bab ii - uraian pendekatan , metodologi dan program kerja

Download Bab II - Uraian Pendekatan , Metodologi Dan Program Kerja

Post on 20-Dec-2015

413 views

Category:

Documents

89 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

gdgiugudgdol

TRANSCRIPT

[Usulan Teknis Pengembangan Aplikasi Perencanaan Keuangan Dan Anggaran (E-RKA)Pusat Teknologi Informasi T.A.2015]2-12

URAIAN PENDEKATAN, METODOLOGI dan PROGRAM KERJA

Pendekatan Pelaksanaan PekerjaanTerdapat beberapa pendekatan yang oleh konsultan dianggap cukup signifikan dan melatar belakangi pelaksanaan pekerjaan ini, dimana dalam pekerjaan ini akan dikaji beberapa indikator-indikator, diantaranya:1. Peraturan Perundang undangan yang melandasi Pembangunan Aplikasi dan Database E-RKA RI 2015 2. Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi), Struktur Organisasi, serta dokumen-dokumen perencanaan strategis yang dimiliki oleh Biro Renkeu PPATK3. Dokumen teknis dan petunjuk penggunaan aplikasi sistem informasi yang ada di PPATK dan Aplikasi yang dikembangkan oleh Kementerian Keuangan RI sebagai bahan untuk integrasi data.

Berdasarkan gambaran umum pelaksanaan pekerjaan tersebut maka kerangka kerja yang akan diterapkan dalam hal pengembangan Aplikasi Perencanaan Keuangan dan Anggaran E-RKA 2015 yang mengacu pada KAK adalah :

Gambar 21 Pendekatan Kerangka Kerja

Pekerjaan yang akan dilaksanakan dapat dikelompokkan ke dalam 6 (enam) jenis kegiatan, yaitu Persiapan, Project Charter, Perencanaan, Pelaksanaan/ Implementasi, Pemantauan dan Pengendalian, dan Pelaporan dan Serah Terima hasil pekerjaan. Berikut diuraikan komponen dari masing-masing kelompok kegiatan.1. Project CharterProject charter berisi dokumen yang menguraikan tujuan proyek, seperti bagaimana proyek distrukturkan dan indikator-indikator apa yang membuat proyek itu akan berhasil diimplementasikan. Project charter menggambarkan:a. Visi, tujuan, ruang lingkup dan deliverables - apa yang harus dicapai (WHAT);b. Stakeholder, peran dan tanggung jawab - siapa yang melakukannya (WHO);c. Sumber daya, keuangan - bagaimana melakukannya (HOW).

2. Perencanaan Setelah melalui tahap project charter akan disusun rencana kerja terhadap seluruh ruang lingkup pekerjaan dengan memperhatikan faktor-faktor stakeholder dan sumber daya yang ada. Sebagaimana tertuang dalam KAK maka perencanaan yang dilakukan akan meliputi rencana kerja terhadap pemeliharaan dan pengembangan Aplikasi Perencanaan Keuangan dan Anggaran E-RKA , penyediaan tenaga ahli dan tenaga pendukung dan penyediaan perangkat media informasi digital. Perencanaan yang disusun akan menjadi acuan dalam pelaksanaan pekerjaan untuk mencapai maksud dan tujuan dari diselenggarakannya proyek.

3. ImplementasiTahap implementasi merupakan tahapan melakukan berbagai kegiatan yang telah disusun pada tahap perencanaan. Hasil pada tahapan ini adalah bahwa Aplikasi Perencanaan Keuangan dan Anggaran E-RKA dinyatakan sudah benar-benar dalam keadaan siap untuk dioperasikan berdasarkan kebutuhan pengguna, penyediaan tenaga ahli dan pendukung yang berkualitas telah dilakukan untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang ada di ruang lingkup pekerjaan serta perangkat media informasi digital.Pada tahap implementasi ini juga dilakukan alih teknologi terhadap user yang akan mengoperasikan aplikasi. Selain alih teknologi mengenai penggunaan aplikasi. Proses alih teknologi juga dilakukan dengan memberi pengetahuan tentang teknologi yang digunakan ke tim admin pengelola aplikasi E-RKA yang nantinya akan secara berkesinambungan menggunakan sistem ini.

