bab ii tinjauan teori a. landasan penelitian ... ... penetapan upah minimun di setiap provinsi...

Click here to load reader

Post on 23-Nov-2020

2 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 7

    BAB II

    TINJAUAN TEORI

    A. LANDASAN PENELITIAN TERDAHULU

    Penelitian terdahulu berguna sabagai rujukan atau referensi, atau sebagai

    bahan untuk membantu penulis dalam proses penyusunan penelitian ini. Beberapa

    penelitian terdahulu yang digunakan untuk membantu proses penyusunan pada

    penelitian ini adalah sebagai berikut:

    Tabel 2.1

    Nama Peneliti, Variabel Penelitian, dan Alat Analisis

    Peneliti dan

    Tahun Penelitian Variabel Penelitian Alat Analisis

    Syahrina Syam

    (2015)

    Upah, Pertumbuhan Penduduk, dan

    Tingkat Pengangguran

    Analisis Regresi

    Linear Berganda.

    Moch Heru

    Anggoro (2015)

    Pertumbuhan Ekonomi, Pertumbuhan

    Angkatan Kerja, dan Tingkat

    Pengangguran

    Analisis Regresi

    Linear Berganda.

    Aditya Barry

    Kurniawan (2014)

    Pertumbuhan Ekonomi, Investasi, Upah

    Minimum, dan Pengangguran.

    Analisis Regresi

    Linier Berganda.

    Muhammad

    Nurcholis (2014)

    Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum,

    Indeks Pembangunan Manusia, dan

    Tingkat Pengangguran.

    Analisis Regresi

    Data Panel.

  • 8

    Hasil penelitian Syam (2015), menunjukkan bahwa secara simultan variabel

    upah dan pertumbuhan penduduk berpengaruh signifikan terhadap tingkat

    pengangguran dengan pengujian secara parsial menunjukkan bahwa upah dan

    pertumbuhan penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap

    pengangguran di Kota Makassar.

    Penelitian Anggoro (2015), menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang

    signifikan antara variabel pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat pengangguran

    di Kota Surabaya yang berbanding terbalik atau berlawanan. Sedangkan variabel

    pertumbuhan angkatan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat

    pengangguran di Kota Surabaya. Sementara kedua variabel independen, yakni

    pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan angkatan kerja secara bersama-sama

    menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengangguran di

    kota Surabaya.

    Penelitian yang dilakukan oleh Kurniawan (2014), menghasilkan bahwa

    pertumbuhan ekonomi, upah, minimum, investasi mempunyai pengaruh terhadap

    jumlah pengangguran di Kabupaten Gresik. Hal tersebut dapat dibuktikan pada

    tingkat kepercayaan 95%, semua variabel bebas yakni pertumbuhan ekonomi,

    upah minimum, dan investasi secara simultan mempunyai pengaruh signifikan

    terhadap jumlah pengangguran Kabupaten Gresik.

    Hasil penelitian Nurcholis (2014) menunjukkan bahwa, pertumbuhan

    ekonomi, upah minimum dan indeks pembangunan manusia berpengaruh

    signifikan terhadap tingkat pengangguran di Jawa Timur. Variabel pertumbuhan

  • 9

    ekonomi, dan upah minimum berpengaruh negatif, sedangkan indeks

    pembangunan manusia berpengaruh positif. Sedangkan pengujian F hitung,

    pertumbuhan ekonomi, upah minimum, dan indeks pembangunan manusia

    berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran.

    Terdapat persamaan dan perbedaan antara penelitian sekarang dengan

    penelitian terdahulu. Persamaannya yaitu, adanya kesamaan dalam menggunakan

    variabel pertumbuhan ekonomi dan upah minimum sebagai variabel independen

    dan tingkat pengangguran sebagai variabel dependen. Perbedaannya adalah

    peneliti sekarang tidak menggunakan variabel pertumbuhan penduduk,

    pertumbuhan angkatan kerja, investasi, dan indeks pembangunan manusia, serta

    lokasi penelitian sekarang di Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2011 sampai

    dengan 2015.

    B. LANDASAN TEORI

    1. Pertumbuhan Ekonomi dalam Pasar Tenaga Kerja

    Menurut Sukirno (2004), pertumbuhan ekonomi adalah perkembangan pada

    suatu perekonomian yang menyebabkan barang atau jasa yang diproduksi pada

    masyarakat bertambah dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Dalam hal ini,

    untuk menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicapai perlu adanya

    perhitungan pendapatan riil menurut harga tetap, yaitu pada harga-harga yang

    berlaku di tahun dasar yang dipilih. Jadi, pertumbuhan ekonomi mengukur

    prestasi dari perkembangan pada suatu perekonomian, karena itu konsep yang

  • 10

    sesuai dengan pertumbuhan ekonomi adalah GDP dengan harga konstan. GDP

    adalah nilai barang dan jasa yang diproduksikan dalam suatu daerah dalam satu

    tahun tertentu (Sukirno, 1994). Menurut Mankiw (2003), untuk mengukur

    pertumbuhan ekonomi, para ekonomi menggunakan data produk domestik bruto

    (GDP), yang mengukur output barang dan jasa total suatu wilayah dan pendapatan

    total setiap orang dalam suatu perekonomian.

