Bab Lima Harus Fix

Download Bab Lima Harus Fix

Post on 30-Nov-2015

62 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tentang perencanaan

TRANSCRIPT

BAB VANALISIS POTENSI WILAYAH KECAMATAN5. 1. Potensi, permasalahan serta tantangan wilayah studi dalam penataan ruangA. PotensiKawasan peruntukan pertambangan minyak dan gas bumi, berupa kawasan potensi pertambangan minyak dan gas bumi Blok Enrekang yang terdapat di Kabupaten Enrekang ditetapkan di Kecamatan Masalle Desa Batu Kede, Kecamatan Alla, Kecamatan Baraka, Kecamatan Baroko, Kecamatan Enrekang, Kecamatan Cendana, Kecamatan Maiwa dan Kecamatan Anggeraja.KSK dengan sudut kepentingan pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi, terdiri atas; a. Kawasan potensi tambang batu bara di Kecamatan Enrekang; b. Kawasan PLTA di Desa Lebani Kecamatan Bungin dan di Desa Buttu Batu Kecamatan Enrekang;.[footnoteRef:1] [1: Peraturan Daerah Kabupaten Enrekang Nomor 14 tahun 2011tentang rencana tata ruang wilayah Kabupaten Enrekang Tahun 2011 - 2031]

c. Kecamatan Enrekang merupakan Pusat Kegiatan Lokal ( PKL )d. Kecamatan Enrekang merupakan pusat kegiatan perdagangan dan jasa di Kabupaten Enrekang.Adapun beberapa fungsi pusat permukiman di Kecamatan Enrekang antara lain : ekonomi, yaitu sebagai pusat produksi dan pengolahan barang; jasa perekonomian, yaitu sebagai pusat pelayanan kegiatan keuangan/bank, dan/atau sebagai pusat koleksi dan distribusi barang, dan/atau sebagai pusat simpul transportasi, pemerintahan, yakni sebagai pusat jasa pelayanan pemerintah; jasa sosial, yaitu sebagai pusat pemerintahan, pusat pelayanan pendidikan, kesehatan, kesenian, dan/atau budaya.

Dangke merupakan makanan khas masyarakat Kab.Enrekang dimana bahan bakunya berasal dari susu sapi.Pengrajin Dangke di Kab.Enrekang sebanyak 182. unit usaha dalam 2 (dua) kecamatan yaitu, Enrekang dan Kec.Curio dan mempunyai binaan sebanyak 6 buah dan memproduksi susu dalam satu tahun mencapai 96.000 liter yang terdiri dari susu sapi dan kerbau.B. PermasalahanDapat dilihat secara langsung bahwa Kecamatan Enrekang di kelilingi oleh gunung-gunung sehingga menyebabkan kecamatan ini sulit untuk berkembang walaupun kecamatan ini merupakan ibukota Kabupaten Enrekang. Sebab dalam perencanaan transportasi terutama jalan sebagai akses bilitas di Kecamatan Enrekang menyebabkan kawasan ini sulit untuk untuk di kembangkan karena kondisi fifik wilayah yang berbukit-bukit.Namun bukan hanya masalah letaknya yang berada di antara gunung-gunung, banjir juga menjadi masalah yang cukup menyesakkan warga dimana hampir setiap musim hujan terjadi banjir dikarenakan terdapat 2 sungai yang cukup besar yaitu sungai saddang dan sungai mata allo dan sungai ini memiliki titik pertemuan sehingga pada saat hujan, kedua sungai tersebut meluap sehingga tidak dapat menampung jumlah air yang sangat besar dan pada akhirnya air tersebut merembes masuk ke permukiman-permukiman warga setempat. C. Tantangan dalam penataan ruangDi dalam penataan ruang memiliki tantangan tertentu dalam merencanakan suatu wilayah sesuai dengan potensi yang di miliki masing-masing wilayah. Sumber daya sangat berpengaruh pada penataan ruang, sebab karakteristik sumber daya yang dimiliki merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat perkembangan dan pembangunan suatu wilayah. Potensi sumber daya yang dimiliki oleh Kecamatan Enrekang berproporsi pada sumber daya alam berupa sandang, pangan dan papan yang tentu akan membantu perkembangan wilayahnya, selain itu, dengan sumber daya manusia yang dimiliki Kecamatan Enrekang cukup memadai untuk mengelolah sumber daya alam yang ada memungkinkan untuk dapat berkembang pesat baik dalam sektor pertanian, perkebunan maupun perekonomian untuk menjual hasil buminya keluar dari daerah Kecamatan Enrekang.Selain potensi, hal yang menjadi subtansi pokok dalam penataan ruang suatu wilayah yaitu permasalahan-permasalahan seputar penataan ruang di wilayah tersebut dan tantangan dalam mewujudkan tata ruang yang kondusif dan berkelanjutan. Berdasarkan hasil survei, permasalahan paling berpengaruh sekaligus merupakan tantangan wilayah Kecamatan Enrekang dalam penataan ruang yaitu, kondisi topografi, merupakan kawasan rawan bencana serta permasalahan aksesbilitas yang belum memadai untuk menunjang tingkat perkembangan di Kecamatan Enrekang. Adapun berbagai permasalahan dan tantangan wilayah Kecamatan Enrekang dalam penataan ruang beserta arahan-arahannya dirangkum dalam tabel 5.1:Tabel 5.1Permasalahan dan Tantangan Serta Arahan Kecamatan Enrekang Dalam Penataan RuangNo.Permasalahan dan TantanganArahan

