bab ii tinjauan pustaka 2.1. sekilas tentang cabai ... ll.pdf · di indonesia pengembangan...

Download BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Sekilas Tentang Cabai ... ll.pdf · Di Indonesia pengembangan budidaya…

Post on 12-Aug-2019

212 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • BAB II TINJAUAN PUSTAKA

    2.1. Sekilas Tentang Cabai (Capsicum annuum L.)

    Cabai (Capsicum annuum L. ) adalah tanaman yang termasuk ke dalam

    keluarga tanaman Solanaceae. Cabai mengandung senyawa kimia yang dinamakan

    capsaicin (8-methyl-N-vanillyl-6-nonenamide). Selain itu, terkandung juga berbagai

    senyawa yang mirip dengan capsaicin, yang dinamakan capsaicinoids. Sedangkan

    Buah cabai merupakan buah buni dengan bentuk garis lanset, merah cerah, dan

    rasanya pedas. Daging buahnya berupa keping-keping tidak berair. Bijinya berjumlah

    banyak serta terletak di dalam ruangan buah (Setiadi, 2008).

    Tanaman cabai dapat tumbuh subur di berbagai ketinggian tempat mulai dari

    dataran rendah sampai dataran tinggi tergantung varietasnya. Sebagian besar sentra

    produsen cabai berada didataran tinggi dengan ketinggian antara 1.000-1250 meter

    dari permukaan laut. Walaupun di dataran rendah yang panas kadang-kadang dapat

    juga diperoleh hasil yang memuaskan, namun di daerah pegunungan buahnya dapat

    lebih besar dan manis. Rata-rata suhu yang baik adalah antara 210 -280C. suhu udara

    yang lebih tinggi menyebabkan buahnya sedikit (Tim Bina Karya Tani, 2009).

    Tanaman yang berbuah pedas ini digunakan secara luas sebagai bumbu

    masakan di seluruh dunia. Tanaman cabai pada mulanya diketahui berasal dari

    Meksiko, dan menyebar di negara-negara sekitarnya di Amerika Selatan dan Amerika

    Tengah pada sekitar abad ke-8. Dari Benua Amerika kemudian menyebar ke benua

    Eropa diperkirakan pada sekitar abad ke-15. Kini tanaman cabai sudah menyebar ke

    Universitas Sumatera Utara

  • berbagai negara tropik terutama di benua Asia, dan Afrika (Tim Bina Karya Tani,

    2009).

    Secara umum cabai memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin diantaranya

    Kalori, Protein, Lemak, Karbohidrat, Kalsium, Vitamin A, B, dan Vitamin C. selain

    digunakan untuk keperluan rumah tangga, cabai juga dapat digunakan untuk

    keperluan industri diantaranya, Industri bumbu masakan, Industri makanan, Industri

    obat-obatan atau jamu (Setiadi, 2008).

    Di Indonesia pengembangan budidaya tanaman cabai mendapat prioritas

    perhatian sejak tahun 1961. Tanaman cabai menempati urutan atas dalam skala

    prioritas penelitian pengembangan garapan Puslitbang Hortikurtura di Indonesia

    bersama 17 jenis sayuran komersial lainnya (Tim Bina Karya Tani, 2008). Dan

    daerah-daerah di Indonesia yang merupakan sentra produksi cabai mulai dari urutan

    yang paling besar adalah daerah-daerah di jawa timur, padang, Bengkulu dan lain-lain

    sebagainya. Menurut Pickersgill (1989) terdapat lima spesies cabai, yaitu Capsicum

    annuum, Capsicum frutescens, Capsicum chinense, Capsicum bacctum, dan

    Capsicum pubescens. Di antara kelima spesies tersebut yang memiliki potensi

    ekonomis ialah C. annuum dan C. frutescens (Santika,1999) .