4. Pemantauan dan PengendalianPemantauan dan pengendalian dilakukan secara berkala terhadap semua kegiatan yang telah selesai atau sedang dilakukan guna memastikan semua pelaksanaan pekerjaan berjalan dengan baik sesuai dengan yang direncananakan.

5. DokumentasiDokumentasi yang akan disajikan pada Pekerjaan Jasa Konsultan Pengembangan Aplikasi Perencanaan Keuangan dan Anggaran E-RKA Tahun 2015 dimaksudkan untuk merekam seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan, terdiri dari laporan, berita acara dan dokumentasi teknis.

Pendekatan TeknisBerdasarkan keterangan pada KAK bagian metodologi, pembangunan Aplikasi Perencanaan Keuangan dan Anggaran (eRKA) ini dibangun menggunakan metode Software Development Life Cycle (SDLC) Spiral.

Pengembangan perangkat lunak dengan pendekatan spiral adalah penggabungan antara metodologiwaterfalldan metodologiprototypedengan upaya memadukan keunggulan diantara keduanya. Metodologi ini ditujukan untuk proyek yang besar, mahal dan rumit.Didefinisikan pertama kali olehBarry Boehmpada artikelnyaA Spiral Model of Software Development and Enhancementdi tahun 1986. Model ini memiliki tahap-tahap umum sebagai berikut:

Gambar 22 Spiral Methodology1) Determine objectiveatau penentuan tujuan, kebutuhan sistem dijelaskan sedetil mungkin.2) Identify and resolve risk, mengidentifikasi dan memecahkan masalah, proses desain sistem, merupakan tahap paling penting dalam model ini, karena merupakan permulaan dan penanganan masalah secara menyeluruh sehingga dapat menghemat biaya pengembangan.3) Development and test,pengembangan dan pengujian purwa-rupa sistem.4) Plan the next iteration,perencanaan pengulangan tahap untuk memperbaiki purwa-rupa yang telah dibuat hingga menjadi sistem yang siap pakai dan sesuai kebutuhan.

Gambar 23 SDLC dengan Metode SpiralPerbedaan yang mendasar antara model spiral dengan model lainnya adalah bahwa model ini dengan eksplisit menyadari resiko-resiko yang ada. Hal ini membuat analisis resiko semakin baik sehingga dapat menekan potensi kesalahan dalam sistem dan kesalahan pada saat pengembangannya. Keunggulan lain dari model ini adalah adanya purwa-rupa sistem yang dapat diuji oleh klien sehingga dapat dengan mudah disesuaikan dengan keinginan klien.Dalam pengembangan sistem informasi berbasis web, model ini digunakan untuk menyelesaikan sistem secara global terlebih dahulu, kemudian untuk feature dari sistem akan dikembangkan kemudian. Dengan ini mempercepat dalam pengimplementasian project dan hal ini cocok digunakan dalam sistem informasi Web.Kelebihan Sangat mempertimbangkan resiko kemungkinan munculnya kesalahan sehingga sangat dapat diandalkan untuk pengembangan perangkat lunak skala besar. Pendekatan model ini dilakukan melalui tahapan-tahapan yang sangat baik dengan menggabungkan model waterfall ditambah dengan pengulangan-pengulangan sehingga lebih realistis untuk mencerminkan keadaan sebenarnya. Baik pengembang maupun pemakai dapat cepat mengetahui letak kekurangan dan kesalahan dari sistem karena proses-prosesnya dapat diamati dengan baik.

Kekurangan Waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan perangkat lunak cukup panjang demikian juga biaya yang besar. Sangat tergantung kepada tenaga ahli yang dapat memperkirakan resiko. Terdapat pula kesulitan untuk mengontrol proses. Sampai saat ini, karena masih relatif baru, belum ada bukti apakah metode ini cukup handal untuk diterapkan. Meyakinkan konsumen (khusunya dalam situasi kontrak) bahwa pendekatan evolusioner bisa dikontrol.