IndikatorUraian

1.Kondisi Topografi wilayahKecamatan Enrekang memiliki topografi 500-1000 mdpl yang merupakan daerah berbukit-bukit, dengan kemiringan lereng yang sangat berfariasi mulai dari daerah datar sampai kemiringan lereng yang cukup curam. Dengan demikian, sangat berpengaruh pada penataan ruang berupa tata letak pembangunan di Kecamatan Enrekang.Melakukan perencanaan berbasis lingkungan, yaitu dengan cara mengubah bentang alam yang ada, selain itu merencanakan berdasarkan peruntukannya. Karena kondisi topografi di Kecamatan Enrekang merupakan salah satu aspek wilayah yang menjadi karakteristik tersendirI dan cirri khas yang dimiliki oleh Kecamatan Enrekang itu sendiri.

2Kawasan rawan bencanaDengan kondisi fisik wilayah yang dimiliki oleh Kecamatan Enrekang menjadikan wilayah ini merupakan kawasan rawan bencana sebab memiliki kemringan lereng yang cukup curam serta diapit oleh dua sungai besar yaitu sungai saddang, sungai mata allo. Berdasarkan peta rawan bencana, beberapa Desa/ Kelurahan di Kecamatan Enrekang terdapat titik rawan bencana longsor dan banjir.Tidak melakukan pembangunan di daerah rawan Longsor di Kecamatan Enrekang adapun pengembangnnya dapat diarahkan untuk peningkatan disektor pertanian. Pada daerah yang memilki kondisi topografi yang memungkinkan tidak adanya pembanguan. Selain itu perlunya pencegahan terhadap daerah yang rawan banjir dan longsor dengan membangun tanggul pada daerah sekitar sungai serta daerah rawan longsor,

3AksesibilitasTingkat kenyamanan dan kemudahan akses antar Desa/Kelurahan di Kecamatan Enrekang relatif rendah, dikarenakan angkutan umum hanya beroperasi pada hari pasar dan sarana transportasi yang masih kurang, serta kondisi jalan yang kurang baik, memnyebabkan aksesbilitas tergangguPerlu adanya pemerataan perbaikan jalan, baik jalan kolektor, lokal maupun jalan lingkungan di Kecamatan Enrekang, serta perlunya pengadaan angkutan umum meski diluar hari pasar, untuk mengangkut masyarakat yang ada di sekitar wilayah Kecamatan Enrekang, aksesibilitas dan sistem transportasi sangat berpengaruh pada tingkat pengembangan dalam tujuan penataan ruang.

