bab ii porifera

19
LAPORAN PRAKTIKUM TAKSONOMI INVERTEBRATA BAB II PORIFERA Disusun Oleh: Mutia Syarifah A. [21401061019] JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

Upload: mutia-syarifah-adrir

Post on 09-Nov-2015

303 views

Category:

Documents


36 download

DESCRIPTION

Classification, description, characteristic of kinds of porifera:

TRANSCRIPT

LAPORAN PRAKTIKUMTAKSONOMI INVERTEBRATABAB IIPORIFERA

Disusun Oleh:Mutia Syarifah A. [21401061019]

JURUSAN BIOLOGIFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMUNIVERSITAS ISLAM MALANG2014/2015BAB IPENDAHULUAN

1. 1. Latar BelakangDi dunia terdapat sekitar 10.000 spesies sponge, di Indonesia diperkirakan sebanyak 850 spesies (van Soest, 1989) sampai 1500 spesies (Hooper dan van Soest, 2002). Sponge atau porifera adalah hewan dari phylum porifera yang merupakan salah satu hewan primitif yang hidup menetap dan bersifat filter feeder. Sponge memompa air keluar melalui tubuhnya dan menyaring partikel sebagai bahan makanan (Hickman et al., 2002). Secara ekologi, sponge merupakan salah satu penyusun pada ekosistem pesisir dan laut, terutama pada ekosistem terumbu karang dan padang lamun yang umumnya dijumpai di perairan tropik dan subtropik (Haris 2013, Samawi et al., 2009).

1. 2. TujuanPraktikum ini dilakukan dengan tujuan agar mahasiswa dapat mengenal ciri-ciri porifera yang penting untuk dideskripsikan dan diidentifikasi.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2. 1. Spongia sp.KlasifikasiKingdom: AnimaliaPhylum: PoriferaClassis: DemospongiaeOrder:DictyoceratidaFamily:SpongiidaeGenus:SpongiaSpecies:Spongia sp.(www.eol.org) Ciri-ciri morfologi dari Spongia sp. antara lain: tubuhnya berpori (ostium) yang berhubungan dengan suatu ruangan di sebelah dalam yang disebut spongocoel. Tubuh porifera asimetris (tidak beraturan), meskipun ada yang simetri radial.Spongia sp. berhabitat di air laut dan umumnya hidup menempel pada substrat dasar pantai yang berupa bebatuan, cangkang, koral, dan karang. Spongia sp. mempunyai rangka (spikula) yang terbuat dari serabut spongin. Sistem saluran airnya bertipe leucon. (Rusyana, 2011)

2. 2. Oscarella lobularisKlasifikasiKingdom: AnimaliaPhylum:Porifera Classis:HomoscleromorphaOrder:HomosclerophoridaFamily:PlakinidaeGenus:OscarellaSpecies:Oscarella lobularis(www.eol.org) Oscarella lobularis is a thick, encrusting sponge that grows up to 10-30 cm in width and 3 cm in height. It forms fleshy colonies consisting of lobed, round nodules that are up to 1 cm in width and 1 cm in height. The upper surface of each nodule bears a circular oscula (exhalant pore) that is 0.5 - 1 cm in diameter and leads to a large, basal cavity, while the sides bear scattered ostia (inhalant pores). The skeleton lacks both spicules and spongin fibre. The sponge has a firm but soft, gelatinous texture and the surface is smooth with a velvety feel. The colour of the sponge is more intense on the nodules and is normally yellow to brown but may be occasionally red, green, violet or blue, marked with cream at the base.Oscarella lobularis is a filter-feeder. It grows by increasing its size from the outer edge of the colony. It reproduces by releasing short-lived ciliated larvae that, once settled, metamorphose into the adult form. The colour of this sponge may vary from a deep red when fully illuminated to a brown-greenish yellow in dark light. Oscarella lobularis could be mistaken for Oscarella tuberculata, although the latter does not occur in British and Irish waters.

2. 3. Chalina oculataKlasifikasiKingdom: AnimaliaPhylum:PoriferaClassis:DemospongiaeOrder:HaploscleridaFamily:ChalinidaeGenus:ChalinaSpecies:Chalina oculata(www.eol.org) The mermaid's glove has decorative branches which often fuse together, resembling antlers. In Dutch, it is called 'antler sponge'. If the waters are calm where it grows, the branches are thin, resembling fine fingers. Probably the reason it's called mermaid's glove in English. In wilder waters, the branches are wider and flatter. This sponge gets its food by sucking up water through tiny pores. Other pores visible on the branches are used for expelling the filtered seawater.

