bab ii kajian literatur a. pengertian judul ?· tahun 1830-an munculah fashion yang bermaksud...

Download BAB II KAJIAN LITERATUR A. PENGERTIAN JUDUL ?· tahun 1830-an munculah fashion yang bermaksud hendak…

Post on 16-Mar-2019

216 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

8

BAB II

KAJIAN LITERATUR

A. PENGERTIAN JUDUL

Pengertian judul Desain Interior Fashion Store Zara dan Berskha di

Yogyakarta dengan Konsep Kontemporer, adalah sebagai berikut :

1. Desain mempunyai beberapa pengertian: pertama, desain sebagai proses

pemecahan masalah yaitu tindakan mendesain; kedua, hasil dari

tindakan tersebut (berupa rancangan, model, atau gambar); Ketiga,

produk yangg dimanufaktur dengan bantuan desain (benda jadinya), dan

keempat, pengertian umum sebagai pengganti kata pola atau juga gaya.

Sebagai benda, desain berkonotasi pada nilai kegunaan, nilai budaya,

nilai ekonomi, nilai sosial, nilai teknis, nilai etis dan nilai ekologis;

Sedangkan sebagai proses, desain mempunyai konotasi pada kreatifitas,

kemam- puan, mentalitas, integritas, dan inovasi (Imam BZ, 2001:1).

2. Interior adalah bagian dalam gedung (ruang dan sebagainya). (Kamus

Besar Bahasa Indonesia, 2008:560).

3. Fashion yang merupakan kata dari bahasa inggris yang artinya mode.

Fashion adalah gaya berpakaian yang populer dalam suatu budaya. Secara

umum, fashion termasuk masakan, bahasa, seni, dan arsitektur.

(https://id.wikipedia.org/wiki/Mode)

4. .Toko adalah sebuah bisnis store yang menjual barang- barang konsumsi

dan juga jasa. Pengunjung datang untuk melihat - lihat dan biasanya

membeli barang. (https://id.wikipedia.org/wiki/Toko_serba_ada).

5. Daerah Istimewa Yogyakarta (bahasa Jawa: Dharah Istimwa

Ngayogyakarta) adalah Daerah Istimewa setingkat provinsi di Indonesia

yang merupakan peleburan Negara Kesultanan Yogyakarta. Daerah

Istimewa Yogyakarta yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa, dan

berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia.

(https://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta)

6. Kontemporer adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh dampak

modernisasi. Kontemporer itu artinya kekinian, modern atau lebih

https://id.wikipedia.org/wiki/Modehttps://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jawahttps://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewahttps://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Yogyakartahttps://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Jawahttps://id.wikipedia.org/wiki/Provinsi_Jawa_Tengahhttps://id.wikipedia.org/wiki/Samudera_Hindia

9

tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau

saat ini; jadi seni kontemporer adalah seni yang tidak terikat oleh aturan-

aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman sekarang.

Lukisan kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan

situasi waktu yang sedang dilalui. Misalnya lukisan yang tidak lagi terikat

pada Rennaissance. Begitu pula dengan tarian, lebih kreatif dan modern.

(https://id.wikipedia.org/wiki/Seni_kontemporer)

Maka fashion store merupakan sebuah bangunan yang difungsikan

untuk menjual pakaian wanita, pria, dan anak-anak yang dilengkapi

fasilitas dan area pendukung dengan konsep kontemporer di Yogyakarta

B. KAJIAN TEORI

1. Tinjauan Tentang Fashion

a. Sejarah Fashion

Berdasarkan analisis Arghya Narendra manusia sudah mengenal

fashion dari berabad-abad lalu. Diawali dengan pakaian-pakaian

sederhana yang terbuat dari kulit kayu ataupun kulit binatang.

Kemudian seiring dengan perkembangan peradaban manusia, maka

cara berpakaian mereka pun semakin berubah dan menjadi lebih baik

dan lebih baik lagi dari sebelumnya. Manusia mulai mengenal kain dan

menciptakan sebuah baju yang lebih layak dan lebih bisa melindungi

mereka dari cuaca.

Masyarakat Eropa dan Amerika adalah masyarakat yang sangat

concern dengan perkembangan fashion mereka. Meski pada awalnya

fashion Eropa dan Amerika lebih menitikberatkan pada perkembangan

baju para laki-laki namun, kedepannya perkembangan fashion wanita

ternyata jauh lebih pesat dari yang dibayangkan. Semakin lama fashion

wanita menjadi terpengaruh pada image kecantikan yang terjadi pada

masa tertentu.

10

Gambar 2.1 Fashion tahun 1800

(Sumber : https://sustainablemovement.wordpress.com/sejarah-

perkembangan-fashion/Diakses pada tanggal 24 september 2016)

Pada abad XV, citra wanita keibuan menjadi tolok ukur kecantikan,

sehingga fashion yang berkembang pada masa itu adalah model gaun

yang bertumpuk-tumpuk, dengan garis bulat melingkar tubuh dan

menekankan perhatian utama pada dada dan perut, serta di dominasi

warna-warna kuat dan terang. Fashion berkembang pada abad ke XIX,

dimana kain bertumpuk-tumpuk dan warna terang mulai ditinggalkan.

