Beberapa jenis ikan pari memiliki duri pada ekornya yang seperti pecut dan berfungsi untuk melindungi dari serangan musuh. Jenis lainnya juga ada yang memiliki sengatan listrik. Kelas Osteichthyes Kelompok Osteichthyes ini memiliki kerangka yang tersusun dari tulang keras yang mengandung matriks kalsium fosfat. Ciri-ciri lainya adalah : mulut terdapat di bagian depan tubuh
  7. 7. celah insang satu di masing-masing sisi kepala sirip ekor memiliki panjang yang sama pada bagian atas dan bawah kulit licin karena sekresi mukus oleh kelenjar pada kulit adanya gelembung renang sehingga tidak tenggelam saat tidak bergerak sistem gurat sisi terdapat pada sisi tubuh usus panjang dan ramping menggulung fertilisasi terjadi di luar mengeluarkan telurnya atau bersifat ovipar. Kelompok ikan ini hidup di laut dan dihampir setiap habitat air tawar. Osteichthyes mencakup subkelas Actinopterygii (yunani, aktin = berkas, pteryg = sirip) dan subkelas Sarcopterygii (Yunani, sarkodes = berdaging). Actinopterygii memiliki sirip yang ditunjang oleh duri panjang yang lentur sehingga disebut kelompok ikan bersirip duri. Contoh ikan bersirip duri adalah ikan mas (cyprinus carpio), ikan cupang (Betta splendens), ikan gurami (Osphronemus gouramy), ikan badut (Premnas biaculeatus), ikan kakap merah (Lutjanus bitaeniatus), dan ikan louhan (Cichlasoma sp.). Sarcopterygii memiliki sirip dada dan sirip pelvis yang berotot. Sirip ini digunakan untuk berjalan di dasar perairan atau darat. Ikan yang termasuk kelompok ini adalah ikan bersirip lobus dan ikan paru-paru (lungfish). Contoh ikan bersirip lobus adalah coelancanth dengan nama spesies Latimeria chalumnae. Ikan paru-paru hidup di rawa dan kolam. Ikan paru-paru akan naik kepermukaan untuk bernapas. Jika perairan mengering saat musim kemarau, ikan paru-paru bersarang dalam lumpur. 2. AMPHIBIA Kelas Amphibia umumnya hidup di dua tempat, yaitu darat dan air selama metamorfosisnya.
  8. 8. Sebagian besar Amphibia memiliki ciri-ciri khusus lainnya, yaitu : - berkulit licin tidak bersisik - menggunakan energi lingkungannya untuk mengatur suhu tubuhnya sehingga tergolong hewan eksoterm - fertilisasi secara eksternal di air tau tempat lembab - menghasilkan telur (bersifat ovipar) yang tidak bercangkang Tidak semua jenis Amphibia hidup di dua tempat kehidupan. Beberapa jenis katak, salamander, dan caecilian ada yang hanya hidup di air dan ada yang hanya di darat.Namun habitat