2. 4. Grantia labyrinthicaKlasifikasiKingdom: AnimaliaPhylum:PoriferaClassis:CalcareaOrder:LeucosolenidaFamily:GrantiidaeGenus:GrantiaSpecies:Grantia labyrinthica(www.eol.org) Grantia labyrinthica berbentuk seperti jambangan bunga dinding tubunya lebih tebal dari leocosinedae distal terdapat lubang besar disebut osculum.Spesies ini memilki spikula yang terbentuk dari kalsium karbonat dan semua spikulanya relative sama besar, terdapat osculum yang berfungsi sebagai tempat masuknya air dan makanan keluar dari dalam tubuh. Sistem reproduksi spesies ini berkembang biak secara aseksual yaitu dengan cara pembentukan tunas. Sistem pernapasannya berlangsung di permukaan tubuh dilakukan oleh sel sel amoebosit dan sel sel leher. Dengan berlangsung dalam permukaan tubuh. Sistem pencernaannya berlangsung secara intraseluler melalui pembentukan vakuola makanan yang telah dicerna diedar dari sel ke amoebosit.

BAB IIIMETODOLOGI

3. 1. Alat dan BahanBahan: Spongia sp. Oscarella lobularis Chalina oculata Grantia labyrinthica

3. 2. Prosedur Kerja1. Morfologi preparat porifera yang tersedia digambar lengkap dengan keterangannya.2. Dibuat deskripsi lengkap dengan gambar literaturnya.3. Klasifikasi dicantumkan, masing-masing preparat.4. Daftar pustaka dicantumkan pada laporan.

BAB IVHASIL DAN PEMBAHASAN

4. 1. Spongia sp.a) Gambar Literatur (www.eol.org)Gambar Dokumentasi di Laboratorium

Gambar Percobaan

b) KlasifikasiKingdom: AnimaliaPhylum: PoriferaClassis: DemospongiaeOrder: DictyoceratidaFamily: SpongiidaeGenus: SpongiaSpecies: Spongia sp.(www.eol.org)

c) DeskripsiPorifera yang masuk dalam ordo Dictyoceratida ini tidak meiliki spikula. Rangka sepenuhnya tersusun dari suatu anyaman dari serat spongin. Strukturnya sedikit lunak, lebih lunak dari porifera yang lain. Bentuknya pipih dan permukaan yang luas. Di seluruh permukaan tubuhnya terdapat lubang-lubang yang berfungsi sebagai keluar-masuknya air dan makanan dari lingkungan. Spongia sp. hidup melekat di dasar lautan, biasanya terdapat hamparan Spongia yang besar di dasar laut. Spongia bersifat multiseluler dengan tiap selnya berkoordinasi satu sama lain.Spongia hidup di laut, melekat di dasar laut dengan sumber makanan berasal dari plankton-plankton di laut. Tipe saluran airnya adalah leucon. porifera tipe ini mempunyai lapisan mesoglea yang tebal dengan sistem saluran air yang bercabang-cabang. Koanosit pada porifera tipe ini dibatasi oleh suatu rongga berflagel yang berbentuk bulat.

4. 2. Oscorella lobularisa) Gambar Literatur (www.eol.org) Gambar Dokumentasi di Laboratorium

Gambar Percobaan

b) KlasifikasiKingdom: AnimaliaPhylum:Porifera Classis:HomoscleromorphaOrder:HomosclerophoridaFamily:PlakinidaeGenus:OscarellaSpecies:Oscarella lobularis(www.eol.org)

c) Deskripsi Oscarella lobularis merupakan porifera yang tergolong kelas Demospongiae. Bentuknya berupa bulatan-bulatan seperti batu yang bertumpukan. Strukturnya keras, dengan rangka tersusun dari serabut-serabut spongia. Seperti ciri porifera pada umumnya, dia memiliki lubang-lubang berpori dan oskulum di sekitar tubuhnya. Ostium (lubang berpori) yang berfungsi sebagai lubang masuknya partikel makanan dan air ke dalam tubuh ada di permukaan tubuhnya, sedangkan oskulum yang berfungsi sebagai lubang keluarnya air dan sisa pencernaan ada di ujung bulatan tubuhnya. Di dalamnya terdapat spongocoel, rongga di mana air akan melewatinya ketika mencerna makanan.Habitat Oscarella lobularis di air laut, menempel di dasar laut. Makanannya berupa plankton-plankton di laut. Spesies ini memiliki saluran air tipe leucon.