Model Boehm sangat cocok diterapkan untukpengembangan sistem dan perangkat lunak skala besar di mana pengembang dan pemakai dapat lebih mudah memahami kondisi pada setiap tahapan dan bereaksi terhadap kemungkinan terjadinya kesalahan. Selain itu, diharapkan juga waktu dan dana yang tersedia cukup memadai.

Pendekatan Non-TeknisPendekatan pelaksanaan pekerjaan secara non-teknis yaitu pekerjaan yang secara tidak langsung terkait namun sangat menunjang terhadap proses pelaksanaan kegiatan pekerjaan secara teknis. Hal-hal yang bersifat non-teknis antara lain adalah:1. Koordinasi.Koordinasi disini maksudnya adalah perlunya konsultan melaksanakan prosedur administrasi yang diperlukan selama proses pelaksanaan pekerjaan, menampung informasi dan masukan, bekerjasama dengan Tim Teknis Pusat Biro Perencanaan dan Keuangan sejak awal pekerjaan sampai dengan akhir penyelesaian pekerjaan.2. Komunikasi.Dalam komunikasi di sini adalah perlunya konsultan memberikan konfirmasi dan informasi secara jelas kepada Tim Teknis TIK BIRO PERENCANAAN DAN KEUANGAN, memberikan informasi secara lisan dan tertulis mengenai tujuan pekerjaan, hasil-hasil yang diperoleh selama proses pelaksanaan pekerjaan dan melakukan diskusi untuk memperoleh masukan dan saran dari Tim Teknis Pusat TIK BIRO PERENCANAAN DAN KEUANGAN .

3. Kesepakatan.Kesepakatan di sini maksudnya adalah pengertian bahwa perlunya konsultan sejak awal memberikan penjelasan dan uraian terhadap hal-hal yang perlu disepakati sehubungan dengan substansi pekerjaan yang meliputi:a. Lingkup kegiatan pelaksanaan pekerjaanb. Tim pelaksana yang terlibatc. Tim Teknis Pusat TIK BIRO PERENCANAAN DAN KEUANGAN d. Waktu pelaksanaan pekerjaanMetodologi Pelaksanaan PekerjaanPada Gambar 2-5 dicantumkan Metodologi Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Perangkat Lunak Aplikasi Perencanaan Keuangan dan Anggaran E-RKA Tahun 2015 yang akan dilaksanakan, yang menggambarkan tahapan antar item pekerjaan sesuai ruang lingkup yang ada di KAK. Uraian lebih rinci akan diberikan pada Sub-sub bab berikutnya. Untuk pengembangan Aplikasi Perencanaan Keuangan dan Anggaran eRKA 2015 kami akan melakukan siklus-siklus pengembangan aplikasi cepat berdasar best practice software development yang mengadopsi konsep Spiral Software Development yang telah dijelaskan sebelumnya pada Bab Pendekatan Teknis (5.2.2).[Usulan Teknis Pengembangan Aplikasi Perencanaan Keuangan Dan Anggaran (E-RKA)Pusat Teknologi Informasi T.A.2015]2-4

PT. MITREKA SOLUSI INDONESIAPatra Office Tower18th Floor, Suite 1812Jl. Gatot Subroto Kav. 32-34Jakarta 12950 - Indonesia

Gambar 24 Metodologi Kerja Pengembangan Perangkat Lunak Aplikasi dan Basisdata E-RKA Tahun 2015[Usulan Teknis Pengembangan Aplikasi Perencanaan Keuangan Dan Anggaran (E-RKA)Pusat Teknologi Informasi T.A.2015]2-9

Metodologi pelaksanaan Pembangunan Aplikasi eRKA menggunakan pendekatan Spiral dapat disampaikan melalui gambar di bawah ini.

Gambar 25 Spiral Methodology untuk Pembangunan Aplikasi eRKA 2015

Kegiatan dan komponen yang termasuk dalam metodologi di atas antara lain:Asse