bab ii tinjauan pustaka - · pdf filepositif dan negative, setuju dan tidak setuju, benar dan...

Click here to load reader

Post on 17-Mar-2019

219 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

9

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Sikap

1. Pengertian

Thomas & Znaniecki (1920) dalam buku Wawan dan Dwi (2010,

p.27-28) menegaskan bahwa sikap adalah predisposisi untuk melakukan

suatu perilaku tertentu, sehingga sikap bukan hanya kondisi internal

psikologis yang murni dari individu, tetapi sikap lebih merupakan proses

kesadaran yang sifatnya individual. Artinya proses ini terjadi secara

subjektif dan unik pada diri setiap individu. Keunikan ini dapat terjadi

oleh adanya perbedaan individual yang berasal dari nilai-nilai dan norma

yang ingin dipertahankan dan dikelola oleh individu (Coser, dalam

www.bolender.com).

Pendapat Allport (1935) dalam buku Wawan dan Dwi (2010, p.28)

mengenai sikap lebih memperkaya pandangan yang dikemukakan

sebelumnya. Menurut Allport sikap adalah A mental and neural state of

readines, organised through experience, exerting a directive and dynamic

influence upon the individuals response to all object and situations with

which it is related (810). Sikap adalah kondisi mental dan neural yang

diperoleh dari pengalaman, yang mengarahkan dan secara dinamis

mempengaruhi respon-respon individu terhadap semua objek dan situasi

yang terkait.

9

10

Sikap adalah pandangan-pandangan atau perasaan yang disertai

kecenderungan untuk bertindak sesuai sikap objek tadi (Heri Purwanto,

1998) dalam buku Wawan dan Dwi (2010, p.27).

2. Komponen Sikap

Struktur sikap terdiri atas 3 komponen yang saling menunjang yaitu

Azwar S. ,2000 dalam buku Wawan dan Dwi (2010, p.31):

Komponen kognitif merupakan representasi apa yang dipercayai oleh

individu pemilik sikap, komponen kognitif berisi kepercayaan stereotipe

yang dimiliki individu mengenai sesuatu dapat disamakan penanganan

(opini) terutama apabila menyangkut masalah isu yang kontroversial.

a. Komponen afektif merupakan perasaan yang menyangkut aspek

emosional. Aspek emosional inilah yang biasanya berakar paling

dalam sebagai komponen sikap dan merupakan aspek yang paling

bertahan terhadap pengaruh-pengaruh yang mungkin adalah

mengubah sikap seseorang komponen afektif disamakan dengan

perasaan yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu.

b. Komponen konatif merupakan aspek kecenderungan berperilaku

tertentu sesuai denga sikap yang dimiliki oleh seseorang. Dan berisi

tendensi atau kecnderungan untuk bertindak atau bereaksi terhadap

sesuatu dengan cara-cara tertentu dan berkaitan dengan objek yang

dihadapinya.

11

3. Tingkatan Sikap

Sikap terdiri dari berbagai tingkatan yakni (Soekijo Notoatmojo,1996

dalam buku Wawan dan Dwi 2010, p.33-34):

a. Menerima (receiving)

Menerima diartikan bahwa orang (subyek) mau dan memperhatikan

stimulus yang diberikan (obyek).

b. Merespon (responding)

Memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan dan

menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi skap karena

degan suatu usaha untuk menjawab pertanyaan atau mengerjakan

tugas yang diberikan.

c. Menghargai (valuing)

Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan dengan

orang lain terhadap suatu masalah adalah suatu indikasi sikap tingkat

tiga.

d. Bertanggung jawab (responsibel)

Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan

segala resiko adalah mempunyai sikap yang paling tinggi.

4. Sifat Sikap

Sikap dapat pula bersifat positif dapat pula bersifat negatif (Heri

Purwanto, 1998 dalam buku Wawan dan Dwi, 2010, p.34):

a. Sikap positif kecenderungan tindakan adalah mendekati, menyenangi,

mengharapkan obyek tertentu.

12

b. Sikap negatif terdapat kecenderungan untuk menjauhi, menghindari,

membenci, tidak menyukai.

5. Ciri-Ciri Sikap

Ciri-ciri sikap adalah (Heri Purwanto, 1998 dalam buku Wawan dan

Dwi, 2010, p.34-35):

a. Sikap bukan dibawa sejak lahir melainkan dibentuk atau dipelajari

sepanjang perkembangan itu dalam hubungan dengan obyeknya. Sifet

ini membedakannya dengan sifat motif-motif biogenis seperti lapar,

haus, kebutuhan akan istirahat.

b. Sikap dapat berubah-ubah karena itu sikap dapat dipelajari dan sikap

dapat berubah pada orang-orang bila terdapat keadaan-keadaan dan

syarat-syarat tertentu yang mempermudah sikap pada orang itu.

c. Sikap tidak berdiri sendiri, tetapi senantiasa mempunyai hubungan

tertentu terhadap suatu obyek dengan kata lain, sikap itu terbentuk,

dipelajari atau berubah senantiasa berkenaan dengan suatu obyek

tertentu yang dapat dirumuskan dengan jelas.

d. Objek sikap itu merupakan suatu hal tertentu tetapi dapat juga

merupakan kumpulan dari hal-hal tersebut.

e. Sikap mempunyai segi-segi motivasi dan segi-segi perasaan, sifat

alamiah, yang membedakan sikap dan kecakapan-kecakapan, atau

pengetahuan-pengetahuan yang dimiliki orang.

