bab ii landasan teori a. pengertian pemasaran .bab ii landasan teori a. pengertian pemasaran menurut

Download BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Pemasaran .BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Pemasaran Menurut

Post on 27-Jun-2019

219 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 10

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    A. Pengertian Pemasaran

    Menurut Ali Hasan mengenai pemasaran yaitu sebuah konsep ilmu dalam

    strategi bisnis yang bertujuan untuk mencapai kepuasan berkelanjutan bagi

    stakeholder (pelanggan, karyawan, pemegang saham).1 Sehubungan dengan

    permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini maka diperlukan adanya teori-

    teori atau konsep-konsep yang memerlukan penjelasan mengenai pemasaran.

    Dalam lingkungan bisnis ini yang berkembang semakin cepat, maka pemasaran

    memegang peranan sebagai suatu faktor penting untuk tetap bertahan dalam

    menjalankan usahanya dalam dunia persaingan. Kata pemasaran sendiri berasal

    dari kata pasar, atau bisa juga diartikan dengan mekanisme yang mempertemukan

    permintaan dan penawaran.

    Mengenai pemasaran Eva Zhoriva Yusuf dan Lesley Williams

    mengungkapkan bahwa pemasaran adalah sebuah keseluruhan sistem kegiatan

    bisnis yang dirancang untuk menyediakan sesuatu bagi kelompok, individu, atau

    organisasi yang memuaskan mereka, guna mencapai tujuan organisasi.2 Oleh

    karena itu pemasaran dalam situasi bisnis bersifat dapat dikelola, maksudnya

    1 Ali Hasan,Marketing, Yogyakarta : Media Pressindo,2009,p.1 2EvaZ.Yusuf,LesleyWilliams,ManajemenPemasaran,Jakarta:PenerbitPPM,2007,p26

  • 11

    yaitu suatu perusahaan atau organisasi dalam mengembangkan pemasaran dapat

    menggunakan suatu sistem yang bisa melibatkan kualitas produk, promosi,

    penetapan harga, kualitas pelayanan, dan citra dari perusahaan itu sendiri yang

    dirancang untuk memberikan sesuatu yang memuaskan atau nilai kepada suatu

    kelompok dalam rangka mencapai tujuan perusahaan atau organisasi. Definisi

    manajemen pemasaran yang disahkan pada tahun 1985 oleh Asosiasi Pemasaran

    Amerika (American Marketing Association) dalam Kotler adalah proses

    perencanaan dan pelaksanaan konsepsi harga, promosi dan distribusi gagasan,

    barang dan jasa untuk menghasilkan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran

    perorangan dan organisasi.3.

    B. Citra Merek

    1. Definisi Citra Merek

    Pengertian citra merek menurut Tjiptono adalah: deskripsi tentang

    asosiasi dan keyakinan konsumen terhadap merek tertentu4.

    Keller mendefenisikan Citra merek sebagai persepsi tentang merek yang

    merupakan refleksi memori konsumen akan asosiasinya pada merek

    tertentu5.

    3 Philip Kotler, Op.cit., hal. 157 4 Fandy Tjiptono. Strategi Pemasaran, Edisi dua, Andi, Yogyakarta, 2007, Hal 47 5 Philip Kotler, Op.cit., Hal. 165

  • 12

    Menurut Ferrinadewi Citra merek terdiri dari dua komponen yaitu brand

    association atau asosiasi merek dan favorability, strength & uniqueness of

    brand association atau sikap positif, kekuatan dan keunikanmerek6.

    Kemudian Simamora berpendapat bahwa Citra merek merupakan

    sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan oleh konsumen terhadap merek

    tertentu7.

    Citra merek merupakan persepsi ataupun pandangan konsumen terhadap

    suatu perusahaan atau produknya. Citra merek ini akan memberi pengaruh

    yang kuat bagi keputusan pembelian konsumen, dimana konsumen akan

    beranggapan bila sebuah produk telah memiliki nama yang terkenal luas

    otomatis produk yang dihasilkan biasanya memiliki kualitas yang bagus.

    Citra merek sebagai salah satu unsur yang melatarbelakangi suatu produk

    haruslah memberikan pengaruh yang kuat terhadap keputusan pembelian

    konsumen. Citra yang efektif akan berpengaruh terhadap tiga hal yaitu :

    pertama, memantapkan karakter produk dan usulan nilai. Kedua,

    menyampaikan karakter produk tersebut dengan cara yang berbeda sehingga

    tidak dikacaukan oleh pihak pesaing. Ketiga, memberikan kekuatan emosional

    yang lebih dari sekedar citra mental produk.Untuk itu supaya berfungsi citra

    6Ferrinadewi.Merek dan Psikologi Konsumen. Graha Ilmu, Yogyakarta. 2008. Hal 166 7Simamora.Manajemen Pemasaran Modern. Ghalia, Jakarta. 2008. Hal 63-64

  • 13

    harus disampaikan melalui seetiap sarana komunikasi yang tersedia dari

    kontak merek.

    Dari beberapa penjelasan teori diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa

    citra merek merupakan unsur produk yang tercipta akibat adanya persepsi

    ataupun pandangan konsumen terhadap merek suatu produk yang berasal dari

    hasil asosiasi konsumen dan juga pengalaman langsung konsumen terhadap

    produk yang dikonsumsinya. Untuk mendapatkan citra merek produk yang

    baik di mata konsumen perusahaan dituntut semaksimal mungkin dalam

    upaya mengenalkan, menunjukkan kualitas produk, serta mengkomunikasikan

    keunggulan produk kepada konsumen sehingga citra merek yang baik akan

    tertanam kuat di benak konsumen.

