bab ii tinjauan pustaka a. sepak ii.pdfآ  bola voli, bola basket, bulu tangkis maupun sepak bola...

Download BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Sepak II.pdfآ  bola voli, bola basket, bulu tangkis maupun sepak bola unsur

Post on 29-Dec-2019

2 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 10

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    A. Sepak Bola

    1. Definisi Sepak Bola

    Sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga yang banyak

    diminati serta populer di seluruh penjuru dunia. Sepak bola telah dikenal

    5000 tahun sebelum masehi dan pertama kali yang mengenal sepakbola

    ialah bangsa China. Sepakbola saat itu diberi nama Tsu-Chu, yang

    bertujuan untuk melatih fisik tentara dan saat itu permainan ini

    dipertandingkan dalam rangka merayakan ulang tahun kaisar China

    (Hasanah, 2009). Seiring berkembangnya zaman, sepakbola berkembang

    di inggris dan mulai dimainkan oleh warga inggris, namun peraturannya

    masih baku sehingga permainan sepkbola dilakukan dengan brutal

    (Hasanah, 2009).

    Sepak bola adalah salah satu cabang olahraga yang menggunakan bola

    dari bahan kulit dan setiap regunya terdiri dari 11 orang dengan tujuan

    untuk memauskan bola sebanyak mungkin ke gawang lawan dan

    mempertahankan gawang agar tidak kebobolan bola dari lawan. Setiap

    pertandingan mempertemukan dua regu dimana tiap regu terdiri dari 11

    pemain. Salah satu pemain berperan sebagai penjaga gawang atau kiper.

    Kiper adalah satu satunya pemain yang bertugas untuk mengkap bola ke

    gawang dari lawan dengan menggunakan tangan. Sedangkan sepuluh

    pemain lainnya dibagi menjadi 3 pemain bertahan (defender), 4 pemain

    gelandang (midfielder), dan 3 pemain penyerang (forward) (Rohim,

    2008).

  • 11

    Sepak bola merupakan olahraga yang tidak banyak mengeluarkan

    biaya yang banyak dan fasilitas yang sulit. Permainan sepak bola hanya

    perlu lapangan, gawang, dan bola. Peraturan yang dibuat juga sederhana

    agar mudah diikuti dan dimainkan oleh masyarakat. Menurut Rohim

    (2008) menjelaskan bahwa sepak bola adalah permainan yang menantang

    secara fisik dan mental, kita harus melakukan gerakan yang terampil di

    bawah kondisi permainan yang waktunya terbatas, fisik dan mental yang

    lelah sambil menghadapi lawan, kita harus berlari beberap mil dalam satu

    pertandingan, dalam permaian ini kita harus memahami teknik permainan

    individu, kelompok dan beregu, untuk menentukan penampilan kita di

    lapangan. Sepak bola tidak terlepas dari konsep-konsep yang menunjang

    nilai sosial, individu, serta dapat meningkatkan kebugaran jasmani.

    Sepak bola terdiri dari beberapa komponen kondisi fisik yang

    saling berkesinambungan satu sama lain meliputi strenght (kekuatan),

    power (daya otot), speed (kecepatan), agility (kelincahan), coordination

    (koordinasi) dan endurance (daya tahan) yang saling berhubungan satu

    sama lain (Sidik, 2014).

    2. Teknik-Teknik Sepakbola

    Berikut gerakan atau teknik-teknik dasar sederhana dalam sepakbola

    menurut Rohim (2008) :

    a. Gerakan tanpa bola

    1) Lari

    2) Lompat

    b. Gerakan dengan bola

    1) Menendang

  • 12

    2) Menahan bola

    3) Mengontrol bola

    4) Menggiring bola

    Beberapa teknik di dalam sepak bola menurut Hartomo (2010),

    yaitu :

    a. Teknik menendang (shooting)

    Teknik menendang bola dengan menggunakan punggung kaki,

    kaki bagian dalam, kaki bagian luar serta punggung kaki bagian

    dalam.

    b. Teknik menggiring bola (dribble)

    Menggiring bola sambil berlari dan mendorong bola agar terus

    menerus bergulir di atas tanah. Menggiring bola dilakukan saat

    bebas dari lawan.

    c. Teknik gerak tipu

    Teknik ini dilakukan apabila seseorang pemain sedang

    menguasai bola berusaha melewati lawan dengan gerakan yang

    tidak sebenernya. Gerakan ini bertujuan untuk mengelabui lawan.

    Gerakan tipu ini menggunakan gerakan kaki, badan, atau berhenti

    secara tiba-tiba.

    d. Teknik menyundul bola (heading)

    Teknik dengan meneruskan bola atau mengoper bola ke teman,

    memasukan bola ke gawang lawan atau membuat gol,

    memberikan umpan kepada teman untuk mencetak gol. Dan

    menyapu bola di pertahanan sendiri terhadap serangan lawan.

  • 13

    e. Teknik menghentikan atau mengontrol bola

    Teknik untuk menghentikan bola yang bergulir di tanah dengan

    menggunakan kaki bagian dalam, menghentikan bola dengan

    kuda-kuda kaki, menghentikan bola dengan menggunakan paha,

    dan menghentikan bola menggunakan dada atau kepala.

    f. Teknik merampas (tackling)

    Teknik merampas bola dengan menempatkan diri dekat

    dengan pemain lawan yang sedang menggiring bola, pandangan

    selalu pada bola, memperhatikan gerak tipu dari lawan,

    memperhatikan ketepatan waktu dalam merampas bola lawan.

    g. Teknik melempar ke dalam (throw-in)

    Teknik lemparan ke dalam terjadi karena adanya bola

    yang keluar dari garis samping pembatas lapangan. Untuk

    mulai permainan kembali, dilakukan melempar bola dengan

    menggunakan kedua tangan dan bola harus di lepas di atas

    kepala.