13

6. Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Sikap

Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap keluarga terhadap obyek sikap

antara lain:

a. Pengalaman pribadi

Untuk dapat menjadi dasar pembentukan sikap, pengalaman pribadi

haruslah meninggalkan kesan yang kuat. Karena itu, sikap akan lebih

mudah terbentuk apabila pengalaman pribadi tersebut terjadi dalam

situasi yang melinatkan faktor emosional.

b. Pengaruh orang lain yang dianggap penting

Pada umumnya, individu cenderung untuk memiliki sikap yang

konformis atau searah dengan sikap yang dianggap penting.

c. Pengaruh kebudayaan

Tanpa disadari kebudayaan telah menanamkan garis pengarah sikap

kita terhadap berbagai masalah. Kebudayaan telah mewarnai sikap

anggota masyarakatnya, karena kebuyaanlah yang memberi corak

pengalamn individu-individu masyarakat asuhannya.

d. Media massa

Dalam pemberitaan surat kabar maupun radio atau media komunikasi

lainnya, berita yang seharusnya faktual disampaikan secara obyektif

cenderung dipengaruhi oleh sikap penulisnya, akibatnya berpengaruh

terhadap sikap konsumennya.

14

e. Lembaga pendidikan dan lembaga agama

Konsep moral dan ajaran agama dari lembaga pendidikan dan

lembaga agama sangat menentukan sistem kepercayaan tidaklah

mengherankan jika kalau pada gilirannya konsep tersebut

mempengaruhi sikap.

f. Faktor emosional

Kadang kala, suatu bentuk sikap merupakan pernyataan yang didasari

emosi yang berfungsi sebagai semacam penyaluran frustasi atau

pengalihan bentuk mekanisme pertahanan ego. (Azwar, 2005).

7. Fungsi Sikap

Menurut Katz (Lih.Secord dan Backman, 1964) dalam buku Wawan dan

Dwi, 2010, p.23-24): sikap mempunyai 4 fungsi yaitu:

a. Fungsi instrumental atau fungsi penyesuaian, atau manfaat

Fungsi ini adalah berkaitan denga sarana-tujuan. Disini sikap

merupaka sarana mencapai tujuan. Orang memandang sejauh mana

obyek sikap dapat digunakan sebagai saran atau sebagai alat dalam

rangka mencapai tujuan. Sehingga orang yang mencapai tujuanyya

dapat bersikap positif dan sebaliknya.

b. Fungsi pertahanan ego

Ini merupakan sikap yang diambil oleh seseorang demi untuk

mempertahankan ego atau akunya. Sikap ini diambil oleh seseorang

pada waktu orang yang bersangkutan terancam keadaan dirinya atau

egonya.

15

c. Fungsi ekspresi nilai

Sikap yang ada pada diri seseorang merupakan jalan bagi individu

untuk mengekspresikan nilai-nilai yang ada dalam dirinya. Dengan

mengeskpresikan diri seseorang akan mendapatkan kepuasan dapat

menunjukkan kepada dirinya.

8. Pengukuran Sikap

a. Skala Trusthone

Metode ini mencoba menempatkan sikap seseorang pada rentangan

kontinum dari yang sangat unfavourabel hingga sangat favourabel

terhadap suatu obyek sikap. Caranya dengan memberikan orang

tersebut sejumlah aitem sikap yang telah ditentukan derajat

favourabilitasnya. Tahap yang paling kritis dalam menyusun alat ini

seleksi terhadap pernyataan sikap dan penghitungan ukuran yang

mencerminkan derajad favorabilitas dari masing-masing pernyataan.

Derajat (ukuran) favorabilitas ini disebut nilai skala (Wawan dan Dwi,

2010 p.38).

b. Skala Likert

1) Pertanyaan Positif :

Sangat Setuju : 4

Setuju : 3

Tidak Setuju : 2

Sangat Tidak Setuju : 1

16

2) Pertanyaan Negatif:

Sangat Setuju : 1

Setuju : 2

Tidak Setuju : 3

Sangat Tidak Setuju : 4

Adapun skor sikap (Hidayat, 2010) :

kategori sikap sangat baik yaitu 76% - 100%

kategori sikap baik yaitu 51% - 75%

kategori sikap tidak baik yaitu 26% - 50%

kategori sikap sangat tidak baik yaitu < 25%

c. Skala Guttman

Skala ini merupakan skala yang bersifat tegas dan konsisten dengan

memberikan jawaban dari pertanyaan atau pernyataan : ya dan tidak,

positif dan negative, setuju dan tidak setuju, benar dan salah. Skala

Guttman ini pada umumnya dibuat seperti checklist dengan

interpretasi penilaian, apabila skor benar nilainya 1 dan apabila sal