bab ii tinjauan pustaka 2.1 tanaman tomat 2.1.1 . bab ii.pdfsaat ini, budidaya tomat modern dan...

Download BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tanaman Tomat 2.1.1 . BAB II.pdfSaat ini, budidaya tomat modern dan tomat hibrida dapat tumbuh dengan ... tomat, dalam 100 gram tomat rata-rata mengandung

Post on 05-Mar-2018

237 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 9

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Tanaman Tomat

    2.1.1 Deskripsi dan Taksonomi Tanaman

    Tomat (Lycopersicum esculantum Mill.) berasal dari daerah tropis

    Meksiko hingga Peru. Semua varietas tomat di Eropa dan Asia pertama kali

    berasal dari Amerika Latin yang dibawa oleh orang Spanyol dan Portugis pada

    abah ke-16. Saat ini, budidaya tomat modern dan tomat hibrida dapat tumbuh

    dengan baik pada iklim yang berbeda dari daerah asalnya (Villareal & Moomaw,

    1979). Klasifikasi botani tomat memiliki sejarah yang menarik, pertama kali

    tomat ditempatkan pada genus Solanum dan diidentifikasikan sebagai Solanum

    lycopersicon. Walaupun telah diubah menjadi Lycopersicum esculentum, hal ini

    memiliki arti sederhana dapat dimakan. Secara lengkap para ilmuwan

    mengklasifikasikan tanaman tomat dengan sistematik sebagai berikut :

    a. Kingdom : Plantae

    b. Subkingdom : Tracheobionia

    c. Divisi : Magnoliophyta

    d. Kelas : Magnoliopsida

    e. Subkelas : Asteridae

    f. Ordo : Solanales

    g. Famili : Solaneceae

    h. Genus : Solanum

  • 10

    i. Spesies : Lycopersicum esculentum (Jones, 2008).

    Kuntum bunganya terdiri dari lima helai daun kelopak dan lima mahkota.

    Daun tomat berwarna hijau dan berbulu. Bunga tanaman tomat berwarna kuning.

    Buahnya berbentuk bulat, bulat lonjong, bulat pipih, atau oval. Buah yang masih

    muda berwarna hijau muda sampai hijau tua. Sementara itu, buah yang sudah tua

    berwarna merah cerah atau gelap, merah kekuning-kuningan, atau merah

    kehitaman. Buahnya memiliki daging buah yang lembut, lunak, dan kadang-

    kadang banyak mengandung biji. Buah tomat memiliki rasa manis, asam, dan

    sedikit dingin (Pratiwi, 2009).

    Buah tomat memiliki beberapa varietas. Buah tomat menurut bentuknya,

    dapat digolongkan menjadi: (1) Tomat Cherry (Lycopersicon esculentum Mill,

    var. Cerasiforme (Dun) Alef), bentuknya seperti kelengkeng; (2) Tomat Tegak

    (Lycopersicon esculentum Mill, var.validim Bailey); (3) Tomat Kentang atau

    Tomat Daun Lebar (Lycopersicon esculentum Mill, var.grandifolium Bailey); (4)

    Tomat Apel atau Pir (Lycopersicon esculentum Mill, var.pyriforme Alef); (5)

    Tomat Biasa (Lycopersicon esculentum Mill, var.commune). Jenis tomat yang

    digunakan dalam penelitiaan ini adalah tomat biasa (Pratiwi, 2009).

    Buah tomat merupakan produk hortikultura yang mudah diperoleh di

    Indonesia. Rasa buahnya yang manisasam digemari oleh sebagian besar

    masyarakat. Buah tomat merupakan sumber vitamin C dan A, juga kaya

    antioksidan. Pada umumnya tomat dikonsumsi dalam bentuk segar (Tugiyono,

    2007). Tanaman tomat termasuk tanaman semusim (berumur pendek). Artinya

    tanaman hanya satu kali berproduksi dan setelah itu mati. Tanaman tomat

    berbentuk perdu yang tingginya dapat mencapai 2 meter. Ukuran buah tomat

  • 11

    sangat bervariasi, yang berukuran paling kecil memiliki bobot 8 gram dan yang

    berukuran besar memiliki bobot 180 gram. Buah tomat yang masih muda

    berwarna hijau-muda, bila sudah matang berubah menjadi merah. Buah tomat

    muda memiliki rasa getir dan beraroma tidak sedap, sebab masih mengandung zat

    lycopersicin yang berbentuk lendir. Aroma yang tidak sedap itu akan hilang

    dengan sendirinya pada saat buah memasuki fase pematangan hingga matang.

