bab iv desertasi anggi

Download BAB IV desertasi anggi

Post on 19-Jul-2015

115 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB IV PENGEMBANGAN DAN PENGUJIAN MODEL

A. Prasurvey Prasurvey merupakan studi awal yang dilakukan terhadap guru dan siswa yang bersifat deskriptif dengan menggunakan angket yang disebar kepada seluruh siswa dan guru yang menjadi responden pada penelitian ini. Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui sejauhman kondisi guru dan siswa yang akan dijadikan responden. Untuk pengembangan sebuah model pembelajaran khususnya mata

pelajaran bahasa Inggris SMA Kls XI, dalam hal ini dapat dikembangkan dengan mengidentifikasi berbagai kebutuhan serta syarat-syarat yang telah ditentukan dalam standar kompetensi dalam kurikulum KTSP. Adapun kompetensi yang dikembangkan dalam desain model ini adalah kompetensi membaca (reading), dan dalam pengembangannya penulis, dapat menggunakan isi materi yang ada pada buku KTSP bahasa Inggris Kls XI yang dianggap sebagai buku wajib sekolah, dan juga berupa bahan-bahan bacaan yang relefansi berdasarkan tujuan pengembangan itu sendiri. Proses pembelajaran dimulai dengan fase persiapan untuk mengembangakan kompetensi dasar, indikator hasil belajar, dan materi standar bahasa Inggris kelas XI SMA sedemikian rupa. Ornstein (1990) merekomendasikan bahwa untuk membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yang efektif harus berdasaarkan

162

163

pengetahuan terhadap tujuan umum sekolah, tujuan mata pelajaran,dan unit-unit pelajaran yang disediakan dalam mata pelajaran, serta teknik-teknik pembelajaran jangka pendek. Terkait dengan pengembangan model awal, pada fase pelaksanaan penelitian tahap pertama, peneliti telah menggunakan tiga SMA dengan bobot tingkat kualitas sekolah dengan kualifikasi level biasa, sedang dan bagus. Dari ketiga bobot level sekolah tersebut, penulis secara langsung telah mengetahui bobot dari kemampuan siswa-siswi yang ada di sekolah masing-masing. Pada prinsipnya pelaksanaan penelitin yang dilakukakn di kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual Provinsi Maluku selaku peneliti, berusaha untuk melakukan proses pelaksnaan penelitian tersebut dengan baik, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain, melakukan pendekatan awal dengan pihak sekolah terutamaa dengan guru mata pelajaran bahasa Inggris, guna mengetahui berbagai sumber buku yang diguanakan/dipakai oleh guru mata pelajaran bahasa Inggris khusus yang mengajar di kelas XI.

1. Kondisi Sekolah Berdasarkan kenyataan masing-masing sekolah SMA tempat pelaksanaan penelitian menunjukan bahwa tiap guru mempunyai hand book/buku pegangan yang berbeda-beda, hal ini membuat peneliti sedikit kendala dalam hal mengkoordinir perbedaaan tersebut. Maka salah satu yang dilakukan oleh peneliti adalah menyesuaikan proses pembelajaran dan materi pembelajaran bahasa Inggris berdasarkan kebutuhan guru di masing-masing sekolah yang ada.

164

Dalam pelaksanaan penelitian tersebut, peneliti

telah mengidentifikasi

berbagai pendapaat baik terhadap guru maupun siswa dengan cara mengedarkan angket questioner dan hasil observasi terhadap latara belakang guru siswa dan serta proses pelaksanaan pembelajaran yang terjadi di kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual Provisni Maluku. Hal ini dilakukan agar mengetahui sejauh mana kopetensi dan mengajar guru dan pemahaman siswa terhadap materi serta latar belakang dari masing-masing siswa. Jumlah guru sebagai responden sebanyak 11 0rang guru dan siswa sebanyak 230 orang yang beredar di 10 sekolah di kabupaten Maluku Tenggara Dan Kota Tual Penelitian awal dilakukan survey terhadap 10 sekolah terdiri dari 11 guru untuk mengetahui kondisi awal yang mendasar dari guru yang ada di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual dengan klasifikasi sekolah tersaji pada tabel 4.1. Tabel 4.1 Klasifikasi Sekolah No 1. 2. 3 Nama Sekolah SMA Negeri SMA Swasta SMKN Total Klasifikasi 4 Sekolah 5 Sekolah 1 Sekolah 10 Sekolah

Dilihat dari Jumlah sekolah yang ada di Provinsi Maluku terutama kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual terdapat 4 sekolah negeri, 5 sekolah swasta, dan satu sekolah menengah kejuruan, negeri yang artinya setiap kategori sekolah akan mempunyai keragaman yang berbeda dalam proses pembelajaran. Sedangkan mengenai latar belakang dari masing-masing guru dapat dilihat pada tabel 4.2.

