bab i,ii,ii,iv, saanndiii

Download BAB I,II,II,IV, Saanndiii

Post on 08-Nov-2015

20 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Overhaul Engine d342 Dozer Caterpillar d8k Di Pt

TRANSCRIPT

2

BAB IPENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Pada dasarnya lulusan sarjana Teknik Mesin tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual yang memadai, tetapi juga membutuhkan pengalaman kerja di lapangan dalam mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama proses pembelajaran. Hasil yang didapat antara kemampuan intelektual yang diimbangi dengan ketrampilan akan menghasilkan lulusan sarjana Teknik Mesin yang siap kerja dengan potensi yang telah dimiliki.Dalam usaha peningkatan kemampuan mahasiswa untuk menyajikan hasil studi lapangan diperlukan suatu upaya yang benar benar mendukung. Materi kuliah yang telah didapat selama tiga tahun dirasakan belum cukup jika tidak didukung dengan praktek langsung di lapangan. Kuliah yang berisi teori dan praktek di laboratorium merupakan pendahuluan kemudian pengaplikasian ilmu yang didapat di perkuliahan dapat direalisasikan melalui kerja praktek.Kuliah Kerja Praktek memberikan gambaran nyata mengenai ilmu Teknik Mesin Sehingga pengalaman di lapangan diharapkan mampu memperdalam pemahaman ilmu Teknik Mesin dibangku kuliah. Perkembangan dan kemajuan teknologi paling banyak diterapkan di dunia industri, sehingga kuliah kerja praktek akan memberikan informasi teknologi terkini yang dipakai oleh sebuah instansi.PT Graet Giant Pinneaple adalah sebuah perusahaan pengalengan nanas terbesar di Indonesia yang terletak di kawasan Terbanggi Besar, Lampung Tengah. Hasil produksinya berupa nanas kaleng seluruhnya diekspor ke luar negri. Untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri, hampir semua areal perkebunan ditanami dengan nanas sepanjang tahun. Sehingga dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut dibutuhkan alat dan mesin yang akan mendukung pemenuhan kebutuhan nanas tersebut.Di PT Graet Giant Pinneaple sendiri terdapat berbagai macam alat mulai dari bajak dengan segala jenisnya, garu dengan 2 segala jenisnya, traktor roda 4, traktor beroda karet, traktor beroda track, excavator, sampai kendaraan special equipment seperti double wing boom sprayer dan Cameco Harvester. Kelengkapan alat dan mesin tersebutlah yang menjadikan alasan dipilihnya PT Great Giant Pinneaple sebagai tempat kerja praktek. Alat dan mesin tersebut tentu saja dipelajari dalam kuliah, namun dengan kerja praktek seperti inilah mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana bentuk serta cara kerja dari alat dan mesin tersebut. Sehingga setelah melaksanakan kerja praktek tersebut diharapkan mahasiswa bisa memperoleh ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin untuk bisa digunakan atau diterapkan nantinya setelah masuk dunia kerja yang sebenarnya.

1.2. Batasan MasalahAgar tidak terjadi pembahasan yang harus diperbaiki dari topik permasalahan, pembahasan mencangkup perbaikan semi overhaul dozer caterpillar D8K enggine model D342 karena dinding blok cylynder mengalami kebocoran oli.

1.3. Tujuan dan Manfaat Penulisan LaporanAdapun tujuan penulisan laporan ini, selain untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Kerja Praktek di jurusan Teknik Mesin, adalah : Untuk mengetahui perbaikan semi overhaul dozer caterpillar D8K enggine type D342 di PT. GREAT GIANT PAINAPPLE.Adapun manfaat penulisan laporan ini adalah : Dapat mengetahui dan memperluas pandangan penulis sekaligus melakukan perbandingan antara teoritis di bangku kuliah dengan keadaan yang sebenarnya (Praktek).

1.4. Sistematika PenulisanSistem penulisan Laporan Kerja Praktek ini pembahasan yang penulis lakukan di bagi beberapa bab, yaitu:

BAB I. PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan tentang; Latar Belakang, Batasan Masalah, Maksud dan Tujuan dan Sistematika Penulisan.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA Bab ini menjelaskan tentang: definisi pemeliharaan, jenis pemeliharaan, tujuan pemeliharaan, fungsi pemeliharaan, organisasi pemeliharaan, kegiatan-kegiatan pemeliharaan, prosedur pemeliharaan.

BAB III. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Bab ini menguraikan tentang; Sejarah Perusahaan, Gambaran Umum PT. GGP Lokasi PT. GGP, Struktur Organisasi, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PT. GGP, Visi dan Misi Perusahaan, Ketenagakerjaan, Prasarana.

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini membahas tentang; Pengertian, Proses Kerja overhaul D8K Tracktors di PT. GREAT GIANT PAINAPPLE.