4. 3. Chalina oculataa) Gambar Literatur (www.eol.org) Gambar Dokumentasi di Laboratorium

Gambar Percobaan

b) KlasifikasiKingdom: AnimaliaPhylum:PoriferaClassis:DemospongiaeOrder:HaploscleridaFamily:ChalinidaeGenus:ChalinaSpecies:Chalina oculata(www.eol.org)

c) DeskripsiChalina oculata berbentuk seperti tumbuhan bercabang, tubuh lebih tinggi dari spesies porifera yang lain. Spesies ini tergolong kelas Demospongiae, rangkanya tersusun dari serabut spongin. Memiliki osculum, ostium, spongocoel, spikula, dan stalk. Stalk adalah bagian dasar dari Chalina oculata yang menempel di dasar laut. Osculum terlihat lebih besar dari lubang-lubang berporinya (ostium), dan letaknya menyebar di seluruh permukaan tubuhnya, tidak hanya ada di ujung. Sementara ostium ada di seluruh tubuhnya (seperti spesies lainnya).Seperti spesies porifera lain, hidupnya ada di dasar lautan, menetap / melekat di dasar laut. Makanannya berupa plankton-plankton di laut. Chalina oculata memiliki saluran air tipe leucon.

4. 4. Grantia labyrinthicaa) Gambar Literatur(http://species-identification.org) Gambar Dokumentasi di Laboratorium

Gambar Percobaan

b) KlasifikasiKingdom: AnimaliaPhylum:PoriferaClassis:CalcareaOrder:LeucosolenidaFamily:GrantiidaeGenus:GrantiaSpecies:Grantia labyrinthica(www.eol.org)

c) DeskripsiGrantia labyrinthica tergolong dalam kelas Calcarea. Rangka tubuhnya tersusun dari kalsium karbonat (CaCO3), dengan koanosit yang besar. Bentuknya yang khas yaitu berbentuk seperti bunga dengan lipatan-lipatan tubuh bagian atasnya. Osculum dan ostium ada di seluruh permukaan tubuh.Grantia labyrinthica masuk ke dalam ordo Leucosolenida, dengan sifat khusus yaitu memiliki saluran air bertipe ascon, tetapi kemudian berubah menjadi tipe leucon/rhagon. Grantia labyrinthica hidup di laut atau di pantai yang dangkal, dengan memakan zooplankton dan hewan-hewan yang lebih kecil di perairan.

BAB VKESIMPULAN

KesimpulanPorifera adalah hewan yang berpori sehingag disebut juga dengan sponge. Hewan ini merupakan hewan paling sederhana. Berdasarkan bahan penyusun rangkanya, porifera diklasifikasikan menjadi tiga kelas, yaitu Hexactinellida, Demospongiae, dan Calcarea. Sifat khususnya yaitu tubuhnya berpori. Selain berpori, porifera juga memiliki saluran air sebagai keluar-masuknya zat makanan ke dalam tubuh, yang dibagi atas tiga tipe yaitu: Ascon, Sycon, dan Leucon/Rhagon.Dari praktikum yang dilakukan dan sitasi berbagai sumber untuk mempelajari klasifikasinya, dapat diketahui bahwa spesies; Spongia sp. tergolong ke dalam kelas Demospongiae, dengan tipe saluran air leucon. Oscarella lobularis tergolong ke dalam kelas Demospongiae, dengan tipe saluran air leucon. Chalina oculata tergolong ke dalam kelas Demospongiae, dengan tipe saluran air leucon. Grantia labyrinthica tergolong ke dalam kelas Calcarea, dengan tipe saluran air ascon yang kemudian berubah menjadi tipe leucon.

DAFTAR PUSTAKA

Bouillon, J. Graviti, C., Pages, F. Gili, J. M. Bocro. 2004. Fauna of The Mediteraniane Hydrozoa. Scientia Marina68 (Supl 2):5-438.Campbell, et. all. 2008. Biologi, Edisi Kedelapan, Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga.Haris, A. 2013. Sponge : Biologi dan Ekologi. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, Makassar.Hibberd, Ty. Moore, Kirriliy. 2009. HIMI Benthic Invertebrate Field Guide. Australian Antartic Division. Kingston.Hooper, J.N.A. 2005. Sponguide : Guide to Sponge Collection and Identification. Queensland Museum, PO Box 3300, South Brisbane, QLD, 4101, Australia.Pawlak J.F, Laamanen F and Andersen J.H. 2009. Eutrophication in the Baltic Sea. the Baltic Marine Environment Protection Commission Helsinki Commission . Helsinki.Rusyana, A. M. Pd. 2011. Zoologi Invertebrata. Jakarta: Penerbit ALFABETA.Samawi M.F, Rani C dan Ramli. 2009. Keterkaitan antara Kondisi Oseanografi dengan Komposisi Jenis dan Kepadatan Sponge Laut di Kepulauan Spermonde. Faculty of Marine Science and Fishery, Hasanuddin University. Makassar.Sutarno, N. dkk. 2010. Petunjuk Praktikum Zoologi Invertebrata. Bandung: Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI.http://micro.magnet.fsu.edu/optics/olympusmicd/galleries/darkfield/grantia.htmlhttp://species-identification.org/species.php?species_group=sponges&id=237http://www.eol.org/