bab iii desertasi anggi

Download BAB  III desertasi anggi

Post on 19-Jul-2015

77 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Comprehension Menyusun:

O O

M

Deskripsi Pembelajaran Menyusun Instumen: Deskripsi Pembelajaran Eksperimentasi / Validasi Menyusun Instrumen: Soal-soal Tes Angket / quesioner Observasi Penelitian

Ujicoba terbatas. O X2 Survei BAB III Penyusunan StudiPengujian Studi Draft Produk PustakaPendahuluan PostPerlakuantest testPre Pengembangan lapangan Ujicoba tX2 erbatas M O METODE PENELITIAN lebih luas

A. Metode dan Desain Penelitian.Pedoman Interview/ Wawancara & Studi dokumentasi.

ini dirancang dengan menggunakan pendekatan Research and

Development (Penelitian &Pengembangan) Metode pnelitian dan pengembangan PretestPembekalan Model dalam pendidikan didefinisikan oleh Gall and Brog (2003:569), sebagai berikut: Model Pembelajaran Reading Bahasa Inggris di SMA

Educational research and development (R&D) is a process used to develop and validate educational products. Goal of educational used to develop product, but rather to descover new knowledge (through basic research) or to answer specific questions about practical problems (through applied research).Pasca test

Penelitian pendidikan dan pengembangan adalah suatu proses untuk

Analisis Statistik

mengembangakan dan memvalidasi produk. Tujuan penelitian pendidikan dan pengembangan adalah tidak hanya untuk mengembangkan produk, namun lebih dari itu untuk menemukan pengetahuan baru (melalui penelitian dasar) atau untuk pertanyaan khusus mengenai masalah-masalah praktis (melalui penelitian terapan). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan campuran. Creswell (2003: 3) Mengemukakan tiga pendekatan penelitian, yaitu pendekatan kuantitatif, pendekatan kualitatif, dan pendekatan metode gabungan (mixed method approach). A mixed methods research design is a procedur for collecting, analyzing, and mixing both quantitative and qualitative research and methods in a single to understand a research problem (Cresswell & Plano Clark, 2008: 552). Untuk memahami ketiga pendekatan tersebut menurut Creswell, penelitian perlu memperhatikan tiga elemen kerangka kerja,yaitu asumsi-asumsi filosofis tentang apa yang membentuk tuntutan pengetahuan (knowledge claims); prosedur umum penelitian yang disebut strategies of incuiry; dan prosedur detail pengumpulan data, analisis, dan penulisan, yang disebut metode. 1

2

Selanjutnya Brewer & Hunter, (1089 :.28) the basic assumption is that the use of both quantitative and qualitative method in combination, provides a better undersatanding of the research problem and questions than either method by itself. It is a legatimate inquire approachMasing-masing pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan metode gabungan mempunyai kerangka yang berbeda tentang elemen-elemen itu. Penelitian dalam pengajaran bahasa asing mempunyai peran yang sangat penting untuk meningkatkan hasil dari proses belajar mengajar bahasa tersebut. Hasil penelitian dalam pengajaran bahasa asing dapat memberi masukan kepada guru maupun siswa tentang proses pembelajaran yang dialami oleh seseorang, situasi dan kondisi yang membuat proses pembelajaran tersebut berlangsung lebih efektif serta aspek-aspek yang mempengaruhi proses tersebut.

B. Prosedur dan Langkah-Langkah Penelitian Pengembangan. Prosedur model penelitian dan pengembangan (R & D) menurut Sukmadinata (2009 :169-170) langkah-langkah tersebut : 1. Penelitian dan pengumpulan data (research and information collecting).

Pengukuran kebutuhan, studi literatur, penelitian dalam skala kecil, dan perrtimbangan dari segi nilai. Melakukan studi pendahuluan berupa, kajian pustaka, menelaah data-data sekunder dan mengkaji laporan-laporan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran bahasa Inggris membaca SMA KLS XI. Dan hasil kajian dan telaah naantinya akan melahirkan draft desain, selanjutnya didiskusikan secara intensif dengan rekan-rekan seangkatan.

3

2.

Perencanaan

(planning).

Menyusun

rencana

penelitian,

meliputi

kemampuan-kemampuan tujuan yang diperelukan dalam pelaksanaan penelitian, rumusan tujuan yang hendak dicapai dengan penelitian tersebut, desain atau langkah-langkah penelitian kemungkinan pengujian dalam lingkup terbatas. Mengembangkan desain penelitian berdasarkan kerangka berpikir. 3. Pengembangan draf produk (develop preliminiary form of product).

Pengembangan bahan pembelajaran, proses pembelajaran dan instrument evaluasi. 4. Uji coba lapangan awal (preliminiary field testing). Uji coba di lapangan

pada 1 sampai 3 sekolah dengan 6 sampel dengan 12 subjek uji coba (guru). Selama uji coba diadakan pengamatan, wawancara dan pengedaran angket. 5. Merevisi hasil uji ciba (main product revision). Memperbaiki atau

menyempurnakan hasil uji coba. 6. Uji coba lapangan (main field testing). Melakukan uji coba yang lebih luas

pada 5 sampai dengan 15 sekolah dengan 30 sampai dengan 100 orang subjek uji coba. Data kuantitatif penampilan guru sebelum dan sesudah menggunakan model yang dicobakan dikumpulkan. Hasil-hasil pengumpulan data dievaluasi dan kalau mungkin dibandingkan dengan kelompok pembanding. 7. Penyempurnaan produk hasil uji lapangan (operasional product revision).

