bab ii kajian pustaka a. kurikulum - 2.pdf · dalam bidang atletik zaman romawi kuno di yunani....

Download BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kurikulum - 2.pdf · dalam bidang atletik zaman Romawi Kuno di Yunani. Dalam

Post on 30-Jun-2018

214 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 12

    BAB II

    KAJIAN PUSTAKA

    A. Kurikulum

    1. Pengertian Kurikulum

    Secara etomologis, istilah kurikulum (curriculum) berasal dari

    bahasa Yunani, yaitu curir yang artinya pelari dan curere yang berarti

    tempat berpacu. Istilah kurikulum berasal dari dunia olahraga, terutama

    dalam bidang atletik zaman Romawi Kuno di Yunani. Dalam bahasa

    Perancis, istilah kurikulum berasal dari kata courier yang berarti berlari

    (to run). Kurikulum berarti suatu jarak yang harus ditempuh oleh seorang

    pelari dari garis start sampai garis finish untuk memperoleh medali atau

    penghargaan. Jarak yang ditempuh tersebut kemudian diubah menjadi

    program sekolah serta semua orang yang terlibat di dalamnya.

    Program tersebut berisi mata pelajaran yang harus ditempuh oleh

    peserta didik selama kurun waktu tertentu, seperti SD/MI (enam tahun),

    SMP/MTS (tiga tahun), SMA/SMK/MA (tiga tahun) dan seterusnya.

    Dengan demikian, secara terminologis istilah kurikulum (dalam

    pendidikan) adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau

    diselesaikan peserta didik di sekolah untuk memperoleh ijazah. Sekalipun

    pengertian ini tergolong tradisional, tetapi paling tidak orang bisa

    mengenal dan mengetahui pengertian kurikulum yang pertama.1

    1Zainal Arifin, Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2011), h.2-3

    12

  • 13

    Kemudian para ahli pendidikan dan ahli kurikulum membuat

    macam-macam batasan kurikulum tersebut, mulai dari pengertian

    tradisional sampai dengan pengertian modern, mulai dari pengertian

    sederhana sampai dengan pengertian yang kompleks. Setiap ahli,

    memiliki versi batasan yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut

    disebabkan sudut pandang dan latar belakang keilmuan yang mereka

    miliki, meskipun intinya terkandung maksud yang sama.2

    Sebagai gambaran, di sini disajikan beberapa pengertian

    kurikulum yang dikemukakan oleh beberapa ahli. B. Othanel Smith, W.O.

    Stanley dan J. Harlan Shores memandang kurikulum bukan hanya mata

    pelajaran, tetapi juga pengalaman-pengalaman potensial yang dapat

    diberikan kepada peserta didik. Selanjutnya, J. Galen Saylor dan Willian

    M. Alexander mengemukakan bahwa kurikulum tidak hanya mata

    pelajaran dan pengalaman, melainkan semua upaya sekolah untuk

    mempengaruhi peserta didik belajar, baik di kelas, di halaman sekolah

    atau di luar sekolah.

    Pengertian kurikulum secara modern adalah semua kegiatan dan

    pengalaman potensial (isi atau materi) yang telah disusun secara ilmiah,

    baik yang terjadi di dalam kelas, di halaman sekolah, maupun di luar

    sekolah, atas tanggung jawab sekolah untuk mencapi tujuan pendidikan.

    Implikasi pengertian ini, antara lain :

    2Subandijah, Pengembangan dan Inovasi Kurikulum ( Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1992),h.1

  • 14

    a. Kurikulum tidak hanya terdiri atas sejumlah mata pelajaran, tetapi

    meliputi semua kegiatan dan pengalaman potensial yang telah

    disusun secara ilmiah.

    b. Kegiatan dan pengalaman belajar tidak hanya terjadi di sekolah,

    tetapi juga di luar sekolah atas tanggung jawab sekolah. Kegiatan

    belajar di sekolah, meliputi: menyimak, bertanya, diskusi,

    melakukan demonstrasi, belajar di perpustakaan, melalukan

    eksperimen di laboratorium, olahraga, kesenian dan lain-lain.

    Sedangkan kegiatan belajar di luar sekolah seperti mengerjakan

    tugas di rumah (PR), observasi, wawancara, studi banding,

    pengabdian masyarakat dan lain-lain.

    c. Guru sebagai pengembang kurikulum perlu menggunakan

    multistrategi dan pendekatan, serta berbagai sumber belajar secara

    bervariasi.

    d. Tujuan akhir kurikulum bukan untuk memperoleh ijazah tetapi untuk

    mencapai tujuan pendidikan.

    Menurut Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem

    Pendidikan Nasional Bab 1 Pasal 1 ayat 19 menyatakan bahwa

    kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,

    isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman

    penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan

    pendidikan tertentu. Implikasi pengertian ini adalah:

    a. Kurikulum harus memiliki rencana. Rencana tersebut berkaitan

    dengan proses belajar maupun pengembangan peserta didik pada

  • 15

    semua jenis dan jenjang pendidikan. Rencana yang dimaksud

    dituangkan dalam dokumen tertulis yang kemudian dikenal dengan

    konsep kurikulum sebagai suatu dokumen tertulis.

    b. Di dalam kurikulum terdapat tujuan, isi dan bahan pelajaran, serta

    cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan

    pembelajaran.

    c. Kurikulum harus ada hasil sesuai dengan tujuan pendidikan, baik

    yang berbentuk pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai.

