bab ii tinjauan pustaka 2 - sinta.unud.ac.id ii.pdfpdf filebelakang yang mengakibatkan hernia...

Click here to load reader

Post on 02-Aug-2019

226 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 11

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Konsep Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2.1.1 Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu program yang didasari

    dengan pendekatan ilmiah dalam upaya mencegah atau memperkecil terjadinya

    bahaya (hazard) dan risiko (risk) terjadinya penyakit dan kecelakaan maupun

    kerugian-kerugian lainnya yang dapat terjadi. Keselamatan kesehatan kerja

    bertujuan untuk mencegah para pekerja mengalami gangguan kesehatan yang

    disebabkan oleh kondisi kerja mereka dan melindungi para pekerja dari segala

    risiko akibat pekerjaan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan (Chandra,

    2009).

    2.1.2 Dampak Kerja dengan Posisi Duduk

    Masalah nyeri punggung bawah yang timbul akibat duduk lama menjadi

    fenomena yang sering terjadi saat ini. Enam puluh persen orang dewasa

    mengalami nyeri punggung bawah karena masalah duduk yang terjadi pada

    mereka yang bekerja atau yang aktivitasnya lebih banyak dilakukan dengan

    duduk. Duduk lama dengan posisi yang salah dapat menyebabkan otot-otot

    punggung menjadi tegang dan dapat merusak jaringan lunak sekitarnya. Bila

    keadaan ini berlanjut, akan menyebabkan penekanan pada bantalan saraf tulang

  • 12

    belakang yang mengakibatkan hernia nukleus pulposus, yaitu saraf tulang

    belakang terjepit diantara ruas tulang belakang sehingga menyebabkan selain

    nyeri punggung bawah juga rasa kesemutan yang menjalar ke tungkai sampai ke

    kaki. Bahkan bila dibiarkan, dapat menyebabkan kelumpuhan (Samara et al.,

    2003).

    2.1.3 Penyakit Akibat Kerja

    Penyakit akibat kerja adalah penyakit atau gangguan kesehatan yang

    diakibatkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerjanya dan diperoleh pada waktu

    melakukan pekerjaan dan masyarakat umum biasanya tidak akan terkena. Berat

    ringannya penyakit dan cacat tergantung dari jenis dan tingkat sakit. Cara

    menegakkan diagnosa penyakit akibat kerja sedikit berbeda dengan diagnosis

    penyakit-penyakit umum karena untuk penyakit ini tidak cukup hanya dengan

    pemeriksaan klinis dan laboratorium. Akan tetapi, harus pula diperiksa tempat,

    cara, dan syarat-syarat kerja. Selain itu sebagai tambahan bagi anamnesis yang

    biasa, harus pula dipertanyakan riwayat pekerjaan dari si penderita (Basuki,

    2009).

    Secara umum, gangguan di daerah tulang belakang dapat terjadi karena posisi

    duduk antara lain: nyeri leher, nyeri punggung bawah. Secara teori nyeri

    punggung bawah terjadi karena posisi duduk yang terus menerus selama kerja.

  • 13

    2.2 Konsep Nyeri Punggung Bawah

    2.2.1 Pengertian Nyeri Punggung Bawah

    Nyeri punggung bawah merupakan kelainan muskuloskeletal yang sering

    ditemukan dan mempengaruhi kemampuan untuk beraktivitas pada hampir setiap

    individu dalam kehidupan sehari-harinya. Nyeri punggung bawah penyebab

    paling utama tenaga kerja mengambil cuti sakit atau mempunyai disabilitas

    dibandingkan penyakit-penyakit lainnya. Nyeri punggung bawah bisa akut

    maupun kronis berdasarkan durasinya (Mahadewa & Maliawan, 2009).

    Nyeri punggung bawah adalah rasa nyeri yang dirasakan di daerah

    punggung bawah yang dapat merupakan nyeri lokal maupun nyeri radikuler atau

    keduanya. Nyeri ini terasa diantara sudut iga terbawah sampai lipat bokong bawah

    yaitu di daerah lumbal dan sering disertai dengan perjalanan nyeri ke arah tungkai

    dan kaki. Nyeri yang berasal dari daerah punggung bawah dapat menyebar ke

    daerah lain atau sebaliknya nyeri yang berasal dari daerah lain dirasakan di daerah

    punggung bawah Nyeri punggung bawah yang lebih dari enam bulan disebut

    kronik. (Meliala, 2003;Mahadewa & Muliawan, 2009).

    Nyeri punggung bawah tidak mengenal umur, jenis kelamin, pekerjaan,

    status sosial, tingkat pendidikan, semuanya bisa terkena nyeri punggung bawah.

    Tulang punggung bawah berfungsi menyangga beban tubuh dan sekaligus sangat

    berdekatan dengan jaringan lain yakni traktus digestivus dan traktus urinarius.

    Kedua jaringan ini apabila mengalami perubahan patologik tertentu dapat

    menyebabkan nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah (Basuki, 2009).