Wanita pada jaman tersebut akan dikatakan cantik apabila mereka

memiliki image rapuh. Maka tumbuhlah fashion yang menggambarkan

kerapuhan wanita. Dengan pemilihan kain tipis yang mudah rusak

beserta warna-warna pucat, benar-benar menggambarkan kerapuhan

wanita yang sesungguhnya

Ditambah lagi belahan dada yang sangat rendah yang membuat

wanita gampang sekali terserang flu pada saat musim dingin. Sekitar

tahun 1830-an munculah fashion yang bermaksud hendak melindungi

wanita dari cuaca, maka lahirlah korset pada masa itu. Korset sebagai

pakaian yang berfungsi sebagai pakaian dalam wanita memang dapat

melindungi wanita dari cuaca, tapi dampaknya, si pemakai akan sangat

tersiksa dengan ketatnya korset yang mereka pakai. Korset pun

sebenarnya memiliki perkembangannya sendiri, di mulai dari korset

yang memiliki penyangga dari besi, hingga kemudian berubah menjadi

tulang ikan hiu, namun kesemuanya adalah bahan-bahan yang tidak

benar-benar membuat wanita merasa nyaman.

http://1.bp.blogspot.com/-bNNoqbJd7hE/VYr2xa1kK_I/AAAAAAAAACc/dc2z9AM3tMQ/s1600/abad-kegelapan-eropa.jpg

11

Gambar 2.2 Fashion tahun 1830

(Sumber : https://sustainablemovement.wordpress.com/sejarah-

perkembangan-fashion/Diakses pada tanggal 24 september 2016)

Wanita cantik pada masa ini masih digambarkan wanita yang

lemah dan tidak berdaya, wanita dengan perut yang sangat langsing

dengan korset yang menekan, dan wanita yang mudah pingsan untuk

menarik perhatian lawan jenisnya. Hal ini juga yang digambarkan

Margaret Mitchell pada novel-nya Gone with the Wind. Yang mana

sosok wanita cantik dan menarik perhatian adalah wanita yang lemah

dan tidak berdaya.

Namun sebenarnya tidak semuanya, itu hanya penggambaran

sosok wanita Amerika awal abad ke-20 yang tinggal di Amerika bagian

Selatan. Sementara untuk para wanita Amerika yang tinggal pada

Amerika bagian Utara tidak memiliki streotipe seperti demikian. Hal

ini dikarenakan kultur Amerika Utara yang mana masyarakatnya adalah

masyarakat pekerja, begitu pula dengan para wanitanya. Hal ini terlihat

pada penggambaran karakter pada novel Little House on the Prairie,

karya Laura Ingalls Wilder. Di sini digambarkan bahwa para wanitanya

cukup mengenakan baju kerja seadanya dan hanya menggunakan baju-

baju indah yang dirasa perlu hanya pada saat moment-moment tertentu.

Tahun 1920 (Melindrosa)

Amerika memainkan peran penting pada gaya berbusana tahun

1920. Di masa setelah Perang Dunia I, Amerika sebagai salah satu pusat

mode dunia memasuki era makmur yang mempengaruhi gaya fashion

mereka. Music Jazz dan tarian glamor muncul pada tahun tersebut.

Perempuan mendapat suara pada tahun 1920 dan memasuki angkatan

http://3.bp.blogspot.com/-Fyn6Lm2iltA/VYr3-5NeqmI/AAAAAAAAACk/1z-VCAc4Ri8/s1600/content.jpg

12

kerja dalam jumlah besar. Tahun-tahun 1920an juga ditandai dengan

maraknya bisnis ilegal, salah satu cartel yang terkenal di dunia saat itu

adalah Al Copone.

Gambar 2.3 Fashion tahun 1920

(Sumber : https://sustainablemovement.wordpress.com/sejarah-

perkembangan-fashion/Diakses pada tanggal 24 september 2016)

Fashion gaya Melindrosa (Flapper) yang berarti New Breed

muncul. Style penggunaan make-up yang berlebihan, berdandan

glamor, minum alcohol, mengendarai mobil, dan merokok menjadi hal

yang mendampingi gaya berbusana glamor seperti ini. Bukan hanya itu,

gaya berbusana tahun 1920 juga menunjukkan adanya milenia baru

setelah sebelumnya gaya berbusana lebih condong pada zaman

Victoria.

Tahun 1930 (Calca Comprida)

Gambar 2.4 Fashion tahun 1930

(Sumber : https://sustainablemovement.wordpress.com/sejarah-

perkembangan-fashion/Diakses pada tanggal 24 september 2016)

https://sustainablemovement.files.wordpress.com/2013/10/20.jpghttps://sustainablemovement.files.wordpress.com/2013/10/30.jpg

13

Ekonomi Amerika Serikat yang sedang mengalami depresi.

Dikarenakan hal-hal sosial dan politik yang sedang dalam masalah

seperti diatas, Gaya berbusana pun mangalami perubahan menjadi lebih

casual, dan tidak glamour layaknya pada masa 1920 atau pada dekade

sebelumnya. Baju yang lebih longgar dari bahan kain tebal dan tertutup

menjadi pilihan.

Gambar 2.5 Fashion tahun 1935

(Sumber : https://sustainablemovement.wordpress.com/sejarah-

perkembangan-fashion/Diakses pada tanggal 24 september 2016)

Tahun 1940 (War and Working Class)

Adanya WW II atau Perang Dunia ke-2 menyebabkan

terpenga

Recommended

View more >