    Rasanya juga akan berubah menjadi manis agak masam yang mencirikan rasa

    buah tomat. Buah tomat terdiri dari 2-12 lokul yang mengandung banyak biji

    (Jones, 2008). Dalam masyarakat umum, buah tomat hanya dibuat sebagai sayur

    saja tanpa adanya pemanfaatan yang lebih, sebagai tepung tomat misalnya yang

    dapat dibuat sumber makanan alternatif mengingat gizi yang dikandungnya cukup

    kompleks, padahal buah tomat setelah panen akan rusak antara 20% sampai 50%

    setelah panen (Winarno & Aman, 1986).

    2.1.2 Kandungan Kimia dan Khasiat Buah Tomat

    Buah tomat mengandung gizi yang lengkap dan penting bagi manusia.

    Buah tomat kaya akan vitamin C dan beberapa antioksidan, di antaranya vitamin

    E dan likopen. Selain itu, buah tomat juga mengandung serat makanan alami yang

    sangat baik bagi pencernaan manusia dan juga adanya protein dalam buah tomat

    menjadikannya buah yang sangat sarat gizi. Dalam 180 gram buah tomat matang,

    vitamin C yang terkandung sekitar 34,38 mg yang memenuhi 57,3% vitamin C

    dalam sehari. Kandungan seratnya mencapai 1,98 gram dan protein sebesar 1,53

    gram (Whfoods.org, 2007). Kadar likopen yang terkandung dalam tomat segar

    berkisar antara 3,1 7,7 mg/100 gram (Tonucci et. al., 1995). Kandungan likopen

    dalam tomat yang cukup tinggi dapat diekstrak untuk produk produk kesehatan

  • 12

    atau kosmetik mengingat kekuatan likopen setara dengan 100 kali kekuatan

    vitamin E dalam menanggulangi radikal bebas (Di Mascio, et al., 1989 dalam

    Fitrotin, Purnomo, Susanto).

    Selain itu, dalam buah tomat juga terkandung solanin (0,007 %), saponin,

    asam folat, asam malat, asam sitrat, bioflavonoid (termasuk likopen, dan -

    karoten), protein, lemak, vitamin, mineral dan histamin (Canene-Adam et al.,

    2005). Likopen merupakan salah satu kandungan kimia paling banyak dalam

    tomat, dalam 100 gram tomat rata-rata mengandung likopen sebanyak 3-5 mg

    (Giovannucci, 1999). Dalam beberapa penelitian menyebutkan bahwa tomat dapat

    bermanfaat sebagai obat diare, serangan empedu, gangguan pencernaan serta

    memulihkan fungsi liver (Fuhramn et al, 1997). Beberapa studi in vitro

    menemukan bahwa likopen memiliki aktivitas antioksidan yang poten. Levy et al.

    (1995) menyebutkan bahwa likopen mampu menghambat pertumbuhan kanker

    endometrial, kanker payudara, dan kanker paru-paru pada kultur sel dengan

    aktivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan dan -karoten. Likopen

    ditemukan mampu menginaktifkan hidrogen peroksida dan nitrogen peroksida

    (Bohm, dkk., 1995). Dengan penghambatan senyawa radikal bebas tersebut maka

    kemungkinan terjadinya kanker dapat diturunkan.