    2.1.1. Klasifikasi Tanaman Cabai

    Klasifikasi tanaman cabai sebagai berikut :

    Divisi : Spermatophyta

    Subdivisi : Angiospermae

    Kelas : Dicotyledoneae

    Subkelas : Metachlamidae

    Universitas Sumatera Utara

  • Ordo : Tubiflorae

    Famili : Solanaceae

    Genus : Capsicum

    Spesies : Capsicum annuum L.

    Ada dua spesies cabai yang terkenal yaitu cabai besar atau cabai merah dan

    cabai kecil atau cabai rawit. Cabai yang termasuk ke dalam cabai besar atau cabai

    merah adalah paprika, cabai manis, dan lain-lain. Dan cabai yang termasuk ke dalam

    golongan cabai kecil adalah cabai rawit, cabai kancing, cabai udel, dan cabai yang

    biasanya dipelihara sebagai tanaman hias. Pada umumnya cabai kecil ini lebih

    panjang umurnya, lebih tahan terhadap hujan, dan rasanya lebih pedas (Tim Bina

    Karya Tani, 2009).

    2.1.2. Jenis-jenis Tanaman Cabai Merah (C. annuum var. Longum)

    Tanaman cabai memiliki varietas yang jumlahnya sangat banyak. Berkat

    kemajuan teknologi di bidang pembibitan telah banyak dihasilkan berbagai varietas

    cabai unggul hibrida oleh berbagai negara atau perusahaan benih unggul di dunia

    (Setiadi, 2008) yaitu :

    1. Cabai Kriting

    Cabai ini berukuran kecil dari cabai merah biasanya, tetapi rasanya lebih

    pedas dan aromanya lebih tajam. Bentuk fisiknya memang agak berkelok-

    kelok dengan permukaan buah tidak rata sehingga memberikan kesan

    “keriting”. Buah mudanya ada yang berwarna hijau dan ada yang ungu. Bai

    Dibandingkan dengan cabai lainnya, cabai keriting lebih tahan terhadap

    serangan penyakit.

    Universitas Sumatera Utara

  • 2. Cabai tit atau tit super

    Tit super dikenal sebagai cabai lokal. Tinggi tanaman antara 30-70 cm.

    buahnya berwarna merah tua menyala dengan ukuran besar, panjang, dan

    mulus serta ujungnya mengecil runcing dan bengkok.

    3. Cabai hot beauty

    Dikalangan petani umumnya cabai ini sering disebut cabai Taiwan. Memang

    cabai ini merupakan hybrid yang diproduksi dari Taiwan. Ukuran buahnya

    besar, panjang dan lurus. Daging buahnya tipis dengan rasa kurang pedas

    dibandingkan cabai keriting.

    4. Cabai merah lainnya

    Selain jenis cabai merah yang sudah dijelaskan diatas, ada beberapa jenis

    cabai merah lain yang ada di Indonesia. Beberapa diantaranya ialah cabai

    semarang, cabai paris, cabai jatilaba, dan cabai long chili. Cabai semarang

    mirip cabai tit super. Perbedaannya hanya terletak pada buah yang lebih kecil,

    pangkalnya lurus, dan berujung bengkok. Cabai paris buahnya besar, lurus

    dan pangkal sampai ujung, berwarna merah kekuningan, dan berurat atau

    bergaris putih. Cabai jatilaba buahnya besar, lurus, berkerut-kerut, berujung

    runcing, dan berwarna merah kehitaman. Cabai long chili merupakan cabai

    produksi dari Taiwan. Buahnya ramping, panjang berkulit halus, dan

    berdaging agak tebal dibandingkan hot beauty.