    2. Teori Pertumbuhan Ekonomi

    a. Pertumbuhan Ricardian

    Model pertumbuhan Ricardian (Ricardian Growth), adalah model

    teoritis yang menjelaskan pertumbuhan ekonomi yang dikembangkan oleh

    David Ricardo, Thomas Malthus, dan Adam Smith di akhir abad 18. Model

    klasik ini mempunyai dua unsur penting, yaitu:

    1) Sumber daya alam dianggap sebagai hal utama untuk pertumbuhan.

    2) Populasi meningkat secara endogen dengan output. Jika output

    tumbuh, populasi juga akan mengkat sampai rata-rata konsumsi turun

    pada tingkat substiten.

    Impilikasi pertama dari model pertumbuhan klasik adalah bahwa dari

    waktu ke waktu, ekspansi output melambat karena produktivitas marjinal

    yang menurun dari tenaga kerja pada lahan tersebut. Semakin banyak tenaga

    kerja yang dipekerjakan, maka tambahan output akan terus meningkat

    hingga mencapai tinggat subsistensi. Dan pada akhirnya keuntungan juga

    tertekan, dengan demikian investasi berhenti (Mahyuddin, 2006).

  • 11

    Model Lewis (1954), percaya bahwa sebagian besar negara-negara

    berkembang memiliki banyak tenaga kerja yang setengah menganggur

    dengan tingkat upah sekedar cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

    Tenaga kerja tersebut dapat di tempatkan untuk bekerja dalam sektor baru

    yang dinamis untuk menghasilkan pertumbuhan. Lewis mencatat bahwa

    sektor pertanian mempunyai banyak surplus tenaga kerja seperti itu. Ketika

    pekerja marginal ditransfer dari pertanian ke sektor industri yang lebih

    produktif, output agregat mengalami keloncatan peningkatan.

    Model Lewis menyiratkan adanya akumulasi modal terus menerus,

    paling tidak sampai surplus tenaga kerja dihabiskan. Sepanjang tingkat upah

    tetap rendah, ratio modal/tenaga kerja yang digunakan di dalam industri

    juga tetap konstan. Jadi, tingkat pengembalian atas modal tetap tinggi,

    sehingga memberi harapan investasi terus berlanjut.

    b. Model Harrod-Domar

    Teori pertumbuhan Harrod-Domar ini dikembangkan oleh dua

    ekonom sesudah Keynes, yaitu Evsey Domar dan Sir Roy F. Harrod.

    Menurut Harrod-Domar, setiap perekonomian dapat menyisihkan suatu

    proporsi tertentu dari pendapatan nasionalnya jika hanya untuk mengganti

    barang-barang modal yang rusak. Namun demikian, untuk menumbuhakan

    perekonomian tersebut, diperlukan investasi-investasi baru sebagai

    tambahan stock modal. Hubungan tersebut telah kita kenal dengan istilah

    rasio modal-output. Pada teori ini disebutkan bahwa, jika ingin tumbuh,

    perekonomian harus menabung dan menginvestasikan suatu proporsi

  • 12

    tertentu dari output totalnya. Semakin banyak tabungan dan kemudian di

    investasikan, maka semakin cepat perekonomian itu akan tumbuh

    (Lincolyn, 2004).

    c. Model Solow-Swan

    Menurut teori Sollow-Swan, terdapat empat anggapan dasar dalam

    menjelaskan pertumbuhan ekonomi, yaitu:

    1) Laju pertumbuhan tenaga kerja.

    2) Fungsi produksi Q = f (K,L) berlaku bagi setiap periode (K=Kapita;,

    L=Labour).

    3) Adanya kecenderungan menabung di masyarakat.

    4) Semua tabungan masyarakat diinvestasikan.

    d. Teori Hukum Okun

    Menurut Mankiw (2006), hukum okun adalah relasi negatif antara

    pengangguranh dan pertumbuhan ekonomi. Hukum okun merupakan

    pengingat bahwa faktor-faktor yang menentukan pertumbuhan siklus bisnis

    pada jangka pendek sangat berbeda dengan faktor-faktor yang membentuk

    pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Hukum okun merupakan hubungan

    negatif antara pengangguran dengan pertumbuhan ekonomi, yang mengacu

    pada penurunan dalam pengangguran sebesar 1 persen.

    3. Teori Upah dalam Pasar Tenaga Kerja

    Penetapan Upah minimun di setiap provinsi berbeda beda besarnya, kerena

    tingkat kebutuhan hidup di setiap provinsi berbeda. Misalnya, di Provinsi

  • 13

    Kalimantan Barat penetapan upah minimum menggunakan sistem Upah Minimum

    Kabupaten/Kota (UMK). Upah Minimum Kabupaten/Kota adalah upah yang

    berlaku di daerah Kabupaten/Kota. Penetapan UMK dilakukan oleh Gubernur,

    yang penetapannya harus lebih besar dari Upah Minimum Provinsi. Penetapan

    UMK dilakukan setiap 1 tahun sekali dan ditetapkan selambat-lambatnya 40 hari

    sebelum tanggal berlakunya yaitu tanggal 1 januari periode yang sama

    (Mahyuddin, 2006).

    Menurut Mankiw (2003), pengangguran friksional selalu terjadi pada

    perekonomian yang selalu berubah. Ketika terjadi perubahan pada komponen

    permintaan