babf pendekatan metodologi sid tambak

Download babF Pendekatan Metodologi SID Tambak

Post on 21-Nov-2015

174 views

Category:

Documents

19 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Perencanaan Tambak

TRANSCRIPT

Penawaran TeknisDepartemen Pekerjaan Umum

Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang

Detail Desain Jaringan Rawa Tambak Wotu (1000 Ha) Kab. Luwu Timur Penawaran TeknisDepartemen Pekerjaan Umum

Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang

Detail Desain Jaringan Rawa Tambak Wotu (1000 Ha) Kab. Luwu Timur

F.1. LATAR BELAKANG

Metodologi kerja merupakan acuan strategi untuk pelaksanaan pekerjaan, sehingga pekerjaan dapat berjalan secara benar, sistematis sesuai urut-urutannya.Dengan metodologi kerja ini diharapkan selama proses kegiatan pelaksanaan, baik oleh konsultan penyedia jasa, maupun pengguna jasa tidak mengalami kesulitan dan hambatan yang berarti dalam pelaksanaan pekerjaan maupun pengawasan dan pengendalian.Metodologi kerja ini disusun dengan tetap mengacu pada bab-bab sebelumnya dan dijabarkan pada bab-bab selanjutnya yaitu Bab G, Bab H, Bab I, Bab J dan bab lainnya.Dalam metodologi kerja, konsultan melakukan pendekatan teknis maupun non teknis. Yang ditekankan konsultan dalam metodologi kerja ini adalah konsistensi masing-masing bab mulai bb awal sampai dengan bab akhir, yaitu prosedur dan langkah kerja dalam pelaksanaan pekerjaan.

Dalam Bab Pendekatan dan Metodologi ini akan diuraikan mengenai beberapa teknis pelaksanaan pekerjaan Pembuatan Detail Desain Jaringan Rawa Tambak Wotu (1000 Ha) di Kabupaten Luwu Timur. Secara garis besar mengenai bagan alir kegiatan masing-masing survey ataupun bagan alir secara keseluruhan seperti dicantumkan pada Gambar-gambar di Bab G Rencana Kerja.

F.2. PENDEKATAN PELAKSANAAN PEKERJAANPembukaan atau reklamasi Rawa untuk tambak, peningkatan tambak harus melalui kegiatan perencanaan teknis yang cukup matang. Dalam hal ini standar baku atau manual perencanaan teknis jaringan reklamasi rawa dan tambak belum tersedia secara utuh.Pada perencanaan pengembangan irigasi sudah ada standar perencanaan yang baku meliputi:

1. Kriteria Perencanaan (KP)2. Gambar-gambar bangunan irigasi

3. Persyaratan teknis

Mengacu pada standar perencanaan irigasi, untuk perencanaan jaringan irigasi rawa tambak, diusulkan tahapan-tahapan:

1. Survey lapangan dan analisis data lapangan.

2. Perencanaan teknis saluran dan bangunan air jaringan irigasi rawa tambak.

3. Model hidraulik / hidrodinamik bangunan dan saluran.

4. Penyusunan budidaya tambak.

5. Penyusunan spesifikasi teknis dan RAB pekerjaan fisik jaringan irigasi rawa tambak.

6. Studi evaluasi dampak lingkungan sehubungan dengan kegiatan pengembangan jaringan reklamasi rawa tambak.

7. Manual operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi rawa tambak.F.3. PEKERJAAN PENDAHULUANF.3.1. Pengumpulan DataData yang dikumpulkan berupa data sekunder dan data primer. Data sekunder sebagian dapat diperoleh di Jakarta pada instansi-instansi yang bersangkutan antara lain Bakosurtanal, Badan Metereologi dan Geofisika, Hidrografi Angkatan Laut, Lembaga Penelitian Tanah, Ditjen Perikanan, Badan Pertanahan Nasional dan lain-lain instansi sumber data. Data primer diperoleh dari survey lapangan dengan observasi dan pengukuran.

Pada pekerjaan pendahuluan, pengumpulan data yang dilakukan hanya pengumpulan data sekunder. Lebih jelasnya, pengumpulan data sekunder meliputi :

1. Data Fisik

Data fisik yang perlu dikumpulkan antara lain :

a. Peta topografi dengan skala 1 : 50.000 yang mencakup cathment area sungai-sungai disekitar lokasi proyek dari depositori peta topografi di Bakosurtanal Jakarta atau Direktorat Geologi Bandung.

b. Data Hidrologi.

Data curah hujan, berupa hujan bulanan rata-rata, curah hujan maximum harian, dan data distribusi curah hujan harian (intensitas) selama 10 tahun terakhir, dapat diperoleh di Badan Metereologi dan Geofisika Jakarta, atau di Stasiun Klimatologi terdekat yang dicari ketika melakukan survey lapangan.

Data klimatologi, dapat diperoleh di Badan Metereologi dan Geofisika Jakarta, atau di Stasiun Klimatologi terdekat yang dicari ketika melakukan survey lapangan.

c. Data Hidrometri dan Persungaian.

Data pasang surut, dilihat dari buku Pasang Surut yang dikeluarkan oleh Badan Metereologi dan Geofisika.

Debit banjir sungai-sungai yang berpengaruh di daerah studi investigasi, diperoleh dari buku Data Pengolahan Debit Sungai daerah Propinsi Sulawesi Selatan yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum, Bagian Proyek Hidrologi.

d. Data-data lainnya, yaitu data tanah, erosi, sedimentasi, kualitas air, flora dan fauna (daratan dan pengairan), dan data fisik lain yang diperlukan untuk perencanaan detail teknis pertambakan udang, termasuk data hasil studi terdahulu.