    3. Karakteristik Pemaian Sepak Bola

    Karakteristik pemain sesuai dengan tingkat usia menurut Scheuneman,

    2012 yaitu :

    a. Tingkat Pemula (Usia 5-8 tahun)

    Pada tingkat usia ini, anak anak masih belum memiliki

    kemampuan layaknya orang dewasa yang sudah mengerti teknik-teknik

    cara bermain sepak bola dan anak-anak juga masih mengalami

    kebersamaan dan berhubungan dengan teman-temannya masih sangat

    berpengaruh.

  • 14

    b. Tingkat Dasar (Usia 9-12 tahun)

    Atlet dengan tingkat usia ini sering disebut sebagai “golden age

    of learning” yang artinya usia yang sangat baik untuk mengembangkan

    teknik dan pengertian akan teknik dasar dalam permainan sepakbola.

    Anak anak pada masa ini juga mengalami masa pra puber dan memiliki

    keterbatasan fisik terutama pada kekuatan dan ketahanannya sehingga

    latihan fisik yang diberikan hanya sebatas kecepatan dengan bola,

    kelincahan dan koordinasi. (Nonalisa, 2013).

    c. Tingkat Menengah (Usia 13-14 tahun)

    Pada usia ini telah memiliki peningkatan yang baik tentang

    pengertian bermain sepakbola. Latihan yang paling diutamakan pada

    usia ini adalah latihan teknik, koordinasi dan flexibility.

    d. Tingkat Mahir (Usia 15-20 tahun)

    Pada usia ini memiliki pertumbuhan fisik dan mental yang lebih

    baik. Semua bagian dapat diorganisasikan dan dikombinasikan dengan

    tujuan untuk mengembangkan potensi dari pemain. Kekuatan otot

    sangat berpengaruh untuk mengembangkan teknik dengan cepat dan

    usia ini sangat penting untuk mengembangkan semua bagian dari

    pelatihan sepakbola untuk menyempurnakan pemahaman pemain

    tentang konsep permainan.

    B. Kecepatan Lari

    1. Definisi Kecepatan Lari

    Kecepatan merupakan hal yang penting menunjang seorang atlet

    atau olahragawan untuk beraksi secara cepat. Kecepatan termasuk dalam

    salah satu komponen fisik yang sangat berpengaruh dalam performa atlet.

  • 15

    Hampir di semua cabang olahraga menuntut adanya unsur kecepatan

    dalam melakukan aktivitas geraknya. Dalam cabang olahraga seperti tenis,

    bola voli, bola basket, bulu tangkis maupun sepak bola unsur kecepatan

    sangat dibutuhkan dan penting untuk menunjang teknik yang dilakukan.

    Kecepatan adalah kemampuan seseorang yang digunakan untuk

    melakukan gerakan yang berkesinambungan pada bentuk yang sama dan

    dalam waktu yang singkat. Menurut Bahrudin (2008), kecepatan adalah

    kemampu an seseorang menempuh jarak dalam waktu yang sesingkat-

    singkatnya. Kecepatan adalah suatu kemampuan untuk menghasilkan

    gerakan tubuh dalam keadaan atau waktu yang sesingkat singkatnya.

    Kecepatan memiliki sifat lokomotor dan gerakannya bersifat siklik (satu

    jenis gerakan yang dilakukan berulang kali seperti lari). Kekuatan otot

    dipengaruhi oleh banyaknya kontraksi serabut otot. Kekuatan dari serabut

    otot menentukan seberapa besar tenaga yang dihasilkan.

    Kecepatan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan gerakan

    atau serangkaian gerak secepat mungkin sebagai jawaban terhadap

    rangsang (Sukadiyanto, 2005). Menurut Ismayarti (2008), kecepatan

    adalah kemampuan bergerak dengan kemungkinan kecepatan tercepat .

    Kecepatan lari, lebar gerakan ayunan (panjang langkah) dan frekuensi

    gerakan (rata-rata langkah) merupakan karakteristik yang pertama

    (Sukadiyanto, 2005). Kecepatan lari terdiri dari tiga elemen yaitu waktu,

    reaksi, frekuensi gerakan per unit waktu dan kecepatan menempuh jarak.

    Kecepatan seseorang dapat mencapai puncaknya tergantung pada potensi

    yang dibawa sejak lahir dan hasil dari latihan yang dilakukan secara rutin

    sesuai kaidah latihan yang benar. Kecepatan bukan hanya menggerakan

  • 16

    seluruh tubuh dengan cepat, akan tetapi dapat pula terbatas pada

    menggerakan anggota-anggota tubuh dalam waktu yang singkat. Dengan

    demikian dapat disimpulkan bahwa kecepatan berhubungan dengan : 1)

    adanya gerak sebagai kepastian manusia atau obyek, 2) gerak tersebut

    berupa gerak tuggal atau gerak berulang-ulang, 3) gerakan berlaku untuk

    seluruh tubuh atau bagian tubuh, 4) gerakan dilakukan secepat-cepatnya,

    dan 5) akibat gerak ter