    Universitas Sumatera Utara

  • 2.1.3. Kandungan Buah Cabai

    Table 2.1. Kandungan Zat Gizi Buah Cabai Segar dan Kering Setiap 100 Gram Bahan

    Kandungan

    Segar Kering Cabe hijau

    besar Cabe merah besar

    Cabe rawit abe hijau besar

    Cabe merah besar

    Cabe rawit

    alori (kal) 23 31 103 - 311 -

    rotein (g) 0,7 1 4,7 - 15,9 15

    emak (g) 0,3 0,3 2,4 - 6,2 11

    arbohidrat (g) 5,2 7,3 19,9 - 61,8 33

    alsium (mg) 14 29 45 - 160 150

    osfor (mg) 23 24 85 - 370 -

    esi (mg) 0,4 0,5 2,5 - 370 -

    it. A (SI) 260 470 11,050 - 576 1.00 0

    it. B1 (mg) 0,05 0,05 0,05 - 50 10

    It. C(mg) 84 18 70 - 50 10

    ir (g) 93,4 90,9 71,2 - 10 8 ml

    d.d (%) 82 85 85 - 85 - Catatan :b.d.d=bagian yang dapat dimakan Sumber: Depertemen Kesehatan

    2.1.4. Kegunaan Buah Cabai

    Buah cabai dapat dimanfaatkan untuk banyak keperluan, baik yang

    berhubungan dengan kegiatan masak-memasak maupun untuk keperluan yang lain

    seperti untuk bahan ramuan obat tradisional. Cabai mengandung capsaicin yang

    memberi rasa pedas. Selain mengandung capsaicin, cabai juga mengandung semacam

    Universitas Sumatera Utara

  • minyak asiri, yaitu capsicol. Selain itu juga cabai memiliki manfaat bagi kesehatan

    tubuh, yaitu:

    a. Cabai dapat meningkatkan nafsu makan seseorang.

    b. Menurunkan kadar kolesterol dan menstabilkan kadar insulin dalam darah.

    c. Mengurangi seseorang terkena stroke, penyumbatan pembuluh darah,

    impotensi dan jantung koroner.

    d. Mengurangi resiko seseorang terkena kanker.

    e. Cabai dapat meringankan sakit kepala dan nyeri sendi. Salah satu manfaat

    cabai adalah mengurangi rasa sakit. Ini disebabkan timbulnya rasa pedas dari

    zat capsaicin mampu menghalangi aktifitas otak untuk menerima sinyal dari

    pusat sistem saraf.

    f. Cabai dapat memperlambat penuaan, karena adanya zat antioksidan yaitu

    vitamin C dan betakaroten pada cabai.

    2.1.5. Hama pada Tanaman Cabai

    Hama adalah hewan yang merusak tanaman atau hasil tanaman karena aktivitas

    hidupnya, terutama aktivitas untuk memperoleh makanan. Hama tanaman memiliki

    kemampuan merusak yang sangat hebat. Akibatnya, tanaman dapat rusak atau bahkan

    tidak dapat menghasilkan sama sekali. Hama tanaman berupa hewan mamalia,

    misalnya tikus, babi hutan, dan kera, berupa burung, misalnya burung gelatik dan

    burung pipit, berupa serangga, misalnya wereng, kutu daun, walang sangit, belalang,

    berbagai ulat, dan berbagai kumbang (Tim bina Karya tani, 2008).

    Diantara hama tersebut yang paling menimbulkan kerugian besar pada tanaman

    adalah kelompok serangga. Untuk memberantas serangga hama, kita perlu

    Universitas Sumatera Utara

  • mengetahui siklus hidupnya. Dengan mengetahui siklus hidupnya, maka dapat

    ditentukan pada stadium apa serangga tersebut menyerang tanaman. Dengan

    demikian kita dapat melakukan pemberantasan yang tepat mengenain sasarannya.

    Tanaman cabai termasuk tanaman sayuran buah. Tanaman ini sering diserang oleh

    hama di antaranya gurem, cacing, ulat buah, ulat tanah, siput, dan kutu pucuk (Tim

    Bina Karya Tani, 2008).

    2.1.6. Penyakit Pada Tanaman Cabai

    Menurut Tim Bina Karya Tani (2009), ada beberapa penyakit pa

Recommended

View more >