165

Tabel 4.2 Latar Belakang Responden Guru Guru A B C D E F G H I J K Pendidikan Terakhir S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 D3 S1 Masa Tugas 2003 2008 2009 1992 2008 2006 2006 2005 2009 1980 2009 Lama Mengajar 4 tahun 3 tahun 2 tahun 12 tahun 3 tahun 2 tahun 5 tahun 6 tahun 3 tahun 20 tahun 2 tahun Status PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS Pensiunan Honorer

Dari data di atas dapat dilihat bahwa pendidikannya berasal dari latar belakang yang dapat menunjang penelitian karena dianggap tinggi sesuai dengan kualifikasi kebutuhan pelajaran Bahasa Inggris, namun tampak juga jelas bahwa setiap guru yang mengajar bahasa Inggris di SMA yang ada di lokasi penelitian tersebut memiliki pengalaman yang bervariasi. Kemudian semuanya memiliki pengalaman mengajar karena lamanya mengajar yang sudah di atas 1 tahun yaitu berkisar antara 2-20 tahun, artinya para guru sudah dianggap paham benar mengenai apa yang harus dilakukan dalam proses pembelajaran untuk embuat siswa memahami dan menjadi output pembelajaran yang sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal yang diharapkan. B. Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Inggris. Terkait latar belakang guru yang mengajar mata pelajaran bahasa Inggris yang ada di kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual sesuai dengan latar belakang yang teridentifikasi pada table 4.2 diatas, menunjukkan adanya pengalaman yang dimiliki masing-masing guru cukup bagus, kompetensi dalam

166

bidang bahasa Inggris.ada salah satu yanhg sangat unik dari keberadaan masingmasing guru tersebut adalah mereka tidak terbatas pada mengajar pada sekolah tertentu saja, akan tetapi juga ngajar pada sekolah yang berbeda, mengingat di sekolah tertentu masih kekurangan guru mata pelajaran bahasa Inggris, sehingga mereka mengajar secara pergantian pada sekolah tersebut. Untuk pengembangan sebuah model pembelajaran khususnya mata

pelajaran bahasa Inggris SMA Kls XI, dalam hal ini dapat dikembangkan dengan mengidentifikasi berbagai kebutuhan serta syarat-syarat yang telah ditentukan dalam standar kompetensi dalam kurikulum KTSP.Adapun kompetensi yang dikembangkan dalam desain model ini adalah kompetensi membaca (reading), dan dalam pengembangannya penulis, dapat menggunakan isi materi yang ada pada buku KTSP bahasa Inggris Kls XI yang dianggap sebagai buku wajib sekolah, dan juga berupa bahan-bahan bacaan yang relefansi berdasarkan tujuan pengembangan itu sendiri. Proses pembelajaran dimulai dengan fase persiapan untuk mengembangakan kompetensi dasar, indikator hasil belajar, dan materi standar bahasa Inggris kelas XI SMA sedemikian rupa. Ornstein (1990) merekomendasikan bahwa untuk membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yang efektif harus berdasaarkan pengetahuan terhadap tujuan umum sekolah, tujuan mata pelajaran,dan unit-unit pelajaran yang disediakan dalam mata pelajaran, serta teknik-teknik pembelajaran jangka pendek. Terkait dengan pengembangan model awal, pada fase pelaksanaan penelitian tahap pertama, peneliti telah menggunakan tiga SMA dengan bobot

167

tingkat kualitas sekolah dengan kualifikasi level biasa, sedang dan bagus. Dari ketiga bobot level sekolah tersebut, penulis secara langsung telah mengetahui bobot dari kemampuan siswa-siswi yang ada di sekolah masing-masing. Pada prinsipnya pelaksanaan penelitin yang dilakukan di kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual Provinsi Maluku, selaku peneliti berusaha untuk melakukan proses pelaksnaan penelitian tersebut dengan baik, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain, melakukan pendekatan awal dengan pihak sekolah terutama dengan guru mata pelajaran bahasa Inggris, guna mengetahui berbagai sumber buku yang diguanakan/dipakai oleh guru mata pelajaran bahasa Inggris khusus yang mengajar di kelas XI. Berdasarkan kenyataan masing-masing sekolah SMA tempat pelaksanaan penelitian menunjukan bahwa tiap guru mempunyai handbook/buku pegangan yang berbeda-beda, hal ini membuat peneliti sedikit kendala dalam hal mengkoordinir perbedaaan tersebut. Maka salah satu yang dilakukan oleh peneliti adalah menyesuaikan proses pembelajaran dan materi pembelajaran bahasa Inggris berdasarkan kebutuhan guru di masing-masing sekolah yang ada. Dalam pelaksanaan penelitian tersebut, peneliti telah mengidentifikasi berbagai pendapaat baik terhadap guru maupun siswa dengan cara mengedarkan angket questioner dan hasil observasi terhadap latara belakang guru-siswa dan serta proses pelaksanaan pembelajaran yang terjadi di kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual Provisni Maluku. Hal ini dilakukan agar mengetahui sejauhmana kompotensi mengajar guru dan pemahaman siswa terhadap materi serta latar belakang dari masing-masing siswa. Jumlah guru sebagai responden

168

sebanyak 11 0rang guru dan siswa sebanyak 230 orang yang beredar di 10 sekolah di kabupaten Maluku Tenggara Dan Kota Tual. Dari isi angket guru terdapaat beberapa klasifikasi jenis pertanyaan baik yang berkenaan dengan kompetensi disiplin guru maupun berhubungan dengan perkembangan proses pembelajaran yang terjadi di SMA kls XI (kelas

penelitian). Untuk memudahkan dalam mengetahui isi pertanyaan yang ada di angket dimaksud maka, dapat diidentifikasi antara lain: 1) Kondisi pembelajaran saat ini, 1. Kondisi Pembelajaran Saat Ini. Dalam persiapan proses pembelajaran baik secara makro maaupun mikro semua aspek perlu di perhatikan. Sejalan dengan hal itu, Shambaugh ( 2006 : 67 ) menjelaskan seorang desian pembelajaran yakni sebagai An intellectual peocess to help teachers systematically analyze learner needs and construct sstructures possibilities to responsively address those needs. Dengan demikian, suatu desain pembelajaran diarahkan untuk menganalisis kebutuhan siswa dalam pembelajaran kemudian b