    2.1.3 Ekstraksi Buah Tomat

    Buah tomat terdiri dari 5-10% berat kering tanpa air dan 1 persen kulit dan

    biji. Jika buah tomat dikeringkan, sekitar 50% dari berat keringnya terdiri dari

    gula-gula pereduksi (terutama glukosa dan fruktosa), sisanya asam-asam organik,

    mineral, pigmen, vitamin dan lipid. Pada penelitian ekstraksi likopen pada buah

    tomat digunakan bahan utama yaitu buah tomat (dalam bentuk jus), selain itu di

  • 13

    gunakan pelarut etanol 96 %. Sedangkan alat yang di pergunakan antara lain

    beaker glass, labu takar, erlenmeyer, gelas ukur, timbangan, stirerr,

    spektrofotometer, piknometer, corong pemisah, kertas saring, pipet tetes, corong

    gelas. Proses pertama dilakukan dengan penanganan awal pada buah tomat yaitu

    membersihkan buah tomat dari kotorannya dan menghaluskan buah tomat dengan

    blender (jus).

    Ekstrak yang diperoleh dipekatkan dengan rotary evaporator pada suhu

    70 C yang menghasilkan sediaan semisolid atau kental. Ekstrak ini di partisisi

    dengan n hexane dan diberikan fraksi n hexane. Lapisan air kemudian dipartisi

    dengan etil asetat, lapisan etil asetat dipekatkan sehingga diperoleh fraksi etila

    asetat buah tomat. Solven terhadap feed pada perbandingan (Fraksi/Solven) F/S

    1:4 menunjukkan kondisi perbandingan F/S yang optimal, likopen yang terekstrak

    semakin banyak. Demikian juga dengan semakin tinggi suhu dan semakin

    lamanya waktu ekstraksi, dan semakin besar perbandingannya dengan solven

    maka likopen yang terekstrak juga akan semakin banyak. Dari hasil penelitian di

    Fakultas Teknik Universitas Diponegoro menunjukkan bahwa kondisi optimum

    operasi ekstraksi likopen dengan menggunakan solven campuran n-heksana,

    etanol, dan aseton adalah pada perbandingan pelarut dan bahan 4 : 1 pada suhu

    operasi 70C dan 90 menit untuk variable waktu ekstraksi. Pada kondisi ini

    likopen yang terekstrak sebesar 5,14 mg/100gram atau sebesar 40,15% (Maulida

    & Zulkarnaen, 2010).

  • 14

    2.2 Luka diabetik

    2.2. 1 Definisi

    Luka diabetik adalah luka yang terjadi pada pasien diabetik yang

    melibatkan gangguan pada saraf peripheral dan autonomik (Suryadi, 2004). Luka

    diabetik terjadi karena adanya kelainan pada saraf, kelainan pembuluh darah dan

    kemudian adanya infeksi. Bila infeksi tidak diatasi dengan baik, hal itu akan

    berlanjut menjadi ulkus bahkan dapat diamputasi (Prabowo, 2007).

    2.2.2 Patofisiologi dan Manisfestasi Klinis.

    Penyakit neuropati dan vaskuler adalah faktor utama yang mengkontribusi

    terjadinya luka. Masalah luka yang terjadi pada pasien dengan diabetes terkait

    dengan adanya pengaruh pada saraf yang terdapat pada kaki dan biasanya dikenal

    sebagai neuropati perifer. Efek sirkulasi yang menyebabkan kerusakan pada saraf.

    Hal ini terkait dengan diabetik neuropati yang berdampak pada sistem saraf

    autonom, yang mengontrol fungsi otot- otot halus, kelenjar dan organ visceral.

    Dengan adanya gangguan pada saraf autonom pengaruhnya adalah terjadinya

    perubahan tonus otot yang menyebabkan abnormalnya aliran darah. Dengan

    demikian kebutuhan akan nutrisi dan oksigen maupun pemberian antibiotik tidak

    mencukupi atau tidak dapat mencapai jaringan perifer, juga tidak memenuhi

    kebutuhan metabolisme pada lokasi tersebut. Efek pada autonomi neuropati ini

    akan menyebabkan kulit menjadi kering, antihi