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisikan tentang pemecahan yang dapat di simpulkan dan rangkuman dari hal-hal utama yang telah di bahas dan masukan bagi perusahaan dalam bentuk saran.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1. Definisi Pemeliharaan (maintanance)Pemeliharaan merupakan fungsi yang penting dalam suatu pabrik. Sebagai suatu usaha menggunakan fasilitas atau peralatan produksi agar kontinuitas produksi dapat terjamin dan menciptakan suatu keadaaan operasi produksi yang memuaskan sesuai dengan rencana. Selain itu fasilitas atau peralatan produksi tersebut tidak mengalami kerusakan selama dipergunakan sebelum jangka waktu tertentu yang direncanakan tercapai. . Pemeliharaan (Maintenance), menurut The American Management Association Inc, 1971), adalah kegiatan rutin, pekerjaan berulang yang dilakukan untuk menjaga kondisi fasilitas produksi agar dapat dipergunakan sesuai dengan fungsi dan kapasitas sebenarnya secara efesian. Ini berbeda dengan perbaikan.Pemeliharaan (Maintenance) juga didefinisikan sebagai suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang dalam atau memperbaikinya sampai suatu kondisi yang bisa diterima (Corder, 1992). Di Indonesia, istilah pemeliharaan itu sendiri telah dimodifikasi oleh Kementrian Teknologi (Sekarang Departement Perdagangan dan Industri) pada bulan April 1970, menjadi Teroteknologi.Kata Teroteknologi ini diambil dari bahasa Yunani Terein yang berarti merawat, memelihrara, dan menjaga. Teroteknologi adalah kombinasi dari manajemen, keuangan, perekaysaan dan kegiatan lain yang diterapkan bagi aset fisik untuk mendapatkan biaya siklus hidup ekonomis. Hal ini berhubung dengan spesifikasi dan rancangan untuk keandalan serta mampu pelihara dari pabrik, mesin-mesin, peralatan, bangunan, instalasinya, pengetesan, pemeliharaan, modifikasi dan penggantian, dengan umpan balik informasi untuk rancangan, unjuk kerja dan biaya (Corder 1992).

2.2. Tujuan PemeliharaanMenurut Corder, 1992 tujuan pemeliharaan yang utama dapat didefinisikan dengan jelas sebagai berikut:1. Untuk memperpanjang usia kegunaan aset ( yaitu setiap bagian dari suatu tempat kerja, bangunan, dan isinya). 2. Untuk menjamin ketersediaan optimun peralatan yang dipasang untuk produksi (atau jasa) dan mendapatkan laba investasi (Return of Investment) maksimum. 3. Untuk menjamin kesiapan operasional dari seluruh peralatan yang diperlukan dalam kegiatan darurat setiap waktu, misalnya unit cadangan, unit pemadam kebakaran dan penyelamat, dan sebagainya.4. Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan saran tersebut.

2.3. Jenis PemeliharaanMenurut Corder, 1992 membagi kegiataan pemeliharaan ke dalam dua bentuk, yaitu pemeliharaan terencana (Planned Maintenance) dan pemeliharaan tak terencana (Uplanned Maintenance), dalam bentuk pemeliharaan darurat (Breakdown Maintenance). Pemeliharan terencana (Planned Maintenance) merupakan kegiatan perawatan yang dilaksanakan berdasarkan perencanaan terlebih dahulu. Pemeliharaan terencana ini terdiri dari pemeliharaan pencegahan (Preventive Maintenance) dan pemeliharaan korektif (Corrective Maintenance).

2.3.1. Pemeliharaan Pencengahan (Preventive Maintenance)Preventive Maintenance adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan-kerusakan yang tidak terduga dan menentukan kondisi atau keadaan yang menyebabkan fasilitas produksi mengalami kerusakan pada waktu digunakan dalam proses produksi. Preventive Maintenance ini sangat efektif digunakan dalam menghadapi fasilitas produksi yang termasuk dalam Critical Unit. Sebuah fasilitas atau peralatan produksi termasuk dalam Critical Unit apabila kerusakan fasilitas atau peralatan tersebut akan membahayakan kesehatan atau keselamatan para pekerja, mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan, menyebabkan kemacetan pada seluruh produksi, dan modal yang ditanamkan dalam fasilitas tersebut cukup besar atau harganya mahal.Dalam prakteknya, Preventive Maintenance yang dilakukan oleh suatu pabrik dapat dibedakan menjadi Routine Maintenance dan Periodic Maintenance. Routine Maintenace adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin, misalnya setiap hari, sedangkan Periodic Maintenance adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara periodik atau dalam jangka waktu tertentu, misalnya satu minggu sekali, setiap bulan sekali, ataupun setiap tahun sekali. Selain itu kegiatan Periodic Maintenance juga dapat dilakukan berdasarkan lamanya jam kerja mesin sabagai jadwal kegiatan, misalnya seratus jam sekali, dan seterusnya. Kegiatan Periodic Maintenance ini jauh lebih berat dari Routine Maintenance.

2.3.2. Pemeliharaan Korektif (Corrective Maintenance)Menurut Corder, 1992 pemeliharaan korektif (Corrective Maintenance) adalah perawatan yang dilakukan karena adanya hasil produk yang tidak sesuai dengan rencana. Kegiatan ini dimaksudkan agar fasilitas atau peralatan tersebut dapat digunakan kembali dalam operasi, sehingga proses produksi dapat berjalan lancar kembali. Sedikit berbeda dengan pendapat sebelumnya selain {(Prenventive Maintenance dan Corrective Maintenance) (Patton, 1983)} menambahkan satu jenis pemeliharaan lagi, yaitu pemeliharaan kemajuan (Improvement Maintenmance) yang berfungsi untuk memodifikasi, mendesain ulang, dan merubah mesin ataupun pesanan. Di samping pemeliharaan terencana (Planned Maintenance) yang telah dijelaskan sebelumnya, terdapat pula pemeliharaan tidak terncana (Unplanned Maintenance).Pemeliharaan tidak terencana didefinisikan sebagai pemeliharaan yang dilakukan karena adanya indikasi atau pentunjuk bahwa adanya tahap kegiatan p