Sumber: Hasil Analisis Tahun 20135.2 Analisis Kedudukan dan kepentingan wilayah studi dalam kebijakan pembangunan wilayah kabupatenKecamatan Enrekang sebagai Pusat Kegiatan Lingkungan ( PKL ) Hal tersebut menjadi pertimbangan dalam satuan kebijakan pembangunan wilayah kabupaten Enrekang. Dalam rencana pengembangan kawasan andalan Kabupaten Enrekang, Kecamatan Enrekang diarahkan dalam pengembangan Kawasan Fungsional sebab Kecamtan Enrekang juga merupakan ibukota kabupaten dengan arahan sebagai kawasan unggulan industri, pariwisata, perdagangan dan jasa dengan memberdayakan masyarakat setempat dan tetap mempertahankan fungsi konservasi. Sehingga Kecamatan Enrekang perlu meningkatkan tingkat pembangunan wilayahnya dalam aspek sarana dan prasarana yang dapat meningkatkan wilayah Kecamatan EnrekangBerdasarkan arah pembangunan dan rencana struktur ruang Kabupaten Enrekang terhadap Kecamatan Enrekang, maka dapat disimpulkan bahwa wilayah Kecamatan Enrekang memiliki taraf kepentingan dan kedudukan yang sangat penting bagi pengembangan pembangunan khususnya dalam aspek perekonomian dan pusat sentral kegiatan Kabupaten Enrekang. Maka dari itu, pemerintah Kecamatan Enrekang perlu mengupayakan dengan kapasitas yang lebih pada pembangunan sarana dan prasarana yang sentralisirnya telah ditetapkan dalam kebijakan pembangunan Kabupaten Enrekang yakni berpusat pada pembangunan berbasis pusat kegiatan lingkungan, pusat kegiatan sentral serta perdagangan dan jasa. Dengan fasilitas yang memadai tentunya akan membantu wilayah lain dalam mengolah sumberdaya alam dalamnya dengan tujuan meningkatkan tingkat perkembangan wilayah Kabupaten Enrekang.Kedepan dengan adanya perkembangan kota yang diikuti dengan bertambahnya jumlah penduduk maka pengembangan kawasan perumahan dan permukiman melalui penciptaan lokasi-lokasi permukiman khususnya di daerah Kecamatan Enrekang, dengan ditunjang infrstruktur yang lengkap dan memadai seperti, fasilitas kesehatan, pendidikan, dan fasilitas lain yang akan meningkatkan tingkat perkembangan sumber daya manusia. Sehingga sumber daya alam yang ada di Kabupaten Enrekang di imbangi dengan sumber daya manusia yang kreatif dan unggul.5.3 Analisis Kondisi Fisik DasarA. Analisis topografi dan kemiringan lerengKondisi Topografi di Kecamatan merupakan wilayah dataran yang telah ditinjau dari aspek topografi. Kecamatan Enrekang mempunyai tingkat ketinggian berada pada ketinggian 50-2000 mdpl. Jadi Kecamatan Enrekang memiliki wilayah yang cukup tinggi sehingga penyerapan sinar matahari dapat mencukupidigunakan untuk pertanian, perkebunan dan objek wisata.Kondisi kemiringan lereng di Kecamatan ini yaitu 0-40%.Dengan daerah yang memiliki kemiringan lereng yang berfariasi tiap daerah dengan kemiringan 8-15%, 15-25%, dan 25-40%. Maka berdasarkan Pedoman Penyusunan Pola Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah, tahun 1986. Wilayah ini berada pada wilayah 0-8% atau landai, sehingga wilayah ini cocok untuk wilayah pengembangan permukiman yang didukung oleh fungsi penunjang lainnya seperti ketersediaan sarana dan prasarana. Sedangkan kemiringan 8-15% Dapat di lakukan pembangunan namun dalam taraf yang disesuaikan maksudnya bangunan-bangunan dengan ketinggian bangunan yang melebihi dua lantai diasumsikan untuk tidak dilakukan.Selain itu dengan kemiringan 8-25% cocok dimanfaatkan sebagai kawasan persawahan, perkebunan, dan peternakan