Menyempurnakan produk hasil uji lapangan . 8. Uji pelaksanaan lapangan (operasional field testing). Dilaksanakan pada

10 sampai 30 sekolah melibatkan 40 sampai dengan 200 subjek. Pengujian dilakukan melalui angket, wawancara, dan observasi dan analisis hasilnya.

4

9.

Penyempurnaan produk akhir (field product revision). Penyempurnaan

didasarkan masukan dari uji pelaksanaan lapangan. 10. Diseminasi dan implementasi (Dissemination and implementation).

Melaporkan hasilnya dalam pertemuan profesioanal dan dalam jurnal. Bekersama dengan penerbit untuk menerbitkan. Memonitor penyebaran untuk pengeontrolan kualitas. Dengan demikian, langkah-langkah penelitian dan pengembangan ini dapat digambarkan sebagaimana tampak dalam gambar 3.1 Berikut:

Gambar 3.1 Langkah-langkah penelitian dan pengembangan Sukmadinata (2009 : 189)

Dari kerangka dan alur penelitian pengembangan tersebut diatas, terdapat tiga langkah desain pengembangannya yakni: studi pendahuluan, pengembangan dan pengujian. 1. Studi Pendahuluan. Menurut Sukmadinata (2009:172) Untuk mengembangkan suatu produk pendidikan diperlukan studi literatur. Studi ini ditujukan untuk menemukan konsepkonsep atau landasan-landasan teoritis yang memperkuat suatu produk. Berdasarkan studi pendahuluan diatas, paling tidak terdapat tiga persoalan pokok yang perlu

5

dilakukan peneliti yakni : kajian pustaka, survey lapangan dan penyusunan draf produk. a. Penelitian prasurvei. Dalam penelitian pra survey ini perlu dilakukan oleh peneliti, agar bisa mengetahui tentang data awal berkenaan dengan perkembangan yang terjadi di sekolah, baik yang berhubungan dengan situasi proses pembelajaran yang berlangsung, serta keadaaan fasilitas lingkungan sekolah dan faktor-faktor pendukung termasuk guru, dan media pembelajaran yang di gunakan di sekolah-sekolah. Survei termasuk studicross-sectional dan longitudionall yang menggunakan kuesioner atau interview terstruktur untuk mengumpulkan data, dengan pemusatan perhatian pada penggeneralisasian dari suatu sampel ke populasi ( Babbie,2001 dalam Creswell,2003 : 14) dalam mengetahui tentang objek dan subjek suatu keseluruhan yang terintegrasi, tujuan adalah untuk mengembangkan pengetahuan yang mendalam mengenai objek yang bersangkutan dengan demikian, dapat dikatakan pula bahwa jenis penelitian ini bersifat deskriptif.Kasus yang dipilih sebagai bagian penelitian ini adalah pengajaran bahasa Inggris reading sebagai bahasa asing untuk siswa SMA kelas XI. Hasil studi awal ini digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk merancang draft model yang akan dikembangkan sekaligus memilih dan menetapkan lokasi sekolah sebagai tempat dilakukannya penelitian pengembangan.

b. Pengembangan Model pembelajaran bahasa Inggris reading (membaca)

6

Dalam tahap pengembangan ini peneliti telah mempersiapkan draf model yang kemudian dapat di kembangkannya. Menurut Sukmadinata (2009: 174-175) Dalam proses pengembangan produk yang akan dihasilkan, perlu dirumuskan lebih rinci, mulai dari penentuan produk, penyusunan draf atau produk awal, uji coba draft/produk awal di lapangan, penyempurnaan draft, uji coba draft yang sudah disempurnakan, pengujian produk akhir, sampai dengan distribusi dan diseminasi produk yang dihasilkan. Kegiatan selanjurtnya adalah merencanakan subjek uji coba dan lokasi uji coba, baik untuk uji coba awal, uji coba lebih luas maupun pengujian produk akhir. Karena produk yang akan dihasilkan merupakan produk standar, maka jumlah subjek yang terlibat dan lingkup lokasi penelitian dan pengembangan harus representatif untuk populasi nasional, propinsi atau kota/kabupaten. Dari pengembangan pada tahap uji coba terbatas ini peneliti, menggunakan standar dengan melibatkan tiga sekolah SMA, dan selanjutnyua uji coba lebih luas peneliti menggunakan sebanyak lima sekolah SMA, dan pengujian produk akhir dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada. Mengingat karena dengan ketrebatasnya jumlah sekolah SMA yang ada di kabupaten kota di lokasi penelitian, sehingga pada tahap coba akhir dan disemenisi akan disesuaikannya. Hasil-hasil pengukuran dan analisis kebutuhan memberikan masukan tentang jenis-jenis produk pendidikan apa yang diperlukan oleh sekolah saat ini. Hasil-hasil studi literatur memberikan masukan tentang beberapa karakteristik penting dari produk yang akan dikembangakan, serta bentuk-bentuk produk yang telah

dikembangkan di tempat lain. Hasil-hasil penelitian dalam lingkup terbatas

7

memberikan gambaran tentang embrio/ atau produk-produk sejenis yang telah digunakan, pelaksanaan produk yang ada da