2. Data Sosial Ekonomi dan Perikanan

Data sosial ekonomi dan perikanan yang perlu dikumpulkan antara lain :

a. Data Demografi, yaitu jumlah penduduk, kelahiran, kematian, dll.

b. Keagamaan

c. Pendidikan dan Kebudayaan

d. Keterampilan penduduk di bidang tambak

e. Kesejahteraan penduduk

f. Status tanah

g. Perkembangan usaha perikanan pada khususnya dan pertambakan pada umumnya

h. Kondisi prasarana

i. Fasilitas dan utilitas, dll

F.3.2. Persiapan Pekerjaan Lapangan1. Persiapan pekerjaan lapangan untuk Survey Topografi adalah :

a. Pengumpulan dan pengkajian data yang berhubungan dengan lokasi proyek.

b. Menyusun program kerja, berdasarkan data topografi yang ada.

c. Penyiapan surat-surat ijin/surat keterangan

d. Menyiapkan tim survey yang akan berangkat

e. Penyiapan dan kalibrasi alat-alat yang akan digunakan, yang meliputi :

Theodolite Wild T2, dengan ketelitian pembacaan sudut horisontal kurang dari 20, dan pembacaan optis tidak lebih dari 1 mm.

Theodolite Wild T0, dengan ketelitian pembacaan sudut horisontal kurang dari 10, dan pembacaan optis tidak lebih dari 5 mm.

Waterpass2. Persiapan Pekerjaan Lapangan untuk Penyelidikan Geologi dan Mekanika Tanah.

a. Persiapan Personil, bahan dan Peralatan

b. Pengumpulan data geologi regional dan studi-studi yang berkaitan dengan daerah lokasi pekerjaan

c. Penyusunan rencana kerja dan metode kerja

d. Penentuan rencana titik-titik penyelidikan

e. Kordinasi dengan Direksi pekerjaan berkaitan dengan kegiatan penyelidikan.

f. Persiapan surat-surat perijinan

3. Persiapan Pekerjaan Lapangan untuk Survey Hidrometri dan Survey Hidrologi.

a. Pengumpulan dan pengkajian data yang berhubungan dengan lokasi proyek.

b. Mempelajari data yang tersedia serta membuat rencana jadwal survey.

c. Menyiapkan surat-surat ijin /surat keterangan

d. Menyiapkan peta lokasi rencana pengukuran dan penempatan titik-titik pengukuran untuk menetapkan volume pekerjaan

e. Menyiapkan formulir pengukuran, bahan, dan alat yang akan digunakan

f. Menyiapkan peralatan yang akan dibawa ke lapangan, antara lain peilschaal, currenmeter, echosounder, kompas, stopwatch, tali, batere, jam, dan lain-lain.

g. Menyiapkan tim survey yang akan berangkat.

4. Persiapan Pekerjaan Lapangan untuk Survey Sosio-Agro-Ekonomi dan Lingkungan

a. Persiapan Personil, bahan dan peralatan

b. Pengumpulan data sekunder, peta-peta dan mempelajari aspek-aspek yang berkaiatan

c. Penyusunan rencana kerja dan metode kerja

d. Koordinasi dengan Direksi Pekerjaan berkaitan dengan kegiatan yang akan dilakukan

e. Menyiapkan surat-surat perijinan.

F.4. PEKERJAAN LAPANGANF.4.1. Pemetaan/Pengukuran TopografiPekerjaan topografi dibagi dalam beberapa tahapan pekerjaan yaitu :

1. Persiapan di lapangana. Penyiapan base camp

b. Penyiapan tenaga lokal

c. Orientasi lapangan; maksud kegiatan ini untuk mengetahui kondisi medan agar dapat menentukan titik awal pengukuran dan letak BM (Bench Mark).

d. Persiapan peralatan

Daftar peralatan yang digunakan dapat dilihat pada Tabel F.1.

Tabel F.1

Daftar Peralatan Pengukuran Topografi

AlatJumlah

Theodolite T02

Theodolite T21

Waterpass1

Gyro Compas1

2. Pengukuran di lapanganPengukuran topografi dilakukan sesuai dengan tahapan sebagai berikut :

a. Pengukuran Kerangka Dasar Pemetaan

Kerangka dasar pemetaan selain berfungsi sebagai penyebaran titik-tititk kontrol geodesi juga sebagai batas daerah pengukuran. Kerangka dasar pemetaan ini dilakukan dengan pengukuran poligon sebagai kontrol horisontal dan pengukuran sipat datar (Waterpassing) sebagai kontrol vertikal (ketinggian), dimana kedua kontrol ini ditandai dengan memasang patok beton sebagai titik tetap.

Pengukuran Horisontal

Pengukuran kerangka dasar horisontal dilaksanakan dengan poligon tertutup atau cara lain yang disetujui Direksi. Sudut diukur dengan alat theodolite T2 atau merk lain yang ketelitiannya sederajat. Sedangkan sisi polygon diukur dengan meet band baja minimal 2 sisi, ke muka dan ke belakang. Sebagai kontrol ukur sudut dilakukan pengamatan astronomi atau Gyro Compas.

Pengukuran polygon diikatkan pada titik dasar (reference point) yang telah ada di lapangan atau yang akan ditentukan oleh Direksi.

Ketelitian yang di ijinkan dalam pengukuran adalah sebagai berikut :

Pengamatan astronomi ketelitian 20

Koreksi sudut pada titik polygon pengamatan maksimum 20 untuk tiap sudut

Kesalahan penutup jarak (linier) maksimum 1 : 5.000

b. Pengukuran Vertikal (Sipat Datar)

Melalui jalur pengukuran polygon yang telah ada dilaksanakan pula pengukuran sipat dat