    2. Faktor-Faktor Pembentuk Citra Merek

    Citra merek membuat konsumen dapat mengenal suatu produk,

    mengevaluasi kualitas dari produk tersebut, serta dapat menyebabkan resiko

    pembelian yang rendah. Konsumen pada umumnya lebih menyukai merek

    yang terkenal meskipun terkadang harga yang ditawarkan lebih mahal.

    Terdapat beberapa faktor pembentuk citra merek, yaitu8:

    a. Kualitas dan mutu, berkaitan dengan kualitas produk barang yang

    ditawarkan oleh produsen dengan merek tertentu.

    8 Philip Kotler, Op.cit., Hal. 166

  • 14

    b. Dapat dipercaya atau diandalkan, berkaitan dengan pendapat atau

    kesepakatan yang dibentuk oleh masyarakat tentang suatu produk yang

    dikonsumsi.

    c. Kegunaan atau manfaat, yang terkait dengan fungsi dari suatu produk

    yang bisa dimanfaatkan oleh konsumen.

    d. Pelayanan, yang terkait dengan tugas produsen dalam melayani

    konsumennya.

    e. Resiko, terkait dengan besar kecilnya akibat untung dan rugi yang

    mungkin dialami oleh konsumen.

    f. Harga, yang dalam hal ini berkaitan dengan tinggi rendahnya atau banyak

    sedikitnya jumlah uang yang dikeluarkan oleh konsumen untuk

    mempengaruhi suatu produk, juga dapat mempengaruhi citra jangka

    panjang.

    g. Citra yang dimiliki oleh merek itu sendiri, yaitu yang berupa pandangan,

    kesepakatan dan informasi yang berkaitan dengan suatu merek dari

    produk tertentu.

    Merek mengandung janji perusahaan untuk secara konsisten memberikan

    ciri, manfaat, dan jasa tertentu kepada pembeli. Merek lebih dari sekedar

    jaminan kualitas karena didalamnya tercakup enam pengertian berikut ini : 9

    9Durianto,Darmadi,dkk(2004).BrandEquityTenStrategiMemimpinPasar.PT.GramediaPustakaUtama,Jakarta,p2

  • 15

    a. Atribut produk, seperti halnya kualitas, gengsi, nilai jual kembali, desain

    dan lain-lain. Mercedes menyatakan sesuatu yang mahal, produk yang

    dibuat dengan baik terancang baik, tahan lama, bergengsi tinggi, dan

    sebagainya.

    b. Manfaat. Meskipun suatu merek membawa sejumlah artribut, konsumen

    sebenarnya membeli manfaat dari produk tersebut. Dalam hal ini atribut

    merek diperlukan untuk diterjemahkan menjadi manfaat fungsional atau

    manfaat emosional. Sebagai gambaran, atribut mahal cenderung

    diterjemahkan sebagai manfaat emosional, sehingga orang yang

    mengendarai Mercedes akan merasa dirinya dianggap paling penting dan

    dihargai.

    c. Nilai. Merek juga menyatakan sesuatu tentang produsen. Mercedes

    menyatakan produk yang berkinerja tinggi, aman, bergengsi, dan

    sebagainya. Dengan demikian produsen Mercedes juga mendapatkan nilai

    tinggi di masyarakat.

    d. Budaya. Merek juga mencerminkan kepribadian tertentu. Mercedes

    mencerminkan budaya jerman yang terorganisir, konsisten, tingkat

    keseriusannya tinggi, efisien, dan berkualitas tinggi.

    e. Kepribadian. Merek juga mencerminkan kepribadian tertentu. Seringkali

    produk tertentu menggunakan kepribadian orang yang terkenal untuk

    mendongkrak atau menopang merek produknya.

  • 16

    f. Pemakai. Merek menunjukkan jenis konsumen yang membeli atau

    menggunakan produk tersebut. Pemakai Mercedes pada umumnya

    diasosiasikan dengan orang kaya, kalangan manajer puncak, dan

    sebagainya.

    Dari definisi-definisi diatas maka dapat disimpulkan Brand Image adalah

    gambaran, ingatan, dan persepsi seseorang terhadap suatu merek sehingga

    Citra Merek mempunyai peran yang sangat penting bagi perusahaan. Apabila

    Citra Merek yang dipersepsikan oleh konsumen positif maka akan berdampak

    pada keputusan konsumen dalam melakukan pembelian produk tersebut.

    Citra Merek yang ada dibenak konsumen tersebut relative konsisten dalam

    jangka panjang.

    C. Harga

    1. Pengertian Harga

    Secara tradisional harga berperan sebagai penentu utama dari pilihan

    pembeli. Hal ini masih berlaku untuk Negara-negara miskin, salah satu faktor

    yang terpenting yaitu harga dalam menentukan pangsa pasar dan profitabilitas

    perusahaan. Konsumen dan agen pembelian memiliki lebih banyak akses ke

    informasi harga mendorong para pengecer untuk menurunkan harga mereka.

    Penegcer selanjutnya menekan produsen untuk menurunkan harga. Hasilnya

  • 17

    adalah pasar yang ditandai oleh diskon dan promosi penjualan besar-besaran

    adapun definisi harga adalah sebagai berikut :

    Harga menurut Stanton adalah sejumlah uang (kemungkinan ditambah

    barang) yang ditentukan untuk memperoleh beberapa kombinasi sebuah

    produk dan pelanggan yang menyertai.10 kemudian menurut Buchari Alma

    Harga adalah nilai suatu barang yang dinyatakan dengan uang . 11

    Sedangka

Recommended

View more >