    Hasil yang dimaksud merupakan hasil dari peserta didik sebagai

    akibat terjadinya kegiatan pembelajaran.3

    Dari pengertian-pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa

    kurikulum adalah suatu program atau rencana pendidikan yang di

    dalamnya terdapat tujuan, isi dan bahan pelajaran yang digunakan dalam

    proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan.

    2. Fungsi Kurikulum

    Fungsi kurikulum dapat ditinjau dalam berbagai prespektif, antara

    lain sebagai berikut:

    a. Fungsi kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.

    Maksudnya bahwa kurikulum merupakan suatu alat atau usaha untuk

    mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang diinginkan sekolah, serta

    yang dianggap cukup tepat dan penting untuk dicapai. Dengan kata

    lain, bila tujuan yang diinginkan tidak tercapai maka orang

    3Ibid, h. 4-6

  • 16

    cenderung meninjau kembali alat yang digunakan dalam pencapaian

    tujuan tersebut.

    b. Fungsi kurikulum bagi anak. Maksudnya kurikulum sebagai

    organisasi belajar, disusun dan disiapkan untuk siswa sebagai salah

    satu konsumsi pendidikan mereka. Dengan begitu, akan

    mendapatkan sejumlah pengalaman baru yang kemudian hari dapat

    dikembangkan seirama dengan perkembangan anak.

    c. Fungsi kurikulum bagi guru. Ada tiga macam, pertama, sebagai

    pedoman kerja dalam menyusun dan mengorganisir pengalaman

    belajar bagi anak didik. Kedua, sebagai pedoman untuk mengadakan

    evaluasi terhadap perkembangan anak dalam rangka menyerap

    sejumlah pengalaman yang diberikan. Ketiga, sebagai pedoman

    pengaturan kegiatan pendidikan dan pengajaran.

    d. Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah dan pembina sekolah. Dalam

    arti sebagai berikut, pertama, sebagai pedoman dalam mengadakan

    fungsi supervisi yaitu memperbaiki situasi belajar. Kedua, sebagai

    pedoman pelaksanaan fungsi supervisi dalam menciptakan situasi

    untuk menunjang situasi belajar anak ke arah yang lebih baik. Ketiga,

    sebagai pedoman dalam melaksanakan fungsi supervisi pemberian

    bantuan kepada guru untuk memperbaiki situasi mengajar. Keempat,

    sebagai pedoman untuk mengembangkan kurikulum lebih lanjut.

    Kelima, Sebagai pedoman untuk mengadakan evaluasi kemajuan

    belajar mengajar.

  • 17

    e. Fungsi kurikulum bagi orang tua murid. Maksudnya orang tua dapat

    turut serta membantu usaha sekolah dalam memajukan putra-

    putrinya. Bantuan orang tua ini dapat melalui konsultasi langsung

    dengan sekolah atau guru, dana, dan sebagainya.

    f. Fungsi kurikulum bagi sekolah pada tingkatan di atasnya. Ada dua

    jenis berkaitan dengan fungsi ini yaitu pemeliharaan keseimbangan

    proses pendidikan dan penyiapan tenaga guru.

    g. Fungsi kurikulum bagi masyarakat dan pemakai lulusan sekolah.

    Sekurang-kurangnya ada dua hal yang bisa dilakukan dalam fungsi

    ini yaitu pemakai lulusan ikut memberikan bantuan guna

    memperlancar pelaksanaan program pendidikan. Demikian ini

    membutuhkan kerjasama dengan pihak orang tua atau masyarakat.

    Selanjutnya, memberikan kritik saran yang membangun dalam

    rangka menyempurnakan program pendidikan di sekolah agar bisa

    lebih serasi dengan kebutuhan masyarakat dan lapangan kerja.

    Dapat disimpukan bahwa fungsi kurikulum adalah sebagai

    pedoman pelaksanaan program pendidikan untuk memberi kemudahan

    dalam proses belajar mengajar, sehingga mempermudah pencapaian

    tujuan pendidikan. 4

    Alexander Inglis juga menyebutkan bahwa terdapat ada enam

    fungsi kurikulum, yaitu :

    a. Fungsi penyesuaian (The Adjustive Function Of Adaptive Function)

    4Hendyat Soetopo dan Wasty Soemanto, Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum (Jakarta: PTBumi Aksara, 1986), h.17-21

  • 18

    Bahwa individu hidup dalam lingkungan, karena itu ia juga harus

    menyesuaikan dengan lingkungannya secara menyeluruh. Karena

    lingkungan senantiasa berubah dan bersifat dinamis, maka masing-

    masing individu pun harus memiliki kemampuan menyesuaikan diri

    secara dinamis pula. Di balik itu, lingkungan pun harus disesuaikan

    dengan kondisi perorangan. Di sinilah letak fungsi kurikulum

    sebagai alat pendidikan, sehingga individu bersifat well adjusted.

    b. Fungsi Integrasi (The Integrating Function)

    Bahwa kurikulum berfungsi untuk mendidik pribadi-pribadi yang

    terintegrasi, disebabkan individu merupakan bagian dari masyarakat.

    Maka pribadi yang terintegrasi itu akan memberikan sumbangan

    dalam pembentukan atau pengintegrasian masyarakat.

    c. Fungsi Diferensiasi (The Differentiating Function)

    Kurikulum perlu memberikan pelayanan terhadap setiap orang dalam

    masyarakat. Pada dasarnya, diferensiasi akan mendorong kemajuan

    sosial dalam masyarakat.

    d. Fungsi Persiapan (The Proaedeutic Func