  • 14

    2.2.2 Penyebab Nyeri Punggung Bawah

    Nyeri punggung bawah merupakan hal yang umum terjadi dan penyebab

    yang spesifik sering tidak dapat diidentifikasi (Patel & Ogle, 2000). Terdapat

    beberapa penyebab nyeri punggung bawah di bidang medis antara lain: obesitas,

    stress, depresi, analgetik, kelainan muskuloskeletal, sistem saraf, sistem vaskuler

    dan psikogenik, dan beban kerja yang berat seperti mengangkat sesuatu yang berat

    setiap hari, bekerja dengan posisi kerja yang tidak benar, serta duduk terlalu lama

    dan penuh dengan ketegangan akan dapat menimbulkan keluhan nyeri punggung

    bawah (Smeltzer & Bare, 2002). Nyeri punggung bawah dapat timbul akibat dari

    adanya peregangan atau laserasi pada ligament (sprain) atau peregangan yang

    berlebihan dari otot atau sendi (strain) atau postur yang tidak tepat. Nyeri

    punggung bawah berat biasanya disebabkan terjadinya cedera pada sendi tulang

    punggung yang mengakibatkan nyeri pada jaringan atau serabut saraf di

    dekatnya, keadaan ini biasa terjadi ketika membungkuk. Penyebab nyeri

    punggung bawah selain spasme otot adalah deformitas, osteoarthritis, fraktur

    tulang punggung, lordosis, scoliosis, dan lain-lain (Murtagh, 2002).

    Penyebab nyeri punggung bawah adalah beban statis pada otot punggung

    yang menyebabkan otot-otot tubuh tegang dan pembuluh darah menyempit.

    Keadaan ini menurunkan aliran darah yang membawa oksigen dan glukosa ke

    seluruh tubuh dan akibatnya orang tersebut merasa lelah, tulang punggung dan

    ototnya akan merasa sakit. Penyempitan pembuluh darah juga mengakibatkan

    dilepasnya bahan-bahan yang dapat menstimulus reseptor nyeri seperti serotonin,

    histamin, ion kalium, bradikinin, prostaglandin, substansi P, dan penimbunan

  • 15

    asam laktat yang akan mengakibatkan respon nyeri. Rasa nyeri tersebut

    ditimbulkan oleh adanya akumulasi sisa-sisa hasil metabolisme yang menumpuk

    di jaringan. Penumpukan zat sisa hasil metabolisme tersebut dapat dihilangkan

    dengan gerakan pelatihan punggung yang cukup untuk mendilatasikan pembuluh

    darah. Lancarnya sirkulasi darah dan nutrisi maka zat-zat yang tidak berguna bagi

    tubuh ikut terbuang. Nyeri akan berkurang diikuti dengan spasme otot berkurang

    sehingga akan merileksasikan otot dan mengaktivasi pelepasan sistem endorphin

    dalam darah (Santosa, 2008).

    Endorphin dihasilkan di otak dan sumsum saraf tulang belakang. Hormon

    ini dapat berfungsi sebagai obat penenang alami yang diproduksi otak yang

    melahirkan rasa nyaman dan meningkatkan kadar endorphin dalam tubuh untuk

    mengurangi rasa nyeri. Pelatihan terbukti dapat meningkatkan kadar b-endorphin

    empat sampai lima kali di dalam darah. Sehingga semakin banyak melakukan

    pelatihan, maka akan semakin tinggi pula kadar b-endorphin akan keluar. Ketika

    seseorang melakukan pelatihan, maka b-endorphin akan keluar dan diterima oleh

    reseptor di dalam hipothalamus dan sistem limbik yang berfungsi untuk mengatur

    emosi. Peningkatan b-endorphin terbukti berhubungan erat dengan penurunan rasa

    nyeri, peningkatan daya ingat, memperbaiki nafsu makan, kemampuan seksual,

    tekanan darah dan pernafasan (Siswantoyo, 2010).

    Beberapa penyebab yang dapat menimbulkan nyeri punggung bawah

    antara lain:

  • 16

    1) Umur

    Keluhan muskuloskeletal mulai dirasakan pada usia kerja, yaitu pada usia 25-65

    tahun. Keluhan biasanya akan mulai dirasakan pada usia 35 tahun dan akan

    semakin meningkat dengan bertambahnya usia. Hal ini terjadi karena pada usia

    setengah baya, kekuatan dan ketahanan otot dan tulang mulai menurun, sehingga

    risiko keluhan otot dan tulang akan meningkat (Chaffin, 1979 & Guo et al, 1995

    dalam Tarwaka, 2004).

    2) Jenis kelamin

    Masalah jenis kelamin wanita dan laki-laki mengenai penyebab dari nyeri

    punggung bawah dengan perbandingan hampir sama. Secara keseluruhan wanita

    lebih banyak mengalami nyeri punggung bawah dibandingkan dengan laki-laki

    karena kepadatan tulang yang kurang. Proses berhentinya menstruasi (menopause)

    juga dapat menyebabkan kepadatan tulang berkurang akibat penurunan hormon

    estrogen.

    3) Kebiasaan olahraga

    Latihan olahraga teratur adalah cara yang ampuh untuk melawan nyeri yang

    ditimbulkan oleh gangguan punggung bawah. Jenis olahraga yang dapat dilakukan

    oleh penderita nyeri punggung bawah yang sudah berusia lanjut adalah jalan cepat

    dan jogging. Sedangkan bagi yang berusia di bawah 50 tahun dapat memilih jenis

    olahraga seperti: berenang, bersepeda santai dengan posisi punggung tegak,

    aerobik intensitas rendah hingga sedang, jogging, jalan cepat ataupun naik turun

    tangga.

  • 17

    4) Status gizi

    Diet yang tidak seimbang menyebabkan obesitas sehingga akan meningkatkan

    insiden terjadinya gangguan muskuloskeletal terutama pada punggung bawah

    karena lumbal merupakan titik mobilitas dari punggung.

    5) Faktor psikososial

    Stres dapat menyebabkan otot menjadi tegang sehingga merupakan faktor

    psikososial terhadap pekerjaan dan gangguan daerah punggung. Faktor

    psikososial di tempat kerja dapat mempengaruhi tekanan psikososial para pekerja

    yaitu kontrol yang rendah d